Panduan Belajar Soal HOTS Sejarah

Artikel ini membahas soal HOTS Sejarah, mulai dari definisinya, strategi belajar menghadapi soal HOTS Sejarah, hingga contoh soalnya di SBMPTN.

Piye kabare? Ketemu lagi nih sama gue, Hilman. Kali ini gue mau ngajak lo ngobrol tentang isu hot buat para pejuang PTN yaitu soal HOTS; khususnya di pelajaran sejarah. Di artikel blog Zenius sebelumnya, kita udah bahas tentang soal HOTS di beberapa mata pelajaran, nah, sekarang giliran Sejarah nih. Kalo kita ngomongin soal HOTS sejarah, gue beberapa kali denger celetukan yang kayak begini:

Soal matematika-IPA yang ilmu pasti alias ilmu konkret dibikin HOTS aja masih bikin bingung, gimana soal HOTS IPS yang abstrak?

Sebenernya, HOTS itu bisa mudah dan bisa susah. Ini berlaku di semua mata pelajaran. Untuk lebih lengkapnya sih jelas ya disarankan banget lo harus baca dulu obrolannya Fanny di blog yang tentang HOTS secara umum ini, tapi di sini gue coba bakal definisiin lagi secara singkat dan bakal gue kasih fakta unik tentang HOTS dalam sejarah. BTW, berhubung mapel Sejarah tidak di-UN-kan, gue hanya akan bahas soal HOTS Sejarah untuk SBMPTN, ya.

Definisi Soal HOTS Sejarah

Masih mirip dengan pengertian soal HOTS dari Fanny dan Ivan, pada dasarnya definisi soal HOTS itu adalah soal yang menguji kemampuan bernalar tingkat tinggi. Gue juga sering menggunakan istilah ‘berpikir kritis’ untuk menggambarkan apa yang diujikan dari soal berbentuk HOTS. Kalau secara definitif, gue bisa bilang bahwa soal HOTS adalah soal yang meminta lo untuk menggabungkan pengetahuan dasar (LOTS) yang ada untuk dibentuk menjadi hasil yang memiliki makna (HOTS). Selain itu, keterampilan HOTS juga menuntut kita untuk menguasai proses transfer antar tingkatan berpikir. Jadi, dalam satu soal itu lo bisa aja misalnya dituntut untuk bisa mengingat (LOTS), menganalisis (HOTS), menerapkan (LOTS), lalu mengevaluasi (HOTS) informasi awal tadi untuk memilih jawaban yang tepat.

Definisi yang ini bakal kerasa kena banget aplikasinya di pelajaran sejarah. Kenapa? Karena selama ini sejarah hanya menuntuk kita untuk ingat, paham, dan menerapkan pengetahuan (LOTS). Sekarang, kita akan diminta untuk bisa mengolah pengetahuan berbentuk LOTS tadi untuk diolah di tahap yang lebih canggih. Buat apaan sih? Seperti yang gue bilang tadi: buat dicari maknanya. Jadi, walaupun IPS itu tampaknya lebih ‘abstrak’ ketimbang IPA, bakal tetep ada acuan yang menjadi pijakan dalam belajar apalagi menjawab soal-soal HOTS. Apa pijakannya? Ya  konsep-konsep dasar, prinsip investigasi, lalu hubungan antar konsep untuk diciptakan maknanya. Gitu ya kira-kira.

Kalo lo udah baca blog gue tentang tips belajar sejarah secara umum, pasti lo akan “ting!” bahwa di situ ada esensi HOTS. Inget kan, esensi belajar sejarah sebagai latihan keterampilan investigasi? Nah, soal HOTS dalam sejarah ini hakekatnya adalah menguji:

  1. Seberapa banyak informasi yang sudah lo kuasai.
  2. Seberapa canggih analisis yang bisa lo lakukan untuk mengolah informasi tadi menjadi sesuatu yang bermakna.

Selama ini, soal-soal sejarah hanya seringkali mengetes poin nomor 1 tadi. Sekarang, lo harus bisa menguasai poin nomor 1 DAN nomor 2. Nah, yuk kita lihat contoh soal HOTS sejarah berikut ini.

Soal di atas tadi itu adalah contoh soal tentang penelitian ilmu sejarah. Apanya yang HOTS ya? Perasaan itu soal cuma nanya “tempat” yang bagus untuk melakukan proses historiografi. Nah, soal di atas masuk ke kategori HOTS karena proses transfer antar konsep yang menharuskan lo menganalisis tahapan berikut:

  • mengingat konsep historiografi,
  • menerapkan historiografi dalam proses penelitian; dan,
  • mengevaluasi pilihan tempat yang tepat untuk melakukan kegiatan historiografi.

Susah ga sih? Engga kok. Coba, sekarang gue mau kasih contoh soal yang sifatnya LOTS gampang dan LOTS yang susah. Misalnya:

soal 1
soal 2

Soal nomor 1 di atas adalah soal LOTS karena hanya ingin menguji ingatan lo tentang nama tokoh pemuda yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok. Demikian pula soal LOTS nomor 2 yang ingin menguji kemampuan lo dalam mengklasifikasikan organisasi pergerakan nasional. Gimana, susah atau gampang? Tergantung. Kalo lo lagi hoki ingetnya nama tokoh pemuda, ya itu gampang. Kalo lo inget Perhimpunan Indonesia itu apa, ya itulah yang gampang. Eits, soal nomor 2 ga hanya menuntut lo untuk mengingat apa itu Perhimpunan Indonesia, tapi lo harus tau dulu periode-periode dalam pergerakan nasional dan lo cocokin deh mana yang sesuai sama PI. Syukur-syukur kalo lo hafal langsung di periode mana sih, Perhimpunan Indonesia berlangsung. Kalo lupa, ya lo harus mengaplikasikan pengetahuan yang ada untuk melengkapi pengetahuan yang kurang supaya pas saat mau mengklasifikasikan. Jadi inget ya: HOTS belum berarti susah, LOTS belum berarti gampang. Dua-duanya bisa susah dan bisa gampang.

Satu lagi. Tidak semua materi sejarah bisa dibuat soal HOTS. Coba aja, masa iya anak sekolah disuruh menciptakan penjelasan lain mengenai peristiwa G30S-PKI? Masa anak sekolah disuruh mengkritik mengenai proses penyebaran Islam di Indonesia? Masa anak sekolah disuruh menganalisis dampak penyederhanaan partai politik era orde baru terhadap kondisi partai politik era reformasi? Ada batasan-batasan materi dan lingkup yang dijadikan HOTS agar materi yang diujikan tidak terlalu jauh melebar dan tidak terlalu jatuh ke dalam. Jadi tenang aja, soal HOTS dalam sejarah gakan jauh-jauh dari apa yang ada di buku teks. Nah, ini berita baik dan juga berita buruk. Berita baiknya, ya lo tinggal terapin saran gue tentang belajar sejarah secara investigatif untuk menguasai semua materi sejarah. Berita buruknya, lo harus semakin waspada untuk ga percaya dari satu sumber buku. Untuk keselamatan pikiran dari hoax, miskonsepsi, dan paham yang aneh-aneh, lo tetap harus banyak baca sumber di luar buku teks ya.

 

Soal HOTS di SBMPTN

Contoh soal HOTS di atas adalah beberapa contoh soal yang baru-baru ini ada. Ternyata, sebenernya soal HOTS itu udah ada dari zaman dulu. Emang baru sekarang-sekarang aja kita lagi hothot-nya ngobrol tentang soal HOTS. Iya sih, kita banyak dikasih soal-soal LOTS yang bikin kesan kalau sejarah adalah pelajaran yang kerjanya ngapal, ngapal, dan ngapal. Kenyataannya, dari dulu ada nyelip soal-soal HOTS sejarah, salah satu contohnya adalah di SBMPTN. SBMPTN kemarin pula; tahun 2018. Berikut butir soalnya:

Cara jawab soal macem begini bisa lo temukan di sini: Pembahasan Soal SBMPTN 2018 Sejarah Kode 640 – nomor 1. Kalo lo udah liat pembahasannya, sekarang yuk kita ngobrol gimana cara paling top menghadapi soal HOTS khususnya di sejarah.

 

Strategi Menghadapi Soal HOTS

Tiga tips ini gue saranin untuk menghadapi soal HOTS yang spesifik di pelajaran sejarah. Sebenernya sih esensi dari tip menghadapi HOTS di semua pelajaran itu sama, tapi tips berikut ini udah gue susun untuk pas banget dipake hanya di pelajaran sejarah.

Kuasai LOTS sebelum HOTS

Yups. HOTS ga bisa jalan kalo kita ga nguasain LOTS. Alias: kita tetap harus menghafal dulu, lalu memahami hafalan tadi, dan menerapkan pemahaman yang kita pelajarin. Ya jelas sih; mana ada belajar tanpa menghafal? Dari lahir kita juga ngafalin satu-satu kok. Entah itu menghafal huruf alphabet, menghafal angka, menghafal nama panggilan, dan lain-lain. Gitu seterusnya. Ibarat bikin kue aja, kalo ga ada bahan sama bumbunya ya gimana mau dibikin? Lo mau menganalisis fakta sejarah, tapi gatau ceritanya kayak apa. Gimana mau dikerjain? Lo mau tau doi kayak apa orangnya, tapi lo gatau gimana cerita kehidupan keseharian dia. Iki piye.

Gimana cara menguasai LOTS? Lo harus mampu mengorganisasi dan mengevaluasi informasi sejarah yang sedang dipelajarin agar bisa jadi susunan catatan yang bermakna. Nah, kalo lo sudah mampu membuat rangkaian catatan teroganisir dengan data yang sesuai, itu namanya lo sudah mampu menguasai LOTS dalam sejarah karena itu adalah bahan lo dalam melakukan investigasi sejarah alias melakukan HOTS. Jelas dong, investigator/detektif/polisi mana yang bisa menyelidik kasus kalo datanya kurang atau datanya ga rapih tersusun?

Di Zenius secara umum (dan di pelajaran sejarah secara khusus), kita sih udah selesai belajar LOTS. Dengan memahami konsep-konsep dasar, gue bisa bilang kalau kita disini sudah menguasai LOTS. Nah, sekarang giliran kita menghubungkan antar konsep-konsep dasar tadi untuk membentuk konsep baru supaya bisa menghasilkan makna. Itu dia esensi lainnya dari HOTS.

Perhatikan Kata Kunci Dalam Soal

Seringkali, soal HOTS hanya berisi sedikit informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan. Misalnya begini:

Coba,  Kelihatannya susah, tapi  kalo lo perhatikan kata kunci di warna kuning dan dihubungkan dengan warna biru, akan ketemu bahwa jawabannya… E. Gimana caranya?

Kata kunci warna biru muda itu meminta penjawab soal untuk membuka ingatan dan pemahamannya mengenai semua informasi tentang era kolonial; terutama kolonialisme di Indonesia. Ada apa aja sih waktu itu? Oh ya, ada penjajahan, ada rempah-rempah, ada tanam paksa, ada…perusahaan dagang! Nah, ada VOC kan!

Mana pilihan jawaban yang paling mungkin menggambarkan tindakan dalam memberikan uang amplop? Apakah:

  1. Saat orang disuruh tanam paksa, orang nyogok pejabat untuk ga maksa nanem?
  2. Saat sultan dan bangsawan di pulau Jawa dimintain bayar pajak tapi mereka malah nyogok supaya ga diminta pajak? (Lah keluar-keluar duit juga sama aja boong.)
  3. Politik Etis? Ini udah keluar konteks dari kata kunci yang ada.
  4. Saat golongan Pribumi atau Timur Jauh nyogok pemerintah kolonial supaya bisa masuk golongan Eropa? Helooow Meneernya ada.
  5. Saat pejabat VOC saling sogok menyogok pake amplop supaya bisa jual rempah-rempah atau nilep stok barang? Nah!

Gitu ya cara brainstorming-nya. Periksa segala kemungkinan berdasarkan kata kunci yang ada. Dari informasi yang seiprit itu, lo dituntut untuk menggali informasi yang lo punya di dalem otak untuk diolah dan diterapkan dalam bentuk pilihan jawaban yang tepat.

Uji Keterhubungan Pilihan Jawaban dengan Konteks Soal

Apaan nih? Ribet bener!” Sebenernya engga kok. Jadi gini: akan ada soal yang super tricky karena pilihan jawabannya mirip-mirip semua. Udah gitu, sistem penilaiannya ranking pula. Alias: pilihan ABCDE semua benar, cuma masing-masing ada nilainya dari skala 1-5. Waduh?

Coba tengok contoh soal berikut.

Perhatikan kata kunci berwarna hijau. Topik soal ini tentang ‘revolusi hijau’. Di pilihan jawaban, nyambung kan topik dengan materinya? Revolusi hijau ya ga jauh-jauh dari orde baru, teknologi, intensifikasi, ekstentifikasi, diversifikasi, dll. Masalahnya, mana yang bener?

Di sinilah nalar lo bermain untuk memilih solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah sempitnya lahan di Jakarta. Semua konsepnya sih bener, ya gak? Intensifikasi, ekstentifikasi, diversifikasi; semua bisa dilakukan. Masalahnya, mana yang paling tepat dengan KONTEKS SEMPITNYA LAHAN?

Apakah:

  1. Nanem taneman cepat tumbuh? Terus kenapa? Kalo udah panen, tanahnya mau dibikin bedeng?
  2. Tanam hidroponik bertingkat? Nanem tanpa tanah yang disusun ke atas?
  3. Menggunakan dan memperbanyak bidang datar di atap bangunan buat bercocok tanam?
  4. Menanam sambil mengolah hasil panen?
  5. Beli tanah baru di Jakarta cuma buat nanem sawi sama bawang? Heloow, lo anak sultan??

Semua jawaban di atas tetap benar dan bisa dipilih, masalahnya ada yang bernilai 5 dan ada yang cuma 1. Skor masing-masing pilihan tadi adalah sebagai berikut:

  1. 3
  2. 5
  3. 4
  4. 2
  5. 1

Serupa dengan contoh soal dalam strategi nomor 2 sebelumnya tadi, kira-kira begitu caranya dalam menghadapi soal HOTS. Cek dengan teliti kecocokan dari jawaban dengan konteks yang diminta soal. Mudah, kan? Dengan menguasai 3 poin strategi yang sudah disebutkan di atas, diharapkan lo akan siap menghadapi soal HOTS dan tidak tertipu dalam ilusi bahwa “waduh, soal susah begini mah cuma nyuruh kita nebak keinginan si pembuat soal.” Soal HOTS yang baik selalu bisa dibongkar dan memiliki unsur dari 3 strategi di atas.

 

Tambahan Latihan Soal HOTS Sejarah

Setelah lo pahami dengan baik strategi yang gue saranin di atas, coba sekarang kita latihan satu soal HOTS lagi yang sudah gue buat. Ya dari tadi sih sebenernya gue semua yang buat; kecuali yang SBMPTN. Contoh latihannya 1 aja ya, ‘kan dari tadi di atas udah banyak. Ini dia contohnya.

Soal ini tentang bab peradaban Hindu-Buddha di Indonesia. Topiknya adalah warisan peninggalan peradaban mereka, yaitu budaya dan tradisi yang masih ada. Isunya mengenai agama dan kepercayaan. Soal ini bertanya, bahwa zaman dulu aja satu kerajaan bisa ada dua agama yang diakui dan dianut resmi oleh para rakyatnya. Apa artinya itu semua?

Apakah:

  1. Hindu-Buddha adalah agama yang sama? Yakin lo? Sekembar-kembarnya anak kembar, mereka tetep beda, toh?
  2. Kerajaan zaman dulu berhasil membangun toleransi? Kalo kerajaan Islam setelahnya atau masyarakat animisme-dinamisme sebelumnya; toleran ga?
  3. Gagasan baru? Contohnya? Hindu-Buddha? Islam? Kristen? Liberalisme? Politik Etis? Modernisasi?
  4. Akar toleransi? Misalnya: awalnya orang Indo itu animisme-dinamisme, lalu ada Hindu-Buddha dateng, ya welcome? Terus pas Indo dalam peradaban Hindu-Buddha, Islam dateng ya welcome? Ada misionaris Kristen, ya welcome?
  5. Terdapat kehidupan bernegara yang damai dalam kerajaan Hindu-Buddha? Masa sih dia doang yang damai? Pemberontakan Ranggalawe? Pemberontakan Paregreg? Lagian, kerajaan Islam emang ga damai?

Jawaban yang paling tepat adalah: D. Mengapa? Karena pilihan ini sesuai dengan konsep keberlanjutan dalam sejarah. Coba perhatiin: ketika orang asing menyebarkan Hindu-Buddha. Diterima, kan? Apa cuma Hindu aja agama resmi kerajaan yang ada di Indo? Ada Buddha juga, kan? Bahkan, selagi masih ada beberapa kerajaan Hindu-Buddha, masuklah penyebar agama Islam. Diterima juga, kan? Begitu seterusnya. Di sini, lo mungkin terkecoh dengan kata kunci ‘Hindu-Buddha’, padahal tadi lo harusnya fokus ke ‘peradaban Hindu-Buddha di Indonesia’. Di situ lo harus ingat kembali kondisi masyarakat Indonesia yang MEMUNGKINKAN munculnya peradaban Hindu-Buddha di Indonesia, yaitu toleransi. Maka, D adalah jawaban yang tepat.

 

Bahan Latihan Soal HOTS Sejarah

Supaya semakin mantap belajar soal HOTS di pelajaran sejarah, berikut ada beberapa saran butir soal untuk latihan. Nah, jangan lupa sama apa yang gue sudah sebut di poin 1 dalam strategi menghadapi soal HOTS sejarah di atas: kuasai LOTS dulu baru HOTS. Untuk membuktikan bahwa lo sudah mumpuni dalam soal LOTS, latih lagi ingatan; pemahaman, dan penerapan lo tentang topik dan isu sejarah supaya nanti pas ketemu soal HOTS semua bisa jadi lebih mudah. Nih dia saran-saran dari gue:

Gitu aja dari gue. Sukses buat SBMPTN-nya! Ah y,a ada satu pesen dari gue nih. Kemampuan lo menguasai HOTS setelah lulus SMA ini akan sangat membantu banyak kehidupan yang lo akan jalani. Kalo ada pertanyaan, langsung tulis di kolom komentar segera. Kalo entar-entar nanti pertanyaannya keburu lupa. Sampai ketemu di artikel berikutnya, ya!

—————————CATATAN EDITOR—————————

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut ke Kak Hilman seputar soal HOTS Sejarah, silakan post pertanyaan kamu di kolom komentar, ya!


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini