Zenius Facebook Live: Tips dan Trik Belajar SBMPTN Fisika

Kenapa Fisika itu sering dianggap susah? Artikel ini akan menjabarkan penyebab dan solusinya. Dilengkapi pula strategi belajar untuk SBMPTN Fisika.

Zenius Facebook Live adalah ajang di mana kamu dapat bertanya langsung ke tutor Zenius mengenai suatu topik khusus. Acara ini dikemas dalam format talk show dan diadakan secara Live melalui akun resmi Facebook Zenius Education. Artikel ZeniusBlog kali ini akan memberikan rangkuman dari Zenius Facebook Live: Tips Belajar SBMPTN Fisika. Diisi langsung oleh Wisnu (tutor pengisi konten Fisika dan Matematika di zenius.net) dan ditemani oleh Nurul (admin Zenius Club). Jika kamu tertarik untuk melihat video lengkap saat Zenius Facebook Live: SBMPTN Fisika berlangsung, kamu bisa dilihat di sini.   

 

Kenapa sih Fisika itu selalu dianggap susah?

Gue juga ngerasain hal yang sama sih sebagai murid. Temen-temen gue juga banyak yang merasa kalau Fisika itu susah. Ketika gue jadi guru, gue juga ngerasain hal yang sama. Banyak banget murid-murid yang bilang Fisika itu susah, dan bahkan kita pernah melakukan survei juga. Hasil surveinya itu menunjukkan bahwa Fisika itu menduduki peringkat nomor 1 untuk pelajaran yang paling dibenci.

Ketika gue berusaha mendiagnosis kenapa sih pada benci sama fisika, menurut gue penyebabnya bisa di-breakdown menjadi dua hal.

  1. Kemampuan matematika yang basic (dasar)
    Kalau matematikanya belum OK, maka belajar fisikanya akan terasa lebih sulit.
  2. Pengertian terhadap konsep Fisikanya itu sendiri
    Kalau kita nggak ngerti dengan konsepnya, pasti fisika jadi membingungkan.

1. Kemampuan matematika yang perlu dikuasai

Sebenarnya, matematika yang basic itu nggak sedalam matematika yang harus lo persiapkan untuk Matematika Saintek di SBMPTN. Supaya lebih jelas, gue kasih contoh aja deh ya.

Ada dua benda, masing-masing massanya M1 dan M2, mengalami gaya tarik-menarik sebesar F = 10 N. Awalnya mereka berdua terpisah dengan jarak 8 m. Kalau sekarang jaraknya diubah menjadi 12 m, berapa besar gayanya sekarang?

Ini sebenernya rumusnya udah ada, yaitu:

Dari informasi gue tadi, peduli amat m-nya berapa, yang penting dia konstan kan? Kemudian r-nya itu berubah dari 8 menjadi 12. Gimana dengan F-nya?

Nah, kalau dengan informasi tersebut lu masih belum bisa ngerjain soal, itu berarti masalah lu bukan di fisikanya, tapi di matematikanya. (By the way, jawabannya adalah F menjadi 1/2,25 dari nilai semula ≈ 4,44 N).

Kita bisa sederhanain persamaan di atas menjadi persamaan yang murni matematika. Kita abaikan aja dulu konsep gaya, konsep massa, dll. Rumusnya kita ubah menjadi seperti ini:

Misalkan gue kasih soal begini: B, C, D konstan. Kemudian E gue ubah menjadi 2x lipatnya. Bagaimana nilai A?

Nah itulah contoh permasalahan matematika yang mungkin lu temui di soal-soal fisika.

Beberapa bab di matematika yang wajib banget dikuasain

Berikut ini gue kasih dafar bab di matematika yang wajib banget untuk lo kuasain sebelum mulai belajar fisika. Gue bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama itu terdiri dari empat bab ini:

  1. Perbandingan
  2. Grafik
  3. Aljabar sederhana
  4. Aritmetika

Itu semua bisa lo pelajari ketika lo belajar TPA. Jadi ketika lo mempelajari untuk SBMPTN nih, lo kan nggak cuma mempelajari fisika doang kan. Tapi lo mempelajari pelajaran lainnya juga, seperti TKPA. Nah, apa yang lo pelajari di TPA itu juga sebenernya akan membantu lo dalam mempersiapkan belajar fisika nantinya.

Nah, kalau lu klik basic mathematical skills di atas, lo akan masuk ke materi-materi yang barusan gue sebutin itu (perbandingan, grafik, aljabar, dan aritmetika).

Berikutnya, bagian yang ke dua adalah bagian matematika dasar yang ada di SBMPTN. Bab-bab pada matematika dasar yang juga menunjang untuk belajar fisika antara lain:

  1. Turunan (kepake banget di Kinematika)
  2. Trigonometri

2. Pengertian terhadap konsep fisika yang dipelajari

Fisika itu sering kali bertentangan dengan common sense (pemikiran umum/awam). Contohnya begini:

Ada dua benda. Benda pertama (spidol) massanya besar. Benda ke dua (tutup spidol) massanya kecil. Kalau gue lepaskan, kira-kira yang mana yang jatuh duluan?

Beberapa komentar di facebook ada yang jawab bener (jatuh bersamaan), tapi ada juga yang masih jawab salah karena berpikir bahwa spidol, yang massanya besar, itu jatuh duluan. Padahal, waktu SMP kita udah belajar bahwa percepatan gravitasi di permukaan bumi itu adalah 9,8 m/s2. Jadi, banyak yang belum ngerti bahwa itu maksudnya adalah percepatan. Supaya lebih jelas, gue tulis jadi begini deh:

Artinya gini, kecepatannya itu setiap 1 detik naik menjadi 9,8 m/s. Jadi pada detik pertama, kecepatannya 9,8 m/s. Pada detik ke dua, kecepatannya menjadi 2 x 9,8 ,/s. Dan seterusnya. Jadi, kalau belajar fisika, jangan cuma ngafalin bahwa g = 9,8 m/s2 tapi nggak ngerti maksudnya g itu apa.

Jadi mulai sekarang, harus udah ngerti ya bahwa g itu maksudnya adalah percepatan gravitasi. Oleh karena itu, mau massanya besar (spidol) maupun massanya kecil (tutup spidol), nggak ngaruh! Karena di mana-mana percepatan gravitasinya sama, tidak bergantung pada massa benda.

 

Seberapa penting sih menguasai konsep fisika dalam mengerjakan soal-soal SBMPTN?

Penting banget. Bahkan di SBMPTN, ada beberapa soal yang nggak perlu advanced mathematics, hanya butuh ngerti konsep fisikanya doang, lu udah bisa ngerjain soalnya. Ada sekitar 3-5 soal di SBMPTN yang kayak gitu. Jadi kalau lo ngerti konsepnya, soal kayak gitu tinggal dikedipin aja bisa. ?

Ada satu contoh soal yang inspirasinya dari SBMPTN Fisika tahun 2015, nomor 28. Tapi ini versi soal yang udah gue sederhanain khusus untuk FB live ini. Aslinya lebih rumit. Berikut ini soalnya:

 

Sebuah transformator memiliki lilitan 100 dan 200. Lilitan 100 dihubungkan dengan tegangan 9 volt yang berasal dari sebuah baterai. Dengan demikian, pada lilitan 200, akan dihasilkan tegangan sebesar berapa?

Soal tadi kira-kira bisa kita gambarin kayak gini:

Kalau cuma melihat rumusnya aja, maka kita tinggal masuk-masukin angka ke rumus tersebut, kemudian didapat jawabannya adalah 18 volt. Padahal itu adalah jawaban yang salah. Nah, jawaban yang benernya apa dong? Jawaban yang bener adalah 0 volt. Kenapa begitu?

Transformator itu hanya bisa bekerja pada arus bolak-balik. Contoh penggunaan transformator itu di mana? Misalnya pada listrik rumah. Listrik yang masuk ke rumah itu 220 volt. Kalau lo mau nyalain device yang 110 volt, berarti lu perlu pakai Travo step-down (menurunkan voltage). Tapi itu hanya berlaku kalau inputnya arus bolak-balik (AC). Kalau inputnya arus searah (DC), nggak berlaku. Nah, di soal tadi itu dikasih tahu bahwa tegangan 9 volt itu berasal dari baterai. Kalau begitu, nggak bekerja transformatornya. Kalau dia nggak bekerja, berarti tegangan keluarannya nol.

Di soal SBMPTN aslinya, yang 2015 itu, soalnya lebih kompleks dari ini. Dikasih tau arusnya lah, efisiensi, dsb. Tapi kalau misalkan lu jeli, dan lu bisa lihat bahwa pada soal tersebut dibilang bahwa sumber arusnya berasal dari sebuah baterai, maka, seperti yang gue bilang tadi, tinggal dikedipin aja, langsung tahu bahwa jawabannya nol. Jadi, nggak usah ngitung-ngitung lagi.

Di SBMPTN kadang-kadang ada jebakan-jebakan seperti itu.

 

Perbedaan mengerjakan soal fisika pada saat belajar vs pada saat mengerjakan soal SBMPTN

Gue mau menekankan masalah di mentalnya nih sekarang. Jadi kalau kita mengerjakan soal fisika (dan matematika juga), itu mentalnya harus nggak boleh gampang nyerah. Pas belajarnya, kalau ada soal susah, jangan gampang nyerah. Pelajari lagi teorinya, coba turunin lagi rumusnya, dst. Kalau lo menghabiskan waktu 1 jam, 3 jam, atau bahkan 3 hari itu nggak ada masalah. Sangat bagus justru. Karena ketika lu bisa, malah nanti skill-nya naik dan jadi jago.

Tapi, pas nanti SBMPTN, jangan lupa, targetnya adalah poin sebanyak-banyaknya. Inget bahwa lu dibatasi oleh waktu juga kan. Waktunya itu cuma 105 menit untuk mengerjakan 4 pelajaran (matematika saintek, fisika, kimia, dan biologi). Lo harus bisa disiplin membagi waktunya untuk masing-masing pelajaran. Misalkan, lo alokasikan matematika 30 menit, fisika 30 menit, yang lainnya sisanya.

Jadi pada saat SBMPTN, kalau lu ketemu soal susah, mending skip supaya lo punya waktu untuk mengerjakan soal lainnya. Intinya, jangan mengambil waktu terlalu lama untuk ngerjain suatu soal.

 

Sesi Tanya Jawab 

Q1: Soal-soal yang sering muncul di SBMPTN Fisika biasanya kayak gimana, kak?

Ini sebenernya pertanyaan yang salah kaprah dalam menghadapi SBMPTN. Banyak orang yang mencari tipe soal yang kayak gimana di SBMPTN untuk kemudian dihafal cara ngerjainnya. Kalau UN, mungkin bisa mengerjakan dengan cara kayak gitu karena UN itu dari zaman dulu sampai sekarang soalnya gitu lagi gitu lagi. Tipenya sama, bisa dihafalin, dan rumus yang dipakai sama aja.

Tapi kalau cara berpikir yang sama kita pakai untuk SBMPTN, itu bahaya banget, karena tipe soalnya lebih sulit untuk ditebak polanya. Daripada berusaha menghafal tipe soalnya, mendingan latihan soal sebanyak-banyaknya dari soal-soal SBMPTN yang pernah keluar sebelumnya. Berikut ini link ke beberapa latihan soal fisika untuk SBMPTN di zenius.net:

Q2: Mending menguasai sedikit bab tapi bener-bener mantep, atau banyak bab tapi kurang mendalam?

Kalau lu mempelajari seluruh bab tapi nggak dalem, sementara 15 soal fisika di SBMPTN itu soalnya mendalam semua, ujung-ujungnya malah lo nggak bisa jawab satu pun soal di situ. Nah, dari pada kayak gitu kejadiannya, mending lo fokus ke beberapa bab tapi lo bener-bener ngerti dan tahu berbagai variasi soal yang bisa keluar mengenai bab tersebut. Jadi, mendingan belajar sedikit bab tapi bener-bener nguasain ya.

Q3: Bab yang paling mudah dipahami apaan sih kak?

Tergantung sih. Waktu gue masih SMA dulu, gue ngerasa Mekanika itu mudah, sementara Optik itu susah. Tapi ada juga orang-orang yang berpendapat sebaliknya.

Q4: Bab yang paling harus dikuasain untuk SBMPTN Fisika apa aja?

Penjelasan gue di video di atas gue update dengan informasi berikut ini ya:

Fisika itu bisa dibagi menjadi 9 bab besar. Frekuensi kemunculan bab-bab tersebut dalam SBMPTN bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Di video, gue sudah menyebutkan bahwa Mekanika itu sering banget muncul dan memang bener, Mekanika itu muncul di 29,25% soal SBMPTN. Berikutnya bab Listrik dan Magnet, sekitar 21,70%. Dan seterusnya. Kalau lo mau mempelajari fisika dengan berfokus pada bab-bab besar tersebut, lo bisa masuk ke Materi Fisika Ringkas di zenius.net. URLnya di sini:

https://www.zenius.net/cg/140/materi-fisika-ringkas-sbmptn

Sementara kalau mau melihat frekuensi kemunculan topik di skala yang lebih detil, lo bisa lihat di tabel di bawah ini:

Seluruh bab fisika tersebut bisa lo pelajari di sini:

https://www.zenius.net/cg/88/materi-fisika-lengkap-sbmptn

Q5: Kak gimana sih kalau ngerjain soal bisa ngeh harus diapain soal itu?

Kalau lo belum ngeh soal itu harus diapain, ada kemungkinan bahwa penguasaan lo di materi itu belum OK. Jadi, salah satu caranya adalah kuasai materinya. Misalnya, lo suka nggak ngeh di soal Termodinamika, berarti solusinya adalah belajar lagi teori Termodinamikanya, latihan soal sebanyak-banyaknya (dengan berbagai variasi soal). Nanti ketika di SBMPTN ketemu soal Termodinamika, lo bisa ngerjainnya kalau udah banyak latihan.

Q6: Konsep itu apa sih?

Sebenernya analoginya yang tadi gue sebutin sih. Misalnya, ketika kita belajar, kita cuma tahu rumus ini dipakai untuk soal apa. Kalau tahunya baru sampai situ, itu berarti belum ngerti konsepnya, baru tahu cara pemakaiannya aja. Kalau lu udah ngerti konsepnya, maka ketika soal itu diutak-atik kayak apa, atau ditanya konsep mendasar, lo bisa tahu gimana jawabannya. Contohnya adalah seperti contoh gue tadi:

  • Soal transformator (di atas)
  • Mengerti bahwa gravitasi itu adalah percepatan, bukan sekedar dihafal bahwa g = 9,8 m/s2.
  • Dan sebagainya.

Intinya di SBMPTN itu, penting banget untuk lo kuasai konsepnya, jangan cuma menghafal rumusnya. Bukan berarti nggak boleh ngafal rumus sama sekali sih. Hafal rumus ya kadang penting juga. Untuk bisa ngerjain soal dengan cepat, kadang memang kita perlu hafal rumus. Cuma jangan sampai kejebak sama rumusnya aja.

Q7: Kak belajar untuk UN dulu atau untuk SBMPTN dulu?

Banyak yang merasa bahwa belajar UN dan SBMPTN itu bertentangan. Iya bener, kalau cara belajarnya adalah dengan menghafal pola soal. Misalkan belajar UN, yaudah, soalnya kan gitu-gitu aja. Akhirnya karena belajar UN dengan cara menghafal, ketika mau mempersiapkan diri untuk SBMPTN, lo nggak bisa ngerjainnya karena tipe soalnya berbeda.

Banyak banget siswa-siswa yang belajarnya kayak gitu. Bahkan diajarin sama gurunya kayak gitu. Buku-buku yang ada di luar juga banyak yang kayak gitu loh. Pakai rumus cepat, dsb. Nah, kalau belajarnya kayak gitu, itu akan bertentangan sama SBMPTN. Mendingan jangan.

Tapi kalau lo belajar dengan berusaha mengerti konsepnya, justru ini akan selaras. Misalnya, lo belajar Kinematika, lo pelajari sampai konsepnya ngerti bener-bener. Nanti mau tipe soalnya kayak apapun, ya bisa ngerjainnya. Mau kayak soal UN bisa, kayak soal SBMPTN juga bisa. Sama sekali tidak bertentangan sebenarnya. Jadi, masalahnya lebih ke gimana cara kita mempelajarinya.

Q8: Bang, apa yang harus kita kuasai supaya bisa nurunin rumus?

Untuk bisa menurunkan rumus, intinya lo harus tahu materi dasar apa yang dibutuhkan untuk bisa menurunkan rumus itu. Kalau mau tahu lebih dalam mengenai hal ini, gue pernah menulis satu artikel khusus yang membahas tentang pentingkan menurunkan rumus. Lo bisa baca artikel tersebut di sini:

https://www.zenius.net/blog/5165/membuktikan-rumus-matematika-penting

Q9: Gimana caranya menguasai materi Kelistrikan?

Sebenarnya materi yang ada di zenius.net itu udah kita desain supaya lo bisa mempelajarinya dengan enak. Ikutin aja dari atas sampai bawah. Jangan di-skip. Kadang-kadang anak-anak suka nge-skip teori/materi terus langsung ke latihan soal (padahal belum ngerti konsepnya). Jadi lebih baik tonton satu per satu, kemudian ikutin latihan soalnya, dan sebagainya. Itu memang sudah didesain supaya lo dapet konsep-konsep dasar yang dibutuhkan untuk menguasai suatu materi, termasuk materi kelistrikan.

 

Kesimpulan

Dari yang tadi kita omongin, mungkin kesimpulannya gini kali ya. Di fisika itu ada dua hal yang penting. Kalau lu ngerasa fisika itu susah misalnya, coba cek dua hal berikut ini. Pertama, cek apakah susahnya di matematikanya. Di atas, konten-konten terkait matematika udah gue sebutin. Kalau lo masih lemah di sini, coba banyakin latihan supaya matematika lu OK. Kedua, pelajari fisika bener-bener dari konsepnya. Jangan cuma ngafalin rumus.

Berikutnya, yang dari tadi gue bilangan juga, biar bagaimanapun, untuk persiapan SBMPTN, target utama lu adalah menumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Mau belajar dengan strategi apapun, kalau nggak bisa ngumpulin poin di SBMPTN, ya itu percuma. Karena, target lu kan dapet poin setinggi-tingginya supaya bisa diterima di universitas impian lu.

****

Buat kamu yang ga mau ketinggalan Zenius Facebook Live selanjutnya, jangan lupa untuk Like akun resmi Facebook Zenius Education. Kamu akan mendapatkan notifikasi langsung jika Zenius Facebook Live sedang berlangsung. Kamu bisa pantengin acaranya dari awal sampe habis, plus bisa kasih komen dan bertanya langsung ke tutor pengisi acara. 

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo masih ada yang mau ngobrol lebih lanjut sama Wisnu tentang persiapan belajar SBMPTN Fisika, jangan malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini.

Buat yang udah geregetan pengen langsung belajar Fisika, kamu bisa langsung buka bahan belajar Fisika yang udah disiapin Wisnu di zenius.net:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.