Aturan Lengkap & Info Penting seputar SBMPTN 2018

Info SBMPTN yang penting banget untuk kamu ketahui. Berisi aturan lengkap, persyaratan, mekanisme seleksi, peluang lolos, dan info menarik lainnya!

Catatan: Artikel ini ditulis Januari 2016 dan telah disesuaikan dengan aturan SBMPTN 2018 terbaru.

Biasanya sih awal tahun digunakan buat sebagian orang buat nyusun resolusi atau target yang pengen dicapai selama setahun kedepan. Apapun resolusinya, aku berharap kamu bisa benar-benar memperjuangkan apa yang kamu inginkan. Satu hal yang jelas, dalam mencapai apa yang kita cita-citakan, kerja keras doank belum cukup, diperlukan strategi dan komitmen yang kuat untuk terus memperjuangkannya.

Buat kelas 12 atau alumni yang akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, aku yakin banget salah satu target yang pengen kamu capai tahun ini adalah diterima di perguruan tinggi impianmu.

resolusi
sumber gambar: http://helloitsrara.blogspot.co.id

Tapi apakah mencapai target masuk PTN tersebut merupakan sesuatu yang mudah? Atau mungkin merupakan sesuatu yang susah dicapai sehingga butuh usaha ekstra?

Well, buat menjawabnya sih sepertinya ga cukup diwakilkan dengan satu kata “mudah” atau “susah” aja. Sebagai gambaran berikut ini statistik penerimaan SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2016, dua jalur penerimaan yang biasanya diandalkan untuk masuk PTN.

Seleksi Jumlah Peserta Daya Tampung Persentase Penerimaan
SNMPTN-2017 517.166 101.906 20%
SBMPTN-2017 797.023 128.085 16%

Dari data di atas, bisa kamu lihat bahwa pendaftar SNMPTN ada 517 ribu peserta. Dari jumlah tersebut ada 102 ribu peserta (20%) yang lolos dan sisanya sebanyak 400ribu peserta lebih harus rela tersingkir. Sementara, di jalur SBMPTN, dari 797ribu jumlah total peserta, peserta yang dinyatakan lolos ada sebanyak 128 ribu peserta (16%) sementara setidaknya lebih dari 650 ribu peserta ditolak kampus impiannya. Kemungkinan besar, pola yang sama (tingkat penerimaan sekitar 17%) juga akan terjadi pada SNMPTN dan SBMPTN tahun 2017.

Ditolak gebetan aja rasanya udah sakit banget, apalagi ditolak kampus impian? 🙁

Bisa kamu lihat sendiri tingkat persaingan di jalur SNMPTN dan SBMPTN tersebut dengan peluang diterima sekitar 17%. Di awal tahun 2018 ini, kemungkinan ada jutaan orang yang pengen diterima PTN. Sementara ada ribuan atau puluhan ribu orang yang mengincar jurusan dan PTN yang sama persis dengan yang kamu incar.

Antara SNMPTN atau SBMPTN… fokus yang mana?

Terlepas dari itu, kamu bisa memperjuangkan jurusan yang kamu inginkan baik di SNMPTN maupun SBMPTN. Tapi aku selalu ngasih saran agar kamu jangan berharap terlalu banyak dengan SNMPTN. Kenapa? Pertama, karena dari tahun ke tahun, jalur SNMPTN ini terkenal sebagai jalur PHP, banyak yang ngarep dan kepedean diterima tapi ujung-ujungnya gagal. Kita lihat beberapa contoh keluhan dari angkatan lalu:

Gue ga ngerti kenapa fanbase EXO ikutan ngetweet tentang SNMPTN, tapi kalo dilihat dari username akunnya, sepertinya itu udah cukup menjawab.

Nah, di antara berbagai tweet tentang PHP SNMPTN, ada satu tweet bijak, dari seseorang yang mungkin udah terlalu sering di PHP-in

Yep! Terlalu berharap. Tiap tahun selalu banyak banget anak yang terlalu berharap diterima di SNMPTN. Berharap sih boleh aja, tapi seharusnya kamu juga perlu untuk mempersiapkan kemungkinan terburuknya. Dengan perbandingan persentase diterima dan tidak diterima 20% : 80%, tentunya bergantung di angka yang jauh lebih kecil tersebut merupakan sesuatu yang nekat. Seperti yang mungkin sebagian besar kita ketahui bersama, seleksi SNMPTN hanya akan melihat nilai raportmu sampe semester 5 kemarin aja. Jadi buat siswa kelas 12 yang udah masuk semester 6, sebetulnya udah ga ada hal yang bisa dilakukan lagi untuk memperbaiki nilai atau prestasi. 

BEDANYA dengan SBMPTN… di SBMPTN kamu masih bisa memperjuangkan persiapannya. Masih ada waktu belajar sekitar 4 bulan lagi yang bisa kamu pergunakan sebaik-baiknya agar peluangmu diterima di jurusan impianmu makin gede. Masih ada waktu buatmu untuk belajar SBMPTN mati-matian, masih ada waktu buat ngulang materi kelas X sampai dengan XII. Dengan syarat: dibarengi dengan komitmen dan konsistensi belajar.

Jadi aku sih selalu ngasih arahan:

Belajarlah SBMPTN segiat-giatnya, seolah olah kamu udah pasti ga diterima SNMPTN

Dengan sudah terlihatnya “hilal” SBMPTN, udah saatnya kamu move on dari masa lalu. Yang biasa males belajar, yang tiap malem kerjaannya galau stalking IG mantan, yang biasanya rajin ke “kuil suci FX Sudirman”, yang biasanya tiap sore nonton sinetron, dan berbagai hal yang ga berhubungan dengan persiapan SBMPTN sebisa mungkin kamu kurangi demi masa depanmu sendiri.

Nah dalam rangka menyambut SBMPTN 2017, aku akan mencoba ngasih gambaran, mengajakmu yang mungkin masih kurang familiar memahami proses SBMPTN secara umum, agar kamu punya bayangan terhadap sistem seleksi ini.

 

Apa aja sih persyaratan mengikuti SBMPTN?

Persyaratan mengikuti SBMPTN 2018:

  • Lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2016, 2017, dan 2018. (berarti yang lulus tahun 2015, 2014 dan seterusnya udah gak bisa ya)
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp200.000,- dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Kantor Pos setempat, atau ATM Bersama.

 

Bagaimana Cara Pendaftaran SBMPTN?

Tata cara pendaftaran SBMPTN secara umum terdiri dari 3 langkah:

  1. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp200.000,- untuk mendapatkan KAP dan PIN.
  2. Melakukan pendaftaran di website http://pendaftaran.sbmptn.or.id menggunakan KAP dan PIN yang telah dimiliki.
  3. Mencetak kartu tanda peserta ujian.

Namun begitu, langkah-langkah diatas bisa jadi ga sama persis bagi kamu yang ikut beasiswa bidik misi atau udah punya nomor KAP dari SNMPTN. Detail tata caranya akan diupload ketika pendaftaran SBMPTN dibuka nanti.

 

Pemilihan Jurusan/Prodi

Hal yang perlu dipahami, ketika mendaftar SBMPTN, bisa dibilang kamu meninggalkan semua embel-embel masa lalumu saat sekolah, seperti jurusan sekolah, asal sekolah, provinsi sekolah, ataupun prestasi semasa sekolah dulu. Berbeda dengan SNMPTN yang mana beberapa hal tersebut bisa mempengaruhi penilaian seleksi.

EE_Image_20160105_095305
embel-embel waktu sekolah dulu ga berlaku di SBMPTN

 

Di SBMPTN seleksinya pure kompetisi saat tes. Kecuali jurusan Kedokteran yang harus berasal dari SMA IPA, semua jurusan / program studi boleh dipilih oleh siapa aja tanpa terkecuali, entah apapun jurusan ketika sekolah dulu.

Kamu dapat memilih maksimal 3 jurusan / program studi. Apapun jurusan sekolahmu sekarang, kamu boleh memilih kelompok jurusan IPA semua, boleh kelompok IPS semua, bisa mix IPA dan IPS, bisa ketiganya berada di satu perguruan tinggi, bisa ketiganya berbeda-beda perguruan tinggi.

 

Kelompok Ujian Mana yang Harus Aku Ambil?

Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek / IPA
  2. Kelompok Ujian Soshum / IPS
  3. Kelompok Ujian Campuran / IPC

sbmptn3

Perlu diperhatikan bahwa kelompok ujian SBMPTN tidak ditentukan dari asal jurusan SMA/SMKmu. Jadi bukan berarti kalo kamu anak IPA berarti kamu harus ikut Ujian Saintek, bukan berarti juga kalokamu anak IPS berarti Soshum. Ingat ujian SBMPTN ini sama sekali tidak melihat latar belakang SMA/SMK/STM/MAkamu sebelumnya. Jadi walaupunkamu anak jurusan bahasa, SMK, atau madrasah,kamu tetap berhak ambil paket ujian manapun di SBMPTN. Terus darimana dong kita menentukan kelompok ujian yang akan kita hadapi? Berdasarkan jurusan kuliah yang nantinya mau kamu ambil.

Kelompok ujian yang akan kamu jalani tergantung dari jurusan / program studi yang kamu ambil, katakanlah kamu ambil jurusan kuliah dari kelompok IPS (misalnya manajemen, akuntansi, bisnis, sastra, dll.), maka kamu akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Soshum / IPS. Begitu pula sebaliknya, kalo kamu ambil jurusan kuliah bernuansa IPA (misalnya MIPA, kedokteran, teknik, pertanian, dll.), maka kamu akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Saintek / IPA. Perlu diingat bahwa kamu harus selalu melakukan pengecekan ulang pada website resmi universitas yang kamu incar, karena beberapa universitas memiliki persepsi yang berbeda terhadap sebuah jurusan. (misalnya Psikologi UI masuk ujian Soshum, sementara Psikologi Unpad masuk ujian Saintek, padahal sama-sama Psikologi).

Nah, apabila jurusan yang kamu ambil merupakan mix jurusan kelompok IPA dan IPS, maka kamu mesti mengerjakan kelompok ujian campuran atau IPC.

Beberapa kesalahan umum tentang kelompok ujian campuran atau IPC:

  • Lo ga mesti ambil IPC apabila “murtad” dari jurusan SMA lo. Jadi kalo lo anak IPA tapi mau ambil jurusan hukum, lo tinggal langsung ambil SBMPTN Soshum, gak perlu ambil IPC.
  • Tes IPC bukan berarti 2 kalinya tes kelompok ujian IPA dan IPS. Karena lo ga tes TKPA dua kali, tapi cukup sekali saja. (lihat di pembahasan Pelaksanaan Ujian)
  • Untuk yang mulai belajarnya agak telat, Zenius menyarankan fokus di 1 kelompok ujian saja (saintek atau soshum), jangan ambil IPC karena bahan materinya sangat banyak.

Apa Aja Materi yang Diujikan?

Nah setelah mengetahui kelompok ujian yang akan lo kerjakan, dari sini bisa lo lihat materi yang akan diujikan:

  1. Kelompok Ujian Saintek dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum
  3. Kelompok Ujian Campuran / IPC dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

sbmptn

Materi ujian dan jumlah soal SBMPTN terdiri dari:

Kebijakan Lokasi Ujian

Untuk kebijakan lokasi ujian coba kita berpatokan pada SBMPTN 2015 yang lalu yang diikuti oleh 63 PTN dan dibagi menjadi 4 wilayah, yaitu:

  1. Wilayah 1 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sumatera, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (+ Untan);
  2. Wilayah 2 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta;
  3. Wilayah 3 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan (- Untan); dan
  4. Wilayah 4 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Lokasi ujian SBMPTN disebut dengan panitia lokal (panlok). Di sebuah provinsi, biasanya ada beberapa panlok, misalnya di Jatim ada Panlok Surabaya, Panlok Malang dan Panlok Jember. Berikut ini dua aturan terkait dengan wilayah tes yang harus diperhatikan:

  1. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di wilayah manapun.
  2. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.

Kalo bingung bayanginnya, berikut ini gue kasih ilustrasi beberapa contoh:

  • CONTOH #1: Naomi ikut SBMPTN cuma milih FKG UI, pilihan 2 & 3 kosong. Maka sesuai poin 1 di atas, Naomi bebas milih tempat tes (panlok) dimana aja di Indonesia, mau dari ujung Aceh sampai Papua diperbolehkan! Naomi bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Papua, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll.
  • CONTOH #2: Ghaida milih FMIPA ITB (wilayah I), Hukum UGM (wilayah II) & Fisika ITS (wilayah III), maka Ghaida bisa milih tempat tes panlok dimana saja asalkan berada di wilayah I, II atau III, tetapi gak boleh di wilayah IV. Jadi Ghaida bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll. Tetapi Ghaida ga bisa tes di Panlok Papua karena Papua termasuk di wilayah IV.
  • CONTOH #3: Veranda memilih FK Unair (Wilayah III) dan Teknik Industri ITS (Wilayah III) pilihan ketiga kosong. Karena memilih lebih dari 1 jurusan namun semua pilihan jurusannya berada di wilayah III, maka Veranda cuma bisa tes di wilayah III dan gak boleh di panlok wilayah I, II, dan IV. Jadi Veranda bisa tes di Panlok Malang, Panlok Surabaya, Panlok Samarinda, dll. Namun Veranda ga bisa tes di Panlok Yogyakarta (Wilayah II), Panlok Bandung (Wilayah I) dan Panlok Papua (Wilayah IV).

Pelaksanaan Ujian

Ujian tertulis SBMPTN dilaksanakan dalam 2 sistem ujian, yaitu CBT (computer based test) dan PBT (paper based test). Kamu bisa milih apakah akan melaksanakan ujian tertulis SBMPTN secara CBT atau PBT. SBMPTN CBT dan PBT dilaksanakan pada hari yang sama yaitu 8 Mei 2017. Tanggal 8 Mei 2017 bersamaan waktu pelaksanaan daftar ulang bagi siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN 2017.

Rangkaian kegiatan ujian SBMPTN, berdasarkan pelaksanaan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, bisa dilihat di gambar di bawah:

rundown H SBMPTN

Jadi bagi yang mengerjakan kelompok ujian saintek (TKD Saintek dan TKPA) akan ujian pagi sampai siang, bagi yang mengerjakan kelompok ujian soshum (TKD Soshum dan TKPA) akan ujian siang sampai sore dan bagi yang mengerjakan kelompok ujian campuran akan ujian pagi sampai sore. Jadi bisa dilihat bahwa anak IPC tes TKPA cukup sekali. Adapun nilainya nanti digabung dengan TKD Saintek untuk pemeringkatan jurusan IPA, dan digabung dengan TKD Soshum untuk pemeringkatan jurusan IPS.

Lebih baik SBMPTN CBT atau PBT?

Mending ikut SBMPTN CBT atau PBT nih? beberapa saat setelah pengumuman, banyak banget anak yang nanyain hal tersebut. Sebenernya sih hal ini sangat tergantung pada masing-masing anak, mana yang paling membuat kamu nyaman dan mana yang paling membuat kamu merasa optimal ngerjainnya.

Tapi kalo kamu masih bingung milih, mungkin beberapa hal berikut ini bisa kamu jadikan pertimbangan:

(+) Keunggulan sistem ujian CBT

  • Meminimalisasi human error
  • Lebih efisien, misalnya dalam pengisian biodata atau jawaban
  • Lebih santai, ga takut kertas ujian sobek atau basah

(-) Kelemahan sistem ujian CBT

  • Bagi yang ga terbiasa berada di depan komputer, mungkin mata akan capek bila mantengin monitor selama beberapa jam
  • Tidak bisa coret-coret di soal langsung. Meski nanti akan dikasih kertas HVS, tapi banyak anak yang udah terbiasa corat-coret di soalnya langsung

(+) Keunggulan sistem ujian PBT

  • Sebagian besar sudah terbiasa dengan sistem PBT
  • Bisa langsung corat-coret di kertas soal

(-) Kelemahan sistem ujian PBT

  • Proses penghitaman jawaban memakan cukup banyak waktu
  • Lebih repot menghapus kalo mau ganti-ganti jawaban

Yang jelas, dengan infrastruktur yang terbatas, peserta ujian CBT juga bakal dibatasi. Jadi apabila lo minat dengan CBT, sebaiknya daftar pada periode awal pendaftaran.

Ujian Keterampilan

Di SBMPTN terdapat tes tambahan, di luar ujian tulis, khusus bagi pendaftar yang memilih jurusan seni dan/atau olahraga. Misal dalam 3 pilihanmu terdapat 1 jurusan seni atau olahraga, maka kamu wajib mengikuti ujian keterampilan tersebut.

Ujian keterampilan SBMPTN disesuaikan dengan jenis seni jurusan yang dipilih, misal untuk jurusan seni rupa/desain, maka tes keterampilannya menggambar (bentuk, suasana, ekspresi); Jurusan seni musik menyanyi atau memainkan alat musik, dll.

Bagaimana Mekanisme Penilaian SBMPTN?

Sistem penilaian yang ada di artikel ini menggunakan sistem penilaian SBMPTN tahun 2013-2017. Di SBMPTN 2018, sistem yang digunakan adalah sistem IRT yang berbeda dengan sistem ini. Untuk sistem penilaian SBMPTN 2019, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun panitia resmi SBMPTN.

Acuan penilaian di SBMPTN sebagaimana yang telah resmi diumumkan panitia hanyalah terkait dengan penghitungan nilai mentah yaitu:

  • Benar +4
  • Kosong 0
  • Salah -1

Namun pengolahan lebih lanjut nilai tersebut tidak dijabarkan secara detail.

Screen Shot 2015-05-19 at 23.55.20
Sumber: Panduan Penerimaan UI 2010 Page 19 (link: http://penerimaan.ui.ac.id/doc/PenerimaanUI2010.pdf)
Screen Shot 2015-05-19 at 21.48.32
Sumber: Panduan Penerimaan UI 2013 Page 13 (link http://simak.ui.ac.id/wp-content/uploads/files/Panduan_PMB_2013_versi_2013_01_16-1.pdf)

Setelah diolah menjadi nilai nasional, maka nilai tersebut dialokasi sesuai dengan pilihan dan kuota yang tersedia.

Berdasarkan pengamatanku beberapa tahun ke belakangan, pengaruh (Pilihan I, II, III) cukup berpengaruh terhadap saringan SNMPTN tapi tidak terlalu berpengaruh pada SBMPTN.

Perlu kamu ketahui juga bahwa batas nilai terendah ini bisa berubah-ubah tiap tahun, bisa aja tahun lalu lebih rendah. Sedangkan passing grade yang beredar, berusaha memperkirakan nilai terendah tersebut (itu pun yang beredar di internet entah tahun berapa). Oleh karena itu aku ga menyarankan kamu buat berpatokan dengan passing grade, tapi passing grade bisa berguna buat latihan soal atau target di try out aja.

Berikut ini tweet dari akun official penerimaan UI

Jadwal Penting SBMPTN 2018

Jadwal SBMPTN sebagaimana telah diumumkan di website resmi adalah sebagai berikut:

Kegiatan Tanggal
Pendaftaran CBT dan PBT 5 – 27 April 2018
Ujian Tulis CBT dan PBT 8 Mei 2018
Ujian Keterampilan 9 dan/atau 11 Mei 2018
Pengumuman Hasil 2 Juli 2018

 

Perbedaan aturan SBMPTN 2018 dan 2017

Secara umum aturan SBMPTN tahun ini dan tahun lalu relatif sama. Cuma tanggal pelaksanaannya aja yang tahun ini dilaksanakan seminggu lebih cepet dari tahun lalu. Tahun lalu SBMPTN dilaksanakan pada tanggal 16 Mei, sedangkan tahun ini tanggal 8 Mei.

Kuota yang disediakan pun sama, baik tahun lalu maupun tahun ini, kuota untuk SBMPTN masing2 PTN minimal 30%.

Mungkin perbedaan yang agak signifikan yaitu waktu pengumuman. Di tahun-tahun sebelumnya, biasanya pengumuman SBMPTN dilaksanakan sekitar satu bulan setelah tes. Namun tahun ini jaraknya agak lama menjadi 2 bulan. Jadi bakal ada waktu “nganggur” sebulan yang bisa kamu manfaatkan buat ikut seleksi lain atau belajar hal-hal lain.

Persentase Penerimaan SBMPTN Nasional (2013-2017)

Berikut adalah persentase penerimaan/kelolosan ujian SBMPTN skala nasional selama 3 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2013-2017

Tahun Jumlah Peserta Peserta Yang Lolos Persentase Penerimaan
2017 797.023 128.085 16,07%
2016 721.236 126.804 17,58%
2015 693.185 121.653 17,55%
2014 664.509 105.862 15,78%
2013 585.789 109.853 18.75%

Nah, di sini kamu bisa lihat bahwa tingkat persaingan ujian SBMPTN juga bisa dibilang sangat ketat. Belum lagi, kalo misalnya kamu mengincar jurusan-jurusan favorit di universitas top nasional. Kemungkinan besar untuk jurusan-jurusan favorit tingkat persaingannya jauh lebih ketat lagi, contohnya seperti ini :

  • Untuk Jurusan Pendidikan Dokter UI ada 2.947 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 54 kursi atau persentasenya 1,8%.
  • Untuk Jurusan Ekonomi Manajemen UI ada 3.069 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 45 kursi atau persentasenya 1,5%.
  • Untuk Jurusan Ilmu Komunikasi UI ada 3.,077 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 27 kursi atau persentasenya 0,09%.

Nah, berdasarkan jumlah peminat dan ketersediaan jumlah kursi di atas, kamu bisa hitung sendiri berapa % tingkat penerimaan dari jurusan favorit di universitas top nasional. Aku saranin sebelum kamu daftar SBMPTN, kamu telusuri dulu di website resmi universitasnya untuk mengetahui berapa % tingkat penerimaan jurusan yang kamu incer untuk kemudian disesuaikan dengan kesiapanmu mengikuti ujian SBMPTN.

****

Oke deh, sekian dulu ulasan singkat tentang sistem SBMPTN. Semoga ulasan aku ini bisa membuat kamu semakin familiar dengan medan tempur satu ini dan semakin mantap untuk memulai (atau meneruskan) persiapan belajarnya. Udah bukan saatnya lagi menggalaukan “aduh, masih sempat ga ya kalo gue baru mulai belajar sekarang?!” dan hal-hal lain yang ga terlalu relevan dengan SBMPTN. Sekarang benar-benar saatnya buat belajar! Semangat ya, guys..

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau nanya lebih lanjut ke Ari seputar teknis SBMPTN, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.