Warna Api Bermacam-macam

Kenapa Warna Api Bisa Merah, Jingga, Kuning, dan Biru?

Artikel ini membahas mengenai api secara umum serta penjelasan mengapa warna api bermacam-macam.

Kalo lo ingin ditemani audio pas lagi baca, silahkan play video di bawah ini:

Zuko dan Azula Avatar
Warna Api Zuko dan Azula di film Avatar: The Last Airbender

Halo Sobat Zenius. Dulu gue suka banget nonton film serial ‘Avatar: The Last Airbender’ dimana gue suka berandai-andai mengendalikan empat elemen alam: api, air, tanah, dan udara. Suatu saat, gue berhasil nonton sampai episode di mana salah seorang pengendali api, Zuko, bertarung dengan adiknya, Azula. Anehnya, api mereka berbeda warna! Tapi iya juga ya, warna api Azula itu biru seperti warna api di kompor gas dapur gue. Sedangkan warna api Zuko berwarna jingga kekuningan seperti warna api lilin yang gue pake pas lagi mati lampu. Kok bisa ya? Yuk, kita bahas lebih dalam melalui artikel ini.

Tapi tunggu-tunggu..sebenarnya, api itu apa sih?

Formula Pembakaran
Rumus Kimia Pembakaran

Singkatnya api sebenarnya adalah hasil dari proses oksidasi yang sangat cepat terhadap suatu material (bahan bakar) yang menyebabkan pembakaran. Material itu bisa berupa kayu, bensin, dan lain sebagainya. Agar pembakaran bisa terjadi, kita perlu memanaskan material hingga mencapai suhu titik pembakaran.

Secara kimia, pembakaran secara umum dijelaskan sebagai formula berikut: Bahan Bakar + O2 → CO2 + H2O. Dari formula kimia tersebut, bisa dilihat bahwa api memerlukan Oksigen agar bisa terbentuk. Karena itulah sejauh ini reaksi kimia api diketahui hanya bisa ada di Bumi, planet yang memiliki kandungan Oksigen yang cukup tinggi untuk menyokong proses reaksi kimia api.

Kandungan Oksigen di dalam pembakaran dapat mempengaruhi warna api. Apabila kandungan Oksigen di dalam reaksi kimia api rendah, maka api akan cenderung berwarna kekuningan. Sedangkan, apabila kandungan Oksigennya tinggi, api akan cenderung berwarna biru. Warna api ini merupakan radiasi dari proses oksidasi pembakaran yang juga dapat menunjukkan tingkat energi dan temperatur api tersebut. Untuk memahami api lebih jauh, yuk kita bahas pembakaran yang terjadi pada kayu!

Pertama, harus ada sumber panas yang bisa memanaskan kayu hingga mencapai temperatur yang sangat tinggi. Sumber panas ini bisa berasal dari berbagai macam hal seperti korek api, gesekan, petir, atau bahkan sesuatu yang dari awal sudah terbakar. Ketika kayu mencapai 150०C, panas menguraikan sebagian materi selulosa kayu yang kemudian menghasilkan gas. Gas ini kita lihat sebagai asap. 

Hubungan Warna Api dengan Temperatur

Warna Api dan Temperatur
Warna Api dan Temperatur

> Api Warna Merah (<1000०C )

Dibandingkan dengan api warna lainnya, api merah dianggap paling tidak panas karena suhunya di bawah 1000०C. Biasanya kita bisa lihat warna api ini ketika membakar di bara kayu atau arang. 

> Api Warna Jingga ( 1000-1200०C )

Nah, api warna jingga lebih panas dibanding api warna merah. Api yang bersuhu sekitar 1000-1200०C ini biasanya terjadi ketika kita membakar kayu bahan bakar. Kalau kalian ikut camping atau kegiatan retret, biasanya malam-malam ada api unggun yang berwarna cenderung jingga. Duh, jadi kangen masa-masa camping dan retret sekolah.

> Api Warna Kuning ( 1200-1500०C )

Selanjutnya ada api berwarna kuning yang lebih panas dari api berwarna jingga. Api dengan warna kuning biasanya disebabkan ketika kita melakukan pembakaran dengan bensin. Suhunya dapat mencapai 1200-1500०C. Wah, panas sekali ya!

> Api Warna Biru ( >1500०C )

Yup, api biru adalah api yang paling panas bila dibanding dengan api warna lain. Bahkan, suhunya melebihi 1500०C. Biasanya kita bisa melihat api berwarna biru di kompor gas di dapur rumah kita. Sekarang kalian jadi tahu kan kenapa air cepat mendidih kalau dimasak dengan kompor gas?

Bisakah Kita Mengubah Warna Api?

Jawaban singkatnya: BISA. Wow, keren banget ya, tapi bagaimana caranya? Sebelumnya kita sudah tahu bahwa api sebenarnya terbentuk karena reaksi senyawa tertentu dan warna api itu berhubungan dengan kadar Oksigen dan temperatur api tersebut. Nah, kita bisa mengubah warna api dengan menggabungkannya dengan senyawa lain. Namun, gas hasil proses penggabungan senyawa untuk merubah warna api bisa menjadi berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, kita tonton aja yuk salah satu video yang menunjukkan eksperimen perubahan warna api yang nggak boleh lo coba di rumah:

Sumber Video: https://www.youtube.com/watch?v=faHuLlfzQfg 

Gimana? Keren banget ya, gue belum pernah melihat api berwarna hijau sebelumnya. Ternyata kita bisa mengubah warnanya menjadi hijau kalau mencampurkannya dengan Tembaga Sulfat. Bahkan, kita juga bisa mengubah warna api menjadi ungu dengan mencampurnya dengan Potasium Klorida lho! Itulah mengapa kembang api bisa memiliki berbagai macam warna, ini nih formula rahasianya:

Tabel Bahan Kimia dan Warna Api Yang Dihasilkan

Warna Bahan Kimia
   BiruCupric chloride, 100g NC-2010
    MerahLithium chloride, 100g NC-4851
    MerahStrontium chloride, 100g NC-2718
    HijauCupric sulfate, 500g NC-0304 NC-1686
    JinggaBorax (Sodium borate), 500g NC-1686
    JinggaCalcium chloride, 500g NC-3361
    UnguPotassium chloride, 100g NC-6717
    KuningSodium chloride, 500g NC-0870
    KuningSodium carbonate, 500g NC-1687

Sumber: https://www.sciencecompany.com/Creating-Flame-Colors.aspx 

*****

Jadi sekarang kita bisa simpulkan ya, bahwa warna api itu dipengaruhi oleh tingkat oksigen yang dapat mempengaruhi energi dan temperatur api tersebut. Selain itu, terdapat bermacam-macam senyawa kimia lainnya yang juga dapat mempengaruhi warna api dan mengubahnya menjadi warna yang cantik. Semoga tulisan ini bisa mengobati rasa penasaran kalian ya. Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Referensi:

Bagikan artikel ini: