Struktur Penyusun, Macam, dan Fungsi Tulang pada Manusia – Materi Biologi Kelas 11

Struktur Penyusun, Macam, dan Fungsi Tulang pada Manusia - Materi Biologi Kelas 11 25

Hai, Sobat Zenius! Pada kesempatan kali ini, gue akan mengajak kalian untuk mempelajari tentang struktur penyusun tulang, macam-macam tulang, hingga apa saja fungsi tulang pada manusia.

Tapi, sebelum gue membahas lebih dalam mengenai topik tersebut, gue mau nanya dulu nih sama kalian, itung-itung sebagai latihan kecil-kecilan lah ya, hehe. Pertanyaannya, lebih banyak jumlah tulang yang ada di tubuh orang dewasa atau bayi?

Yes! jawabannya lebih banyak di tubuh bayi. Dari kepala hingga kaki, jumlah tulang pada orang dewasa adalah 206 tulang. Sedangkan pada bayi berjumlah lebih dari 340 tulang. Wah, kenapa bisa gitu, ya?

Jawabannya, ketika manusia tumbuh, beberapa tulang akan menjadi satu. That’s why, jumlah tulang pada orang dewasa lebih sedikit dibandingkan dengan bayi.

Nah, tulang-tulang yang ada di tubuh manusia ini merupakan salah satu penyusun rangka tubuh manusia, loh. Penasaran, ada tulang apa aja dan fungsi-fungsinya? Yuk, simak sampai selesai, ya!

Struktur Penyusun Tulang

Salah satu ciri dari manusia sebagai makhluk hidup adalah bergerak. Untuk bergerak, manusia membutuhkan tulang dan otot sebagai penyusun rangka tubuhnya. Tulang merupakan alat gerak pasif, sedangkan otot merupakan alat gerak aktif. Kenapa? Karena tulang tidak dapat bergerak tanpa bantuan dari otot, begitupun sebaliknya. Jadi, saling melengkapi gitu ya, hehe.

Baca Juga: Mekanisme Kerja Otot Saat Kontraksi dan Relaksasi

Tulang-tulang yang ada di dalam tubuh manusia merupakan jaringan ikat yang tersusun dari matriks tulang. Matriks ini mengandung garam-garam organik yang mengalami mineralisasi. Menurut para ahli, komponen tulang terdiri atas air sebanyak 25%, zat organik berupa serabut sebanyak 30%, dan zat mineral kalsium fosfat dan garam magnesium sebanyak 45%.

Berdasarkan zat penyusunnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Keduanya memiliki ciri yang cukup berbeda. Yuk, kita bahas!

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan merupakan kumpulan jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel-sel tulang. Sel-sel tulang itu disebut dengan kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh sel-sel tulang rawan yang masih muda dan disebut dengan kondroblas. Kemudian, tulang tersebut dibungkus oleh sebuah lapisan yang dinamakan perikondrium. Pada tulang rawan terdapat banyak zat perekat berupa kolagen dan sedikit mengandung zat kapur. Itulah kenapa tulang rawan bersifat lentur. 

Sebagian besar tulang masih berupa tulang rawan pada usia bayi. Tapi, seiring dengan pertumbuhan bayi dan pertambahan usia, tulang-tulang rawan mengalami penulangan (osifikasi) sehingga tulang tidak lentur lagi dan tumbuh menjadi keras. Tapi, nggak semua tulang mengalami penulangan, ada yang  tetap berupa tulang rawan. Contohnya pada bagian persendian, daun telinga, cuping hidung, dan ruas-ruas tulang belakang.

Tulang rawan memiliki beberapa jenis tulang, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan serat (fibrosa), dan tulang rawan elastis.

1) Tulang Rawan Hialin

Tulang rawan hialin merupakan penyusun rangka embrio (janin) yang akan berkembang menjadi tulang keras. Sifat dari tulang rawan ini, yaitu lentur, semi transparan, dan berwarna putih kebiruan. Selain pada embrio, tulang rawan hialin juga terdapat pada sendi gerak ujung tulang rusuk, hidung, bronki, dan trakea.

2) Tulang Rawan Fibrosa

Tulang rawan fibrosa memiliki banyak serabut kolagen dalam matriks. Matriksnya berwarna keruh dan gelap, serta kuat dan kaku. Tulang rawan fibrosa terdapat pada tendon, ligamen, dan ruas-ruas tulang belakang.

3) Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan elastis berwarna kekuningan dan matriksnya mengandung serabut elastis. Tulang ini dapat kita jumpai pada daun telinga dan epiglotis.

Jenis Tulang Rawan pada Manusia
Jenis-jenis Tulang Rawan (Arsip Zenius)

Tulang Sejati (Keras atau Osteon)

Seperti yang udah gue jelasin sebelumnya kalau seiring bertambahnya umur, tulang rawan pada tubuh manusia akan mengalami osifikasi (penulangan) sehingga beberapa tulang akan membentuk tulang sejati (keras). Tulang ini tersusun dari jaringan tulang keras yang terdiri dari sel-sel tulang (osteosit) dan matriks. Osteosit ini dibentuk oleh osteoblas (sel pembentuk tulang). 

Di tengah-tengah sel tulang terdapat saluran Havers. Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi untuk mengangkut sari makanan dan oksigen pada sel tulang. Pada jaringan tulang sejati juga terdapat osteoklas yaitu sel-sel tulang yang berukuran besar dan intinya banyak. Fungsinya adalah memindahkan matriks dari tulang lama, dan selanjutnya menyediakan ruang untuk tulang baru.

Matriks yang menyusun tulang sejati tersusun atas beberapa zat, seperti semen, kolagen dan mineral. Semen ini merupakan zat penyusun tulang yang mengandung karbohidrat. Sedangkan serabut kolagen merupakan zat yang menjadikan tulang nggak gampang rapuh. Nah, kalau elo bertanya-tanya kenapa tulang sejati sifatnya keras, itu karena tulang ini berisi mineral keras seperti kalsium fosfat (Ca(PO4)2) dan kalsium karbonat (CaCo3).

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sel?

Tulang Keras / Tulang Sejati
Tulang Keras/Tulang Sejati (Arsip Zenius)

Berdasarkan susunan matriksnya, tulang sejati dibagi menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

1). Tulang Kompak

Matriks tulang yang tersusun padat dan rapat akan membentuk tulang yang disebut tulang kompak. Tulang ini memiliki ciri-ciri, yaitu tulang tersusun konsentris mengelilingi saluran Havers, tidak terdapat rongga-rongga, melapisi tulang spons atau tulang pipa.

2). Tulang Spons

Tulang spons terbentuk akibat susunan matriks membentuk rongga. Tulang ini memiliki ciri-ciri, yaitu tulang tidak tersusun konsentris, banyak mengandung rongga yang diisi sumsum merah yang memproduksi sel-sel darah sebagai organ kemopoitik, dan dapat ditemukan di epifisis tulang panjang, tulang pendek atau pipih, dan tulang vertebra.

Nah, itu tadi merupakan penjelasan mengenai struktur penyusun tulang manusia. Agar lebih mempermudah elo dalam memahami materi bagian ini, gue akan memberikan rangkumannya, ya! Tapi jangan cuma di-save di memori hp elo aja, dipahami juga, ya! Hehe.

Struktur Penyusun Tulang Pada Manusia
Struktur Penyusun Tulang Pada Manusia (Arsip Zenius)

Macam-Macam Tulang pada Manusia

Setelah paham dengan struktur penyusun tulang, selanjutnya gue akan membahas macam-macam tulang berdasarkan bentuknya, ada tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

Tulang Pipa (Tulang Panjang)

Disebut tulang pipa bukan tanpa sebab, gais. Tulang ini emang berbentuk seperti pipa dengan kedua ujungnya yang bulat (berbonggol). Ujung tulangnya yang berbentuk bulat itu tersusun atas tulang rawan yang disebut epifisis. Sedangkan bagian tengah tulang pipa yang berbentuk silindris dan berongga disebut diafisis

Di antara epifisis dan diafisis terdapat bagian yang disebut metafisis (tersusun atas tulang rawan). Bagian metafisis ini memiliki cakra epifisis yang berkemampuan untuk memanjang (pertumbuhan tinggi).

Tulang Pipa pada manusia
Tulang Pipa (Arsip Zenius)

Bagian tubuh manusia yang memiliki tulang pipa, antara lain tulang paha, tulang lengan atas, tulang kering, tulang betis, ruas-ruas jari tangan/ruas, jari kaki, tulang hasta, dan tulang pengumpil.

Tulang Pipih

Tulang pipih tersusun atas dua lapisan tulang kompak yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Bentuk tulang ini pipih dan tipis. Di dalamnya berisi sumsum merah, tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Selain itu, fungsi dari tulang ini adalah melindungi struktur tubuh yang berada di bawahnya. Tulang pipih dapat kita temukan di beberapa bagian tubuh, antara lain tulang kepala (tengkorak), tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat.

Tulang Pendek

Tulang ini memiliki bentuk mirip seperti kubus, pendek tak beraturan, atau bulat. Kalau ada guncangan yang cukup keras, tulang pendek memungkinkan meredam guncangan tersebut, loh. Nah, tulang pendek ini contohnya terdapat pada tulang telapak kaki dan telapak tangan.

Tulang pipih dan tulang pendek
Tulang Pipih dan Tulang Pendek (Arsip Zenius)

Fungsi Tulang pada Manusia

Sebenarnya, fungsi dari tulang itu sendiri udah gue singgung beberapa kali di penjelasan sebelumnya. Tapi, biar mempermudah elo untuk memahami “apa sih sebenarnya fungsi dari tulang?” gue akan menyebutkan apa-apa saja fungsinya sebagai salah satu komponen pembentuk rangka tubuh manusia, antara lain:

– Memberikan bentuk tubuh.

– Menahan dan menegakkan tubuh.

– Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya.

– Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru.

– Untuk bergerak ketika dikehendaki otot.

– Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.

Baca Juga: 

Pengertian, Struktur, Jenis, dan Fungsi Sendi

Gangguan dan Kelainan pada Tulang

Pasti di antara elo semua pernah ngeliat atau bahkan merasakan sendiri seperti apa rasanya keseleo, patah tulang, retak tulang, dan berbagai cedera tulang lainnya. Rangka tubuh kita, terutama yang saat ini dibahas yaitu tulang, nggak selalu berfungsi dengan baik, loh. Pasti ada aja deh gangguan atau kelainan yang terjadi, ntah karena human error, kelainan fungsi hormon/vitamin, atau faktor genetik. Terus, ada apa aja sih gangguan dan kelainan pada tulang manusia?

Gangguan Fisik

Gangguan fisik pada tulang biasanya terjadi karena kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang (fraktura) atau retak tulang (fisura). Bila terjadi gangguan ini, tulang akan membentuk zona fraktura yang runcing dan tajam sehingga menimbulkan rasa sakit karena pergeseran tulang. Selain itu, akan menyebabkan pembengkakan atau pendarahan.

Kondisi tulang patah dibagi menjadi dua sesuai kondisinya, kalau tulang yang patah keluar dari permukaan kulit, maka disebut patah tulang terbuka. Sedangkan, kalau tulang yang patah di dalam kulit dan otot, maka disebut patah tulang tertutup. Patah tulang yang nggak ditangani dengan baik dan benar dapat menyebabkan kelainan pada tulang, seperti tulang tangan menjadi bengkok karena tulang tangan yang patah tidak tersambung dengan benar.

Gangguan Fisiologis

Jenis gangguan ini terjadi karena tulang mengalami kelainan fungsi hormon atau vitamin. Beberapa contoh gangguan fisiologis tulang, antara lain:

1) Rakitis

Rakitis merupakan penyakit tulang di mana kaki melengkung menyerupai huruf O atau X. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan zat kapur (kalsium) pada makanan sehingga pertumbuhan dan pembentukan tulang tidak sempurna.

2) Mikrosefalus

Mikrosefalus merupakan gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kecil disebabkan karena pada masa bayi kekurangan kalsium.

3) Osteoporosis

Osteoporosis merupakan gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Hal ini terjadi karena lambatnya osifikasi (penulangan) dan penghambatan reabsorpsi (penyerapan kembali) bahan-bahan tulang. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormon kelamin pada pria dan wanita, serta kurangnya asupan kalsium dan vitamin D.

Penderita Rakitis
Penderita Rakitis (Arsip Zenius)
Osteoporosis
(Arsip Zenius)

Gangguan Tulang Belakang

Gangguan tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang (spina) sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Biasanya, gangguan ini terjadi karena kebiasaan duduk yang salah atau kecelakaan.

Terdapat beberapa kelainan atau gangguan tulang belakang, antara lain:

1) Skoliosis, tulang punggung bengkok ke kiri atau ke kanan.

2) Lordosis, tulang punggung terlalu bengkok ke depan.

3) Kifosis, tulang punggung terlalu bengkok ke belakang.

Gangguan Tulang Belakang
Gangguan Tulang Belakang (Arsip Zenius)

Penutup

Oke, Sobat Zenius! Itu tadi pembahasan gue tentang materi tulang sebagai salah faktor penyusun rangka manusia. Setelah ini, gue berharap elo jadi jago nih kalau ditanya mengenai apa aja struktur pembentuk tulang, macam-macam tulang, fungsi tulang, hingga gangguan dan kelainan yang terjadi pada tulang manusia.

Kalau elo ada pertanyaan, jangan segan untuk tulis di kolom komentar, ya! Elo juga bisa belajar materi ini melalui video pembelajaran, loh. Klik banner di bawah ini untuk bisa nonton video-video dan akses kumpulan soalnya, ya!

Struktur Penyusun, Macam, dan Fungsi Tulang pada Manusia - Materi Biologi Kelas 11 26

Selain itu, Sobat Zenius juga bisa, lho, belajar mata pelajaran lainnya melalui video pembelajaran lewat paket belajar Aktiva Sekolah dari Zenius. Dengan paket belajar ini, elo berkesempatan ikut try out sekolah, sesi live class, serta mendapat akses rekaman dari live class tadi. Klik banner ini untuk informasi lebih lanjut, ya!

Struktur Penyusun, Macam, dan Fungsi Tulang pada Manusia - Materi Biologi Kelas 11 27

Penulis: Atha Hira Dewisman

Referensi:

Diastuti, R. (2009). Biologi 2: untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Rochmah, Nur Siti, dkk. (2009). Biologi SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Bagikan Artikel Ini!