Ragam Bahasa Ilmiah Beserta Pengertian dan Ciri-cirinya

Ragam Bahasa Ilmiah

Siapa, nih, yang sekarang sedang ada tugas menulis makalah atau artikel ilmiah? Hmm … kalau berbicara makalah ilmiah, kira-kira apa, nih, yang terlintas di otak elo? Tulisan yang kaku, baku, dan formal? 

Yap! Bayangan elo tentang tulisan ilmiah ini memang nggak salah, kok. Dibandingkan dengan tulisan pada novel atau cerpen, makalah ilmiah memang memiliki gaya penulisan yang lebih baku. 

Saat menulis novel mungkin kita masih bisa menggunakan kata-kata seperti cuma, nggak, makanya, dan sebagainya. Sedangkan kalau elo menulis makalah ilmiah, kata-kata tersebut bisa dibilang nggak bisa elo gunakan. 

Nah, perbedaan gaya penulisan inilah yang bisa kita sebut dengan ragam bahasa. Kenapa bisa ada ragam bahasa, ya?

Menurut Chaer dan Agustina, salah seorang linguis, dalam buku Sosiolinguistik Pengenalan Awal (2010), ragam bahasa ini muncul karena beragamnya interaksi sosial yang kita alami. Makanya, lawan bicara atau media penyampaian yang berbeda dapat membuat kita menggunakan ragam bahasa yang beda juga. 

Ragam bahasa sendiri ada macam-macam, bergantung dari latar belakang pembaca, tujuan tulisan, media penyampaian, dan sebagainya. 

Nah, untuk tulisan-tulisan ilmiah seperti makalah atau jurnal, ragam bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa ilmiah. Apa itu bahasa ilmiah dan bagaimana bentuk atau ciri-cirinya? Simak penjelasan berikut, yuk! 

Apa Itu Bahasa Ilmiah? 

Ragam Bahasa Ilmiah
Ilustrasi Tulisan Ilmiah (Arsip Zenius)

Tentunya sebelum kita membahas lebih jauh tentang ragam bahasa ilmiah, ada baiknya elo pahami dulu pengertian ragam bahasa ilmiah itu sendiri. Melansir dari pembahasan B. Suhardi & B. Cornelius Sembiring dalam buku Pesona Bahasa (2009), ragam bahasa adalah berbagai bentuk bahasa yang terbentuk dengan menyesuaikan aspek sosial pemakai dan pemakaiannya. 

Ragam bahasa sendiri ada banyak bentuknya, lho, mulai dari ragam bahasa berdasarkan cara penuturannya hingga cara berkomunikasinya. Nah, ragam bahasa ilmiah adalah salah satu bentuk keragaman bahasa yang terbentuk dari cara penyampaiannya. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmiah adalah sesuatu yang bersifat keilmuan. Artinya,ragam bahasa ilmiah merupakan bahasa yang disampaikan dalam ranah ilmiah atau akademis. 

Karena sifatnya yang ilmiah, elo umumnya bakal menemukan banyak penggunaan ragam bahasa ilmiah dalam tulisan-tulisan akademis, seperti jurnal ilmiah, artikel ilmiah, skripsi, hingga penulisan makalah. Kira-kira udah kebayang belum apa itu ragam bahasa ilmiah? 

Baca juga: Apa Itu Frasa dan Jenisnya – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

Ciri-Ciri Ragam Bahasa Ilmiah

Ciri-Ciri Ragam Bahasa Ilmiah
Ciri-Ciri Ragam Bahasa Ilmiah (Arsip Zenius)

Salah satu cara yang bisa elo gunakan untuk membedakan ragam bahasa ilmiah dengan ragam bahasa lainnya adalah dengan melihat ciri-cirinya. Kira-kira bagaimana ciri-ciri ragam bahasa ilmiah tersebut? Baku, kah? Berbelit-belit? Atau justru memiliki kesan bahasa yang berat? 

Berdasarkan artikel Kemendikbud, berikut adalah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah. Catat, yuk! 

  1. Cendekia atau bersifat cerdik merupakan salah satu ciri ragam bahasa ilmiah yang menandakan bahwa bahasa yang digunakan sudah tepat sehingga informasi tersampaikan dengan baik. 
  2. Lugas dan jelas, yaitu bahasa yang digunakan mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan tidak bermakna ganda. 
  3. Bertolak pada gagasan, yaitu penyampaian informasi didasarkan pada gagasan utama atau tidak bersifat subjektif. 
  4. Formal, bahasa yang digunakan dalam ranah ini bersifat formal dengan menggunakan kosakata baku yang sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Belajar tentang EYD dan sejarahnya di artikel Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia Tempo Dulu hingga Ejaan yang Disempurnakan (EYD), yuk!
  5. Objektif, bahasa atau ungkapan yang digunakan tidak bersifat subjektif. 
  6. Ringkas dan padat, bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit sehingga informasi dapat lebih dipahami. 
  7. Konsisten, penggunaan unsur-unsur kebahasaan seperti kosakata, tanda baca, dan ejaan konsisten. Penjelasan tentang tanda baca dan penggunaanya bisa elo simak di artikel Tanda Baca – Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Penggunaannya, ya!

Nah, itu dia ciri-ciri ragam bahasa ilmiah yang perlu elo tahu. Dari seluruh ciri-ciri tersebut, ciri paling utama yang bisa elo gunakan dalam mengenali ragam bahasa ilmiah adalah bentuk bahasanya yang formal dan baku. 

Namun, kira-kira mengapa bahasa ilmiah merupakan bahasa yang efektif sistematik dan baku, ya? 

Ternyata hal ini berhubungan dengan fungsi ragam bahasa ilmiah itu sendiri, lho. Menurut artikel Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ragam bahasa ilmiah memiliki empat sifat, yaitu dapat memaparkan konsep, prinsip, fakta, dan teori. 

Nah, supaya keempat fungsi ini dapat berpadu dan mudah dipahami, maka penggunaan bahasa yang sistematik dan baku pun digunakan. 

Baca juga: Pembahasan Lengkap Teks Eksplanasi – Materi Bahasa Indonesia Kelas 11

Contoh Kalimat Ragam Bahasa Ilmiah

Contoh Kalimat Ragam Bahasa Ilmiah
Ilustrasi Menulis Karya Ilmiah (Arsip Zenius)

Setelah kita memahami apa itu ragam bahasa ilmiah dan ciri-ciri bahasa ilmiah, selanjutnya gue mau ngasih tau bagaimana teknik implementasi bahasa ilmiah dalam tulisan kita, nih. Teknik implementasi penulisan ragam bahasa ilmiah ini bisa elo lihat dari berbagai contoh kalimat ragam bahasa ilmiah dalam jurnal, skripsi, atau tulisan ilmiah lainnya seperti berikut ini. 

“Bahasa yang objektif adalah bahasa yang menggambarkan suatu pengalaman bagi semua khalayak pemakai bahasa, representasi pengalaman linguistik itu dipandang sama. Sebaliknya, bahasa subjektif menggambarkan sesuatu pengalaman (oleh penulisnya) yang berbeda dengan pengalaman yang dipahami oleh khalayak dalam memahami representasi pengalaman itu karena penulis membawa pertimbangan sikap, pendapat, dan komentar pribadi. Oleh karena itu, keobjektifan bahasa dapat ditingkatkan dengan meniadakan atau meminimalkan pendapat dan sikap pribadi tersebut.” Pengertian ini dikutip dari Resmini, N. (2003). Penggunaan Bahasa dalam Artikel Ilmiah. Makalah Lokakarya Lomba Karya Tulis Mahasiswa dan Program Kreativitas Mahasiswa Tingkat FPBS UPI, 10.

Berdasarkan contoh kutipan penulisan makalah ilmiah tersebut, terlihat bahwa ciri-ciri ragam bahasa ilmiah sudah diimplementasikan dalam tulisan. Coba kita bedah, yuk! 

Dari segi ciri cendekia, sudah terlihat bahwa dalam contoh kalimat tersebut sudah menggunakan ragam bahasa yang tepat dan informasi yang disampaikan sudah jelas. Mulai dari pemaparan teori hingga penarikan kesimpulan. 

Lalu, dari segi lugas dan jelas, terlihat bahwa gagasan dalam satu kalimat tersampaikan dengan jelas dan tidak bermakna ganda. Kemudian, kalimat tersebut juga bertolak pada gagasan dan tidak bersifat subjektif. Hal ini terlihat dari kesimpulan yang diambil penulis berdasarkan pemaparan sebelumnya, bukan berdasarkan opini pribadi. 

Terakhir, penggunaan bahasa formal dan unsur kebahasaan yang konsisten juga terlihat dalam teks tersebut. Beberapa contoh bahasa formal yang muncul adalah ditingkatkan bukan ditingkatin. Ada juga meminimalkan bukan minimalin. Selain itu, tanda baca yang digunakan pun sudah sesuai dengan aturan kebahasaan. 

Kamus Bahasa Ilmiah

Nah, supaya elo semakin familiar dengan ragam bahasa ilmiah, terdapat istilah kamus bahasa ilmiah yang perlu elo tahu, lho. Kamus bahasa ilmiah sendiri merupakan ciri atau struktur kata yang umumnya digunakan dalam bahasa ilmiah populer. 

Umumnya, bahasa ilmiah populer menggunakan kosakata yang bersifat denotatif atau lugas dan tidak bermakna ganda supaya penyampaian menjadi lebih efektif. Selain itu, istilah dalam ragam ilmiah juga bisa elo lihat dari penggunaan morfemnya. 

Apa itu morfem? Morfem adalah satuan terkecil yang bermakna dalam sebuah kata. Morfem sendiri bisa berbentuk kata atau elemen kata. Supaya elo lebih ngerti, contohnya morfem bisa elo liat dalam kata “geografi”. Kalau elo cari di kamus, kata “geografi” sudah memiliki maknanya sendiri, yaitu ilmu tentang bumi. 

Namun, ternyata dalam kata “geografi” ada banyak elemen kata yang punya maknanya sendiri, lho, yaitu “geo” yang bermakna bumi dan “graph” atau “grafi” yang bermakna ilmu yang melibatkan tulisan. Elemen kata “geo” dan “grafi” itulah yang disebut dengan morfem. 

Seperti yang sebelumnya sudah gue bilang, salah satu tanda kosakata atau istilah dalam ragam bahasa ilmiah bisa elo cek dari penggunaan morfemnya. Adapun, berikut adalah contoh istilah ragam bahasa ilmiah yang umum ditemukan dilihat dari penggunaan morfemnya. 

MorfemMaknaContoh Kata
bio-kehidupanbiologi
lingual-bahasabilingual
auto-Bergerak sendiriotomatis
Tabel Contoh Istilah Ragam Bahasa Ilmiah (Arsip Zenius)

Nggak cuma di Bahasa Indonesia saja, penggunaan ragam ilmiah juga bisa elo temukan dalam Bahasa Inggris, lho. Elo bisa simak penjelasan mengenai ragam bahasa ilmiah dalam Bahasa Inggris dengan meng-click banner berikut, ya! 

Ragam Bahasa Ilmiah Beserta Pengertian dan Ciri-cirinya 9

Contoh Soal Ragam Bahasa Ilmiah

Bacalah teks di bawah ini: 

Ragam bahasa (1)fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan (2)profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan (3)keresmian keadaan penggunaannya. Ragam bahasa menurut pemakainya bisa dilihat dari segi (4)subjek cerita, medium, atau sarana, dan sifat (5)interfelasi bahasa.

Berdasarkan teks di atas, manakah ejaan yang tidak sesuai dengan EYD? 

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

Pembahasan: 

Kata fungsional dalam teks merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris, yaitu functional. Lalu, kata profesi sudah ditulis dengan ejaan yang benar. Kata keresmian juga sudah ditulis dengan benar dengan menggunakan konfiks ke – an. Kemudian, kata subjek juga sudah ditulis dengan benar karena bentuk tidak bakunya adalah subyek. Kata yang penulisan ejaannya tidak sesuai adalah interfelasi karena bentuk baku dari kata tersebut adalah interpelasi yang bermakna permintaan mengenai kebijakan. 

Jawaban: E. 

Itu dia, Sobat Zenius, penjelasan mengenai ragam bahasa ilmiah beserta ciri-cirinya yang perlu elo tahu. Semoga penjelasan di atas dapat membantu elo dalam belajar, ya!

Baca juga: Mengenal Ejaan Bahasa Indonesia dan Penggunaannya

Referensi:
Karakteristik Bahasa Komunikasi Ilmiah: Studi pada Jurnal Bahasa dan Sastra Dilihat dari Kadar Keilmiahannya – Lingua (2018)
Variasi Ragam Bahasa Dalam Kehidupan Remaja – Makalah Kongres Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2018)
Sosiolinguistik Perkenalan Awal – Rineka Cipta (2010)
Analisis Penggunaan Tata Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah : Studi Kasus Artikel Ilmiah – Visi Pustaka (2010)
Video Pembelajaran Scientific Language – Zenius
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)
An Introduction to Sociolinguistics – Routledge (2017)

Bagikan Artikel Ini!