Contoh sikap optimis pada anak.

6 Contoh Sikap Optimis dan Cara Menjelaskannya pada Anak

Hai, Ibu dan Ayah, semoga sehat sekeluarga, ya!

Di masa pertumbuhan dan perkembangannya, si Kecil dapat dipengaruhi oleh berbagai sikap dari orang lain. Salah satu sikap yang penting untuk dipelajari olehnya adalah sikap optimis dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap optimis ini penting untuk dimiliki anak, karena akan sangat berguna ketika berhadapan dengan berbagai masalah yang datang. Ketika memiliki sikap optimis di dalam diri, si Kecil akan berusaha untuk tetap bangkit, seberat apa pun tantangan atau masalah yang dimilikinya.

Contoh sikap optimis pada anak.
Ilustrasi Contoh Sikap Optimis (Arsip Zenius)

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), optimis dapat didefinisikan sebagai “orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal”.

Berdasarkan definisi tersebut, memang tepat rasanya ketika seorang anak memiliki sikap optimis dalam dirinya. Dengan rasa optimis itu, maka dia memiliki harapan yang baik ketika berhadapan dengan berbagai masalah yang menghampiri.

Dari berbagai sikap lain yang juga penting untuk dimiliki oleh si Kecil, sikap optimis merupakan salah satu sikap dasar yang manfaatnya begitu besar untuk anak. Manfaatnya begitu besar, karena sikap ini berguna bagi si Kecil dalam menghadapi berbagai hal yang dialaminya.

Baiklah, Ibu dan Ayah, setelah mengetahui kalau sikap optimis penting untuk anak, lantas apa saja contoh dari sikap optimis?

Kita bahas satu per satu, yuk!

Contoh Sikap Optimis

Contoh sikap optimis adalah ekspektasi positif.
Ilustrasi Apa Saja Contoh Sikap Optimis (Arsip Zenius)
  1. Berusaha Mencari Solusi terhadap Permasalahan

Seseorang yang optimis memiliki kemampuan untuk bangkit ketika sedang berhadapan dengan masalah yang membuatnya jatuh.

Hal ini membuat seorang anak yang memiliki sifat optimis punya kepercayaan bahwa permasalahan yang dimilikinya hanya sesuatu yang sifatnya sementara.

Selain itu, sikap optimis membuat anak memiliki pemikiran kalau setiap kesulitan memiliki jalan penyelesaiannya sendiri.

2. Berprasangka Baik terhadap Masa Depan

Sesuai dengan definisi dari kata “optimis” yang diberikan oleh KBBI, maka sikap ini membuat seseorang memiliki harapan atau prasangka baik ketika berhadapan dengan berbagai hal, khususnya masa depannya sendiri.

Dalam hal ini, kita dapat melihat kalau terdapat perbedaan yang bertolak belakang di antara sikap pesimis dan optimis.

JIka seorang anak pesimis, maka dia akan memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin dapat terjadi di masa depan. Sementara itu, si Kecil yang memiliki sikap optimis, memiliki pandangan kalau masa depan tidaklah seburuk itu dan percaya terhadap hal baik yang mungkin terjadi di masa depan.

Baca Juga: Contoh Sikap Peduli Terhadap Sesama dan Manfaatnya untuk Anak

3. Mengelola Ekspektasi pada Hal Baik

Ekspektasi merupakan sesuatu yang berpengaruh besar terhadap seseorang. Optimisme dapat ditingkatkan melalui respons terhadap ekspektasi yang dimiliki.

Nah, sikap optimis ini dapat ditingkatkan dengan cara mengingat dan mencatat apa saja ekspektasi positif yang orang lain lihat terhadap diri kita.

Si Kecil yang hidup dengan ekspektasi positif terhadap dirinya, secara tidak sadar akan membentuk diri untuk berusaha mewujudkan ekspektasi tersebut dan menerapkan sikap optimis.

4. Belajar dari Berbagai Permasalahan

Sikap optimis sangat berperan besar ketika si Kecil berhadapan dengan suatu masalah. Tantangan yang dihadapinya, akan menjadi sarana anak untuk belajar dari hal tersebut, ketimbang berlarut-larut meratapinya.

Hal ini penting untuk anak, agar anak dapat belajar dari pengalaman hidupnya sendiri dan tidak terjebak dengan permasalahan yang sama. Selain itu, sikap optimis juga berusaha memandang permasalahan dalam kaca mata positif, yaitu melihat permasalahan sebagai tantangan yang memiliki banyak pelajaran yang bisa dipetik.

5. Mengelola Suasana Hati

Sikap optimis bisa dijaga dengan cara mengelola atau menjaga suasana hati. Ketika si Kecil berada dalam kondisi yang tertekan, maka sikap optimis dalam diri akan membuatnya untuk segera mengatasi permasalahan tersebut agar suasana hatinya tidak terdampak oleh tekanan tersebut.

Selain itu, sikap optimis akan membuat anak memiliki keinginan untuk secepat mungkin mengatasi masalah yang dimilikinya. Jika hal tersebut tidak secepatnya diatasi, maka hanya akan memicu stres saja dan tenggelam di dalam pikiran-pikiran buruk.

6. Memandang Tantangan Sebagai Suatu Kesempatan

Contoh sikap optimis yang terakhir adalah sikap untuk melihat masalah atau tantangan sebagai suatu kesempatan. Walaupun masalah merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, tetapi sikap optimis akan membuat anak memandang permasalahan tersebut sebagai wadah untuk berkembang.

Masalah atau tantangan tersebut adalah sebuah kesempatan untuk anak mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, berbagai tantangan tersebut, adalah kumpulan kesempatan yang akan bergabung dan membentuk anak untuk semakin dekat dengan kesuksesannya.

Baca Juga: 7 Manfaat Membaca Bagi Anak Usia Dini Hingga SD

Cara Menjelaskan Sikap Optimis pada Anak

Contoh sikap optimis dalam kehidupan sehari-hari dan cara menanamkannya.
Ilustrasi Menanamkan Sikap Optimis pada Anak (Arsip Zenius)

1. Memberi Contoh Sikap Optimis

Sebagai orang tua, Ibu dan Ayah dapat langsung menjadi contoh untuk si Kecil dalam menerapkan sikap optimis. Hal ini akan membuat anak belajar secara langsung dari orang tua, ketimbang hanya dijelaskan melalui kata-kata.

Ibu dan Ayah dapat memulainya dengan tidak menunjukkan sikap negatif kepada si Kecil. Kalau terlalu fokus pada sesuatu yang negatif, contohnya dengan bersikap pesimis atau mengeluh, maka anak kemungkinan dapat mempelajari hal yang sama dari Ibu dan Ayahnya.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengajarkan anak tentang contoh sikap optimis dengan cara mempraktikkannya secara langsung. Hal ini dapat dilakukan dengan mengacu contoh-contoh sikap optimis yang sudah dijelaskan sebelumnya.

2. Membiasakan Anak-Anak untuk Bersyukur

Bersyukur merupakan suatu wujud rasa terima kasih yang dapat membantu anak untuk mengembangkan sikap optimisnya. Ibu dan Ayah juga dapat memberikan contoh langsung dengan cara membiasakan bersyukur di dalam lingkungan rumah.

Kebiasaan bersyukur ini dapat dilakukan dengan membiasakan setiap anggota keluarga untuk saling membagikan satu hal baik yang telah terjadi atau patut disyukuri. Dengan bersyukur, akan membentuk kebiasaan dalam hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Baca Juga: 6 Hak Anak di Rumah yang Wajib Dipenuhi Orang Tua

3. Memperkenalkan Anak pada Tanggung Jawab

Sikap optimis bisa ditumbuhkan dalam diri anak, dengan cara memberikan anak sebuah tanggung jawab. Hal ini akan memicu anak untuk merasakan arti dari sebuah pencapaian melalui tanggung jawab yang dimilikinya.

Sikap optimis akan terbentuk ketika anak memiliki suatu pencapaian atau kesuksesan dari tanggung jawabnya, dan hal ini pada akhirnya akan mengembangkan sikap optimis di dalam diri anak.

4. Membatasi Penggunaan Media Sosial untuk Anak

Berbagai informasi yang beredar di internet akan memengaruhi seberapa optimisnya seorang anak dalam kehidupannya sehari-hari. Informasi yang keliru, justru akan membuat anak mengembangkan sikap pesimis.

Oleh karena itu, si Kecil perlu dihindarkan dari energi-energi positif atau sikap pesimis yang berasal dari media sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi penggunaannya atau mengelola media sosial yang digunakan oleh anak.

Selain itu, Ibu dan Ayah perlu membimbing si Kecil dalam menggunakan media soal agar ia tidak jauh dari sikap optimis.

Sikap optimisme dapat dipelajari dan diajarkan kepada anak. Selain itu, Ibu dan Ayah tentu ingin anak mempelajari berbagai hal lain yang tidak hanya mencakup perilaku atau sifat anak, tetapi juga kemampuannya dalam penguasaan pengetahuan lainnya.

Di ZeniusLand, Ibu dan Ayah dapat memberikan si Kecil momen belajar yang seru dan asyik, salah satunya lewat petualangan Tiga Sekawan dan karakter Disney favorit. Belajar menjadi proses yang menyenangkan, terutama jika ditambah dengan sikap optimis.

Bagaimana keseruan dari belajar di ZeniusLand? Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui akses di bawah ini.

Belajar Rasa Main ZeniusLand

Ibu dan Ayah, semoga artikel kali ini bisa memberikan informasi yang dibutuhkan dalam memperkenalkan sikap optimis ke buah hati, ya.

zeniusland

Download ZeniusLand

Aplikasi edukasi online dipenuhi dengan cerita seru dan permainan interaktif, untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Dirancang khusus untuk anak usia 7–12 tahun.

6 Contoh Sikap Optimis dan Cara Menjelaskannya pada Anak 17
6 Contoh Sikap Optimis dan Cara Menjelaskannya pada Anak 18
Bagikan Artikel Ini!