Bagaimana Sapi Bisa Bunting? 

Artikel ini akan menjelaskan tentang proses sapi bunting, mulai dari siklus reproduksi seperti berahi, metode perkawinan hingga masa kebuntingan.

Hi, guys! Kamu pernah iseng-iseng mikir gini gak, kok sapi bisa bunting, gimana ya caranya, apakah prosesnya sama seperti manusia, bedanya apa ya?”. Pernah gak? Tenang aja, di sini aku bakal ngasih informasi mengenai alasan dan proses pembuahan sapi hingga menjadi bunting.

Oh iya, sebelumnya aku mau ngasih informasi kalau penyebutan sapi yang sedang mengandung itu bukan hamil seperti pada manusia ya, melainkan “bunting”. Nah lho, jangan sampai salah sebut ya, bisa-bisa kamu ditertawakan orang-orang peternakan. Hihihi. 

Siklus Estrus

Apa itu siklus estrus? Siklus estrus atau siklus berahi adalah perubahan fisiologis yang terjadi akibat hormon reproduksi pada mamalia. Siklus estrus ini menandakan kematangan seksual pada mamalia, termasuk sapi. Menurut Toelihere, dalam buku Fisiologi Reproduksi pada Ternak tahun 1981, siklus estrus dua fase, yaitu fase folikuler (proestrus-estrus) dan fase luteal (metestrusdiestrus).

Singkatnya, proestrus merupakan periode persiapan dan terjadi saat 1-2 hari sebelum estrus berlangsung. Periode estrus merupakan puncak keinginan sapi untuk kawin. Taunya dari mana? Bisa dilihat secara fisik dan tingkah lakunya lho, guys. Kalau peternak di daerah Jawa Barat akan memastikan 3B sebagai tanda sapi mengalami berahi atau estrus dilihat dari vulvanya, yaitu Bereum (merah), Bareuh (bengkak), dan Baseuh (basah akibat lendir). Selain itu, tingkah laku sapi juga akan berubah seperti terlihat gelisah, keluar air mata dan dinaiki sapi lain akan diam saja. Selanjutnya memasuki fase luteal, yaitu periode metestrus yang akan berlangsung setelah periode estrus berakhir, ini akan berlangsung selama 2-3 hari. Periode ini ditandai dengan adanya perubahan sekresi lendir serviks, yang awalnya cair menjadi lebih kental. Terakhir, ada periode diestrus dan merupakan fase terlama sekitar 13-14 hari. Dimana pada periode ini uterus akan mengalami penebalan dan serviks menutup.

Nah, untuk melakukan perkawinan pada sapi, baik secara alami maupun buatan harus dilakukan pada saat sapi mengalami estrus. Jadi, gak asal dikawinkan, peternak juga punya perhitungan waktu tersendiri lho, guys. Untuk perkawinan alami memang lebih mudah dalam penentuannya dibandingkan dengan perkawinan buatan. Penasaran bagaimana penentuan dan metode perkawinannya? Yuk, langsung cus ke pembahasan selanjutnya!

Metode Perkawinan Sapi

Untuk membuat sapi menjadi bunting, tentu harus melalui proses perkawinan terlebih dahulu. Nah, perkawinan pada sapi bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu alami dan buatan. Perkawinan ini harus dilakukan saat sapi betina mengalami estrus seperti yang udah aku sampaikan di poin sebelumnya. Kira-kira kamu ada bayangan gak seperti apa metode perkawinan pada sapi melalui kedua cara tersebut? Yuk, bareng-bareng kita cek metodenya di bawah ini!

Perkawinan Alami

Metode atau teknik pertama yang dilakukan untuk membuat sapi bunting adalah dengan perkawinan alami. Kalau di peternakan menggunakan istilah Intensifikasi Kawin Alam (IKA). Nah, metode ini dilakukan melalui pemilihan pejantan unggul. Kenapa harus unggul? Supaya bisa menghasilkan bibit yang unggul juga. Di sini, ilmu genetika terpakai banget lho, khususnya di balai-balai peternakan.

Di poin siklus estrus aku udah bilang kalau perkawinan alami akan lebih mudah dalam penentuannya. Hal itu karena sapi pejantan akan langsung mendeteksi tanda berahi pada betinanya. Jadi, peternak hanya perlu menyediakan kandang khusus untuk perkawinan alami berlangsung, dimana sapi pejantan dan betina disatukan. Bisa menggunakan sistem satu pejantan dan satu betina atau satu pejantan untuk beberapa betina. Nah, ketika betina mengalami estrus, maka pejantan bisa langsung mendeteksi tanda-tandanya dari aroma yang ditimbulkan oleh betina.

Perkawinan Buatan

Selanjutnya, ada perkawinan buatan dengan cara inseminasi buatan (IB). Teknologi kawin buatan ini menggunakan semen atau sperma beku milik pejantan unggul yang akan dibantu oleh peternak atau inseminator dalam proses penyuntikannya ke uterus betina. Kalau dalam peternakan, metode perkawinan buatan justru lebih diutamakan dibandingkan dengan perkawinan alami. Hal ini untuk menghindari penularan penyakit akibat kawin sedarah (inbreeding).

Tapi, dalam pelaksanaannya diperlukan ketelitian peternak untuk memastikan kapan sapi betina mengalami berahi. Peternak harus bisa menentukan waktu yang pas, agar keberhasilan kebuntingannya besar. Menurut Partodihardjo, dalam buku Ilmu Reproduksi Hewan tahun 1980, ketika gejala atau tanda-tanda berahi terlihat pada pagi hari, berarti IB harus dilakukan pada sore harinya, nah kalau tanda berahi terlihat pada sore hari, maka IB dilakukan esok harinya sebelum jam 12 siang. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan puncak berahi sapi.

inseminasi buatan pada sapi
Proses pelaksanaan IB (sumber gambar: dok. pribadi penulis dan extension.okstate.edu)

Nah, selanjutnya kita masuk ke tahapan IB. Kamu udah terbayang belum seperti apa pelaksanaan IB? Belum? Oke, begini tahapan pelaksanaan IB menurut Litbang Pertanian:

  • Pertama, tempatkan sapi betina pada kandang kawin atau kandang jepit.
  • Kemudian, keluarkan dulu feses atau kotoran sapi dari lubang rektum melalui anus menggunakan tangan yang telah dibalut sarung tangan plastik.
  • Vulva dibersihkan dengan kain basah dan desinfektan berisi alkohol 70%.
  • Masukkan straw berisi semen beku yang telah dimasukkan air ke dalam alat kawin suntik (Ai Gun) secara perlahan ke dalam uterus, melalui vagina sapi.
  • Lakukan juga palpasi rektal ke dalam rektum untuk membantu masuknya Ai Gun ke dalam uterus.
  • Setelah mengetahui posisi yang pas, lakukan penyemprotan straw ke dalam cornua uteri, secara perlahan tarik Ai Gun keluar sambil memijat serviks dan vagina dengan tangan lainnya.
  • Selesai deh, selanjutnya bersihkan semua peralatan yang tadi digunakan, dan jangan lupa untuk melakukan recording.

Kebuntingan Sapi

Nah, setelah proses perkawinan, selanjutnya adalah pencatatan dan pemeriksaan kebuntingan (PKB). Jadi, peternak bakal mengecek apakah hasil perkawinannya berhasil atau tidak. Caranya bagaimana? Bisa dengan melakukan palpasi atau memasukkan tangan ke dalam uterus sapi untuk mendiagnosa apakah ada kebuntingan atau gak, selain itu palpasi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi apakah ada kelainan/penyakit pada organ reproduksi betina.

pemeriksaan sapi bunting
Pemeriksaan kebuntingan pada sapi (sumber gambar: veterinarysciencehub.com)

Pemeriksaannya juga gak boleh sembarangan ya, guys. Ada aturan waktunya juga. Menurut Partodihardjo, dalam buku Ilmu Reproduksi Hewan tahun 1980, PKB dilakukan secara teratur dengan interval waktu antara 30-40 hari dari IB terakhir. Nah, kalau ternyata sapi tersebut bunting, perlu dilakukan pemeriksaan lagi setelah 90-120 hari setelah PKB terakhir. Ternyata gak semudah itu ya untuk menjadi peternak yang berhasil, guys. Hihihi.

Oh iya, kamu tau gak letak kebuntingan sapi ada dimana? Biasanya,kebuntingan akan terletak pada daerah perut bagian kanan lho. Kok bisa kak? Memang di bagian perut kanan ada apa? Fyi, aktivitas ovarium sapi bagian kanan dan kiri itu gak sama lho, guys. Dibandingkan dengan ovarium kiri, bagian kanan lebih aktif dan besar. Nah, ketika ovarium yang aktif dan besar tersebut dibuahi, maka fetus akan mengembang seiring usia kebuntingannya.

Menurut Sudarmono dan Sugeng, dalam buku Sapi Potong tahun 2008, bagian cornua uteri yang tadi dimasukkan straw saat IB akan berangsur turun, biasanya akan terjadi pada usia kebuntingan 90 hari. Kemudian, pada usia 4 bulan kebuntingan, ujung uterus akan sampai pada dasar ruang perut. Di usia 5 bulan, dasar perut akan dipenuhi uterus yang bunting. Nah, karena usia kebuntingan sapi itu sekitar 9 bulan, tepatnya sekitar usia 279-287 hari, dinding uterus bersentuhan dengan dinding rektum dan siap untuk proses kelahiran.

Itu dia informasi mengenai sapi bunting. Sekarang kamu udah tau ‘kan proses sapi untuk mengalami kebuntingan seperti apa? Kamu pernah melihat metode perkawinan sapi secara langsung gak, baik secara alami maupun buatan? Kalau belum, lain kali coba deh berkunjung ke peternakan dan lihat proses perkawinannya. Seru banget, guys!

Baca Juga Artikel Lainnya

7 Fakta Unik Tentang Sapi

Berkenalan dengan Hewan Hasil Persilangan Silang, Yuk!

Kenapa Warna Telur Berbeda-beda?