Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguannya

Artikel ini akan menjelaskan tentang sistem reproduksi manusia, khususnya pada wanita, seperti pengertian, organ penyusun, dan penyakit pada sistem reproduksi wanita.

Salah satu organ yang vital dan penting bagi kelangsungan hidup spesies adalah sistem reproduksi. Keberadaannya yang sangat penting dalam tubuh manusia ini harus senantiasa kita jaga agar tetap sehat dan jauh dari penyakit berbahaya. Tapi, tahukah kamu apa sih sistem reproduksi manusia itu? Apa aja organ-organ penyusun sistem reproduksi pada wanita? dan kira-kira gangguan yang terdapat dalam sistem reproduksi itu apa aja sih?

Di sini aku akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dekat tentang sistem reproduksi wanita. Dengan kamu mengetahui organ-organ penyusun sistem reproduksi, maka kamu akan bisa mengoptimalkan fungsinya, contohnya dengan menjaga kesehatan, makan-makanan yang bergizi, dan tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. Yuk ah, langsung aja kita bahas apa itu sistem reproduksi!

 

Apa Itu Sistem Reproduksi?

Sistem reproduksi merupakan kumpulan organ yang berfungsi untuk berkembang biak. Nah, karena perannya yang vital dalam kelangsungan hidup suatu spesies, maka banyak ahli yang mengatakan bahwa sistem reproduksi adalah salah satu sistem terpenting dalam tubuh makhluk hidup.

Menurut Ensiklopedia Britannica, beginilah lingkup dan proses dari sistem reproduksi:

  1. Pembebasan sel telur pada waktu tertentu dalam siklus reproduksi.
  2. Pembuahan sel telur oleh sel sperma.
  3. Pengangkutan ovum yang telah dibuahi ke uterus/rahim.
  4. Implantasi blastokista, embrio awal yang berkembang dari sel telur yang telah dibuahi.
  5. Pembentukan plasenta dan pemeliharaan bayi di dalam rahim.
  6. Kelahiran anak dan pengeluaran plasenta.
  7. Menyusui dan merawat anak.

Tentu saja proses tersebut tidak akan dapat berjalan tanpa adanya organ dan struktur tertentu di dalam tubuh setiap individu, baik pria maupun wanita.

 

Organ Penyusun Sistem Reproduksi Wanita

Yap, organ-organ penyusun sistem reproduksi pada wanita seperti ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina. Masing-masing dari organ tersebut memiliki fungsinya masing-masing lho. Selain itu, organ reproduksi juga terdiri dari bagian luar dan dalam. Organ bagian luar yaitu labia, mons pubis, lubang vagina, lubang uretra, klitoris, dan kelenjar bartholin atau vestibular. Sedangkan, untuk organ bagian dalam ada vagina, serviks, uterus, tuba fallopi, dan ovarium.

organ penyusun sistem reproduksi pada wanita
Organ-organ penyusun sistem reproduksi pada wanita (sumber gambar: ncbi.nlm.nih.gov)

Yuk, kita bahas satu persatu seperti apa sih organ penyusun sistem reproduksi wanita itu!

Labia

Labia merupakan organ eksternal pada sistem reproduksi wanita. Labia ini terdiri dari dua pasang lapisan kulit, namanya adalah labia mayora dan labia minora. Labia mayora ini berada di bagian luar dan saat pubertas akan ditutupi oleh rambut kemaluan. Sedangkan, labia minora atau biasa disebut sebagai bibir kemaluan kecil tidak akan tertutupi rambut.

Mons Pubis

Tonjolan lemak di atas labia mayora adalah mons pubis atau mons veneris. Bagian ini nantinya akan mengeluarkan zat feromon yang berfungsi untuk daya tarik seksual.

Lubang Vagina

Lubang vagina adalah pintu masuk menuju vagina. Lubang ini dijaga oleh selaput dara.

Lubang Uretra

Lubang uretra merupakan tempat keluarnya urine yang berasal dari kandung kemih.

Klitoris

Posisi klitoris ada di bagian atas labia minora dan berupa tonjolan kecil. Bagian ini sangat sensitif bagi wanita lho.

Kelenjar Vestibular

Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan lendir untuk melumasi vagina saat ada stimulus atau ketika berhubungan seksual.

Vagina

Vagina yang berarti selubung merupakan lorong atau jalan keluar untuk melahirkan. Selain itu, vagina juga merupakan tempat masuknya penis saat berhubungan seksual. Vagina ini letaknya ada di belakang kandung kemih dan di depan saluran anus.

Serviks

Serviks atau leher rahim merupakan lorong sempit yang menghubungkan vagina ke uterus. Sifatnya fleksibel, jadi serviks ini bisa meregang dan membuka jalan lahir saat persalinan, dan akan kembali ke posisi semula saat normal. Saluran serviks dilapisi oleh selaput lendir yang mengandung banyak kelenjar. Nah, ada banyak kista kecil (kista nabothian) yang ditemukan di selaput lendir serviks, itulah yang menyebabkan adanya indikasi kanker serviks pada wanita.

Uterus

Uterus atau biasa juga disebut rahim, bentuknya seperti buah pir yang terbalik. Nah, di sinilah tempatnya janin untuk berkembang. Uterus merupakan organ berongga dan berotot yang memiliki dinding tebal. Selain itu, uterus juga memiliki lapisan kelenjar endometrium. Saat kehamilan, uterus bisa membesar sampai lima kali lipat ukuran semula lho, guys.

Tuba Fallopi

Tuba fallopi merupakan saluran sempit yang melekat di atas rahim. Fungsi dari organ ini adalah sebagai jalan bagi sel telur menuju rahim, sekaligus tempat pembuahan sel telur oleh sel sperma.

Ovarium

Ovarium adalah organ penghasil sel telur. Selain itu, ovarium juga memproduksi estrogen dan progesteron yang menjadi hormon seks utama pada wanita. Hormon tersebut kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah.

 

Gangguan Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi bisa mengalami gangguan gak sih? Tentu saja bisa. Menurut American Cancer Society, kanker bisa menyerang sistem reproduksi wanita seperti rahim, payudara, ovarium, dan leher rahim. Berikut ini merupakan beberapa penyakit sistem reproduksi pada wanita.

Kanker Ovarium

Ternyata ovarium juga bisa mengalami kanker ya, guys. Kanker ovarium ini ditandai dengan rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau pendarahan vagina yang abnormal. Penyakit ini bisa ditangani dengan pembedahan dan kemoterapi.

Kanker Serviks

Sebelumnya kita udah bahas kalau di serviks itu ada kista kecil pada selaput lendir serviks. Nah, ketika ada kista yang abnormal tumbuh di lapisan epitel serviks, maka kanker serviks terjadi. Penyakit ini bisa ditangani dengan mengangkat uterus, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfe panggul.

Radang Panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) merupakan infeksi organ reproduksi wanita pada serviks, rahim, atau ovarium. Penyebab timbulnya radang panggul ini adalah adanya infeksi bakteri akibat infeksi menular seksual. Jenis bakteri yang biasa menyebabkan infeksi radang panggul adalah Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Radang panggul juga ternyata bisa disebabkan oleh patogen lain lho, guys. Seperti Herpes simplex virus 2 (HSV-2), Mycoplasma genitalium, dll.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit radang panggul adalah nyeri panggul atau perut bagian bawah, demam, mual dan muntah, nyeri ketika buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, keluar perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual, menstruasi yang lebih deras dan lama (tidak normal), tidak enak badan, dan keputihan yang abnormal.

Dismenore

Dismenore atau kram menstruasi yang parah merupakan penyakit sistem reproduksi pada wanita yang umum terjadi. Dismenore akan terjadi ketika masa menstruasi yang ditandai dengan kram atau nyeri di perut bagian bawah, nyeri muncul 1-2 hari sebelum menstruasi atau saat awal-awal menstruasi, rasa sakit terasa intens, lemas, pusing dan sakit kepala, perut kembung, mual dan muntah, bahkan bisa sampai diare.

Infeksi Vagina

Infeksi vagina disebabkan oleh jamur di vagina, bakteri, maupun infeksi lainnya. Gejala awal yang timbul dari penyakit ini keputihan dan timbul gatal-gatal.

Sama seperti bagian tubuh yang lainnya, organ reproduksi juga harus senantiasa kita jaga agar tetap sehat dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Merawat sistem reproduksi manusia bisa menjadi cara untuk melindungi diri dan pasangan dari gangguan yang membahayakan.

Itu dia penjelasan mengenai sistem reproduksi wanita. Semoga penjelasan di atas bisa dijadikan sebagai referensi dan tambahan informasi untuk kamu ya, guys! Have a nice day!

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Sistem Pencernaan

Sistem Koordinasi Manusia

Sistem Imun dan Imunisasi

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini