mm

Panduan Belajar UTBK TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

UTBK tahun 2020 ini akan menjadi UTBK yang beda banget sama UTBK atau SBMPTN terdahulu. Selain waktu persiapan yang lebih panjang akibat adanya penundaan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, UTBK tahun ini ‘hanya’ mengujikan Tes Potensi Skolastik (TPS). Di UTBK terdahulu, selain ketemu TPS, lo juga bakal ketemu sama Tes Potensi Akademik (TPA) yang ngujiin materi-materi dari rumpun yang lo ambil. Di rumpun saintek ada fisika, matematika saintek, biologi, dan kimia. Kalau di soshum, ada sosiologi, geografi, sejarah dan ekonomi.

Meski lo cuma ketemu TPS aja di UTBK kali ini, lo tetap mesti nyiapin diri lo secara maksimal. Lo ga ngikutin UTBK sendirian cuy. Di tahun 2019 aja ada 714.652 peserta. Dengan saingan sebanyak itu, lo harus bisa jadi yang terbaik biar bisa diterima di universitas dan jurusan yang lo mau.

Nah, kalau mengacu ke UTBK TPS 2019. Secara garis besar, ada 4 materi yang diujiin di TPS. Keempat materi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. TPS Penalaran Umum
  2. TPS Pengetahuan Kuantitatif
  3. TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)
  4. TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

Di artikel sebelumnya, Zenius Blog udah bahas mengenai Panduan Belajar UTBK TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), TPS Penalaran Umum, dan TPS Pengetahuan Kuantitatif.

Nah, setelah lo paham mengenai Penalaran Umum, Pengetahuan Kuantitatif, dan Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), sekarang waktunya lo memahami PBM yang kepanjangannya Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), dari namanya saja, lo sudah tahu kalau sesi ini membutuhkan kemampuan membaca dan menulis. 

Memang tidak jauh berbeda dengan PPU (yang ujung-ujungnya tetap membaca), tetapi PBM memiliki ciri khasnya sendiri.  Apabila PPU menggabungkan kemampuan membaca dan kemampuan logika, PBM akan fokus pada “teknik” dalam bahasa Indonesia. Singkatnya, PBM itu teori banget. 

Kumpulan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tanda Baca

 

Kenapa PBM harus diujikan di UTBK?

Kalian ikut UTBK untuk kuliah, kan? Iya, iyalah. Masa untuk masuk SMA lagi. Nah, waktu kuliah, lo bakal ketemu sama tugas dari dosen. Tugas ini harus pakai ragam (jenis) tulisan yang formal. Bentuk tulisan formal kek apa? Struktur kalimatnya benar, kalimatnya baku, pilihan katanya tepat, dan lain-lainnya yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.

Mirip dengan tes masuk sekolah kepolisian, misalnya. Salah satu tes kepolisian adalah tes kesamaptaan jasmani atau tes fisik gitu. Tujuan tes kesamaptaan ini untuk tahu kemampuan fisik peserta seleksinya. Nah, PBM juga gitu. Dengan mengerjakan PBM, bisa diketahui kemampuan calon mahasiswa.

Kemampuan calon mahasiswa bisa diketahui dari PBM? Ya, untuk kemampuan berbahasa Indonesianya. Kenapa bahasa Indonesianya aja? Jawabannya, PBM fokus pada “teknik” bahasa Indonesia seperti di-mention di atas. Eh, tapi tetap dengan tipe soal masuk kampus. Bukan materi dasar bahasa Indonesia yang mudah dijawab. 

Wah, gue lemah banget di teori bahasa Indonesia! Eits, jangan sedih. Semua bisa dipelajari, masih ada waktu selama kita mau usaha. Ya, ibaratnya pisau guys. Semakin sering diasah, semakin tajam. Wkwkwk… asal yang tajam itu kek komentar netizen.

 

Kalau gitu, apa aja teori bahasa Indonesia yang masuk PBM?

  1. Penentuan judul
  2. Kata ganti penunjuk
  3. Penggunaan istilah
  4. Imbuhan
  5. Kata hubung
  6. Ejaan dan tanda baca
  7. Kalimat baku

Materi-materi ini bisa banget dipelajari di Zenius. Caranya?

  1. Buka apps atau web Zenius di zenius.net
  2. Pilih menu UTBK dari menu bar di atas
  3. Pilih TPS UTBK (buka di web) atau Teori TPS (buka di apps)
  4. Pilih Penalaran Verbal (PBM & PPU)

Taraaa… lo bakal nemuin materi PBM kek gini. Kalo dibuka lebih detail, bakal nemuin soalnya juga. Jadi, tidak cuma materi. Oh ya, lebih lengkap dibahas di bawah, ya. Pastika kalian baca sampai selesai tulisan ini. 

Asyik, kan? Nah, terus… gimana tipe soal PBM?

 

Tipe-tipe Soal UTBK TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

Coba yuk, kita lihat dan bahas tipe-tipe soal di PBM (Pemahaman Bacaan dan Menulis) itu. Tipe soal di bawah ini adalah tipe soal pada tahun 2019: 

  1. Mengetahui Alasan Penggunaan Sebuah Tanda Baca

Tipe soal yang berisi tanda baca itu akan selalu kalian temukan. Dari UN SD sampai UTBK, loh. Kenapa ini selalu muncul? Karena alasan tadi. Kemampuan menulis ragam formal sangat berguna ketika kalian kuliah nanti. 

By the way, coba, deh, kalian lihat contoh soal yang ditulis oleh Miss. K di bawah ini. Soal ini pengen kalian bukan hanya tahu cara mengaplikasikan tanda baca yang benar, namun kalian juga harus mengerti alasan penggunaan tanda baca tersebut pada sebuah kalimat. 

Dia juga meneliti bahwa para penonton yang berupaya untuk menjauhkan diri dari kebiasaan tersebut nyaris tidak ada yang bisa “sembuh”. 

Alasan penulis menggunakan tanda petik dua untuk mengapit kata sembuh adalah…

    1. Untuk menyiratkan bahwa kegiatan menonton secara maraton adalah sebuah penyakit.
    2. Untuk menyiratkan bahwa kegiatan menonton televisi menyebabkan ketergantungan.
    3. Untuk menyiratkan bahwa kegiatan menonton secara maraton dapat memberikan dampak negatif.
    4. Karena ketergantungan menonton TV bisa dianggap sebagai sebuah penyakit.
    5. Karena menonton secara maraton bisa dianggap sebagai sebuah penyakit.

Kira-kira jawabannya apa, guys? Kalau kalian butuh materi mengenai tanda petik ini ataupun tanda baca lainnya, kalian bisa dilihat di sini, ya! 

Kumpulan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tanda Baca 1

Kumpulan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tanda Baca 2

  1. Menganalisis dan Memperbaiki Beberapa Ejaan dalam Satu Bacaan

Jadiiiii… Lo diberikan sebuah bacaan. Pada bacaan itu, terdapat beberapa kata yang dicetak tebal. Kemudian, lo diminta menganalisis kesalahan ejaannya. Nah, setelah itu, lo memutuskan apakah akan memperbaiki atau tidak memperbaikinya. 

Supaya lebih mengerti, coba deh lo lihat contoh soal yang dibuat oleh Uti berikut ini: 

Tulisan berikut diikuti dua butir pertanyaan. Pertimbangkan kata atau kalimat pada setiap nomor yang bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan yang tersedia (B, C, D, atau E). 

Bagi wanita dari suku Mentawai, untuk memiliki wajah cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, memanjangkan telinga, kedua, menghias tubuh dengan (4) tatto, dan ketiga adalah meruncingkan gigi. Tradisi meruncingkan gigi ini dipercaya akan menambah tingkat kecantikan wanita di (5) suku Mentawai itu.

(04)

    1. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
    2. tato 
    3. ukiran
    4. gambar
    5. lukisan

(05)

    1. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
    2. Suku
    3. Bangsa
    4. bangsa
    5. Kaum

Pada soal di atas, lo harus mengetahui  apakah kata tatto dan suku sudah memenuhi syarat ejaan yang benar berdasarkan PUEBI. Gue paham bahwa tidak mudah untuk memahami seluruh ejaan dalam waktu yang singkat. Walaupun begitu, gue juga percaya kalian sangat semangat untuk belajar! 😀 

Oh, ya, ejaan yang benar dapat kalian pelajari di sini: 

Materi Pemahaman Bacaan dan Menulis – Ejaan Bahasa Indonesia

  1. Menggunakan Imbuhan

Coba perhatikan teks berikut. By the way, ini paragrafnya gue singkat, ya. Biar ga kepanjangan, hehe. 

Konon, Kawa Daun muncul akibat menindas kaum kolonial Belanda. Pada masa penjajahan, seluruh hasil panen buah kopi dari Ranah Minang diekspor ke luar negeri karena harga jual yang tinggi. Hal itu menyebabkan warga Minang tidak dapat menikmati seduhan biji kopi, sehingga mereka mengakali dengan menyeduh daun kopi yang dipercaya masih mengandung kafein seperti biji kopi. Muncullah kawa daun sebagai pengganti kopi saat itu. Sampai sekarang, minuman ini masih terjaga kehangatannya. Bahkan, banyak wisatawan ke Sumatra Barat untuk mencicipi cita rasa unik kopi rasa teh ini. (Diadaptasi dari: pesona.travel)

Imbuhan yang tidak tepat pada paragraf terakhir adalah…

    1. menindas
    2. diekspor
    3. menikmati
    4. mengakali
    5. Menyeduh

Menurut kalian jawabannya yang mana, nih? Soal ini dapat dijawab dengan mudah apabila kalian sering membaca. Kenapa gue bilang seperti itu? Karena terkadang soal imbuhan dapat dijawab dengan logika. Ketika lo membaca dengan hati-hati, lo akan merasa bahwa ada satu imbuhan yang janggal. 

Itu dia, beberapa contoh gambaran soal PBM yang gue pelajari dari tahun 2019. Engga susah, kok, kalau kalian paham konsep kebahasaan bahasa Indonesia. 

 

Tips Belajar UTBK TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

Kalian bisa pelajari PBM melalui tips-tips di bawah ini: 

1. Banyak-banyak Membaca 

Untuk melatih kemampuan membaca, lo bisa banyak-banyak membaca. Lo bisa banyak membaca teks yang bersumber dari:

Seringkali, sumber teks untuk soal SBMPTN (jaman dulu) dan UTBK (jaman now) bersumber dari media-media yang gue sebut di atas. Tidak menutup kemungkinan, bacaan bersumber dari media lainnya seperti Media Indonesia atau bahkan Mojok, dan sebagainya. Dengan demikian, akses yang lo dapatkan untuk melatih kemampuan membaca jadi luas banget, kan. Tinggal ambil smartphone, searching medianya, langsung pilih bacaan yang lo inginkan. 

“Gue udah dapat teks nya nih. Terus gimana caranya biar gue bisa baca ini dengan benar? Kalau teksnya panjang tapi waktunya singkat, gimana?”

Tenang! Yuk, lanjut ke tips berikutnya. 

2. Gunakan Teknik Membaca Teks yang Benar

Pertanyaan ini sering banget mampir ke DM Instagram gue: 

“Gimana caranya baca teks yang panjang dengan waktu yang singkat? Pusing banget”

Di dunia ini (wkwk, lebay), terdapat teknik membaca cepat yang bisa kalian aplikasikan untuk PBM. Beneran, membaca juga ada tekniknya, loh. Nah, membaca cepat merupakan salah satu teknik dalam membaca dengan memperhatikan tujuan. Apa tujuan lo? Tujuan utama adalah memahami makna bacaan dengan efisien. Kalian boleh baca blog Zenius yang ini: 

Teknik membaca dan memahami makna dalam suatu kata

Ketika mengerjakan soal PBM nanti, terdapat beberapa soal yang meminta kita memilih judul teks, simpulan yang tepat, membuat pertanyaan, membuat pernyataan, dan sebagainya. Strategi apa yang bisa kalian lakukan untuk tipe soal tersebut? Miss. K bakal ngasih tau strategi lengkapnya di sini: 

Materi Pemahaman Bacaan dan Menulis – Strategi membaca teks

3. Jangan Remehkan Bahasa Indonesia

“Ya elah, bahasa Indonesia, doang. Ini kan bahasa sehari-hari. Jadi santuy aja, lah”. 

Wadawwww, bener sih bahasa sehari-hari, tapiiiiiii, gue percaya kalian tidak menyepelekan ujian bahasa Indonesia. He he he. Walaupun bahasa kita sendiri, seringkali soal-soal PBM menjebak kalian. Ya, ngga?

“Iya, sih. Tapi karena bahasa Indonesia, saya bingung harus belajar apa, harus mulai dari mana?” 

Oke, kalau kalian bingung harus memulai teori bahasa Indonesia dari mana, kalian bisa mulai dengan hal yang paling dasar. Pelajari tata kata terlebih dahulu. Dengan mengetahui peran sebuah kata (kata benda, kata kerja, kata sifat), kalian dapat mengerjakan soal imbuhan, melengkapi bagian rumpang, dan sebagainya dengan easy-peasy. Karena gue baik hati, nih link-nya untuk klean semua:

Materi Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tata Kata

Apabila kalian sudah memahami materi tata kata, kalian boleh lanjut ke tahap ejaan dan tanda baca. Selain belajar dari PUEBI daring, Zenius juga punya materinya untuk membantu kalian. 

Materi Pemahaman Bacaan dan Menulis – Ejaan

Kumpulan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tanda Baca 1

Kumpulan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis – Tanda Baca 2

****

Gimana tips ini? Coba pelan-pelan dipraktikkan lalu evaluasi. Materi mana yang belum paham atau kuasai. Latih terus bagian itu sampai akhirnya menguasai. Jangan ragu juga buat tanya ke teman atau belajar bareng meskipun tidak langsung ketemu.

Kalau masih kurang, jangan risau, jangan ragu buat terus latihan, seperti ikut Try Out (TO) UTBK. Zenius sering banget mengadakan TO UTBK. Kalian bisa ikut, GRATIS! Setiap minggu juga, ada Live Class yang bahas UTBK. Di sana, kalian bisa tanya lewat kolom komentar.

Oke deh gitu dulu pembahasan tentang PBM. Selamat belajar!

Oiya di bawah ini ada tips belajar materi UTBK TPS lain yang bisa nemenin lo persiapan UTBK TPS!

Panduan Belajar UTBK TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

Panduan Belajar UTBK TPS Penalaran Umum

Panduan Belajar UTBK TPS Pengetahuan Kuantitatif

 

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini