mm

Panduan Belajar UTBK TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

Artikel ini membedah seluk beluk UTBK TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum mulai dari salah paham yang sering terjadi hingga tips dan contoh soalnya.

Hi, para Zenius fellows pejuang UTBK tahun 2020! Gimana nih persiapan UTBK-nya? Udah mateng belum? Belum matang? Jangan patah semangat dulu, lo masih ada waktu kok untuk belajar.

Pasti kalian sadar kalau dunia tahun ini memang lagi diuji. Apalagi dengan merebaknya COVID-19 yang membuat masalah ke semua lapisan masyarakat. Untuk kita yang masih pelajar, pandemi menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak bisa diadakan secara maksimal. Bukan cuma itu, pengadaan ujian kelulusan dan ujian seleksi masuk perguruan tinggi pun disesuaikan: mulai dari UN yang belum lama ini dihapus, ditundanya pelaksanaan UTBK, sampai berita terbaru bahwa TKA alias Tes Kompetensi Akademik ditiadakan di UTBK tahun 2020.

Gue ngerti banget, banyak dari kalian yang pasti frustrasi (walaupun gue yakin pasti ada juga yang lega, hehe) karena merasa usaha kalian selama ini sia-sia. But rest assured guys, gak ada yang sia-sia dalam belajar. Kegigihan dan pola pikir yang udah kalian raih dengan belajar yang tekun dan cerdas itu bakal berguna banget pas kalian kuliah nanti. Gue jamin 😉

Okay, before I ramble further, di artikel kali ini, gue mau bahas tentang serba-serbi dan tips untuk Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU) yang menjadi bagian dari TPS di UTBK. 

Sebelum kita masuk ke PPU, gue mau bahas sedikit tentang TPS dan proporsi soalnya di UTBK 2019. Inget, take it with a pinch of salt. Ini adalah komposisi soal TPS UTBK tahun lalu dan kita masih belum yakin dengan komposisi tahun ini, tapi gue rasa bisa dijadikan acuan untuk bikin strategi sementara. 

Bisa kalian lihat alokasi soal dan waktu untuk setiap mata pelajaran TPS di tabel di bawah:

Komponen Jumlah Soal Waktu
Penalaran Umum 20 soal

  • 14 berdasarkan 2 bacaan,
  • 6 Penalaran Kuantitatif
35 menit
Pemahaman Bacaan dan Menulis 20 soal

  • berdasarkan 3 bacaan
25 menit
Pengetahuan dan Pemahaman Umum 20 soal

  • 12 Bahasa Indonesia berdasarkan 3 bacaan,
  • 8 Bahasa Inggris berdasarkan 2 bacaan
25 menit
Pengetahuan Kuantitatif 20 soal 35 menit

Kalau menurut tabel di atas, kita punya 25 menit untuk mengerjakan 20 soal PPU yang berdasarkan 5 bacaan (3 Bahasa Indonesia dan 2 Bahasa Inggris). Jadi.. ya coba hitung sendiri aja berapa lama rata-rata waktu yang bisa kita pakai untuk ngerjain satu soal. 

utbk tps ppu

 

Kesalahan dalam Mengahadapi UTBK TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Sebelum panik yang sebenernya gak perlu, kita kupas dulu deh kesalahpahaman umum tentang Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Kenapa bahas ini dulu? Karena untuk memperbaiki keefektifan kita dalam belajar, kita perlu ngerti dulu kesalahan-kesalahan yang sering tanpa sadar kita lakukan.

Kesalahan #1: Merasa udah jago Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, jadi gak perlu latihan.

Nah, kesalahan pertama ini yang sering gue temuin di anak-anak yang mau ikut UTBK adalah menganggap enteng mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Logikanya sih, gue kan udah pinter bahasa Indonesia/Inggris? Masa gak bisa sih dapat nilai yang bagus? 

Well, masalahnya, kemampuan ‘membaca’ dan ‘tahu arti’ dari masing-masing kata itu korelasinya mungkin gak sebesar itu dengan kemampuan penalaran yang notabene sering ada di soal-soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Di soal pemahaman bacaan, lo bukan hanya membutuhkan kemampuan berbahasa aja, namun juga kemampuan mengintegrasikan apa yang lo baca dengan ilmu dari bidang lain. Contoh, kalau lo ditanya tentang informasi dari sebuah bacaan yang berisi statistik, maka lo diekspektasi untuk mempunyai penalaran yang sifatnya kuantitatif.

Menurut statistik LTMPT (iya, gue udah cek) yang mengacu pada pelaksanaan UTBK tahun 2019, dibanding komponen TPS lain, proporsi dari peserta ujian yang dapat nilai di atas 600 di PPU itu paling rendah di Saintek (13%) dan kedua terendah di Soshum (9.5%). So, dapat nilai tinggi ternyata gak se-simpel itu kan? Makanya, banyakin latihan memahami bacaan!

Kesalahan #2: “Bukannya cuma pemahaman membaca ya? Grammar gak penting dong?

Di satu sisi, pengetahuan lo tentang tata bahasa mungkin gak bakal dinilai se-detail itu. Tapi, grammar atau tata bahasa itu adalah fondasi suatu bahasa yang implikasinya erat banget dengan arti. Kalau grammar lo lemah, otomatis lo bakal kesulitan memahami arti yang akurat dari sebuah bacaan. Gue kasih contoh dalam bahasa Inggris, ya:

“In contrast to television, the press was highly differentiated: different papers reached very different audiences with very different messages.”

Kalau lo jago grammar, lo bakal tau banyak implikasi dari tata bahasa yang digunakan di atas. ‘In contrast to’ adalah sebuah conjunction (kata hubung) yang menunjukkan makna berlawanan atau berbeda. Dari sini lo bisa tau kalau ‘the press’ itu berbeda dengan “television”. Kalau lo perhatiin juga, kata-kata seperti ‘was’ dan ‘reached’ itu menunjukkan bahwa kalimat ini sedang membicarakan masa lalu. Lo bisa tau ini tanpa ada tambahan keterangan waktu di kalimatnya, hanya dari tata bahasanya aja. Kata ‘was’ yang diikuti oleh bentuk past participle yaitu ‘differentiated’ juga berimplikasi bahwa klausanya adalah pasif. Gitu terus, sampai aspek tata bahasanya beres. 

Bayangin kalau lo gak ngerti tata bahasa samsek, bakal banyak banget kesalahpahaman yang mungkin terjadi, kan?

Kesalahan #3: “Apa deh ini penulis? Gak setuju gue!atau Oh! Gue familiar banget sama topik ini! Langsung kerjain soal aja deh!

Guys, I know, kadang-kadang kita bisa punya opini yang berlawanan dengan si penulis atau kita bahkan bisa aja lebih pinter dan berwawasan dari penulis teks. Tapi ingat, gak semua peserta ujian punya wawasan tentang suatu topik yang spesifik sebanyak kalian. Oleh karena itu, selama bukan penalaran yang sifatnya umum, soal-soal yang ditanyakan itu pasti berdasarkan teksnya. 

Contohnya, kalau teks secara eksplisit bilang, “Bebek Beijing adalah makanan terlezat di dunia“, ya dalam konteks bacaan tersebut itulah yang benar. Walaupun lo beranggapan bahwa rendang jauh lebih enak, tetap aja lo gak bisa memasukan opini pribadi lo ini dalam menjawab soal. Atau misalnya, teks bilang bahwa APBN pendidikan Indonesia itu Rp390,1 trilyun, padahal lo tau dengan jelas bahwa sebenarnya adalah 390,3 trilyun, lo tetep gak bisa pakai pengetahuan lo ini dalam mengerjakan soal. 

So, coba cuekin dulu opini maupun wawasan luar kalian dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi di dalam teks. Okay?

Kesalahan #4: Baca santai, bukan baca untuk ujian. 

Baca santai itu boleh banget kok, tapi bukan pas lagi ujian dimana waktu kita itu terbatas, guys. Sebenernya, kalau lo udah terlatih membaca dan memproses bacaan, baca santai pun bisa cepat. Tapi kalo nggak terlatih, nanti lo kelabakan sendiri karena waktunya habis buat baca doang. 

Jadi gimana dong? Nah ada teknik namanya skimming, yaitu membaca cepat untuk cari inti dari bacaan. Biasanya, baca skimming ini dari atas kebawah, baru kanan ke kiri. Cari bagian yang kira-kira penting untuk dicatat dan dimengerti, berdasarkan kalimat utamanya (kalau ada, biasanya terdapat di depan atau di belakang paragraf). Tapi jangan salah, skimming ini bukan berarti lo cuma mencatat tanpa mengerti ya. Hal-hal yang lo catat ini harus lo proses dengan baik nanti pas mengerjakan soalnya. 

Walaupun gue pribadi suka baca terlebih dahulu untuk mengerti secara garis besar tema dari teksnya, saran dari gue kalo lo emang udah kepepet banget, baca soalnya dulu. Siapa tau jawaban dari pertanyaannya bisa dicari di satu lokasi bacaan aja. Tapi prediksi gue sih, ujungnya lo bakal sering bolak-balik pertanyaan dan teks, kok. 

Oke, kalau udah ngerti, sekarang kita langsung masuk ke apa itu PPU dan tipe-tipe soalnya, deh. 

 

Apa itu UTBK TPS Pemahaman dan Pengetahuan Umum (PPU)?

Mungkin banyak dari kalian yang udah tau apa itu PPU, tapi buat yang belum ngerti-ngerti banget, coba gue jelasin lagi. 

PPU itu sederhananya adalah tes yang menilai kemampuan kita dalam memahami suatu bacaan, atau bahasa Inggrisnya sih ‘reading comprehension’. Perlu banget ya ngasih tahu bahasa Inggrisnya? Iya dong, karena bacaan yang termasuk di PPU ini bukan hanya dalam bahasa Indonesia, tapi juga dalam bahasa Inggris. 

Sekarang, untuk mengerti tipe-tipe soal apa aja yang biasanya ada dalam PPU, kita harus terlebih dahulu mendefinisikan ‘reading comprehension’.

Jadi apa itu reading comprehension

Reading comprehension atau pemahaman bacaan adalah kemampuan untuk memproses sebuah bacaan, mengerti artinya dan mengintegrasikannya ke pengetahuan masing-masing pembaca. 

Terus apa dong yang diteskan di PPU? Ya, pastinya skill-skill membaca yang di antaranya adalah: 

  1. mengetahui arti-arti sebuah kata dan perbedaannya berdasarkan konteks penggunaan
  2. memahami struktur dan organisasi dari sebuah bacaan 
  3. memahami informasi baik yang tersurat dan tersirat
  4. mengerti konteks yang tersirat dari bahasa yang digunakan
  5. mengerti secara garis besar apa yang dibicarakan di sebuah teks
  6. menyimpulkan informasi tentang penulis teks. 

Kenapa sih kita diuji reading comprehension di PPU UTBK ini?

Eits, jangan salah manteman. Belajar reading comprehension atau memahami bacaan ini gak bakal berhenti setelah kalian lulus UTBK. Di dunia kuliah, kalian akan membutuhkan kemampuan ini di tingkat yang lebih tinggi lagi. Bayangin, kalian akan ketemu teks-teks yang sifatnya akademis dan ilmiah di buku cetak, jurnal ilmiah, atau mungkin media-media lain, on a daily basis. 

Lo akan dituntut bukan hanya untuk memahami, namun juga membuat esai dan studi baru berdasarkan teks-teks yang lo pelajari. Kalau memahami teks aja kita gak biasa, apalagi ke step-step selanjutnya yang sifatnya udah penerapan? 

Contohnya nih, mungkin pas kuliah nanti, lo akan diminta untuk menulis suatu artikel dengan judul, let’s say, ‘Efek Perdagangan Bebas terhadap Pekerja Kerah Biru di Indonesia”. Tentunya, lo gak akan bisa nulis artikel ini tanpa berbekal pengetahuan apapun. Nah, di sini, lo perlu membaca literatur-literatur penunjang dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pemahaman yang dituntut juga bukan hanya yang sifatnya surface-level atau permukaan, namun pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif. Kemampuan lo memahami teks bukan hanya penting, tapi esensial di situasi ini. 

Jadi, percayalah bahwa apa yang lo pelajari untuk UTBK ini pasti memiliki manfaat yang penting untuk dunia perkuliahan. Gak usah jauh-jauh UTBK, di kehidupan sehari-hari aja lo perlu reading comprehension supaya gak gampang kena tipu berita palsu atau ke-trigger suatu hal di artikel tanpa paham konteks. 

 

Tipe-tipe Soal UTBK TPS Pemahaman dan Pengetahuan Umum (PPU)

Coba yok, kita lihat dan bahas tipe-tipe soal di UTBK Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta contoh-contohnya di bawah.

1. Mengerti ide atau gagasan utama dari sebuah teks

Satu tipe soal yang selalu ada dalam pemahaman bacaan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris adalah ide utama dan variasinya. Apa aja variasinya? Ada kalimat utama, topik (main topic), judul (title) ataupun kesimpulan.

Terus gimana cara mencari gagasan utama dan teman-temannya dalam suatu paragraf atau teks? 

Sekarang bayangkan, lo lagi bersantai di hari Minggu yang cerah sambil baca suatu artikel. Tiba-tiba adik lo nanya, “Kak, lagi baca apa sih?”. Nah, disini lo berpikir: apa sih yang sedang coba dijelaskan penulis lewat artikel ini dalam satu kalimat? Inilah yang kita namakan ide pokok atau kalau dalam bahasa Inggris, main idea. Contoh pertanyaan tentang gagasan utama dari SBMPTN 2018:

  1. Apa gagasan utama paragraf pertama? 

(A) penyakit tulang belakang meningkat beberapa tahun terakhir 

(B) keluhan pada tulang belakang biasanya dialami orang tua 

(C) jumlah anak dan remaja yang mengeluhkan sakit tulang belakang meningkat 

(D) anak dan remaja gemar menggunakan gadget dengan cara yang tidak benar 

(E) posisi menggunakan gadget menyebabkan nyeri tulang belakang

Bedanya dengan topik utama (main topic) apa? Cuma di susunan kata. Kalau gagasan utama adalah sebuah kalimat, kalau topik biasanya berbentuk suatu frasa. Coba deh, kalian kerjain soal di atas lengkap dengan bacaannya di sini:

Materi Soal SBMPTN 2018 – Bahasa Indonesia | Zenius Education

2. Memahami informasi yang bersifat detail atau rincian dalam teks

Soal macam ini juga bukan tipe soal yang asing lagi. Bukan di UTBK aja, soal tipe ini sering banget keluar di Ujian Nasional. Misalnya, kalau kita lagi disuguhkan teks tentang pengangguran di Indonesia, pertanyaannya bisa aja, Menurut teks, berapa banyak jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun 2018? dan sebagainya. Soal macam ini memastikan bahwa lo bisa memahami informasi yang rinci di suatu teks.

Selain yang benar-benar spesifik kayak contoh tadi, ada juga yang butuh lebih banyak effort berpikir. Contohnya nih, kalau dalam bahasa Inggris: 

  1. The following statements are true based on the passage, except …. 

(A) tourism is a potential field in vocational education 

(B) every year new areas of vocational education are developed 

(C) on-the-job training is a typical component of vocational education programs 

(D) retail companies open new opportunities for vocational jobs 

(E) nowadays young people prefer practical jobs 

“Semua pernyataan di bawah ini benar menurut teks, kecuali…”. Nah, kalau pertanyaannya seperti ini, kita belum tentu bisa secara cepat mencari hanya satu titik dalam bacaan, tapi harus scanning beberapa lokasi sekaligus dalam bacaan untuk dibandingkan dengan masing-masing pilihannya. Jadi dalam menjawab pertanyaan macam ini, kalian harus hati-hati dalam membaca pertanyaan dan pilihannya. Pastikan kalau yang ditanyakan itu pernyataan yang benar atau salah. 

Coba kalian kerjain pertanyaan di atas lengkap dengan teksnya di sini: 

Contoh Soal UTBK TPS PPU Bahasa Inggris

3. Memahami informasi tersirat dari sebuah teks

Gak cuma memahami informasi yang tersurat dari sebuah teks, dalam membaca suatu teks, lo juga diharapkan bisa memahami informasi-informasi tersirat yang gak disebutkan secara eksplisit. 

Contoh, kalau ada artikel yang menerangkan bahwa Amerika Serikat adalah negara maju dan Hungaria adalah negara berkembang, lo mungkin bisa berasumsi bahwa ‘Amerika lebih baik secara ekonomi dibanding Hungaria’. Inilah yang dimaksud dengan kemampuan penalaran yang dicoba untuk dinilai dari peserta ujian. 

Kalau dalam bahasa Inggris, pertanyaan semacam ini seringkali (namun gak selalu) ditandai dengan kata ‘imply’, ‘infer’, ‘suggest’ dan sebagainya.. 

Contoh pertanyaan informasi tersirat:

  1. Paragraph 3 implies that …. 

(A) a well-proportioned diet is good to reduce inflammation 

(B) carbohydrate is the source of proinflammatory foods 

(C) pro-inflammatory foods should not be in the diet list 

(D) various anti-inflammatory supplements work better 

(E) the nature of anti-inflammatory foods is still secret 

Ayo kalian coba kerjain pertanyaan lengkapnya di sini: 

Soal UTBK TPS PPU Bahasa Inggris 2

4. Memahami arti juga rujukan sebuah kata 

Lo pernah gak sih ketemu pertanyaan yang menanyakan ‘padanan kata’ (atau dalam bahasa Inggrisnya ‘synonym’) berdasarkan penggunaan kata tersebut di sebuah kalimat?

Yak, tipe soal ini sering keluar di UTBK. Tujuannya adalah untuk mengukur pengetahuan lo tentang sebuah kata dan penalaran lo dalam penggunaannya. Jadi, kalau ketemu kata yang familiar, jangan langsung pede karena masih ada next thinking process yaitu mengartikan kata tersebut berdasarkan konteksnya, lalu mencari kata lain yang memiliki arti berlawanan/serupa. 

Contoh soalnya seperti ini:

  1. The underlined word ‘seasonal’ in paragraph 2 means …. 

(A) serial 

(B) cyclical 

(C) current 

(D) regular 

(E) situational 

Di soal jelas tertulis bahwa yang ditanyakan adalah arti kata ‘seasonal’ yang digunakan paragraf kedua. Jadi pastikan kalian baca kalimatnya dulu sebelum langsung nge-judge artinya, oke?

Nah, kalau tipe pertanyaan rujukan kayak gimana? Well, biasanya kalian ditanya tentang acuan dari kata ‘ini’, ‘itu’, ‘tersebut’, ‘ia’, ‘beliau’ dan lain-lain. Sama halnya dengan teks bahasa Inggris yang menanyakan maksud kata ‘they’, ‘he’, ‘she’, ‘it’, ‘this’ atau ‘that’. Contoh soalnya seperti di bawah:

  1. Apa yang dirujuk oleh kata itu pada kalimat (9)? 

(A) Kendala orang tua 

(B) Kendala budaya 

(C) Kendala arena 

(D) Kendala alat 

(E) Kendala anak 

Lagi-lagi kita harus perhatikan kalimatnya, bahkan paragraf lokasi kata tersebut berada untuk mengerti siapa yang dirujuk oleh kata tersebut. 

Coba kerjain dua soal di atas yuk, supaya makin paham:

Soal UTBK TPS PPU Bahasa Inggris 1

Soal UTBK TPS PPU Bahasa Inggris 2

5. Memahami koherensi sebuah kalimat atau paragraf

Salah satu contoh soal yang lagi-lagi sering ditanyakan di UTBK adalah ‘koherensi’. Apa sih koherensi ini? Well, pertanyaan macam ini akan menguji kemampuan lo mengerti struktur, organisasi dan hubungan dari sekumpulan kalimat atau paragraf. Belum kebayang, ya? Lihat yuk contoh soalnya:

  1. Bagaimanakah hubungan isi antarparagraf dalam teks tersebut? 

(A) paragraf 1 menjadi penyebab paragraf 2 

(B) paragraf 2 merupakan rincian paragraf 3 

(C) paragraf 2 merupakan pembanding paragraf 1 

(D) paragraf 5 merupakan akibat paragraf 4 

(E) paragraf 4 merupakan penjelasan paragraf 3

Nah, untuk jawab pertanyaan di atas, lo perlu ngerti apa yang dibicarakan masing-masing paragraf dan hubungannya dengan paragraf lain. Ini lah yang dimaksud tipe soal ‘koherensi’. 

Selain tipe soal di atas, lo juga mungkin ditanya, ‘Kalimat mana yang cocok untuk meneruskan paragraf di atas?’, ‘Paragraf yang cocok untuk memulai teks di atas?’ ataupun ‘Kalimat mana yang tidak relevan di paragraf X?’. Intinya sih berdasarkan logika berpikir lo, mana hal yang nyambung atau hal yang gak nyambung dengan bagian teks lainnya.

Nah, itulah tipe-tipe soal yang sering banget keluar di UTBK atau SBMPTN. Untuk tipe-tipe pertanyaan lainnya dan tips-tips yang lebih mendetail dalam mengerjakan soal, coba cek materi Zenius tentang Pengetahuan dan Pemahaman Umum berikut ya:

Soal UTBK TPS PPU Bahasa Indonesia

 

Gimana caranya latihan soal UTBK TPS PPU dengan baik?

1. Banyak-banyak baca

Pernah gak sih kalian bingung dengan jawaban suatu soal bacaan, terus pas kalian minta jelasin ke temen kalian yang jawabannya benar, dia malah bilang, “Ya pokoknya gitu deh, feeling aja lah”? Gue sih dulu sering. 

Seringkali orang yang bisa jawab dengan ‘feeling’ adalah orang yang udah bener-bener terbiasa dengan sesuatu sehingga mereka bisa lihat pola tanpa harus berpikir panjang. Hasilnya? Mereka bisa jawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Nah gue yakin, temen lo ini pasti udah terbiasa banget sama yang namanya baca. 

Dengan banyak baca, kemampuan kalian memahami bacaan jelas jadi terasah. Lama-kelamaan, kalian bisa menelaah isi bacaan tanpa harus berlama-lama mikirin artinya ataupun corat-coret dulu. Nah, untuk memancing motivasi buat baca, kalian boleh mulai baca dari yang ringan dan sesuai dengan minat kalian. Contoh, kalau lo minat sama film, bisa tuh mulai baca-baca review film. Kalau minat sama musik, boleh mulai baca-baca artikel musik. Tapi berhubung kalian udah mau ujian, seimbangkan juga dengan baca hal-hal yang agak berat knowledge-heavy

Dari banyak membaca, kalian bisa dapat membiasakan diri dengan tata bahasa dan struktur bacaan yang baik juga kosakata yang lebih luas. Nanti gak ada tuh ceritanya kalian bener-bener blank pas ada suatu kata yang kalian gak tahu persis artinya di ujian. 

 

2. Biasakan baca secara aktif

Lo pernah nggak, setelah baca suatu teks malah bingung habis baca apa? Nah kalau gitu berarti lo itu belum baca secara aktif. Lo hanya membaca sekilas, tanpa benar-benar dipikir. Hindari baca seperti ini ya! 

Waktu baca sesuatu usahakan fokus, sambil coba pikirin juga implikasi dari kalimat-kalimat yang lo baca dan hubungan antar masing-masing kalimat. Nah baca secara aktif ini ada hubungannya dengan….

  • Latihan memetakan pernyataan

Seperti yang udah kita obrolin di atas, dalam menjawab soal PPU, lo dituntut untuk memahami bacaan dan hubungan antar kalimat di dalamnya. Nah, di sini gue mau kasih tips kecil dari penalaran umum nih. 

Pernah denger istilah ‘pemetaan pernyataan’ atau bahasa kerennya ‘argument mapping’? Jadi, dengan memetakan pernyataan yang ada di paragraf, lo bisa dapetin struktur logis paragraf tersebut. Misalnya:

(1) Aku mau masuk PTN. (2) Orang yang mau masuk PTN harus mengikuti UTBK. (3) Oleh karena itu, aku mengikuti UTBK tahun ini.

Kalimat-kalimat di atas bisa lo susun jadi:

Kalimat (1) dan kalimat (2) bekerja sama untuk mendukung kalimat (3). Berarti, kalimat (3) merupakan kalimat utamanya, sedangkan kalimat (1) dan (2) adalah kalimat penjelas untuk kalimat (3).

Bisa dimengerti, nggak? Dengan memetakan pernyataan, lo bisa memahami teks dengan lebih baik. Terlihat dengan jelas kalimat apa yang mendukung kalimat mana. Mana kalimat yang merupakan kesimpulan dan mana kalimat yang merupakan kalimat utama. 

Gampangnya, lo bisa baca sambil membayangkan, kalimat ini kira-kira mendukung kalimat yang mana dan apa hubungannya. Di sini, penalaran lo diuji. Kalau belum biasa, memetakan pernyataan ini bisa nyita waktu banget, terutama ketika kalian ujian. Tapi kalau bisa lancar, pemetaan ini bener-bener bisa bantuin lo untuk menjawab soal secara efektif dan efisien. Makanya, cobain deh sering-sering dilatih, dibarengi dengan tips-tips lainnya. 

  • Belajar parafrasa

Parafrasa adalah mengungkapkan kembali sebuah pernyataan dengan menggunakan kata-kata lain tanpa mengubah makna pernyataan tersebut. Dengan belajar parafrasa, lo jadi terbiasa dengan banyak variasi dalam mengungkapkan suatu makna. Jadi kalau ada pilihan-pilihan soal, lo bisa lebih mudah nyaring mana yang sesuai dan mana yang salah. Contoh nih, kalimat yang bunyinya, 

“Kemampuan membuat video explainer juga dapat diterapkan untuk kepentingan kecerdasan buatan maupun komputasi awan yang berlaku di bidang pendidikan dan lain-lain.” 

bisa kalian parafrasakan menjadi, “Banyak hal, seperti kecerdasan buatan juga komputasi awan di berbagai bidang seperti pendidikan dapat memanfaatkan kemampuan membuat video explainer.”

Banyak banget pilihan di soal PPU yang sebenarnya merupakan parafrasa dari kalimat yang eksplisit disebut di teks. Semakin biasa lo memparafrasakan suatu pernyataan, waktu yang lo butuhkan untuk menjawab soal PPU jadi lebih sedikit.

  • Review grammar, khususnya bahasa Inggris

Seperti yang udah dibahas di ‘kesalahpahaman umum’, grammar atau tata bahasa ini penting untuk lo memahami suatu bacaan dengan mudah dan akurat. Jadi jangan lupa untuk review dan asah kemampuan grammar lo ya!

Coba lo review pengetahuan grammar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris lo di sini:

Penalaran Verbal PBM dan PPU untuk SMA

3. Baca soal terlebih dahulu

Ini bukan tips latihan PPU sih, lebih sebuah tips untuk hari H pas lo masuk ujian. Waktu ujian kan cukup singkat nih, supaya efektif, lo bisa juga coba baca soal dulu berikut opsi jawabannya. Kemudian baca teks yang diacu oleh soal. Contoh nih, kalau soalnya mengacu kepada paragraf 2, ya udah, baca paragraf 2 aja, yang lain abaikan dulu. 

Membaca soal terlebih dahulu dapat memudahkan kita memahami informasi apa yang harus dicari di teks.

Oke, sebelum beres, kita rangkum dulu ya apa yang udah kita obrolin secara garis besar. Intinya, PPU itu bertujuan untuk melihat kemampuan kalian dalam memahami dan menalar bacaan, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Secara detail, PPU menguji kemampuan kalian mengetahui ide pokok pada bacaan, memahami informasi baik tersurat maupun tersirat, memahami koherensi bacaan, dan juga makna kata yang digunakan pada teks. Hal ini sangat penting bagi kalian bukan hanya untuk UTBK tapi untuk kehidupan sehari-hari dan perkuliahan nanti. Dalam melatih kemampuan PPU ini kalian harus sering-sering baca, kemudian coba petakan pernyataan-pernyataan yang ada di bacaan itu, pahami bacaannya, dan coba parafrasekan juga pernyataannya. Khusus buat Bahasa Inggris, mengasah kemampuan grammar akan sangat membantu dalam memahami teks dengan baik.

Nah, gimana? Udah siap belum memperbaiki kesalahan kalian dalam belajar dan nyobain tips-tips di atas? Banyak banget Cal, Si, tipsnya. Bisa gak ya kira-kira gue terapin? Well, itu tergantung prioritas dan cara ngatur waktu kalian sendiri. Pokoknya, maksimalkan waktu yang tersisa sebelum UTBK untuk mengasah pemahaman dan skill yang kalian punya. Kami yakin, dengan kerja keras dan strategi yang baik, the sky is your limit! Good luck, Zenius fellows dan jangan lupa ikut Try Out yang diadakan rutin, tentunya di app Zenius, hehe.

 

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini