5 Pengetahuan Dasar Ekonomi yang Perlu Diketahui Semua Orang

5 Pengetahuan Dasar Ekonomi yang Perlu Diketahui Semua Orang

“Ngapain gua belajar ekonomi? Ekonomi rasanya ngga pernah ngaruh tuh ke kehidupan gua sehari-hari. Lagian gua nanti mau jadi pemain bola, gua ga perlu ngerti ekonomi untuk jadi pemain bola.”

Gua ngerti mungkin nggak semua orang suka dengan pelajaran ekonomi. Tapi melalui artikel ini, izinkan gua untuk menyampaikan sebuah kenyataan bahwa pada akhirnya semua orang, cepat atau lambat, akan berurusan dengan uang. Terlepas dari apapun jurusan kuliah lo, apapun bidang ilmu yang lo tekuni, apapun karya hidup lo kelak, tidak ada profesi yang jauh dari uang.

Gua pribadi sebetulnya meyakini bahwa "mengejar uang" bukanlah tujuan hidup yang tepat. Kita bukan belajar untuk bekerja dengan tujuan "hanya" untuk mendapatkan uang, tapi kita belajar untuk berkarya dalam hidup, dan uang hanyalah media atau fasilitator agar kita tetap dapat berkarya dengan efektif - setidaknya itulah pendapat pribadi gua.

Didasari pemikiran itu, gua berkesimpulan bahwa semua orang setidaknya perlu memahami dasar-dasar ilmu ekonomi. Walaupun kelak lo akan berkecimpung pada bidang profesi yang kesannya “sangat jauh” dari dunia ekonomi, katakanlah seorang insinyur, dokter, programmer, atlit, desainer, ahli masak, youtuber, professional gamer, atau aktivis lingkungan sekalipun… lo tetap butuh memahami bagaimana uang bekerja.

Lha, memangnya kenapa kalau kita hanya fokus pada bidang yang ingin kita tekuni? Apa akibatnya kalo gue males belajar soal ekonomi? Minimal konsekuensinya ada 3 yang sekarang ada di pikiran gue:

  1. Lo akan melewatkan buanyaak peluang untuk dapat berkarya secara lebih efektif dan optimal.
  2. Bisa jadi lo harus membagi pikiran lo dengan masalah keuangan sehari-hari, bukannya fokus untuk berkarya lebih jauh.
  3. Keputusan keuangan yang salah, tidak melihat profesi subjeknya, dan semua itu bisa dihindari dengan pengetahuan dasar ekonomi.

Supaya lebih mudah dibayangkan apa maksud dari 3 point gua di atas, izinkan gua menceritakan kisah ironis dari seorang petinju legendaris bernama Mike Tyson:

Buat pecinta olahraga tinju, nggak mungkin ada yang nggak kenal dengan sosok Mike Tyson. Dia adalah petinju legendaris yang sangat fenomenal pada era 80-90an, karirnya meroket ketika dia berhasil merebut gelar juara dunia di usia 20 tahun, dan menjadi satu-satunya petinju kelas berat yang berhasil mengawinkan gelar WBA, WBC, dan IBF sekaligus.

Di masa puncak kejayaannya, Tyson merupakan salah satu atlit dengan penghasilan terbesar sepanjang sejarah. Tercatat sepanjang karirnya, Tyson meraih penghasilan total sekitar $300 juta USD, atau sekitar Rp 5,5 triliun jika dikalibrasi dengan nilai uang tahun 2017. Wah gila, banyak banget ya duitnya si Tyson! Kekayaannya sampai triliunan begitu sih mana bisa habis tuh sampai 7 turunan!

Tapi kenyataan berkata lain. Percaya atau nggak, pada tahun 2003, Tyson jatuh bangkrut dan kehilangan semua kekayaannya, bahkan meninggalkan utang sebesar $23 juta USD atau sekitar Rp 207 miliar!

Waduh, gimana ceritanya tuh duit Rp 5,5 triliun bisa habis semua bahkan sampai meninggalkan utang?? Yaah, kalo dilihat dari "kacamata" umum sih, semua itu disebabkan karena gaya hidup Tyson yang nggak pernah puas dalam berbelanja. Seluruh kekayaannya habis untuk membeli mansion (rumah mewah), koleksi mobil dan motor sport, perhiasan, gadget, dan hal-hal antik gak masuk akal lainnya. SIngkat cerita, semua kekayaan itu ludes, sampai semua harta benda Tyson disita oleh bank, bahkan meninggalkan utang pajak, pengacara, dll. Kebangkrutan Tyson adalah salah satu contoh klise kejatuhan keuangan pribadi yang sangat ekstrim.

Tapi kalo dipikir-pikir lagi, apakah alasan dari kebangkrutan Tyson itu sesederhana hanya karena dia terlalu boros & konsumtif? Menurut gua sih nggak, akar masalah bukan sesederhana “terlalu boros”, tapi karena Tyson tidak punya pengetahuan ekonomi yang mendasar untuk mengelola keuangannya. Tyson tidak mengerti bagaimana cara uang bekerja. Pada saat itu, Tyson tidak tau (atau bahkan tidak mau peduli) tentang konsep inflasi, tentang kewajiban pajak, apalagi tentang manajemen keuangan.

Mungkin ada yang berpikir bahwa kisah kebangkrutan Tyson itu contoh yang sangat ekstrim. Gua setuju kalo dalam skala uang, kebangkrutan Tyson itu ekstrim banget. Tapi kalo dari segi pola kasusnya, apa yang terjadi pada Tyson itu sering banget terjadi pada orang-orang yang hanya fokus mempertajam bidang ilmu atau kemampuannya, tapi tidak meluangkan waktu untuk mempelajari hal-hal lain yang fundamental, misalnya pemahaman dasar ekonomi dan cara mengelola keuangan.

Emang sepenting itukah mempelajari bagaimana uang bekerja?

Yup, penting banget - setidaknya itu menurut pendapat gua pribadi. Sekali lagi, bukan karena gua mendewakan uang atau ilmu ekonomi, tapi kita perlu kondisi finansial yang sehat untuk tetap bisa berkarya, terlepas apapun bidang yang kita tekuni. Rasanya ironis sekali, jika ada orang yang berkontribusi besar dalam karya bidang ilmunya, tapi terpaksa langkahnya terhenti hanya karena kesulitan keuangan. Berapa banyak kita dengar cerita musisi berbakat yang terlilit utang, atau seniman kreatif yang sehari-harinya masih harus pusing soal keuangan pribadi, atau ahli masak yang handal tapi restoran yang dikelolanya bangkrut?

Oke, apa yang mau gua tulis di artikel ini, memang BUKANLAH resep jitu atau jurus sakti untuk bisa memahami kompleksitas dunia ekonomi dan keuangan. Tapi justru hal-hal yang sangat mendasar dan fundamental terkait ekonomi yang seringkali terlupakan, padahal manfaatnya besar banget untuk diketahui oleh semua orang, terlepas dari apapun bidang profesinya. Nah, apa aja sih pelajaran mendasar ilmu ekonomi yang perlu diketahui?

 

PELAJARAN 1: Konsep Inflasi

Hal pertama yang sangat penting untuk dipahami semua orang adalah konsep inflasi. Semua orang, terlepas apapun profesinya, perlu mengetahui bahwa nilai uang AKAN TERUS menyusut. Bahwa nilai Rp 100.000 di tahun 2007 itu berbeda dengan Rp 100.000 pada tahun 2017, dan pasti akan berbeda dengan Rp 100.000 di tahun 2027.

Itulah hukum inflasi, dimana harga-harga barang akan naik setiap tahunnya, dan pasti akan terus naik pada tahun-tahun ke depannya. Fenomena inflasi ini adalah pola ekonomi yang SANGAT WAJAR dan LUMRAH. Terjadi di negara manapun, dari negara yang ekonominya sangat maju sampai yang ekonominya tertinggal, semua PASTI akan mengalami inflasi setiap tahun. Sekali lagi, inflasi dalam range tertentu adalah fenomena ekonomi yang wajar, dan karena ini PASTI akan terjadi, maka dari itu sudah merupakan keharusan kita untuk memperhitungkan faktor inflasi dalam setiap keputusan keuangan kita.

Ironisnya, banyak orang yang masih begitu awam dengan hukum dasar ekonomi ini, masih banyak yang tidak menyadari bahwa inflasi adalah indikator yang sangat penting untuk menjadi tolak ukur keputusan keuangan. Ciri-ciri dari mereka yang belum memahami prinsip dasar ekonomi ini, (khususnya mekanisme inflasi) adalah mereka yang masih suka bertanya-tanya tipikal pertanyaan seperti ini:

  1. "Kenapa yah negara gak mencetak uang sebanyak mungkin aja supaya semua orang bisa kaya dan kesejahteraan masyarakat bisa merata?"

  2. "Kenapa harga barang setiap tahun selalu naik ya? Pemerintah kerjanya ga becus nih! Apa ngga bisa sesekali harganya jadi turun?"

Nah, apakah lo termasuk yang suka bertanya-tanya atau ngedumel seperti itu? Kalo iya, berarti lo belum PAHAM apa itu INFLASI. Buat yang belum ngerti, nggak usah malu atau minder, dulu juga gua sempet nggak ngerti kenapa pemerintah nggak nyetak duit aja sebanyak-banyaknya supaya bisa nolongin orang miskin kok, hehe...

Buat lo yang penasaran ingin memahami konsep inflasi secara menyeluruh, gua sangat menyarankan lo untuk membaca penjelasan seru dari Kak Meby terkait inflasi sebagai berikut : Kenapa sih setiap tahun harga barang selalu naik? Gua jamin setelah lo baca artikel itu, 2 pertanyaan di atas akan terjawab tuntas. Nah, setelah lo memahami betul apa itu inflasi, tidak hanya pandangan kita tentang nilai uang terhadap waktu yang akan dirombak total, tapi juga keputusan-keputusan penting kita dalam hal keuangan.

 

PELAJARAN 2: Prinsip Nilai dalam ekonomi

Pelajaran penting berikutnya adalah prinsip nilai dalam ekonomi. Maksudnya gimana sih nilai itu? Sederhananya kita perlu memahami mengapa sesuatu itu dianggap bernilai atau berharga. Mengapa hal itu dianggap bernilai, sejauh mana nilainya, dan apakah ada yang bisa menggantikan nilai tersebut? Contoh masalahnya akan coba gua illustrasikan dalam simulasi percakapan 2 muda-mudi seperti ini (bukan nama sebenarnya) :

  • Lee Min Ho : "Eh Moon, kamu tau nggak kenapa emas dianggap lebih bernilai daripada logam lainnya?"
  • Moon Chae Won : "Kenapa ya, Ho? Mungkin karena emas adalah logam mulia?"
  • Lee Min Ho: "iya tau, TAPI KENAPA emas dianggap logam mulia? Kenapa dihargai lebih mahal?"
  • Moon Chae Won: "Wah, nggak ngerti deh, udah dari sononya mahal kali ya?"

Buat lo yang belum bisa jawab kenapa emas dianggap lebih berharga dari senyawa padat kimia lainnya, atau cuma bisa jawab "ya karena udah dari sononya mahal" atau "karena bentuknya indah, jadi bisa dijadikan perhiasan" dan jawaban-jawaban lucu lainnya, berarti lo belum memahami konsep nilai dalam ekonomi. 

Contoh kasus lain yang masih nyambung dengan emas, bisa kita lihat pada kebudayaan bangsa Aztec 500 tahun lalu yang sangat berkelimpahan dengan emas tapi justru menganggap biji cokelat jauh lebih berharga daripada emas. Eit, itu bukan berarti bangsa Aztec bodoh ya, bagi mereka emas-emas itu emang hampir ngga ada nilainya, ngga bisa dimakan juga toh? Bagi Bangsa Aztec, emas itu cuma bahan dasar bikin kerajinan dan pajangan doang. Nah lho, kok bisa gitu sih? Kok bisa ada sekelompok masyarakat yang menganggap emas sangat berharga (misalnya Spanyol yang bertemu dengan Aztec 500 tahun lalu), sementara bagi kelompok masyarakat lain, emas dianggap tidak berharga! Nah, kalo lo masih bingung, berarti lo belum memahami konsep nilai dalam ekonomi. 

Bicara soal konsep nilai dalam ekonomi, nggak sedikit juga yang suka berpikiran simpel, bahwa sesuatu yang bernilai dalam ekonomi, adalah sesuatu yang BERMANFAAT dan penting bagi manusia secara fundamental. Kenyataannya, konsep nilai dalam ekonomi tidak selalu sejalan dengan nilai "manfaat". Nggak percaya? Sekarang coba pikirin aja, udara dan sinar matahari bermanfaat nggak bagi manusia? Bermanfaat banget! Udara dan sinar matahari punya nilai ekonomi nggak? Nggak ada nilainya! Nggak ada yang mau nukerin udara dan sinar matahari dengan beras sekilo. Nilai ekonomi itu nggak selalu berhubungan dengan nilai manfaat, dan juga sebaliknya.

Nah, konsep nilai dalam ekonomi ini adalah prinsip awal yang perlu lo ketahui agar memiliki perspektif yang tepat dalam mengambil keputusan ekonomi, khususnya dalam praktek pertukaran nilai atau transaksi jual-beli, baik dalam berbisnis, berdagang, maupun dalam berinvestasi. Buat lo yang ingin memahami lebih jauh tentang konsep nilai dalam ekonomi, bisa baca penjelasannya pada link berikut ini:

 

PELAJARAN 3 : Manajemen Keuangan

Semua orang, terlepas apapun karya hidup dan profesinya, pasti nggak akan jauh dengan uang. Masalahnya banyak orang yang nggak mau pusing dalam mengatur keuangannya, pokoknya fokus aja cari duit aja deh! Pengelolaannya bodo amat, yang penting masih bisa nabung dan jangan terlalu boros aja. 🙂

Bisa jadi, mekanisme hemat+menabung itu "cukup" dalam perputaran uang bulanan yang sederhana. Contohnya seperti yang mungkin lo alami sekarang (gua asumsikan mayoritas pembaca blog zenius berada di umur pelajar & mahasiswa) sebagai pelajar atau anak kuliahan: sumber pemasukan dari duit jajan atau kerja sampingan, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari atau hiburan.

Dengan gaya hidup sederhana + gemar menabung, mahasiswa kere juga bisa bebas dari masalah keuangan. Masalahnya, pola perputaran uang di dompet lo nggak akan sesederhana itu ketika nanti lo masuk ke dunia kerja. Pada jenjang dunia kerja, lo akan berhadapan dengan tagihan pajak, iuran asuransi dan dana pensiun, tagihan cicilan kredit, laju inflasi, bunga pinjaman bank, dan masih banyak lagi.

Jadi kabar buruknya, manajemen keuangan di dunia kerja itu tidak akan sesederhana MENABUNG dan BERHEMAT saja. Selama lo nggak tau (atau tidak mau tau) tentang bagaimana uang berputar di rekening bank, jangan heran kalau nanti jumlah tabungan lo nanti ga nambah-nambah, atau mungkin bertambah sedikit tapi tetap nggak mampu mengejar laju inflasi (kenaikan harga) yang secara teknis artinya sama aja dengan duit lo berkurang.

Terus gimana dong caranya supaya punya manajemen keuangan yang baik? Langkah pertama buat lo: Kenali instrumen-instrumen lain untuk menyimpan asset lo, ada banyak cara lain untuk nyimpen duit supaya pertumbuhannya bisa mengejar inflasi, selain dengan hanya "menabung" di bank.

Contohnya instrumen lain itu apa aja sih? Banyak banget, ada deposito, reksa dana, obligasi, logam mulia, mata uang asing, saham, properti, dan masih banyak lagi. Oke, pada awalnya mungkin lo menganggap nama-nama itu begitu asing, canggih, mewah, rumit, atau mungkin lo mikir bahwa instrumen-instrumen itu adalah "mainan canggih" anak-anak ekonomi dan sama sekali bukan ranah orang awam. Padahal realitanya, tidak hanya anak ekonomi saja yang harus berhati-hati dalam menyimpan uangnya, tapi semua orang juga perlu tau dan hati-hati dalam menyimpan uang, agar nilainya terus bertumbuh, minimal bisa mengejar inflasi.

Terus sebaiknya pilih instrumen yang mana dari sekian banyak pilihan itu? Nah kalo soal itu, sebetulnya tergantung dengan situasi dan rencana keuangan lo baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Karena setiap instrumen itu, punya nilai plus dan minus-nya masing-masing yang perlu disesuaikan dengan situasi keuangan serta rencana lo ke depannya. Saran gua, dari sekarang lo mulai deh pelajari pelan-pelan setiap instrumen itu, jadi nanti ketika lo sampai di dunia kerja, lo udah punya perencanaan keuangan yang lebih matang.

 

PELAJARAN 4: Ketahui Tipe-tipe Jebakan Batman!

Maksudnya bukan jebakan batman beneran. Tapi seiring lo menjalani hidup ke depannya, makin banyak lo akan bertemu dengan banyak jebakan ekonomi yang sebenarnya bisa dengan mudah lo hindari, kalau saja lo memahami pola hukum dasar ekonomi. Unsur tricky dalam dunia ekonomi yang gua maksud ini bisa gua pecah jadi 2 kategori:

  1. Jebakan yang terjadi secara natural dalam dinamika pergerakan ekonomi.
  2. Jebakan yang memang dipasang oleh oknum tertentu, dengan memanfaatkan ketidaktahuan korbannya seputar dunia ekonomi.

1. Contoh jebakan ekonomi yang terjadi secara natural

Masih inget fenomena batu akik tahun 2015? Tiba-tiba semua orang demam batu akik? Dari kalangan selebriti, pejabat sampai tukang becak tiba-tiba semua ngurusin batu akik! Harga batu akik sempat melonjak tajam, bahkan mencapai milyaran Rupiah! Namun tidak lama setelah lebaran tahun 2015, mendadak batu akik jadi tidak terlalu banyak diminati lagi, harga batu akik terjun bebas dan membuat para kolektor panik.

timeline volume pencarian keyword "batu akik" di google

"Ayo buruan beli, mumpung harganya masih segini! Kalo harganya udah makin mahal, bisa langsung kita jual lagi! Jangan takut kalo barang ini gak bisa dijual, barang ini lagi laku banget, bahkan harganya akan naik terus!"

Bayangkan betapa ruginya orang yang memburu batu akik sebelum lebaran dengan modal hingga ratusan juta lalu ketika hendak menjualnya setelah lebaran ternyata harganya sudah merosot tajam hingga hanya laku dijual ratus ribu rupiah per satuannya. Tragis kan? Padahal bagi yang tau pola ekonomi, fenomena batu akik ini bukanlah hal baru, sebelumnya ada fenomena ikan louhan, bunga tulip, tanaman anthurium, dllDalam dunia ekonomi ini seringkali disebut dengan "economic bubble" atau gelembung ekonomi.

Ingat, orang yang tidak mempelajari sejarah dan pola ekonomi, hanya akan mengulang kesalahan-kesalahan yang udah dilakukan oleh orang lain.

2. Contoh jebakan ekonomi yang sengaja dipasang:

Wah, kalo ini ada banyak banget contohnya. Gua berharap lo secara pro-aktif mencari tau sendiri cerita-ceritanya. Beberapa yang paling sering terjadi adalah jebakan ponzi "ponzi scheme" yang seringkali di Indonesia dikenal dengan nama MLM (Multi-Level-Marketing), ada juga berbagai bentuk tawaran investasi bodong, asuransi bodong, jual gantung properti, dan berbagai macam bentuk penipuan lainnya.

Kalo gua bahas satu per satu, rasanya akan jadi panjang banget artikel ini. Supaya praktis, gua akan coba tulis ciri-ciri jebakan/scheme/penipuan yang sering banget terjadi di Indonesia. Berikut adalah ciri-ciri jebakan ekonomi:

  1. Menjanjikan lo untuk mendapatkan manfaat yang sangat besar secara CEPAT dan MUDAH.
  2. Memberikan JAMINAN dan KEPASTIAN pengembalian investasi dengan angka yang fantastis.
  3. Berupaya membuat lo mengambil keputusan terkait keuangan SESEGERA mungkin.
  4. Memberi kesan pada produk/sistem yang dia tawarkan adalah yang sebuah RAHASIA yang tidak diketahui banyak orang.
  5. Memberi kesan bahwa lo sangat BERUNTUNG karena mendapatkan kesempatan langka, oleh karena itu kesempatan tersebut harus diambil sesegera mungkin.
  6. Subjek yang menawarkan biasanya tampil rapi, sangat MEYAKINKAN, dan penuh percaya diri.

Nah, kalo lo ketemu dengan ciri-ciri di atas, besar kemungkinan lo lagi jadi target penipuan. Ada yang ngerasa pernah mengalami ditarget penipuan seperti ciri-ciri di atas? Kalo ada, ceritain dong pada comment section artikel ini!

 

PELAJARAN 5 : Pahami Sumber Perputaran Uang di Bidang Kamu.

Tips terakhir dari gua adalah : pahami perputaran uang di bidang yang lo jalani. Ingat, kalau tidak mau berakhir seperti Mike Tyson, jangan hanya fokus untuk mempertajam atau meningkatkan skill teknis saja, lo juga harus tau darimana sumber uang berasal, dan kemana dia akan mengalir. Setidaknya, telusuri secara khusus pada bidang yang jadi keahlian lo.

Seorang ahli masak yang hanya fokus pada kemampuan teknisnya saja, bisa jadi malah jatuh bangkrut dalam prosesnya membuka usaha restoran, hanya karena dia tidak paham "resep" bagaimana memutar uang di bidang usaha kuliner. Pelajari darimana uang itu mengalir dari hulu ke hilir. Faktor-faktor apa saja yang bisa membuat bidang usaha kamu terancam, dan faktor-faktor apa saja yang bisa membuat perputaran finansial kamu bergerak positif. Lihat bagaimana trend pasar di bidang kamu, dan pelajari bagaimana kamu bisa menyalurkan kemampuan kamu secara tepat dan efektif.

Contoh lain yang bisa lo lihat dengan mudah adalah para pendiri dan penggagas Zenius yang memiliki passion di bidang pendidikan. Mereka tidak hanya fokus meningkatkan kemampuan teknis untuk mengajar dan mendidik, tapi juga belajar memahami pasar, agar semangat mereka dalam dunia pendidikan bisa dikemas dalam mekanisme bisnis pendidikan yang sehat. Dengan begitu, passion mereka dalam pendidikan dan kemampuan teknis mereka dalam mendidik, bisa disalurkan secara efektif, sekaligus menjadi bahan bakar ekonomi untuk dapat terus berkarya lebih jauh lagi. 🙂

****

Demikianlah 5 pelajaran ekonomi yang gua bahas dalam artikel ini, moga-moga bisa bermanfaat buat lo semua. Perlu diingat bahwa apa yang gua bagikan di sini, merupakan pengetahuan mendasar yang gua kemas agar bisa berguna secara universal, terlepas apapun bidang karya lo di luar sana.

Tentu jika ingin lebih dalam lagi memahami ekonomi, gua menyarankan juga untuk mengetahui hal-hal teknis ekonomi seperti kebijakan suku bunga bank, growth rate, market trend, cara membaca laporan keuangan, dll. Tapi gua pikir hal-hal teknis itu akan menyusul dengan sendirinya, setelah kelak nanti lo terjun ke dunia kerja/karya. Sambil menunggu itu, gua berharap minimal lo memahami 5 pengetahuan dasar ekonomi yang sudah gua bahas di atas. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada yang mau nanya atau ngobrol-ngobrol dengan Glenn, jangan malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini yak!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Glenn Ardi adalah VP of Marketing Zenius Education dan Editor Zenius Blog. Glenn mengambil gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Universitas Parahyangan Bandung.
 
Follow Twitter Glenn at @GlennArdi

  • Sebastian Potter

    Jd inget punya kk yg kepinteran udh dibilang ciri2 insvestasi bodong dll ga ada ojk juga masih keukeuh, ya gmn kan masih kecil dianggep gak ngerti.

    • haha... kadang pelajaran dalam kehidupan itu pahit. Tapi bagus juga tuh tambahan info dari kamu, memang salah satu cara jitu utk melihat investasi yang sehat atau bodong adalah melihat apakah lembaga tersebut terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kalo sudah terdaftar di OJK sih harusnya terpercaya.

      khusus utk investasi saham, pastikan juga rekening dana nasabah berada dalam naungan KSEI atau Kutodian Sentral Efek. 🙂

  • Nanda Aditya Nugoroho

    no 2 malah kaya pelajaran sosiologi yah

  • Safrisal Ihza Al Ghifari

    bang maaf nanya diluar konteks,inikan mau sbmptn adagaksih try out di zenius dan cara ikut nya gimana ?

  • Alfinsa EP

    Mungkin ini adalah jawaban atas pertanyaan gue kenapa usaha bokap yang nggak bisa disebut usaha gede tapi bisa sustainable sampe sekarang . . .

    • wah, bokap emg usaha apaan, Fin? menurut lo, emang apa faktor yg membuat usahanya bisa sustain?

      • Alfinsa EP

        Bokap buka home industry bidang konveksi. Menurut gue, faktor yang bikin usahanya sustain ada di manajemen keuangannya, persis kayak tertulis di atas. Meskipun profitnya nggak gede-gede amat, tapi profitnya 'diputer' lagi buat modal or anything else yang bikin usahanya tetep jalan. Sepenglihatan gue gitu sih, Glenn. Gak pernah gue tanyain lebih lanjut lagi, hehe.

  • xxxxxxzzz

    Artikel yg ane cari, hehe

    Jujur aja, pas SMA pelajaran yg ane benci ekonomi.

    • semoga bisa bermanfaat dan membuat kamu ga benci lagi sama ekonomi. 🙂

  • Firda Aisyah

    "....cara lain untuk nyimpen duit supaya pertumbuhannya bisa mengejar inflasi, selain dengan hanya "menabung" di bank.Contohnya instrumen lain itu apa aja sih? Banyak banget, ada deposito, reksa dana, obligasi, logam mulia, mata uang asing, saham, properti, dan masih banyak lagi."

    buat pelajar, 'cara lain' yang paling tepat itu yang mana sih? dan juga kan ada tuh di Islam yang kayak riba dll, baru-baru ini juga aku belajar di sekolah tentang pasar modal juga deposito dan itu termasuk riba. padahalkan riba itu haram, alias tidak diperbolehkan. Jadi, gimana dong?

    kok aku ngerasa jadul banget yaa T.T

    • untuk pelajar sebetulnya gua menyarankan untuk mempelajari saja dulu setiap instrument-instrument tersebut. Biar nanti kamu bisa merasakan sendiri mana yang cocok untuk kebutuhan kamu.

      bagi yang muslim dan tidak ingin berinvestasi dengan keuntungan bunga, sebetulnya kamu bisa menggunakan instrument lain, misalnya investasi syariah. Nasabah yang berinvestasi pada produk keuangan syariah tidak akan mendapat keuntungan berupa bunga, melainkan persentase bagi hasil (nisbah) dari keuntungan yang diperoleh lembaga keuangan dari pengelolaan uang nasabah.

      Apapun bentuk investasinya, kamu tetap harus waspada ya. Minimal lembaga keuangannya sudah terdaftar di OJK dan punya kredibilitas yang baik.

    • Abdullah Yasin Isa

      Bro, btw permasalahan bunga bank dkk masih diperdebatkan beberapa ulama ada yg bilang riba ada yg bilang halal, dsb.. Mending selama itu bermanfaat kamu coba caritahu kelebihan dan kelemahan hal² yg kamu anggap riba tadi..

  • Varellino

    kak nanya dong
    ada rekomendasi buku tentang ekonomi buat anak ipa / pemula yang enak dibaca (ga kaya buku text pelajaran dan sejenisnya) gitu ga?

    • 1. Das Kapital
      2. The Communist Manifesto

      Semoga bermanfaat.

      • Ilham Syamsuddin

        CYDUK

    • untuk bacaan santai yang seru tapi tetap ada banyak insights-nya, bisa dicoba 2 buku karangan Steven D. Levitt yang berjudul
      1. Freakonomics: A Rogue Economist Explores the Hidden Side of Everything
      2. SuperFreakonomics: Global Cooling, Patriotic Prostitutes And Why Suicide Bombers Should Buy Life Insurance

      • Alfinsa EP

        Buku-buku DK Publishing tentang Economics, Politics, Psychology, Philosophy, or anything else oke ga buat pengantar, Glenn?

      • Varellino

        sipp
        makasih kakk 🙂

    • Andifa Asshidiqqie

      coba bukunya Robert Kiyosaki

  • Devi Nurhayati

    Gua juga pernah kena tipu bang Glenn, diajak temen sendiri katanya mau diajak masukin lamaran & interview kerja di Klinik, eh ternyata diajak ke hotel masuk acara MLM gak jelas, dan ternyata bukan cuma gua aja. Temen" gua juga banyak yg kena tipu, secara ngajak nya bohong dulu.
    Dari pengalaman gua sih, orang" nya emang rapi-rapi, semangat banget, cenderung menguasi materi juga, harga kurs dolar ke rupiah, laju inflasi, dan yg pastinya tampil sok kaya. Kebanyakan peserta masih muda-muda anak SMA nan, yg pengen dapat penghasilan cepet dan banyak. Bener bang, disitu dipaksa, dibujuk rayu gitu biar mau ikut, gak punya uang, gadaiin laptop, sepeda, rumah kalau perlu. Lanjutannya gak tau bang, gua buru" keluar, itu pun tangan gua dipegang paksa berasa dipenjara gak bisa keluar. Hehehe akhirnya berontak keluar disamperin mas" satu nya diinterogasi kenapa keluar, ditanya alesan, dll (ke toilet aja diikutin) gua ngomong asal aja gak sreg, gua tujuan nya bukan disini, gua ditipu. Gua dikatain ciri" orang gak sukses bang, mudah mengambil kesimpulan (kayak materinya diawal). Bodo amat, akhirnya gua pulang hahaha.

    • hahaha... apa yang kamu alami itu skenario yang emang seringkali terjadi berulang-ulang. Keputusan kamu utk keluar saat itu sudah tepat. Kalo ada yang memaksa kita untuk segera mengambil keputusan keuangan dengan cepat, lebih baik tunda dulu, jangan serakah. Selalu ambil keputusan secara rasional. 🙂

  • afif umar

    untung yg bangkrut Mike Tyson,kalo Neil degrasse Tyson nanti siapa yg jadi Presnter Cosmos : a spacetime odyssey ?

  • Selamat!!! Anda adalah pengunjung ke 10.000! Anda berhak mendapat blablabla...

  • Sri Murdiani

    Wah pas banget bang. Artikelnya seperti biasa, mantavvv. Btw gue mau cerita nih, gue udh beberapa kali hampir masuk jebakan batman. Macem-macem deh produk yang nawarin janji manis semanis kadar gula darah dalam diabetes, wkwk.
    Pertama, bapak gue udh 5 th ikut salah satu bisnis MLM asal negara tirai bambu, yang berujung ortu gue sering bertengkar gak karuan di rumah, akhirnya dg tekad baja ibuk gue berhasil ngebujuk bapak buat berhenti bisnis itu dan syukurlah bapak gue sadar.
    Dan beberapa tahun kemudian lagi bapak gue nekat ikut bisnis MLM lagi, hasilnya ortu gue lagi bertengkar gak karuan, dan syukurlah bapak gue mau juga berhenti. Dan sampe sekarang ortu gue bisa saling berkoordinasi buat usaha makanan di rumah, syukurlah.

    Dan gue pernah bang paling parah, gue ditipu sma temen sekelas gue sendiri. Dia waktu itu nyuruh ngenterin benerin laptop di toko laptop di kota gue, eh gue malah diajak nyasar masuk ke prospek bisnis MLM yg ttg obat segala macem penyakitlah katanya. Dan gue hampir aja join, untunglah ortu gue yg udh berpengalaman gagal bisa stop gue. Gue prihatin karena bisnis itu banyak banget nyari anak anak sd dan smp yang mayoritas belum ngerti apa" buat join, dg kata" pamungkas katanya, "buat bahagiain ortu". Miris banget karena ujung"nya mereka harus ngerengek" ke ortunya buat minta uang pendaftaran mauk bisnis itu (yg ratusan ribus)

    Btw bang glenn, keep up buat artikel yg keren keren ya. Karena gue seneeeeng banget bisa ketemu tulisan bang glenn, ahayy. Apalagi kalo ketemu sama orangnya. 😉 cheers

    • Thank you Sri, atas apresiasinya, semoga tulisan gua bisa terus bermanfaat. 🙂

      Wah, ternyata praktek Ponzi Scheme memang masih menjamur ya sampai sekarang. Sedikit tambahan untuk sejarahnya saja. mekanisme jebakan money game ini pertama kali dijalankan oleh seorang bernama Charles Ponzi tahun 1920. Sejak saat itu, bentuk dan namanya suka berbeda-beda, ada yang diberi label investasi piramida, money game, investasi turunan, MLM, dll... tapi prinsip penipuannya selalu sama, yaitu penggelembungan asset turunan, untuk kemudian uangnya dibawa lari.

      tokoh yang paling sukses menerapkan jebakan Ponzi ini adalah Bernard Madoff, seorang stock broker yang berhasil menipu ratusan investor kelas kakap di Wallstreet US dengan jumlah kerugian hingga $18 milyar USD. Untungnya di tahun 2008, si Bernard akhirnya ditangkap & kena hukuman 150 tahun penjara.

      • Sri Murdiani

        Gila $18 milyar USD???
        Untunglah udh ditangkep juga ya Bang. Jadi sebenarnya bisnis MLM itu bukan suatu stategi marketing yang baik ya bang? Soalnya akhir2 ini banyak banget org nawarin MLM gitu, mulai produk kecantikan, obat, asuransi, macem2 deh.

        Gue akui pengetahuan gue masih cetek bgt ttg bisnis2 gini bang, gue pinginnya sih biar lebih tahu ttg beginian buat senjata ma perisai diri kalo ada prospek2 lagi di kemudian hari, biar gak kejebak. Kalo mau belajar biar tepat tuh enaknya mulai dari mana ya bang?

        • biasanya sih, bisnis MLM itu pada prinsipnya Ponzi scheme, bukan strategi marketing.

          Definisi dari marketing adalah aktivitas/upaya menjalin HUBUNGAN baik dengan customer. Kuncinya ada pada "menjalin hubungan", bentuk upayanya bisa jadi dengan memberikan produk/service yang berkualitas, layanan purna jual yang baik, garansi produk yang terjamin, customer care yang responsif, info/edukasi seputar produk, dll.

          Nanti seiring berjalan waktu, kamu juga hafal kok bisnis2 yang nipu atau bisnis yang beneran sehat. Untuk sementara, gua udah kasih bocoran tuh ciri-ciri khas bisnis yang nipu. Jadi kalo kamu nemu ada orang yang menawarkan sesuatu dengan ciri-ciri di atas, kemungkinan besar itu bentuk penipuan. 🙂

      • Sri Murdiani

        Btw bang, walaupun tokohnya udah ditangkep kok sistemnya masih aja ada ya? Sebenarnya ada larangan dari pemerintah ga sih ttg sistem marketing tertentu? Kok ttp aja masih banyak tawaran2 bisnis yang gak masuk akal berseliweran? Dan sebagai seorang pelajar apa yang bisa gue lakukan ya bang biar bisa membantu?

        Gue tunggu jawabannya bang

        • Ya, tokoh utamanya sih udah meninggal puluhan tahun yang lalu (Charles Ponzi meninggal 1949). Tapi mekanisme sistemnya udah diadopsi oleh penipu & calon penipu baru. Hal yang bisa dilakukan? Ceritakan saja ke teman-teman di lingkungan kamu tentang sejarah tentang ponzi scheme ini.

          biasanya sih kalo diaudit keungan, bisnis MLM itu cashflownya jelek, profitnya hampir ga ada, semua duit mengalir ke puncak tanpa ada kejelasan muter kemana. kalo bisnis yang sehat, aliran duit muternya jelas kemana. 🙂

  • M Syahman Samhan

    Point 1 dan 2 nya intro doang haha. Tapi as always, sangat bermanfaat. Thanks zenius blog

    • sebetulnya keseluruhan artikel ini bisa dibilang introduction terhadap ilmu ekonomi yang jauh lebih dalam dan kompleks. Semoga tetap bermanfaat & memicu untuk belajar lebih jauh! 🙂

  • Kaila Najila

    Maaf keluar dari topik.

    Bang, Glen. Gua kalau ngejawab soal matematika selalu lama dan ujung-ujungnya salah. Tapi gua selalu ingat konsepnya. Itu masalahnya dimana yak?

    • kurang banyak latihan soal 🙂

      • Kaila Najila

        Ok, bang. gua banyakin lagi deh ;p.

        • Kaila Najila

          Ngomong-ngomong.
          Buat tips baca buku dong. Dan, juga gua saranin aktivitasi kode voucher zenius bisa pakai nomor telepon, kayak FB. Mungkin aja ada yang nggak ngerti Gmail. ;p

          • Kaila Najila

            Atau sejenisnya.

          • Zulfikar Alfayed

            Masa ga ngerti gmail, email udah jadi salah satu komunikasi wajib sekarang buat anak SMA-Kuliah :v

          • Kaila Najila

            Iya sih, tapi kan ada anak SMP dan SD juga yang make.

  • githa larassati

    Bang glenn mau tanya dong, kalo misalnya saya ambil jurusan ilmu ekonomi itu penilaian matematika dan nilai ekonomi di sbm ngaruh ga sih?

    • ya ngaruhlah. semua nilai di mata pelajaran yg diujikan, ngaruh ke penerimaan sbmptn.

  • Puji

    Halo bg glen long time no see
    wah manfaat bggggdddd artikelnya bang , oh ya gue mau nanya nih bang bisa jelasin gak , oknum yg ngejual pin konveksi pokonya yg di line ,nyampah buangeeedddddttt.itu bisnis nya hampir sama kek MLM gak?bisnisnya tu kayak apanya , pasti itu jebakan spiderman ya haha
    thank's bang

    • salah satu cara paling PRAKTIS melihat apakah sebuah lembaga/gerakan/produk adalah penipuan atau bukan, tinggal google saja nama lembaga/gerakan/produk tersebut kemudian dikasih keterangan " .... penipu". Coba aja google seperti ini :
      - pin konveksi penipu

      telusuri hasil pencariannya sampai ke forum-forum yang pernah menggunakan program/produk tersebut. 🙂

    • btw kalo lo lihat salah satu posternya yg jualan pin konveksi itu persis banget sama ciri-ciri yg gua tulis di atas 🙂

      https://brbagi.com/wp-content/uploads/2016/06/pin-konveksi-gratis-download.jpg

      • Erald David

        Dipaksa kayaa :))))))
        Bang Glen cobak jadi konsultan di dunia per-bodong-an aja bang. Sapa tahu berfaedah 🙂

  • SAF

    eh gua baru banget semalem di undang acara semacam MLM gitu tapi skema nya gua akuin emang beda dari MLM kaya biasanya dan produknya itu propolis, pak Ridwan Kamil dan tokoh berpengaruh lainnya juga udah mengakui.
    nah gua dipanas panasin banget buat ikut, plus orang orang yang manasin gua itu udah ngebuktiin kalo dia sukses asli
    terus gua ini mesti ikut inves/join ke situ ga ya? gua bingung ey mohon sarannya bang Glenn..

    • salah satu cara paling PRAKTIS melihat apakah sebuah lembaga/gerakan/produk adalah penipuan atau bukan, tinggal google saja nama lembaga/gerakan/produk tersebut kemudian dikasih keterangan " .... penipu".
      contoh: coba aja google seperti ini :
      - propolis penipu
      - PT melia sehat sejahtera penipu
      - PT Melia Nature penipu

      kemudian lihat sendiri hasil pencariannya. Telusuri hasil pencarian itu sampai ke forum-forum penggunanya, dari situ lo bisa ambil kesimpulan sendiri apakah gerakan/produk itu penipu atau bukan. 🙂

  • Marzuki Ali

    Jadi tertarik dengan ekonomi padahal waktu klas 1 paling benci sama ekonomi nyampe tiap pelajaran ekonomi selalu diusir keluar gara2 bikin ulah mulu

  • rinaldi

    keren..

  • MugenDreamu

    tidak semua MLM itu skema penipuan, MLM yg benar2 MLM itu ada jg kok, cuma memang MLM itu tidak semudah yg digembar-gemborkan oleh distributorny, semua tetap butuh kerja keras dan proses.

    Yg sebenarnya skema penipuan adalah money game, klo mau tau cara bedakan money game dan MLM murni bagaimana, mngkin bisa di googling aja.

    ane dluny distributor MLM jg, tpi sdh gak lg skrng, walaupun gak sukses di MLM, tapi MLM kasih bnyk pelajaran buat ane, pengembangan diri dll. So jgn asal negatif dlu ya soal MLM. kasian distributor MLM murni yg mmng kerja keras dan kerja profesional dibidang tsb.

    Setelah baca artikel ini jdi dpt ilmu tmbhan soal ekonomi, mngkin ane termasuk salah satu orng gak tadiny "bodo amat, bukan bidang ane kll ekonomi mah" lol. tpi setelah baca ini, jdi pengen tau lebih bnyk jg soal ekonomi. Thanks for this usefull article.