Tentang Sistem Ujian CBT di UN dan SBMPTN

Tentang Sistem Ujian CBT di UN dan SBMPTN

Di jaman yang serba canggih ini, banyak banget kegiatan tradisional yang digantikan teknologi serba modern. Contohnya banyak banget, yang anget-anget misalnya ojek online yang udah mulai menjamur di beberapa kota besar, marketplace belanja online yang mendapatkan funding luar biasa gede dari para investor, termasuk media pembelajaran multimedia dari Zenius Education. Hehehe.

Nah sekarang ini sistem ujian di Indonesia juga sedang mengalami masa transisi dari sistem ujian tradisional ke sistem tes terkomputerisasi atau CBT (computer based test). Dimulai dari UN yang mulai tahun 2015 lalu sudah mulai diterapkan UN CBT, trus tahun ini sekolah peserta UN CBT ditambah lagi. Ga ketinggalan, di SBMPTN tahun ini juga mulai perlahan diterapkan SBMPTN CBT.

SONY DSC

Semakin luasnya penerapan CBT berarti semakin banyak pula siswa Indonesia yang akan menjalani sistem ini. Hal ini membuat kebanyakan siswa yang dari dulu udah adem-ayem aja terbiasa ngebuletin lembar jawaban dengan pensil 2B jadi kasak-kusuk mulai cari info tentang CBT. Ternyata nih, dari beberapa mention yang masuk ke twitter @zeniuseducation, masih banyak anak yang belum ngeh betul seperti apa sih sistem CBT itu.

"Seperti apa sih sistem ujian CBT itu? Apakah CBT selalu online? Trus kalo internetnya kuotanya habis gimana? Kalo mati lampu? Kalo internet down?"

Okay guys, sit back and relax. Pada artikel ini, gue akan memberi beberapa info yang udah gue kumpulin dari berbagai sumber dan pengalaman penerapan CBT UN tahun lalu. Gue harap informasi yang gue kasih bisa kasih lo gambaran tentang pelaksanaan CBT nanti, baik di UN maupun SBMPTN. Cekidot!

 

Apa itu CBT?

Screen Shot 2016-02-05 at 14.17.48

Sistem penyelenggaraan ujian secara umum dibagi menjadi 2: Tes Konvensional dan Tes Modern. Tes Modern ini nanti dibagi lagi menjadi linear CBT dan CAT. Apa sih bedanya?

  • Tes Konvensional: tes dengan menggunakan kertas dan pensil, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penilaian secara manual oleh tenaga manusia. Seluruh pelajar Indonesia pastinya udah familiar banget dengan cara ini.
  • Tes Modern: tes dengan menggunakan komputer (computer based test)
    • CAT: tes dengan menggunakan komputer, di mana program mampu memilihkan soal-soal yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan peserta ujian. Sistem tes CAT biasanya dipake untuk simulasi tes CPNS.
    • Linear CBT: tes dengan menggunakan komputer, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penilaian dilakukan secara otomatis oleh komputer.

Nah yang akan lo hadapi ketika UN dan SBMPTN nanti adalah Linear CBT, lebih akrab disebut CBT aja.

 

CBT Ujian Nasional

61170513

Karena penerapan CBT udah pernah dilakukan di Ujian Nasional 2015 lalu, gue mulai penjelasan dari CBT Ujian Nasional dulu ya. Informasinya lebih melimpah dibandingkan CBT SBMPTN. Gue rasa informasi penerapan CBT pada Ujian Nasional bisa kita pake buat meraba-raba pelaksanaan CBT di SBMPTN.

CBT UN atau resminya disebut sebagai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Sistem ini hadir dengan beberapa latar belakang, di antaranya untuk meminimalisasi kecurangan atau kebocoran soal yang kerap terjadi saat UN dan mengurangi biaya pelaksanaan UN dengan meniadakan distribusi soal dan lembar jawaban kertas.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UN CBT pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UN CBT dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Tahun 2016 ini rencananya akan dilaksanakan di 4441 sekolah yang terdiri dari 1022 SMP/MTs, 1314 SMA/MA, dan 2105 SMK. Kalo dibandingin dengan 2015, maka sekolah peserta UN CBT tahun ini meningkat 800%! Ke depan sih rencananya akan ditambah terus sekolah penyelenggara UN CBT.

Untuk mengetahui apakah sekolah lo akan menjadi salah satu peserta UN CBT, sekolah biasanya akan memberi kepastian sekitar bulan Maret. Menjelang pelaksanaan UN, sekolah juga biasanya akan menggelar beberapa kali try out UN CBT untuk membiasakan siswa dengan sistem ini.

Mekanisme Pelaksanaan UN CBT

Oiya, ga sedikit yang mengira kalo pelaksanaan CBT ini dilakukan secara online dan real time. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari segi teknis, seperti bagaimana kalo tiba-tiba mati lampu atau internet mengalami gangguan.

Screen Shot 2016-02-04 at 15.01.32

Pada kenyataannya, penyelenggaraan UN CBT saat ini menggunakan sistem semi-online. Maksudnya gimana tuh? Jadi, awalnya soal akan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal di sekolah-sekolah. Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah). Setelah semua jawaban siswa terkumpul di server lokal, barulah nanti dikirimkan ke server pusat secara online (upload). Jadi jangan takut internet mati, karena koneksi ke server sekolah tersambung offline. Selain itu, pemilihan sekolah yang akan ikut UN CBT mempertimbangkan kesiapan infrastruktur sekolahnya. Biasanya pihak sekolah sudah menyiapkan UPS untuk mengantisipasi mati lampu.

Jadwal UN CBT

CBT
klik gambar untuk memperbesar

 

UN CBT SMA dilaksanakan pada tanggal 4-12 April 2016. Sedangkan ujian CBT SMK dilaksanakan pada tanggal 4-7 April 2016. Karena keterbatasan tempat ujian, pelaksanaan ujian CBT dibagi menjadi 3 sesi setiap harinya.

  • Sesi 1: 07.30 - 09.30
  • Sesi 2: 10.30 - 12.30
  • Sesi 3: 14.00 - 16.00

Karena dalam satu hari dibagi menjadi 3 sesi, mata pelajaran yang diujikan dalam satu hari hanya satu aja. Akibatnya, pelaksanaan UN CBT memakan waktu 6 hari, jadi lebih lama dibandingkan UN PBT yang hanya makan waktu 3 hari. UN PBT bisa lebih ringkas karena dalam satu hari ujian, ada 2 matpel yang diujikan. Di sini ada kelemahan dan kelebihannya sih. Peserta UN CBT mungkin bisa lebih fokus belajarnya mengingat cuma ada 1 matpel dalam satu hari ujian. Tapi ujiannya jadi lebih lama. Ketika peserta UN PBT udah leha-leha, peserta UN CBT masih harus berjibaku dengan ujian. Hehehe..

Tampilan Ujian UN CBT

Saat UN CBT, siswa akan diberi ID dan password masing-masing. Setelah login ke aplikasi CBT, siswa akan diminta memasukkan token seperti password, misalnya WYZA4T. Token ini akan diberitahu oleh proktor di ruangan masing-masing saat ujian akan berlangsung. Setelah memasukkan token, klik "Mulai" dan soal akan muncul. Berikut beberapa contoh tampilannya.

UN CBT 1
http://www.widoajiwibowo.info/2015/02/ngintip-aplikasi-un-cbt-2015.html

 

nuerfajary.blogspot.com
nuerfajary.blogspot.com

 

tampilan un cbt
http://news.okezone.com/read/2015/04/02/65/1128130/tata-cara-un-online

 

Beberapa hal yang mesti diperhatikan tentang tampilan UN CBT:

Timer

Pada bagian atas halaman tes, peserta dapat melihat waktu sisa dari ujian yang sedang kamu kerjakan.

Navigasi soal 

Pada sidebar kanan, ada tombol nomor yang merepresentasikan nomor soal. Peserta tes bisa pindah ke soal-soal yang lain. Jadi untuk mengerjakan soal ga harus sesuai urutan. Tinggal klik aja tombol nomornya. Saat kalian sedang membuka satu soal, tombol nomor soal yang sedang kalian buka itu akan berwarna biru muda. Ini akan memudahkan kalian untuk mengetahui kalian sedang mengerjakan soal nomor berapa.

Menjawab soal 

Untuk menjawab soal, peserta tes dapat menggunakan mouse dengan mengklik tombol A-B-C-D-E yang terlihat pada gambar. Peserta juga dapat menjawab dengan menekan tombol keyboard A-B-C-D-E. Ketika peserta telah memilih satu jawaban, tombol nomor soal akan berubah warnanya menjadi abu-abu dan akan muncul indikator kecil jawaban di tombol nomor soal. Kalian bisa lihat pada gambar kedua, misalnya. Pada sisi kanan atas tombol nomor 1, ada tulisan C. Itu berarti si peserta telah menjawab soal nomor 1 dengan pilihan C. Walaupun demikian, kalian tetap bisa leluasa mengganti jawaban. Indikator akan berubah sesuai pilihan.

Perangkat 

Perangkat hardware yang digunakan dalam CBT UN sama dengan komputer biasa. Jadi hati-hati aja ya jangan sampe salah kepencet tombol keyboard-nya.

Setelah selesai, kita tinggal klik "Selesai" lalu Log Out. Kalau waktu masih tersisa dan kamu sudah selesai mengerjakan semua soal, kamu tetap bisa klik "Selesai" dan meninggalkan ruangan ujian.

Seperti yang udah gue sebutkan sebelumnya, sekolah akan mengadakan try out UN CBT untuk membiasakan siswanya dengan tampilan layar ujian. Sebenernya sih Balitbang Kemendikbud sempet punya website untuk melakukan testing CBT, tapi entah kenapa beberapa minggu terakhir websitenya udah ga aktif.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam UN CBT

  • Ujian dilaksanakan dalam 3 shift / sesi. Mungkin menjelang UN nanti, sekolah akan membagi lo dalam beberapa kelompok dan mengumumkan sesi yang akan lo jalani.
  • Soal yang muncul dalam UN CBT akan berbeda antar peserta tes, jadi sangat kecil kemungkinan terjadinya kecurangan seperti contekan atau bocoran. Biasanya seorang peserta tidak akan tahu dapat paket soal apa dan temannya dapat paket apa. Kadang-kadang ada soal yang sama, tapi pilihannya berbeda, urutan pilihan jawabannya berbeda, dan di nomor yang berbeda pula.
  • Paket soal UN CBT berbeda dengan paket soal UN PBT.
  • Jumlah soal dan waktu pengerjaan UN CBT sama dengan PBT.
  • Tingkat kesulitan soal CBT dan PBT sama.
  • Apabila dalam pelaksanaan UN CBT terjadi kendala teknis, maka akan dilakukan penjadwalan ulang sehingga peserta tidak akan hilang kesempatan untuk mengikuti ujian.
  • Hasil UN CBT tidak langsung muncul setelah peserta UN CBT selesai mengerjakan soal. Hasil UN CBT akan muncul bersamaan dengan pengumuman hasil UN PBT.

 

SBMPTN CBT

Ujian tertulis SBMPTN dilaksanakan dalam 2 sistem ujian, yaitu CBT (computer based test) dan PBT (paper based test). SBMPTN CBT dilaksanakan bersamaan dengan SBMPTN PBT yaitu tanggal 31 Mei 2016.

Lo bisa milih apakah akan melaksanakan ujian tertulis SBMPTN secara CBT atau PBT. Jadi sekali lagi gue tegaskan ya, lo sendiri yang milih apakah lo mau ikut sistem PBT atau CBT. SBMPTN CBT 2016 ini dilaksanakan di 16 PTN lokasi tes. Jadi memang tempat tes CBT masih terbatas banget. Buat lo yang minat dengan SBMPTN CBT sih, gue saranin daftar di awal-awal periode pendaftaran.

Untuk rangkaian kegiatan SBMPTN CBT, sampai saat ini belum ada info resmi dari panitia seperti apa, jadi gue belum bisa ngasih info lebih. Apabila udah ada info lebih lanjut, artikel ini akan gue update. Untuk mekanisme pelaksanaannya sendiri, gue rasa ga akan terlalu beda jauh dari penerapan UN CBT.

Jadwal SBMPTN CBT dan PBT

Kegiatan Tanggal
Pendaftaran CBT dan PBT 25 April - 20 Mei 2016
Ujian Tulis CBT dan PBT 31 Mei 2016
Ujian Keterampilan 1 dan/atau 2 Juni 2016
Pengumuman Hasil 28 Juni 2016

 

Pro & Cons

Karena penentuan keikutsertaan SBMPTN CBT atau PBT terletak pada pilihan pribadi, beberapa saat setelah pengumuman, banyak banget anak yang nanyain:

"Mending ikut SBMPTN CBT atau PBT nih?"

Sebenernya sih hal ini sangat tergantung pada masing-masing anak. Antara ikut CBT atau PBT, pilihlah sistem yang paling membuat lo nyaman dan mana yang paling membuat lo merasa optimal ngerjainnya. Untuk tau lo nyamannya pake sistem apa, gue saranan lo untuk jajal terlebih dahulu kedua sistem tersebut.

Untuk menjajal sistem paper based-test, kalian bisa ikut TO di tempat bimbel atau TO event tertentu. Kalian juga bisa bikin TO PBT sendiri. Lembar jawaban komputernya bisa kalian minta ke tempat bimbel atau bisa kalian donlot dan print sendiri. Kalian tinggal gugel aja "lembar jawaban komputer". Glenn udah nulis panjang lebar buat kalian yang butuh info gimana caranya bikin TO mandiri: Penting gak sih TRY OUT dalam persiapan SBMPTN?

Untuk menjajal sistem computer based-test, kalian akan beruntung kalo sekolah kalian akan ikut UN CBT. Jadi kalian bisa ikut TO UN CBT dari sekolah. Untuk kalian yang sekolahnya ga ikut UN CBT atau Alumni yang udah lulus, sebenernya Balitbang Kemendikbud sempet punya website untuk melakukan testing CBT. Entah kenapa udah beberapa minggu ini ga aktif. Tapi gue saranin, lo simpan aja dulu linknya. Siapa tau beberapa hari ke depan, situsnya udah berfungsi lagi dan bisa lo jajalin deh tuh langsung sistemnya.

Zen juga udah pernah nanyain nih ke timeline twitter mengenai pertimbangan teman-teman kalian dalam memilih PBT atau CBT. Berikut ini beberapa jawaban mereka:

#teampbt

  #teamcbt

Sebenernya banyak sekali mention yang masuk, setelah gue rangkum, kira-kira kesimpulannya seperti ini:

(+) Keunggulan sistem ujian CBT

  • Meminimalisasi human error
  • Lebih efisien, misalnya dalam pengisian biodata atau jawaban
  • Lebih santai, ga takut kertas ujian sobek atau basah

(-) Kelemahan sistem ujian CBT

  • Bagi yang ga terbiasa berada di depan komputer, mungkin mata akan capek bila mantengin monitor selama beberapa jam
  • Tidak bisa coret soal. Meski nanti akan dikasih kertas HVS, tapi banyak anak yang udah terbiasa corat-coret di soalnya langsung

(+) Keunggulan sistem ujian PBT

  • Sebagian besar sudah terbiasa dengan sistem PBT
  • Bisa langsung corat-coret di kertas soal

(-) Kelemahan sistem ujian PBT

  • Proses penghitaman jawaban memakan cukup banyak waktu
  • Lebih repot kalo mau ganti-ganti jawaban

****

Okey, demikian sekilas gambaran umum mengenai sistem ujian CBT di UN dan SBMPTN. Moga-moga artikel singkat di atas bisa memberi lo gambaran ataupun pertimbangan tentang tes yang akan lo jalani dan pilih nanti.

Referensi:
http://unbk.kemdikbud.go.id/index.php
http://www.widoajiwibowo.info/2015/02/ngintip-aplikasi-un-cbt-2015.html 
http://www.slideshare.net/Areke/sekilas-tentang-un-dengan-cbt
http://www.kompasiana.com/leviana/curahan-hati-peserta-un-cbt-2015_5538a9b36ea8341968da42d1
foto banner: http://smubatik1-slo.sch.id

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Ari soal UN CBT dan SBMPTN CBT, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Ari Candra adalah Social Media Manager Zenius yang bertanggung jawab untuk semua akun social media Zenius Education seperti twitter, facebook, instagram. Saat ini Ari juga aktif mengurus berbagai portal web info pendidikan Indonesia, termasuk akun twitter info_SNMPTN. Ari merupakan lulusan spesialisasi D-III Akuntansi Pemerintahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
 

Follow Twiiter Ari di @aricandra

  • Mhd Ryan Pranata

    16 PTN itu bisa di lihat dimana bg?

    • Ari Candra Arista

      Saat ini belum, nanti ketika daftar akan diperlihatkan lokasi mana yang tersedia SBMPTN CBT

      • Mhd Ryan Pranata

        Bang Ari , gini nih saya masih kurang paham dengan pemilihan PTN .
        Kan nanti pada SBMPTN nanti saya pilih ITS , UIN SUKA , dan UNSYIAH .
        Saya nanti mengambil PAnlok di Medan . Apakah boleh saya tidak memilih
        PTN dimana tempat saya ujian itu (unimed, usu) karena saya pilih Unsyiah
        karena di wilayah I juga. Makasih bg , mohon di jawab 🙂

        ITS ( Wilayah III )
        UIN SUKA ( Wilayah II )
        UNSYIAH ( Wilayah I )

  • mantep, tapi tingkat keamanannya dari aksi peretasan harus diperhatikan.

  • M Syahman Samhan

    kalau dilihat dari perbandingan keunggulan dan kekurangannya, mungkin suatu saat pakai semi CBT, di mana soal pakai kertas tetapi jawaban diinput ke komputer. Jadi bisa corat coret soal, tidak takut kertas jawaban sobek, dan tidak boros waktu menghitamkan jawaban 😛

    • Ari Candra Arista

      Leh uga idenya :p

  • fadhil

    berarti yang dinyatakan lulus snmptn bisa ikut sbmptn cbt? kan beda tanggalnya sama daftar ulang snmptn.

    • beel

      iya nih bingung gue,enak amat kalau gitu

    • Ari Candra Arista

      Harusnya bisa, tapi harusnya juga pemerintah punya kontrol gimana agar peserta yang lolos SNMPTN ga ikut lagi SBMPTN. Saat ini belum tau sih rencananya pemerintah.

  • beel

    jadi kalau PBT dan CBT waktunya nggak bersamaan bisa ikut dua-duanya?

    • Ari Candra Arista

      Sejauh ini gue belum ada bayangan gimana caranya pemerintah mengantisipasi hal semacam ini. Kalo melihat sistem pendaftaran tahun lalu sih, satu orang bisa punya nomor pendaftaran SBMPTN lebih dari satu.

      • Arie

        Di websitenya, CBT dan PBT sudah diubah pelaksanaannya dan sekarang sudah dilaksanakan serentak 31 Mei 2016

        • beel

          oh iya udah berubah ternyata, thanks infonya !

  • Falah Akbar

    bisa di remote ga ya sistemnya :v

  • Bang,coba share gimana cara nentuin nilai mati di USM STAN dong, biar kalo TO Mandiri bisa ngitung sendiri scorenya, makasii 😀

    • Ari Candra Arista

      Tunggu aja blog tentang STAN bulan Februari ini ya 🙂

      • Yap,ditunggu bang, sama rekaman soal soal usm stan jg kalo bisa hehe :)))))

  • SALAM SUKSES ZENIUS 🙂

  • bayu

    bang boleh minta emailnya? mau nanya soal jurusan 😀

  • Adi Satria

    mas Ari, kira-kira kalo Ujian CBT 3 hari itu berarti, hari ke-1 TPA, ke-2 mtdas,bing,bind, ke-3 saintek. Masa kayak gitu? @aricandraarista:disqus

    • Ari Candra Arista

      Tebakan gue sih hari pertama TKPA, hari kedua TKD Saintek, hari ketiga TKD Soshum. Tapi resminya nunggu pengumuman ketika pendaftaran dibuka aja.

      • Adi Satria

        okeee makasi mas.

        • Ari Candra Arista

          Update terbaru SBMPTN CBT dan PBT dilaksanakan pada hari yang sama. Jadi secara hampir keseluruhan sama.

  • Bela

    kak kenapa ya ada beberapa video yg nggak bisa di play? *outoftopic

    • Ari Candra Arista

      setelah login, masuk ke menu profile di zenius.net/profile lalu ubah settingan HTML5 ke FLASH

      • Bela

        Kak punten, mau minta saintek biologinya yg ka pras dibanyakin. Bisa nggak ya?

      • Bela

        Kak gimana nih. Aku ketrima di ptn yg jauh Dari orangtua. Kuliah nggak nyaman. Jadi nggak fokus kuliah. Kalau pindah kampus yg deket orangtua gimana kak (prodi sama) ? Apakah harus ikut sbm lagi? 🙁 makasih Kak sebelumnya

  • trimardiah

    Bg kalau daftar deluan sbmptn itu bener engga sih bisa nentuin dimana testnya? Mohon dibales ya bg, udah nyari info tapi engga dapat 🙁

    • Ari Candra Arista

      Iya bisa, asalkan sewilayah dengan salah satu PTN pilihanmu.

  • Indah Wahyu Puspita Dewi

    buat yg berkacamata kyk aku kayanya mending CBT deh, kalo PBT kan make scanner yah. Takutnya human error trus keluar garis pas ngebuletinnya. :')

  • Asep Supriyadi

    Bang saya lulusan smk tahun 2014, pengen belajar di zenius buat sbmtpn taun ini, gimana caranya ya? 2 tahun ga nyentuh buku, ga tau harus mulai dari mana.

  • Alifah Dimar Ramadhina

    kak mau nanya dong, kalo misalnya d sbmptn pilihnya kedoteran unila, kedokteran unsri, kedokteran unand. nah unsri unila unand itu kan di wilayah I semetara saya bertempat tinggal di bengkulu yang juga wilayah I apakah bisa kak kalo test nya di bengkulu? atau mesti di palembang , padang atau lampung? yang lain kalo ada yg tau tolong bntu juga jawab yaa, plisss respond :((

    • Marfelinda

      Kalo semua pilihannya di wilayah I macam kakak ini, testnya juga harus di wilayah I. Ga perlu ke Palembang, Padang, Lampung buat tesnya, dari Bengkulu bisa kok. Yang penting wilayahnya sama.

  • Hawa

    klo ujian CBT dikasih kertas buat corat coret brp lembar ? Takutnya ga cukup

  • Magicwithme

    udah beberapa kali simulasi un dan To komputer memantapkan saya untuk berjuang diatas kertas saat SBMPTN nanti
    #Gabiasa #Norak #TeamPBT

  • Antonius

    ada grup line bagi pejuang SBMPTN 2016 ga?

  • Thristan Adhyasta Kanaya

    ana ikut CBT dah kek nya sebuah tantangan baru...

  • bang, Lagi galau nih. mau nanya bikin urutan pilihan untuk SBMPTN besuk. Kira-kira kalo 1. Teknik Informatika ITS dan 2 nya Matematika ITS Gimana bang? :D, apa ada yang salah, atau sudah benarkah gitu, atau mungkin ada kasih saran bang hehe. Please dijawab ya bang

  • Mia Asmi Anggita

    Kak kenapa pembahasan soal soal sbmptn nggk bisa di akses ya?

  • Naufal Ramadhan

    sistem penilaian sbmptn tuh yang resminya gimana sih? saya baca di buku bimbel Ganesh* Operatio* katanya tiap mapel mimiliki bobot 10% (kecuali TPA,TPA bobotnya 30%). Tapi setelah saya browsing di internet ada juga yang bilang kalau TKPA (TPA,B.indo,B.Ing,MatDas) bobotnya hanya 30% dr total skor sedangkan TKD Saintek/Soshum berbobot 70%. Jadi yang benar seperti apa sih sistem penilaian SBMPTN itu? siapapun yg bisa jawab mohon pencerahannya dong

  • nahar happyana

    aku pas pertama ngerjain,bukan klik *selesai pas udah selesai,tapi malah klik logout langsung,jadinya langsung keluar,nah terus disuruh log in lagi,baru aku klik selesai,terus log out,nah aku mau nanya,jawaban ku tetep sama seperti yg aku pilih atau malah berubah berubah yah ? mohon dijawab:(

  • nahar happyana

    aku pas pertama ngerjain,bukan klik *selesai pas udah selesai,tapi malah klik logout langsung,jadinya langsung keluar,nah terus disuruh log in lagi,baru aku klik selesai,terus log out,nah aku mau nanya,jawaban ku tetep sama seperti yg aku pilih atau malah berubah berubah yah ? mohon dijawab:(

  • vina el

    bg bgusnya dftar sebelum tau hasil snmptn atau sesudah tau hasilnya, klo lulus snmptn kan gak dftar sbm lagi (?) 😀

  • maria lorencia

    Bang mau nanya, kalau semisal saya ambil ITS untuk pilihan sbmptn saya. Tapi saya tes nya di UNAIR, apakah itu boleh?
    Mohon dibantu. Terima kasih. Fighting!

  • Fahri Tri Setio

    kak saat saya UN masih PBT dan nyaman karena ruangan AC, kemarin saya ikut TO lokasi di gor dan apa yang terjadi saya keringetan parah karena panas dan kipas angin cuman ada dibagian bawah (saintek) sedangkan soshum di tribun. Minta pendapatnya ka, SBMPTN nanti lebih baik saya CBT/PBT ? saya masih mikirin itu setelah keluar dari gor "cbt pbt cbt pbt". bytheway thanks zen kemarin to lancar lah berkat sering latihan dan pembahasan.

  • Ahmad Ghufron

    Min ni q juga lagi menyoroti program terkait evaluasi program beasiswa santri berprestasi (PBSB) yang udah berjalan 10 tahun menggukan kertas dan di tahun 2016 sudah mulai beralih ke CBT karena lebih efisien dan efektif hemat biaya dan waktu, dulu ketika menggunakan kertas apa lagi ketika penggandaan harus ada yang mengawasi proses ini agar tdk bocorr dan lagi soal di jaga sedemiikian ketatnya tp setelah pelaksanaan entah jadi apaan tau, dan bahkan ketika pendistribusian soal pengiriman soal lewat udara melebihi kapasitas kargo kan setiap orangnya jatahnya terbatas cuma berapa kg gitu lupa dan akhirnya kena biaya tambahan (itu gak ada anggarannya lho kita sendiri yang nalangin), belum lagi ngangkat2 soal yang begitu banyaknya masya Allah..... jadi memang CBT lanjut deh.

  • Zahra Hanifa S

    Kak mau tanya, kalau CBT SBMPTN apakah bisa mengosongkan kembali jawaban yang sudah diisi? atau hanya bisa diganti dg jawaban lain saja?