UTBK Fest: Tips Memilih Organisasi Kampus dan Berkarier Sesuai Passion

tips memilih organisasi dan tips memulai karir sesuai passion

Halo, para pejuang UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)! Selain persiapan UTBK, apalagi nih kegiatan yang elo tekuni? Ada yang masih sibuk dengan urusan-urusan organisasi di sekolah nggak, nih?

Kesibukan seperti itu bakal elo temui juga nanti di dunia perkuliahan, lho. Elo bakal disuguhi banyak sekali pilihan wadah untuk berorganisasi. Apa, sih, tips memilih organisasi di kampus? Narasumber UTBK Fest kali ini bakal membantu elo menemukan jawabannya.

Elo pernah dengar istilah “kura-kura” alias kuliah-rapat-kuliah-rapat? Istilah ini cocok banget buat Nada Zharfania, lulusan Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung angkatan 2016, sekaligus mantan Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) ITB periode 2020-2021.

Di acara UTBK Fest yang bertajuk Alumni & Career Days pada Selasa (01/02/2022), Nada berbagi cerita soal pengalaman organisasinya yang seru banget! 

Selain cerita soal organisasi, gue juga mendapatkan cerita menarik soal cara mulai berkarier dari dua narasumber kece: Ingga Nasution, lulusan Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI), kini berkarier di salah satu perusahaan investment bank Big 4; serta saudara kembarnya, Anggi Nasution, alumni Jurusan Manajemen di UI dan kini berkarier di bidang brand marketing.

Yuk, simak selengkapnya!

Tips Memilih Organisasi dan “Cinta Mati”nya pada Lingkungan

Dulu, Nada sempat tinggal di Jerman hingga kelas 1 SD. Sepulangnya dari sana, Nada merasakan kondisi lingkungan yang sangat timpang antara Jerman dan Indonesia, terutama masalah pengelolaan sampah.

“Aku kaget banget, selama 4,5 tahun melihat kondisi lingkungan (Jerman) sampai ke Indonesia itu timpang banget. Nah, dari situ aku jadi bertanya aja, sih, kok bisa ya hidup dengan realita yang berbeda begini padahal kita sama-sama satu Bumi, dan aku ingin ngurangin gap realita itu biar semua bisa ngerasain hidup di lingkungan yang sehat dan bersih di manapun dia berada.”

Nada Zharfania, Teknik Lingkungan ITB 2016

Berangkat dari cara pandangnya itu, Nada mulai mengikuti organisasi lingkungan berskala nasional maupun internasional sejak SMP. Enggak cuma itu, karena keaktifan dan ketertarikannya terhadap masalah lingkungan, Nada pernah menjadi Duta Sanitasi yang diangkat langsung oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Dia bahkan menjadi delegasi di salah satu konferensi lingkungan terbesar di dunia, yaitu COP 17 (United Nations Climate Change Conference) di Durban, Afrika Selatan.

Saat masuk Jurusan Teknik Lingkungan di ITB, jiwa pecinta lingkungan dalam diri Nada semakin terpanggil. Saat banyak orang yang bilang kalau kuliah mending fokus belajar saja, justru Nada berpikir lingkungan kampus inilah yang bisa menjadi tempatnya mencoba hal-hal baru. Menurutnya, saat menjadi mahasiswa, kita masih bisa dimaklumi saat membuat kesalahan demi kesalahan saat bereksperimen. Namanya juga mahasiswa. Kalau sudah di dunia kerja? Wah, itu sih sudah beda cerita.

Nah, kalau Avatar cuma menguasai empat elemen Bumi, tapi Nada menguasai lebih banyak elemen kemampuan dalam berorganisasi!

Sejak tahun pertama kuliah, Nada aktif ikut berbagai kegiatan kampus kayak himpunan, tim kajian sosial politik, jadi Kepala Departemen Keilmuan di Gerakan Karya Inovasi, sampai bisa menjadi Presiden KM (Keluarga Mahasiswa–setara BEM).

Tapi ikut organisasi pas kuliah itu, bukannya sulit ya? Terutama untuk mengatur waktunya.

Nah, bagaimana caranya ikutan organisasi tapi kuliah nggak jadi korban? Biar nggak bentrok dengan jadwal kuliah, Nada kasih tips memilih organisasi sesuai kebutuhan masing-masing. Perhatikan dulu pola organisasinya, apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek, dan seberapa sulit posisi yang akan elo pegang. 

Nah, setelah mengenali organisasinya, baru deh setelah join elo bisa bikin schedule. Kalau Nada, biasanya membuat alokasi waktu mingguan. Pembagian waktu yang seimbang ini cukup penting, lho. Soalnya selain jadwal dan kegiatan elo jadi jelas, orang tua juga bisa melihat meskipun elo sibuk kegiatan, tapi kewajiban kuliah nggak ketinggalan.

Baca Juga: Ngejar IPK Tinggi atau Aktif Organisasi/Kepanitiaan?

Memang seberapa penting ikut organisasi pas kuliah?

Menurut Nada, tanpa pernah berorganisasi, kita nggak akan pernah tahu kalau dunia lebih luas dari yang kita bayangkan dan ada banyak hal yang bisa dijelajahi. Lewat kegiatan yang dijalaninya, Nada banyak berproses ke level yang lebih tinggi. Kalau dulu di SMP ikut organisasi karena rasa ingin tahu, di kuliah Nada mengubah tujuannya menjadi ingin berkontribusi secara langsung.

“Biar Zenius banget, jangan puas dengan jago tambah-kurang doang, tapi tantang diri juga buat bisa kali, bagi, nanti lama-lama minta integral, trigonometri, dan lain-lain.”

Nada Zharfania
Infografis Tips Berorganisasi
Infografis Tips Berorganisasi

Cara Berkarier sesuai Passion

Nah, kalau tadi Nada bagi-bagi tips memilih organisasi, Anggi dan Ingga mengajak kita merenungi passion sebelum memilih karier. Keduanya pun sependapat sama Nada kalau pengalaman berorganisasi sangat penting. Banyak banget manfaat ikut organisasi saat kuliah: elo bisa membangun koneksi dengan banyak orang; serta mendapatkan soft skill seperti kepemimpinan, berpikir secara logis, dan yang terpenting menurut Anggi, yaitu problem solving.

Nah, soft skill seperti ini yang nantinya akan berguna banget di dunia kerja.

Tapi kalau sudah merasa cukup di soft skill, gimana caranya memulai karir? Apalagi buat yang baru lulus?

Anggi berpendapat, sebelum memulai karir, elo harus pastikan dulu apa nih yang jadi tujuan elo dalam hidup. Misalnya, elo punya cita-cita untuk jadi entrepreneur, rasanya akan sulit kalau langsung memulai bisnis. Jadi, Anggi menyarankan untuk mencari pengalaman dulu, nih, kayak misalnya bekerja di bidang marketing atau manajemen supaya elo bisa tahu dunia bisnis itu kayak apa dari sudut pandang yang berbeda.

Atau elo juga bisa mulai cari tahu apa passion elo. Kayak Anggi, saat kuliah dia menemukan ketertarikan di dunia manajemen dan punya tujuan akhir untuk memberikan sesuatu yang impactful atau bermanfaat ke orang-orang.

“Kalau misalkan aku pribadi, sebenarnya tujuan akhirnya aku pengen sesuatu yang aku bikin itu bisa valuable buat orang-orang banyak dan ngasih impact yang positif, yang mana salah satunya caranya mungkin yang sekarang aku lakuin adalah ngasih value lewat brand-brand sama produk yang aku jual. Jadi, bener-bener belajar di company aku sekarang caranya bisa deliver positive impact lewat produk yang aku jual.”

 Anggi Nasution

Kalau Ingga agak berbeda, nih, karena kariernya agak keluar jalur dari jurusannya. Sebelum menjalani di bidang finance seperti sekarang, Ingga pernah menjadi data analyst di perusahaan lain, lho.

Saat itu, Ingga memang merasa passion-nya ada di bidang ini. Tetapi, Ingga justru menemukan ketertarikan lain di bidang keuangan karena bidang ini sering beririsan dengan pekerjaannya sebagai data analyst. Dari sana, Ingga menemukan hal baru yang menarik perhatiannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk berpindah karir dari analis data menjadi pekerja di bidang keuangan.

“Sebelum itu aku ngerasa udah punya passion, tapi beberapa tahun lalu aku ngerasa kok passion aku berubah, ya? Aku ngerasa lebih yakin sama jalanku yang sekarang dibandingkan yang dulu.”

Ingga Nasution

Jadi, kalau elo mengira passion itu cuma ada satu seumur hidup, itu enggak benar. Kayak kasusnya Ingga yang dulunya merasa dia cocok di satu profesi, rupanya di tengah jalan ada hal lain yang lebih menarik dan meyakinkan buat dia. 

Ini juga bisa terjadi sama siapa aja, lho. Bahkan saat kuliah juga ada yang merasa passion-nya berubah dan akhirnya pindah jurusan.

Nah, kalau hal kayak gini nantinya terjadi di elo, elo nggak perlu khawatir. Ingga juga menambahkan, timeline setiap orang itu beda-beda. Jadi, elo jangan pernah takut untuk mencoba dan mencari hal baru sampai elo merasa kalau itu hal yang memang mau ditekuni.

Kurang lebih begitu kisah dari para narasumber UTBK Fest soal organisasi dan cara memulai karir. Masih banyak cerita menarik lainnya dari alumni dan tentang dunia karir di rangkaian UTBK Fest berikutnya. Pantengin terus di link ini!

Bagikan Artikel Ini!