Mengenal Klasifikasi dan Jenis-Jenis Laut – Materi Geografi Kelas 10

jenis-jenis laut

Hai, Sobat Zenius! Pasti elo udah tahu kan, kalau negara kita ini merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan atau lautan. Tapi elo udah kenal belum sih, sama perairan laut? Udah tahu belum klasifikasi dan jenis-jenis laut? Nah, kalau belum terlalu kenal, tenang aja, gue bakal kenalin elo lebih dalam lagi tentang laut di materi kita kali ini. So, nggak lama-lama, simak yuk artikel berikut!

Konsep Dasar Air Laut

Seperti yang udah elo ketahui, laut merupakan sekumpulan air yang ada di permukaan bumi dan menghubungkan ataupun memisahkan satu benua dengan benua lain, ataupun satu pulau dengan pulau lain. Air laut merupakan kumpulan air asin yang terdiri dari 96,5% air murni dan 3,5% materi lainnya, makanya ketika elo main ke pantai dan nggak sengaja minum air laut, rasanya itu asin. Ya karena emang air laut itu bukan air yang bisa digunakan untuk konsumsi. 

Jenis-Jenis Laut

Jenis laut berdasarkan kedalamannya
Jenis Laut Berdasarkan Kedalamannya (Arsip Zenius) 

Laut ini ternyata terdiri dari beberapa jenis, lho. Nah, gue bakal bahas satu-satu nih jenis-jenis laut, antara lain:

  1. Jenis Laut Berdasarkan Kedalamannya
  • Zona Litoral

Pernah nggak, elo ke pantai? Nah, tempat yang biasa elo pakai buat santai main-main di pantai itu namanya adalah zona litoral, di mana ia memiliki kedalaman 0 meter. Zona ini merupakan wilayah pasang surut, yaitu wilayah yang ketika pasang itu akan tenggelam dan ketika surut dia akan muncul. 

  • Zona Neritik
Jenis laut
Zona Neritik (Arsip Zenius) 

Selanjutnya nih ada zona neritik. Zona ini bakal elo jumpain kalau elo diving, elo bisa ngeliat ikan-ikan, atau terumbu karang dan yang lainnya pada zona ini. Wah, pasti indah banget, ya. Kedalaman zona neritik ini maksimal 200 meter, sehingga sinar matahari masih dapat tembus dan membantu makhluk hidup tetap bisa bertahan hidup pada zona ini. 

  • Zona Batial

Masuk ke zona yang lebih dalam lagi, kita masuk ke zona batial. Dalam zona ini kehidupan mulai terbatas, karena sinar matahari mulai susah nih buat tembus ke sini. Kedalaman dari zona ini adalah 200-1800 meter dan udah masuk ke zona laut dalam. 

  • Zona Abisal

Nah, yang terakhir atau yang paling dalam adalah zona abisal. Zona abisal merupakan laut dengan kedalaman lebih dari 1800 meter. Dalam laut ini kehidupan sangatlah terbatas, karena sinar matahari udah nggak tembus lagi, nih. Hanya beberapa makhluk hidup dengan spesifikasi khusus yang dapat bertahan hidup dalam zona ini. Tekanan air dalam zona ini juga sangat tinggi, karena seperti yang elo tahu semakin dalam laut maka tekanan airnya juga semakin tinggi. Gimana, berani nggak buat nyelam sampai sini? Kalau gue sih, nggak dulu. 

  1. Jenis Laut Berdasarkan Terjadinya
  • Laut Transgresi

Laut transgresi atau laut meluas merupakan laut yang meluas karena pengaruh pencairan es. Contohnya terjadi di Laut Jawa dan Laut Arafuru.

  • Laut Ingresi
Jenis laut regresi
Proses terjadinya laut ingresi (Arsip Zenius) 

Laut ingresi atau laut tanah turun, penurunan pada laut ini terjadi karena adanya penurunan tanah yang disebabkan oleh tenaga endogen. Contohnya terjadi di Laut Aceh dan Laut Jepang. 

  • Laut Regresi

Laut regresi atau laut menyempit, merupakan laut yang terjadi karena sedimentasi laut yang tinggi. Contohnya terdapat di Laut Flores. 

  1. Jenis Laut Berdasarkan Letaknya
  • Laut Tepi

Laut tepi merupakan laut yang terletak di tepi benua, laut ini seakan-akan terpisah oleh sederetan pulau. Contohnya adalah Laut Cina Selatan.

  • Laut Pertengahan

Laut pertengahan, merupakan laut yang terletak di antara benua-benua. Contohnya adalah Laut Mediterania

  • Laut Pedalaman 

Laut pedalaman merupakan laut yang terletak di tengah-tengah benua. Contohnya adalah Laut Kaspia. 

Jenis laut Laut Kaspia
Laut Kaspia (Dok. Google Maps) 

Gimana sih, cara laut-laut itu terbentuk? Nah elo bisa kepoin prosesnya lebih lengkap lagi dengan klik banner di bawah ini, ya!

Pelajari materi Geografi di video materi belajar Zenius

Wilayah Dasar Laut 

Penasaran nggak sih, sama bentuk dasar laut itu kayak apa? Sama seperti permukaan bumi, dasar laut juga pasti memiliki relief, yang bentuknya sih sebenarnya hampir sama dengan yang ada di permukaan bumi. Pembentukan relief yang ada dalam dasar laut ini terjadi akibat adanya tenaga yang mempengaruhi pembentukan muka bumi. Tenaga tersebut adalah tenaga endogen (berasal dari dalam bumi) dan tenaga eksogen (berasal dari luar bumi). 

Akibat dua tenaga tersebut menghasilkan bentuk relief yang beragam baik di daratan maupun di dasar laut. Apa aja sih relief yang ada di dasar laut? Relief yang ada di dalam dasar laut, antara lain: 

  • Landasan benua (continental shelf), merupakan daratan luas di dasar laut dangkal yang melandai dengan kedalaman rata-rata 200 m yang terletak di sepanjang pantai atau di tepi benua. 

Contoh: Dangkalan Sahul yang terletak di antara Benua Australia dan Pulau Papua, Dangkalan Sunda yang terletak di antara Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

  • Gunung laut, merupakan gunung yang dasarnya di dasar laut dan puncaknya bisa menjulang sampai di atas permukaan laut. 

Contoh: Gunung Krakatau.

  • Palung laut (trench), merupakan dasar laut yang sangat dalam, panjang, sempit, mempunyai dinding yang terjal dan curam dengan kedalaman lebih dari 5.000 m. Palung laut terbentuk akibat ingresi terus menerus dan membuat semakin dalam. 

Contoh: Palung Mariana.

  • Guyot, merupakan bekas gunung api yang puncaknya datar dan tenggelam karena tererosi.
  • Lubuk laut atau basin, merupakan dasar laut yang bentuknya cekung oval yang tidak terlalu dalam seperti lembah di dasar laut. Diakibatkan penurunan dasar laut yang dapat disebabkan oleh lipatan.
  • Atol, merupakan pulau karang di laut yang bentuknya menyerupai cincin yang besar. Di bagian tengahnya terdapat lautan dangkal yang dinamakan laguna.
  • Pematang samudra (Ridge), merupakan dasar laut yang dangkal, memanjang, dan sempit serta di kanan kirinya terdapat laut dalam. 

Contoh: Pematang samudra di Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

  • Lereng benua, merupakan penurunan dasar laut yang terjadi secara mendadak di perbatasan landas benua dan laut dalam.
  • Jendul benua (continental rise), merupakan bagian dari benua yang langsung berbatasan dengan dasar laut. Lereng benua memiliki kemiringan lereng secara bertahap (menjadi lebih datar). 
  • Dasar samudera (ocean floor), merupakan wilayah samudra yang memiliki kedalaman sekitar 1.800 meter dengan relief yang pada umumnya berbentuk datar.

Contoh Soal dan Pembahasan

Gimana? Udah jelas belum materi kali ini? Biar elo makin paham gue kasih contoh soal, ya!

  1. Laut Jawa merupakan salah satu contoh dari laut transgresi. Laut Jawa ini luasnya dapat bertambah. Apa penyebab bertambahnya luas laut ini?

A. Peregangan dasar laut

B. Gerak lempeng divergen

C. Pencairan es akibat peristiwa interglasial

D. Terjadi penurunan suhu bumi

Jawab: C. Pencairan es akibat peristiwa interglasial

Pembahasan: Penyebab Laut Jawa bertambah luas adalah peristiwa interglasial yaitu peristiwa naiknya suhu bumi dan mengakibatkan pencairan es sehingga permukaan air laut menjadi meningkat. Dampaknya beberapa wilayah yang rendah akan terisi oleh air laut contohnya daratan Sundaland yang tergenang menjadi bertambah luasnya Laut Jawa. Nah, udah selesai nih, materi kita kali ini, semoga elo makin tercerahkan, ya. See you!

Baca Juga: Profil Tanah dan Lapisan Horizonnya – Materi Geografi Kelas 10

Bagikan Artikel Ini!