Cara Menghitung dan Contoh soal PPh 21

Contoh Soal PPH 21, Rumus & Cara Menghitung – Materi Ekonomi Kelas 11

Halo sobat Zenius, balik lagi sama gue Rahma! Di artikel kali ini gue bakal membahas mengenai contoh soal PPh 21 kelas 11, rumus serta cara menghitungnya.

Nah, kalau sebelumnya elo udah pernah baca tentang perkenalan perpajakan dari artikel Mengenal Perpajakan: Pengertian, Unsur, dan Fungsi Pajak, pada kesempatan kali ini, gue bakal mengulik lebih jauh tentang pajak dan ngajak elo semua untuk belajar cara perhitungan PPh 21 dengan mudah.

Mungkin elo bertanya-tanya, kenapa sih mesti tau cara menghitung PPh 21? 

Selain karena para pejuang jurusan IPS di SMA bakal ketemu sama materi ini di pelajaran Ekonomi kelas 11, materi ini juga bisa berguna loh untuk elo di kemudian hari. 

Contoh gampangnya, nanti ketika elo udah memasuki dunia kerja, penghasilan/ upah/gaji yang elo terima pasti akan dikenakan pajak. 

Di sinilah elo bisa gunakan ilmu ini untuk coba itung-itung berapa pajak yang akan elo bayarkan dengan menggunakan rumus yang mau gue bahas di sini. Pastikan untuk menghitung contoh soal PPH 21 dengan baik ya!

Contoh Soal PPH 21, Rumus & Cara Menghitung - Materi Ekonomi Kelas 11 17
Ilustrasi perhitungan pajak (Dok. Pixabay)

Oke, sebelum mulai membahas cara menghitungnya dan contoh soal PPh 21, gue mau ulangi lagi pengertian pajak secara singkat supaya elo nggak lupa. 

Jadi, pajak adalah iuran wajib yang bersifat memaksa, dalam pengaturannya diatur oleh Undang-undang dan balas jasanya tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Setiap orang atau lembaga yang tinggal di suatu negara hukumnya wajib pake banget untuk bayar pajak. Tapi, seberapa banyak sih kira-kira pajak yang perlu kita bayarkan? Yuk daripada penasaran, langsung aja kita masuk ke pembahasan dan contoh soal PPh 21 kelas 11 ini!

Apa Itu PPh 21?

PPh 21
Ilustrasi pengenalan PPh 21 (Arsip Zenius)

Oke, sebelum membahas lebih lanjut mengenai contoh soal PPh 21 beserta jawabannya, pertama-tama elo harus memahami dulu definisi dari PPh 21 dan beberapa istilah lain dalam perpajakan.

PPh 21 atau Pajak Penghasilan menurut pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.

Nah, dari pengertiannya itu sekarang gue akan bahas penghasilan seperti apa aja yang dipakai buat ngitung PPh 21?

PPh 21 menghitung penghasilan neto dalam satu tahun. Penghasilan neto yang dimaksud di sini adalah penghasilan bersih ya guys

Istilah dalam penghasilan itu ada dua, yaitu neto dan bruto. Kalau neto adalah gaji bersih, berarti bruto adalah gaji kotor. 

Terus, bedanya apa? Gini gampangnya..  

Penghasilan neto ini adalah gaji akhir yang akan masuk ke dompet elo, sedangkan penghasilan bruto adalah penghasilan yang masih akan dikurangi oleh beberapa pengurang penghasilan tergantung dari masing-masing perusahaan.

Contoh, misalnya perusahaan elo menyediakan asuransi seperti JKM, JHT, JKK, BPJS, dan lainnya, nah ini yang dimaksudkan sebagai penghasilan bruto. 

Penghasilan bruto ini nantinya akan dikurangi dari penghasilan yang elo dapatkan sehingga pada akhirnya elo bisa terima gaji neto/pokok/bersih.

Sebelum gue membahas cara menghitung PPh 21, gue akan bahas terlebih dahulu cara menghitung gaji bersih. Yuk sini liat contohnya.

Ilustrasi menghitung gaji bersih (netto) contoh soal pph 21 (dok. Pixabay)
Ilustrasi menghitung gaji bersih (netto) (dok. Pixabay)

Contoh Soal 1: Menghitung Gaji Netto atau Bersih

Diketahui:

Saeroyi memiliki gaji sebesar Rp10.000.000/bulan, maka untuk menghitung gaji neto dalam satu tahunnya adalah..

Jawab:

Rp10.000.000 x 12 bulan = Rp120.000.000/tahun

Dari hasil di atas, maka bisa disimpulkan bahwa gaji Saeroyi yang akan digunakan untuk menghitung PPh 21 adalah sebesar Rp120.000.000

Contoh Soal 2: Menghitung Gaji Masih Bruto atau Kotor

Diketahui:

Soo-Ah memiliki gaji sebesar Rp10.000.000/bulan. Namun, Soo-Ah perlu membayar biaya jabatan sebesar 5%. Maka gaji neto Soo-Ah dalam satu tahunnya adalah..

Jawab:

Contoh soal PPh 21

Jadi, penghasilan Soo-Ah yang akan digunakan untuk menghitung PPh 21 adalah sebesar Rp114.000.000

Catatan: “Kuncinya adalah, penghasilan yang dihitung merupakan penghasilan bersih / neto dari orang yang akan dihitung PPh 21nya.”

Oya, kalo mau akses materi dan latihan soal lainnya yang lebih lengkap, langsung aja download aplikasi Zenius di gadget elo, ya. Caranya tinggal download lewat klik gambar di bawah ini!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

download aplikasi zenius play store
download aplikasi zenius app store
download aplikasi zenius app gallery

PTKP = Penghasilan Tidak Kena Pajak

Nah, meskipun gaji/upah dikenakan pajak, ternyata ada juga lho yang namanya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Pada dasarnya PTKP merupakan peraturan negara yang menunjukkan kalau misalnya ada beberapa penghasilan yang dikecualikan dari pemungutan pajak penghasilan. 

Masih bingung? Oke gini deh, kalau kita deskripsikan dari pengertiannya, PTKP adalah pengurangan terhadap penghasilan neto untuk menentukan jumlah penghasilan kena pajak.

Jadi, cara menghitungnya nanti elo tetap harus cari penghasilan neto dulu sebelum dikurangi dengan PTKP ini.

Aturan PTKP (2016) yang masih digunakan sampai sekarang punya ketentuan sebagai berikut:

=> Wajib Pajak : Rp54.000.000

=> Penghasilan digabung dengan istri : Rp54.000.000

=> Kawin (khusus untuk laki-laki) : Rp4.500.000

=> Tanggungan (maksimal 3 orang) : Rp4.500.000/orang

PKP = Penghasilan Kena Pajak

Nah, dari namanya aja udah bisa dapet ya perbedaannya dengan PTKP? 

Ya, betul banget, Penghasilan Kena Pajak atau PKP bisa didapatkan dari hasil perhitungan penghasilan neto dikurangi PTKP. 

Setelah PKP udah didapat, baru deh hasil PKP dikali dengan yang namanya Tarif Progresif.

Berapa tuh tarif progresif?

TarifPKP
5%≤ Rp50.000.000
15%Rp50.000.000 – Rp250.000.000
25%Rp250.000.000 – Rp500.000.000
30%> Rp500.000.000
Tarif Progresif menurut PPh pasal 21

Tarif progresif di atas juga merupakan cara menghitung PPH pasal 21 terutang ya.

Nah, sekarang elo udah tau pengertian, serta jenis-jenis pajak. Jangan langsung ke contoh soal PPh 21 deh. Penasaran dong dengan rumus PPh tuh gimana sih?

Rumus Menghitung Pajak Penghasilan

PPh dari Gaji = Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak

Cukup mudah bukan? Selanjutnya gue akan mengulik lebih lanjut dengan membahas contoh soal menghitung pajak penghasilan. Yuk disimak contoh soal PPH 21 di bawah ini

Contoh Soal Menghitung PPh 21

1. Contoh Soal PPh 21 Ekonomi kelas 11

Song Jongki memiliki gaji Rp30.000.000/bulan (neto) dengan status yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak. 

Maka PPh terutang Song Jongki adalah…

Soal pertama dibuka dengan contoh soal cara menghitung pajak terutang. Lho kok terutang? Gimana tuh ngitungnya?

Tenang, jangan risau dan bingung, pajak terutang pada dasarnya adalah pajak yang harus dibayar dalam masa pajak, tahun pajak dan bagian tahun pajak. 

Nah, supaya lebih jelas, coba liat penjelasannya di bawah ini:

Contoh soal PPh 21

Setelah udah dapat hasil PKP, sekarang elo tinggal menghitung PPh 21 Song Jongki. 

Caranya adalah: PKP dikali dengan Tarif Progresif. 

Karena hasil PKP di atas Rp250.000.000, Tarif Progresifnya berada di 25%.

Maka dari itu, perhitungan PPh-nya akan dimulai dari 5%, 15%, dan 25%.

Catatan: Inget ya, ini paling sering salah nih. Kalau PKP berada di Tarif Progresif 30%, maka perhitungan PPh-nya dimulai dari 5%, 15%, 25%, dan 30%.
Kalau PKP berada di Tarif Progresif 5%, maka perhitungan PPh-nya cuma 5% aja, dan seterusnya.

Contoh soal PPh 21

Jadi, PPh 21 yang harus dibayarkan Song Jongki adalah Rp43.125.000/tahun.

Loh loh, sebentar, kok itu 15% cuma 200.000.000? Kan di Tarif Progresifnya 15% itu antara Rp50.000.000 – Rp250.000.000? Terus itu kenapa yang 25% cuma Rp42.500.000?!

Nah, pertanyaan bagus nih guys. Kenapa di hitungan tersebut 15% cuma Rp200.000.000, karena Rp50.000.000 nya udah dihitung di bagian yang 5%. 

Jadi, batas maksimal Tarif Progresif 15% dikurangi dengan batas maksimal Tarif Progresif 5%, sehingga jadilah Rp200.000.000.

Ini juga berlaku untuk yang bagian 25%, di mana kita tau 25% ini memiliki Tarif Progresif di atas Rp250.000.000. Kenapa jadinya cuma Rp42.500.000? 

Karena Rp250.000.000 udah masuk ke hitungan sebelumnya, yaitu di bagian 5% dan 15%. 

Jadi, di bagian 25% yang paling sesuai dengan PKP Song Jongki yaitu Rp292.500.000, tinggal dikurangi sama Rp250.000.000, jadilah ketemu Rp42.500.000 tersebut. 

Lanjut baca terus ya untuk contoh soal PPh 21 yang lain.

2. Contoh Soal PPh 21 Ekonomi Kelas 11 

Han Sohee bekerja di PT Maju Sejahtera dengan gaji Rp15.000.000/bulan dengan biaya jabatan 5%.

Han Sohee sudah menikah namun belum memiliki anak, tapi ia menanggung biaya hidup adiknya yang masih sekolah dan serumah dengannya. 

Jumlah PPh 21 yang harus dibayarkan Sohee dalam satu tahun adalah?

Jawab: 

Nah, sebelum menjawab elo harus tau dulu kalau biaya jabatan maksimal adalah Rp500.000/bln atau Rp6.000.000/tahun. 

Gaji bersih Sohee = Gaji Kotor – Biaya Jabatan 

        = Rp15.000.000 – Rp500.000

        = Rp14.500.000/bulan

Gaji bersih Sohee per-tahun = Rp14.500.000 x 12 bulan = Rp174.000.000/tahun 

Gaji bersih per-tahun inilah yang akan digunakan untuk menghitung PPh 21. 

Tapi sebelum itu, elo liat dulu statusnya Sohee yang akan digunakan untuk menghitung PTKP Tanggungan (Penghasilan Tidak Kena Pajak). 

Di soal, Sohee membiayai adiknya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah adik termasuk PTKP Tanggungan?

Jawabannya, tidak. Kenapa?

Dalam peraturan pajak saudara sedarah (ayah, ibu, anak) /semendak (mertua) garis lurus termasuk PTKP. Sedangkan adik bukan hubungan garis lurus, tapi di pinggir, makanya gak masuk PTKP Tanggungan. Inget ya…

Artinya di sini Sohee tidak punya tanggungan karena adiknya tidak masuk PTKP Tanggungan dan ia belum memiliki anak (sedarah). Paham ya?

Kemudian, Sohee adalah seorang wanita/perempuan yang sudah menikah. Nah, ada yg berbeda nih antara peraturan laki-laki dan perempuan dalam hal PTKP. 

Perempuan meskipun sudah menikah, dianggapnya tetap “belum kawin” untuk PTKP dalam perpajakan karena statusnya ditanggung oleh suami. 

Maka PTKP bagi Sohee yang seorang perempuan menikah dan belum memiliki anak adalah hanya untuk dirinya sendiri. 

Maka yang digunakan adalah peraturan PTKP untuk orang pribadi sebesar Rp54.000.000/tahun. 

Maka,
Gaji bersih Sohee per-tahun        =  Rp174.000.000/tahun (dikurangi)

Wajib Pajak untuk orang pribadi = Rp54.000.000/tahun. 

PKP =       Rp120.000.000

Tarif Progresif PPh 21:

 5% ≤ Rp50.000.000

15% Rp50.000.000 – Rp250.000.000

25% Rp250.000.000 – Rp500.000.000

30% > Rp500.000.000

Coba, inget-inget jangan sampai salah penggunaan tarif progresif. Bisa cek contoh soal PPh 21 Ekonomi kelas 11 nomor 1 tadi biar gak salah. 

Inget ya meskipun PKP Sohee adalah Rp120.000.000 bukan berarti elo langsung ngegunain tarif progresif sebesar 15%. 

Karena namanya tarif progresif maka, Rp120.000.000 ada di bagian mana aja?

Yap, 5% dan 15% artinya PPh 21 Sohee adalah:

Contoh soal PPh 21

Gitu guys penjelasan lengkapnya! Gimana udah cukup jelas kan pengertian hingga contoh soal PPh pasal 21 dan jawabannya ini? Seru kan ngitung pajak?!

Tips dari gue untuk menghitung contoh soal PPh 21 ini adalah elo harus ingat catatan-catatan kecil yang ada kayak Tarif Progresif supaya nggak salah pas lagi masukin angkanya ke rumus. Selain itu, ketelitian juga sangat dibutuhkan di sini!

Elo juga bisa cek video penjelasan cara menghitung dan contoh soal PPh 21 kelas 11 dengan klik banner di bawah ini ya!

Contoh Soal PPH 21, Rumus & Cara Menghitung - Materi Ekonomi Kelas 11 18
Klik dan langsung belajar ya!

Segitu dulu pembahasan mengenai cara menghitung PPh 21 dari gue. Sampai ketemu di pembahasan selanjutnya!

Referensi:

Sekilas Tentang PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21) diakses 22 September 2021 dari Onlinepajak.com

Baca Juga:

Coba Ngertiin Ilmu Ekonomi dari Jenis-jenisnya Deh!

Ini Dia Cara Menghitung Laba dengan Mudah

Ini Dia Cara Menghitung Penyusutan dengan Mudah

Originally Published: September 28, 2021
Update by: Sabrina Mulia Rhamadanty & Silvia Dwi

Bagikan Artikel Ini!