klasifikasi platyhelminthes

Berkenalan dengan Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Artikel ini akan membahas tentang filum Platyhelminthes, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, hingga klasifikasinya.

Hi, guys! Kamu pernah dengar tentang cacing pipih atau cacing pita gak? Pasti pernah mendengarnya ‘kan? Tapi, mungkin masih banyak yang belum terlalu paham tentang siapa sebenarnya cacing pita itu dan seperti apa bentuknya. Ternyata, cacing pita adalah salah satu kelas yang terdapat dalam filum Platyhelminthes. Yap, filum tersebut merupakan salah satu dari kingdom Animalia. Nah, penasaran seperti apa mereka? Yuk, kita cari tau bareng-bareng!

Apa Itu Platyhelminthes?

Sebelum jauh mengenal tentang Platyhelminthes, kita harus paham dulu pengertiannya. Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani yaitu platy yang berarti pipih dan helminthes yang berarti cacing. Sehingga, mereka juga seringkali disebut dengan cacing pipih atau cacing pita. Anggota filum ini merupakan kelompok hewan aselomata atau belum memiliki rongga tubuh.

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, cacing pipih merupakan hewan lunak atau tanpa tulang belakang (invertebrata) yang hidup bebas atau parasit. Tapi, sekitar 80% mereka hidup secara parasit pada organisme lain lho. Supaya kamu bisa mengenal Platyhelminthes lebih dalam lagi, yuk ketahui ciri-cirinya pada pembahasan selanjutnya!

Ciri-ciri Platyhelminthes

Setelah kamu tau pengertiannya, belum lengkap rasanya kalau belum tau ciri-cirinya. Nah, berikut ini merupakan ciri-ciri dari Platyhelminthes.

  • Merupakan hewan triploblastik, yaitu memiliki tubuh yang tersusun dari tiga lapisan sel: ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
  • Memiliki tubuh simetri bilateral (sisi kanan dan kiri tubuhnya sama) dan berbentuk pipih.
  • Belum memiliki sistem peredaran darah, sistem respirasi dan anus.
  • Memiliki sistem ekskresi.
  • Merupakan hewan aselomata, yaitu belum memiliki rongga tubuh.
  • Hidup bebas atau parasit.
  • Reproduksi dilakukan secara seksual dan aseksual.
  • Respirasi melalui permukaan tubuh.
  • Merupakan hewan hermaprodit, yaitu alat reproduksi jantan dan betina terdapat dalam satu tubuh/individu.

Klasifikasi Platyhelminthes

Kira-kira cacing pipih itu punya berapa kerabat ya? Hmmm… oke deh kita telusuri bersama-sama, yuk! Berikut ini merupakan klasifikasi dari cacing pipih atau Platyhelminthes.

klasifikasi platyhelminthes
Contoh anggota Platyhelminthes atau cacing pipih berdasarkan klasifikasinya

Turbellaria (Cacing Berambut Getar)

Kelas pertama dari filum Platyhelminthes yang akan aku bahas adalah Turbellaria. Sebagian besar cacing yang hidup bebas atau bukan sebagai parasit adalah anggota kelas ini lho, guys. Cacing ini bersifat karnivora dan bisa ditemukan di kolam, sungai, atau daun dan batu yang terkena genangan air. Oh iya, mereka disebut juga dengan cacing berambut getar karena memiliki silia pada permukaan tubuhnya, nah fungsinya sebagai alat gerak.

Contoh hewan Turbellaria: Planaria sp.

Trematoda (Cacing Isap)

Selanjutnya, ada kelas Trematoda atau cacing isap. Semua anggota cacing ini adalah parasit lho, guys. Mereka memiliki ukuran sekitar 1-6 cm dengan bentuk silinder seperti daun. Mereka akan menggunakan alat isapnya untuk menghisap dan menempelkan diri ke permukaan inangnya. Trematoda dewasa biasanya hidup di usus, hati, paru-paru, dan pembuluh darah hewan vertebrata, termasuk manusia.

Contoh hewan Trematoda: Fasciola hepatica (cacing hati).

Cestoda (Cacing Pita)

Kelas terakhir dari filum Platyhelminthes adalah Cestoda atau cacing pita. Mereka termasuk dalam cacing parasit yang memerlukan dua inang berbeda dalam siklus hidupnya. Untuk cacing pita dewasa, mereka hidup pada saluran pencernaan inangnya. Sedangkan, untuk larvanya hidup di otot, hati, otak atau jaringan di bawah kulit inangnya.

Contoh hewan Cestoda: Taenia saginata.

Itu dia informasi mengenai cacing pipih atau Platyhelminthes. Nah, sekarang kamu udah paham ‘kan tentang dunia cacing pipih? Kamu juga bisa lho belajar sama Zenius dengan menonton video pembelajarannya di sini! Semoga informasi di atas bermanfaat ya buat kamu. Intinya, kita harus menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan, supaya terhindar dari cacing parasit yang dapat merugikan kita, oke?

Baca Juga Artikel Lainnya

Kingdom Animalia

Terumbu Karang (Porifera), Hewan atau Tumbuhan?

Kingdom Plantae