Apa Arti Emoji? Sejarah Perkembangan & Makna di Baliknya

Arti Emoji

Hayo … siapa di sini yang suka kirim pesan teks pakai emoji di ponsel? Gue termasuk salah satunya, sih. 

Kalau ada sisipan emoji di akhir kalimat, rasanya tuh lebih mewakili perasaan banget nggak, sih? Apalagi, sekarang emoji udah up-to-date banget perkembangannya, sampai bisa mewakili banyak situasi kayak muka yang lelah, ngantuk, sampai ketawa.

Nah, dilansir dari postingan Instagram Folkative (31/01/2022), Apple baru aja merilis 37 emoji baru untuk iOS 15.4 di tanggal 27 Januari 2022 kemarin, nih.

Perilisan emoji terbaru untuk iOS 15.4 pada bulan Januari 2022 (dok. Folkative)
Perilisan emoji terbaru untuk iOS 15.4 pada bulan Januari 2022 (dok. Folkative)

Varian emoji yang terbaru ini rasanya makin beragam ya, sampai ada simbol Bhinneka Tunggal Ika melalui gambar tangan yang berjabat dengan warna kulit yang berbeda. 

Tapi, ada salah satu emoji yang cukup buat netizen bertanya-tanya maknanya nih, yaitu lelaki dengan perut besar. “Itu maksudnya cowok hamil, ya?”

Hmm … kalau menurut elo sendiri, kira-kira emoji itu mewakilkan apa, sih?

Memangnya, emoji itu apa, sih? Beda sama emoticon nggak, ya? Nah, gue bakal bahas semuanya di sini, lho. Yuk, kita kupas tuntas bersama soal per-emoji-an ini!

Apa Itu Emoji?

Dilansir dari Britannica, yakni salah satu ensiklopedia, emoji merupakan piktograf atau gambar yang mewakilkan wajah, objek, atau simbol tertentu.

Sampai sekarang, udah ada sekitar 3.460 emoji. Mulai dari ekspresi muka yang beragam, buah-buahan, berbagai jenis tumbuhan, binatang, sampai bendera dari berbagai negara. Kalau elo sendiri, paling suka pakai emoji yang mana nih, buat kirim pesan teks via ponsel?

Yap! Emoji memang dikenal banget buat kirim pesan. Ibaratnya nih, kalau elo lagi curhat sama temen lewat WhatsApp, Line, atau aplikasi pengiriman pesan lainnya, bisa banget pakai emoji supaya makin mendukung atau malah mewakili perasaan.

Apalagi di zaman sekarang, ngeliat media sosial juga udah banyak banget yang pakai emoji. Contohnya, pas bikin tweet di Twitter, bikin caption atau story di Instagram, sampai jadi salah satu unsur pendukung buat bikin video di TikTok. 

Buktinya, di TikTok ini sempat ada salah satu tantangan bernama emoji challenge yang viral di tahun 2021, lho. 

Emoji challenge di TikTok (dok. Akun TikTok @vanesilvasp)
Emoji challenge di TikTok (dok. Akun TikTok @vanesilvasp)

Jadi, di emoji challenge ini, orang-orang harus mengikuti mimik muka beberapa emoji secara bergantian selama video berlangsung. Hayo … elo udah pernah ikut challenge ini di TikTok, belum?

Eits, tapi selain pemakaian di media sosial, emoji ini sebenarnya udah melanglang buana sampai menjadi sebuah bahan penelitian, lho. 

Nah, ada salah satu dari sekian banyak penelitian menarik tentang emoji nih yang dilakukan oleh dua peneliti dari University of Munich, dan satu peneliti dari University of Bayreuth yang sama-sama berlokasi di Jerman.

Penelitian kuantitatif yang dilakukan oleh peneliti di Jerman (Arsip Zenius)
Penelitian kuantitatif yang dilakukan oleh peneliti di Jerman (Arsip Zenius)

Ini dia hasil survei yang berhasil dikumpulkan:

Hasil penelitian mengenai jumlah penggunaan emoji paling banyak di Taipei, Taiwan (dok. Understanding Emoji Interpretation through User Personality and Message Context (2019
Hasil penelitian mengenai jumlah penggunaan emoji paling banyak di Taipei, Taiwan (dok. Understanding Emoji Interpretation through User Personality and Message Context (2019))

Menarik banget ya, hasilnya? Secara nggak langsung, bisa dibilang emoji udah jadi bagian dari kehidupan kita, nih.

Baca juga: Fenomena Menfess: Curhat Anonim dan Generasi yang Butuh Validasi

Sejarah Emoji

Selama ini, kita sering pakai emoji buat kirim pesan. Tapi, gimana sih perkembangannya, sampai sekarang bisa dikenal dimana-mana?

Dilansir dari Reader’s Digest, salah satu majalah di New York, dulu tuh ada yang namanya emoticon dulu sebelum emoji. Jadi, emoticon yaitu penggabungan tanda baca, kata, sampai angka yang akhirnya membentuk ekspresi wajah.

Nah, emoticon ini dipakai pertama kali di media New York Times tahun 1862 dengan ikon “:)” alias tersenyum. Dari situ, majalah humor di New York bernama Puck juga menggunakan emoticon pada tulisannya di tahun 1881. 

Font Zapf Dingbats yang meluncurkan gambar membentuk emoji (dok. Blogfonts)
Font Zapf Dingbats yang meluncurkan gambar membentuk emoji (dok. Blogfonts)

Sampai akhirnya di tahun 1993, Unicode 1.1.0 (nomor kode sebuah karakter) akhirnya dirilis, termasuk ada beberapa karakter gambar yang mirip emoji. Tapi, dulu masih simpel banget bentuknya karena dibuat dari font berjenis Zapf Dingbats.

Buddy Icons di aplikasi AOL (dok. Reddit)
Buddy Icons di aplikasi AOL (dok. Reddit)

Lanjut lagi ke bulan Mei di tahun 1997, ada sebuah aplikasi pengiriman pesan bernama AOL, nih. Elo mungkin merasa asing, tapi bisa banget elo nanya ke kakak, abang, om, atau tante tentang aplikasi ini.

Nah, AOL punya punya fitur Buddy Icons, di mana ada gambar-gambar yang bisa mewakili perasaan elo saat kirim pesan.

Sampai mulailah di tahun 1999, seniman Jepang bernama Shigetaka Kurita menciptakan 176 emoji berupa karakter wajah, sampai simbol-simbol tertentu.

Dengan berbagai perilisan emoticon dan emoji, Microsoft akhirnya ikut merilis juga 30 emoticon baru di tahun 2003 lewat MSN Messenger 6 (aplikasi pengiriman pesan).

Berlanjut pada 23 Oktober 2008, Google mulai memasukkan 79 emoji ke Gmail (layanan pengiriman email) yang baru bisa dipakai oleh NTT Docomo (operator ponsel di Jepang).

Emoji di iOS versi tahun 2008 dan tahun 2011 (Arsip Zenius)
Emoji di iOS versi tahun 2008 dan tahun 2011 (Arsip Zenius)

Sampai akhirnya di beberapa tahun ke depan, emoji selalu dikembangkan supaya bisa mewakili setiap situasi, nih. Contohnya, sekarang udah ada emoji dengan 6 warna kulit berbeda, sampai perempuan menggunakan hijab.

Baca juga: Fenomena Gundam sampai Jadi Budaya Jepang

Makna Asli dan Tersembunyi di Balik Emoji

Wah, dari sejarah yang dikulik di atas, menurut elo gimana nih perkembangan emoji? Memang bertahap, tapi cukup pesat banget nggak sih, sampai sekarang?

Nah, kira-kira kalau elo pribadi, paling suka pakai emoji yang mana, buat kirim pesan teks? 

Nih, gue punya beberapa emoji yang paling banyak digunakan di media sosial dengan makna aslinya.

Infografis 10 emoji yang paling sering dipakai serta maknanya (Arsip Zenius)
Infografis 10 emoji yang paling sering dipakai serta maknanya (Arsip Zenius)

Nah, semua emoji memang punya maknanya tersendiri, nih. Tapi, elo tahu nggak sih, kalau sebenarnya ada beberapa emoji yang punya makna tersembunyi. 

Hubungan antara emoji dengan ilmu linguistik pragmatik (Arsip Zenius)
Hubungan antara emoji dengan ilmu linguistik pragmatik (Arsip Zenius)

Nah, tiap jenis emoji ini bisa mendapatkan fungsi pragmatik yang berbeda-beda juga. Contohnya, emoji 😏 punya makna denotatif (makna asli) yaitu menggoda.

Tapi, emoji tersebut juga punya makna konotatif (makna kiasan) yang mungkin orang tersebut mau menyampaikan pesan terselubung ke orang lain.

Nah, ini dia contoh fungsi pragmatik lainnya di beberapa emoji yang punya makna tersembunyi:

Makna tersembunyi di ketiga arti emoji (Arsip Zenius)
Makna tersembunyi di ketiga arti emoji (Arsip Zenius)

Itu dia beberapa emoji yang sering banget dipakai di media sosial. Bisa sebagai makna asli, atau malah makna tersembunyi, nih.

Kalau dari elo sendiri, ada emoji yang suka dikirim ke teman tapi punya makna lain dibaliknya nggak, nih? Kalau iya, coba yuk share di kolom komentar!

Baca juga: Kenapa Polar Night Bisa Terjadi di Beberapa Wilayah, ya?

Referensi:

What’s the Difference Between Emoji and Emoticon? – Britannica

Understanding Emoji Interpretation through User Personality and Message Context – Sarah Theres Volkel, Heinrich Hussmann, Daniel Buschek (2019)

Why Do We Use Emojis Anyway? A Fascinating History of Emoticons – Reader’s Digest (2019)

The Importance of Emojis – in the digital era, and beyond – Medium (2020)

The Real Meaning of Most Popular Emojis – Reader’s Digest (2021)

The 100 Most Popular Emojis Explained – MUO (2020)

Bagikan Artikel Ini!