Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Sobat Zenius, elo ingat nggak, beberapa waktu lalu, sempat ada kehebohan yang terjadi di Indonesia, yaitu tentang naiknya harga minyak goreng.

Nah, permasalahan tersebut ada kaitannya, lho, sama materi yang akan gue bahas dalam artikel ini. Gue akan spill sedikit penyebab naiknya harga minyak goreng tersebut.

Jadi, terjadinya kenaikan harga minyak goreng tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah permintaan, tapi barang yang tersedia sangat terbatas. Makanya saat itu, orang-orang berebut untuk membeli minyak goreng sebagai persediaan. Takut di kemudian hari, harganya semakin mahal.

Oke, biar semakin paham tentang fenomena kenaikan harga minyak goreng tersebut, elo perlu tahu faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Jadi, langsung aja yuk, simak pembahasan ini sampai selesai!

Pengertian Permintaan dan Penawaran

Nah, sebelum kita bahas yang lebih dalam. Kita perlu tahu juga, nih, kulit dari materi ini.

Materi ini sebenarnya termasuk ke dalam materi ekonomi mikro. Umumnya, dalam ekonomi terdapat dua teori, yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro.

Jadi, yang dimaksud dengan ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang membahas mengenai ruang lingkup khusus dalam kegiatan perekonomian. Sementara ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang membahas mengenai keseluruhan kegiatan perekonomian. Jadi, lingkup pembahasannya jelas berbeda, ya.

Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan yang sedikit lebih dalam. Apa itu permintaan dan penawaran?

Jadi, pengertian permintaan adalah jumlah barang atau jasa tertentu yang diinginkan oleh konsumen dan mereka mampu untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut meski dalam tingkatan harga yang beragam.

Lalu, bagaimana dengan penawaran? Nah, pengertian penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang akan ditawarkan pada tingkat harga yang berlaku di pasar dalam satu periode tertentu.

Konsep permintaan dan penawaran memiliki sudut pandang yang berbeda.
Perbedaan Sudut Pandang Permintaan dan Penawaran (Arsip Zenius)

Kalau elo perhatikan, perbedaan permintaan dan penawaran terletak pada sudut pandangnya. Kalau permintaan dilihat dari sudut konsumen, sedangkan penawaran dilihat dari sudut produsen. Bagaimana dengan persamaannya, ada nggak sih? Tentu ada, dong!

Keduanya, permintaan dan penawaran, memiliki pengaruh dalam penentuan jumlah barang atau jasa dan juga dalam penentuan harganya. Nah, bagaimana kerja pengaruh tersebut, akan kita bahas di pembahasan selanjutnya.

Baca Juga: Rumus Fungsi Permintaan dan Penawaran

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Wait, sebelum lanjut, gue mau menjelaskan sesuatu. Asyik, sesuatu apa tuh?

Hahaha, gini, guys. Ini masih berhubungan dengan materi pastinya. Jadi dalam teori permintaan ada yang namanya hukum permintaan. Nah, apa itu hukum permintaan?

Jadi, yang disebut dengan hukum permintaan adalah hubungan berbanding terbalik antara barang atau jasa yang diminta dengan tingkat harga dari barang atau jasa tersebut. Kira-kira nyambung nggak, sampai sini? Belum?

Oke, kita coba pakai ilustrasi, ya. Gue ambil contoh kasus minyak goreng yang sebelumnya gue mention.

Misalnya harga minyak goreng tersebut sedang naik, maka permintaan dari konsumen akan barang tersebut menurun. Begitu pun ketika harga minyak goreng tersebut mulai turun, orang berbondong-bondong untuk membeli minyak goreng tersebut.

Nah, sekarang coba kita lihat, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi permintaan seseorang.

  1. Harga Barang Itu Sendiri (Price x – Px)

Faktor ini seperti contoh yang sudah gue kasih sebelumnya. Kalau harga barang tersebut naik, maka jumlah barang yang dapat dibeli oleh konsumen menjadi lebih dikit. Maka dari itu, ada hubungan negatif atau berbanding terbalik antara jumlah barang dengan harga barang.

  1. Pendapatan Konsumen (Income – I)

Faktor ini berhubungan dengan pendapatan atau penghasilan konsumen. Gue kasih contoh, ibaratnya uang saku yang dikasih oleh orang tua elo adalah pendapatan elo. Lalu, biasanya elo jajan sehari Rp20.000,00 dan suatu ketika elo cuma dikasih Rp15.000,00.

Dengan uang Rp20.000,00 elo bisa beli makan siang beserta minumnya dan tambahan jajan di luar sekolah. Eh, pas elo cuma punya Rp15.000,00, elo jadi nggak bisa jajan tambahan di luar sekolah. Artinya, jumlah permintaan terhadap jajan tambahan tersebut menurun kan?

Nah, tapi ada yang perlu diperhatikan, nih. Elo harus tahu sifat barang tersebut. Jadi, ada tiga sifat barang, yaitu barang normal, barang inferior, dan barang superior. Coba lihat perbedaannya di bawah ini.

Terdapat tiga sifat barang yaitu barang normal, barang inferior, dan barang superior.
Sifat Barang Berdasarkan Pendapatan Konsumen (Arsip Zenius)
  1. Harga Barang Lain yang Berkaitan (Price y – Py)

Faktor ini juga memiliki dua kondisi dan sifat barang yang bersangkutan. Kondisi pertama, misalnya ada sebuah barang harganya turun, lalu permintaan dari barang lain juga menjadi turun. Artinya sifat barang tersebut adalah barang substitusi.

Sementara, pada kondisi kedua, misal ada harga barang yang turun, lalu permintaan atas barang lain menjadi meningkat. Artinya sifat dari barang tersebut adalah barang komplementer. Elo bisa liat contohnya pada tabel di bawah ini.

Faktor harga barang lain dalam permintaan menyebabkan adanya dua kondisi dengan dua sifat barang berbeda.
Contoh Barang Substitusi dan Komplementer (Arsip Zenius)
  1. Selera Konsumen (S)

Nah, sebenarnya faktor ini berada di luar ranah ekonomi, karena orientasinya kepada psikologis konsumen tersebut. Namun, para ekonom tetap mencoba memasukan selera konsumen sebagai faktor yang mempengaruhi permintaan.

Kenapa? Karena sudah jelas, selera akan menentukan elo untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan. Misalnya, nih, di kantin sekolah elo ada penjual minuman. Penjual tersebut menyediakan beberapa pilihan, seperti es teh, es jeruk, atau susu.

Ternyata, elo ini sukanya minum es jeruk, pasti elo akan memilih untuk membeli es jeruk, kan? Atau misalnya elo sudah bosan minum es jeruk melulu, saat itu elo lagi selera untuk membeli es teh. Pasti, elo akan memilih untuk membeli es teh, kan?

Nah, maka dari itu, para ekonom masih meneliti dan menggali lebih dalam tentang kondisi permintaan apabila terjadi perubahan selera konsumen.

  1. Ekspektasi Konsumen (E)

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan ekspektasi konsumen adalah ramalan akan masa yang akan datang. Misalnya, gue ambil contoh minyak goreng lagi, ya.

Saat ini harga minyak goreng masih mahal dan orang-orang sudah menduga bahwa nantinya harga minyak goreng akan menurun. Maka, orang-orang tersebut tidak akan membelinya sekarang dan berpikir untuk membelinya di kemudian hari, ketika harga tersebut sudah turun.

Baca Juga: Ilmu Ekonomi: Sejarah, Penjelasan, dan Jenis Jenisnya

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Kayak teori permintaan sebelumnya, teori penawaran juga punya hukum penawaran, lho.

Nah, hukum penawaran terjadi pada kondisi di mana jumlah barang akan meningkat ketika harga barang tersebut meningkat dan sebaliknya, jumlah barang tersebut akan turun apabila harga barang mengalami penurunan. Elo jangan sampai terkecoh, ya. Ingat ini dilihat dari sudut pandang penjual.

Coba elo posisikan diri elo sebagai penjual. Misalnya, harga pasar minyak goreng sedang naik. Nah, elo sebagai penjual pasti mau mendapatkan keuntungan, sehingga elo mencoba untuk menjual lebih banyak minyak goreng agar untung yang elo dapatkan lebih banyak. Begitu pula sebaliknya.

Sekarang, yuk kita lanjut cari tahu, apa aja sih faktor yang mempengaruhi penawaran.

  1. Harga Barang Itu Sendiri (Price x – Px)

Faktor ini bekerja seperti contoh yang gue kasih sebelumnya. Ketika harga sedang naik, maka jumlah barang yang dijual akan naik. Kemudian sebaliknya, ketika harga sedang turun, maka jumlah barang yang dijual pun menurun.

  1. Harga Input (Price input – Pi)

Faktor ini melihat kepada harga input dari barang tersebut. Coba gue ilustrasikan menggunakan penjual minuman yang sebelumnya gue singgung, ya.

Misalnya, untuk membuat es jeruk, penjual tersebut membutuhkan buah jeruk, gula, dan air. Sementara, untuk membuat es teh, penjual tersebut membutuhkan ten, gula, dan air. Pada suatu waktu, harga teh sedang naik. Maka modal yang dibutuhkan penjual juga akan lebih mahal dari biasanya.

Jika penjual menjual es teh dengan harga yang sama, maka untung yang didapatkan akan lebih sedikit. Maka dari itu, penjual tersebut tidak menjual es teh untuk sementara. Nah, dari sini kita bisa lihat, ya, bahwa ada hubungan negatif antara harga input dengan jumlah barang yang dijual.

  1. Teknologi (T)

Teknologi ternyata dapat mempengaruhi jumlah penawaran, lho. Kita pakai contoh penjual minuman lagi, ya.

Misalnya, sebelum adanya teknologi mesin pendingin beserta pengaduk minuman, penjual membutuhkan orang untuk mengaduk minuman dan juga es batu sebagai pendingin. Pastinya kedua hal tersebut akan menambah biaya penjual dan juga membutuhkan waktu untuk mengerjakan hal tersebut.

Setelah menggunakan mesin tersebut, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dan juga penjual tidak perlu menambah biaya untuk membayar jasa orang lain. Maka dari itu, penjual dapat menambah jumlah barang dengan harga yang sama, sehingga keuntungan yang didapatkan juga lebih besar dari sebelumnya.

  1. Ekspektasi (E)

Sama seperti dalam permintaan, konsep ekspektasi pada penawaran juga melihat ramalan pada masa yang akan datang. Namun, sudut padangnya dilihat dari penjual.

Contohnya pada kasus minyak goreng. Misalnya, penjual memiliki persediaan minyak goreng saat ini. Penjual tersebut berharap bahwa akan ada kenaikan harga minyak goreng, sehingga persediaan yang ada saat ini akan mereka tahan untuk dijual di kemudian hari.

Nah, itulah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Bagaimana kalau kita coba latihan soal, biar elo makin paham? Yuk!

Baca Juga: Cara Menghitung Harga Beli, Harga Jual, Untung, dan Rugi Beserta Contoh Soalnya

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh Soal 1

Berikut ini faktor yang mempengaruhi permintaan, kecuali ….

A. pendapatan konsumen

B. selera konsumen

C. teknologi

D. harga barang lain

E. ekspektasi konsumen

Jawaban: C. teknologi.

Pembahasan:

Seperti yang udah gue jelaskan sebelumnya, ya. Terdapat lima faktor yang mempengaruhi permintaan, yaitu harga barang itu sendiri, pendapatan konsumen, harga barang lain yang berkaitan, selera konsumen, dan ekspektasi konsumen. Sedangkan, teknologi termasuk ke dalam faktor yang mempengaruhi penawaran.

Contoh Soal 2

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, kecuali .…

A. harga barang itu sendiri

B. pendapatan konsumen

C. teknologi

D. harga input

E. ekspektasi

Jawaban: B. pendapatan konsumen.

Pembahasan:

Nah, ini elo harus inget, kalau faktor yang mempengaruhi penawaran cuma ada empat, yaitu harga barang itu sendiri, harga input, teknologi, dan ekspektasi. Ada lagi yang perlu diingat, yaitu teori penawaran dilihat dari sudut pandang penjual atau produsen. Jadi, kalau ada pilihan yang berhubungan dengan konsumen, bisa langsung kamu kecualikan.

Contoh Soal 3

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan, faktor dominan yang menyebabkan perubahan permintaan barang adalah .…

Jawaban: Harga barang itu sendiri.

Pembahasan:

Kenapa harga barang itu sendiri? Melansir dari Encyclopedia Britannica, faktor lainnya lebih konstan jika dibandingkan dengan harga. Begitu pun dalam kurva permintaan, komponen yang tertera dalam kurva tersebut adalah jumlah barang tersebut (Q) dan harga barang tersebut (P). Berikut contoh kurva permintaan.

Ilustrasi Kurva Permintaan.
Kurva Permintaan (Arsip Zenius)

Oke! Itulah pembahasan mengenai faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam artikel kali ini. Tenang aja, elo masih bisa mengulik materi tentang permintaan dan penawaran lebih dalam dengan klik banner di bawah ini!

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran 9

References:

Ilmu Ekonomi dan Permasalahannya – Zenius (2022)

Teori Ekonomi Mikro – Syafaatul Hidayati, S.Pd., M.Pd. (2019)

Supply and Demand – Encyclopedia Britannica (2021)

Bagikan Artikel Ini!