Panduan Belajar Soal HOTS Biologi

Artikel ini membahas soal HOTS Biologi, mulai dari definisinya, strategi belajar soal HOTS Biologi, hingga contoh soal HOTS Biologi di UN dan SBMPTN.

Hai guys, ketemu lagi dengan gue, Azhar Fahd Al Faridz. Di tulisan kali ini, gue akan memberikan tips-tips dan strategi dalam menjawab soal Higher-Order Thinking Skills (HOTS) untuk mata pelajaran Biologi.

Belakangan ini, soal HOTS sedang ramai dibicarakan oleh pelajar Indonesia, tenaga pendidik, dan bidang-bidang yang terkait seperti Kemendikbud dan Kemenristekdikti, terutama dalam persiapan Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Nah, di sini gue akan membantu kalian untuk memahami dan menjawab soal HOTS tersebut, khususnya untuk mata pelajaran Biologi.

Anyway, sebelum kita bahas strategi untuk menjawab soal HOTS Biologi, ada baiknya lo coba baca dulu artikel Pembahasan Lengkap Seputar Soal HOTS, biar lo paham mengenai “Soal HOTS” secara umum itu seperti apa.

Kalo udah siap, yuk kita gas!

soal hots biologi

 

Definisi Soal HOTS Biologi

Pada dasarnya, soal HOTS adalah soal yang menguji kemampuan bernalar tingkat tinggi, di mana kalian dituntut untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi dari suatu permasalahan yang ada.

Sedangkan soal yang dikategorikan sebagai LOTS (Lower Order Thinking Skill) hanya menguji kemampuan bernalar yang lebih rendah yaitu mengingat, memahami, dan mengaplikasikan.

Atau lebih simpelnya, soal HOTS itu bukanlah soal yang dapat dijawab dengan hanya sekedar menghafal atau mengingat-ingat. Inilah yang bikin gue seneng, dengan semakin banyaknya soal HOTS maka sedikit demi sedikit kita bisa membuang label bahwa biologi itu isinya cuma menghafal, hoho.

Untuk lebih jelasnya coba lo perhatikan soal LOTS Biologi yang ada di SBMPTN tahun 2017 berikut:

Contoh soal LOTS Biologi di SBMPTN
Contoh soal LOTS Biologi di SBMPTN

Kesel ga dikasih soal kayak gini? Kalo gue sih udah jelas kesel banget. Ini berada di strata paling bawah dari kemampuan bernalar berdasarkan taksonomi Bloom. Yap, lo hanya perlu menghafal saja, bahkan di antara soal LOTS sekalipun, ini yang paling rendah.

Masalahnya, dari ribuan jenis virus, gimana caranya kita bisa mengerucutkan sampe tau yang bakal muncul itu virus yang menyerang unggas? Ini mah, kita disuruh jadi kamus bernyawa. Dan mirisnya, banyak banget soal biologi yang tipenya seperti ini. Sampe-sampe munculah label bahwa biologi itu menghafal.

Tapi coba kita bandingkan dengan soal HOTS yang ada di tahun yang sama berikut:

Contoh soal HOTS Biologi di SBMPTN
Contoh soal HOTS Biologi di SBMPTN

Gue suka banget soal kayak gini, soalnya simpel dan tidak terlalu sulit tapi soal tersebut mengharuskan kita untuk bernalar sedikit lebih tinggi, bukan hanya menghafal tapi kita diharuskan untuk menganalisis grafik yang menunjukkan perbedaan jumlah populasi ikan pada berbagai suhu air. Bahkan, gak banyak hafalan yang lo perlukan untuk menjawab soal ini, bukan? Tapi percayalah, soal tersebut termasuk soal jenis HOTS.

Soal HOTS tidak harus soal yang sulit, tapi harus memicu kita untuk bernalar lebih tinggi. Apalagi kalau kita sudah terbiasa bernalar lebih tinggi seperti menganalisis masalah dari berbagai aspek, soal HOTS akan terasa ez pz.

 

Soal HOTS Biologi di UN dan SBMPTN

Sebenernya soal HOTS itu udah keluar dari dulu dalam sistem pengujian kita, baik SBMPTN maupun UN. Hanya penggunaan istilah “HOTS” yang baru ada sekarang.

Pada soal UN misalnya, semakin mendekati 2019, jumlah soal HOTS meningkat pesat. 10 tahun yang lalu, soal UN lebih banyak diisi dengan soal LOTS, apalagi Biologi. Namun pada tahun lalu jumlah ini meningkat secara signifikan. Hal ini menandakan keseriusan pemerintah dalam menerapkan konsep pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir pada taraf yang lebih tinggi.

Gue ambil contoh soal HOTS biologi di UN tahun 2016 berikut:

Contoh soal HOTS Biologi di UN
Contoh soal HOTS Biologi di UN

Pembahasan solusi untuk soal diatas bisa lo lihat di zenius.net, tapi coba kerjakan soal ini dulu tanpa melihat solusinya. Gue pengen lihat gimana lo nyelesain soal ini.

Lain cerita dengan soal-soal SBMPTN. Soal-soal SBMPTN pada dasarnya disusun untuk menyeleksi murid-murid SMA di seluruh Indonesia berdasarkan kemampuan mereka berpikir dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu pada SBMPTN, soal HOTS sudah sangat banyak jumlahnya dari dahulu kala.

Tapi bukan berarti soal HOTS itu selalu sulit. Seperti yang udah gue bilang sebelumnya, soal HOTS itu tidak harus sulit. Indikator soal HOTS adalah mampu menguji siswa dalam beberapa tahapan berpikir, tidak hanya satu tahapan berpikir saja.

Sebagai contoh lagi, coba lihat soal SBMPTN Biologi tahun 2018 kode soal 02 berikut:

Contoh soal HOTS Biologi di SBMPTN (Kode soal 02)
Contoh soal HOTS Biologi di SBMPTN (Kode soal 02)

Sebelum lo lihat pembahasan solusinya di zenius.net, coba lo kirim jawaban beserta alasannya di kolom komentar ya.

 

Strategi Menghadapi Soal HOTS Biologi

Yap, sekarang lo sudah mengenal lebih dalam tentang soal HOTS. Makin deket aja hubungan kita sama soal HOTS. Tapi gak hanya sampe disini, hubungan kita harus lebih dalam lagi, biar kita bisa mengerti dan tahu cara menyelesaikan soal HOTS tersebut.

Sebelumnya perlu gue kasih tau kalo soal HOTS itu seringkali memerlukan tenaga yang akan menguras isi kepala lo. Hal ini karena lo akan dipaksa untuk mendapatkan informasi berharga dari soalnya atau dari pilihan jawabannya yang tentunya gak segampang ngerjain soal LOTS. Makannya, supaya lo bisa nyelesain soal HOTS, gue punya beberapa tips nih:

 

  1. Menguasai Konsep Dasar yang Penting

Ini harga mati, bro. Lo harus menguasai konsep-konsep dasar Biologi-nya dulu. Konsep-konsep dasar ini akan jadi bahan dasar yang akan lo oseng, tambahin bumbu yang tepat, dan voila! Jadilah hidangan yang sempurna. Kenapa begitu? Karena soal HOTS sering banget maksa lo buat nerapin dua atau lebih konsep untuk menyelesaikan soalnya. Terlebih lagi, gak jarang konsep-konsep di luar Biologi juga masuk. Misalnya seperti konsep dasar peluang Matematika, konsep dasar kecepatan Fisika dan mata pelajaran lainnya. Kalau konsep kimia sih udah bukan hal aneh kalau masuk di soal Biologi.

Mungkin lo masih agak bingung, maksudnya pahami konsep itu gimana? Simpelnya gini, pas lo ketemu soal, jangan cuma tanya, “plasmolisis itu apa ya?” atau “karyogami itu apa ya?” dan sebagainya. Kalo lo masih nanya gitu, itu tandanya lo cuma belajar hafal mati doang, lo gak tau esensi dari apa yang lo hafal tersebut.

Padahal kalau lo mempelajari siklus hidup fungi dengan matang. Hal yang akan lo pikirkan dan tanyakan nanti bukan sekedar “apa” yang lo ketahui dari karyogami, tapi “bagaimana” prosesnya, dan bahkan, “untuk apa sih fungi melakukan karyogami?”. Gitu.

Kalau hanya mengandalkan hafalan, lo akan rugi. Karena dalam beberapa hari, hafalan itu bakalan lenyap. Menurut gue, dengan mempelajari suatu konsep dengan sangat matang, misalnya lo mengerti “kenapa” setiap step dari sintesis protein harus ada, tanpa menghafal mati pun gue yakin lo bakal inget, karena ketika lo melupakan salah satu step tersebut lo bakal inget sama efek yang dihasilkan kalo step itu tidak ada.

Jadi ketika lo menjawab soal, coba diawali dengan “konsep apa ya yang dipake?” jangan buru-buru menerjemahkan kata-kata asing yang ada di soal tersebut. Kita bukan alfalink, bro.

 

  1. Perhatikan Informasi yang diberikan pada soal

Nah, ini penting banget. Dengan bekal konsep dasar yang sudah lo punya, seberapa banyak informasi dari soal yang bisa lo peroleh? Untuk soal-soal Biologi yang ada di taraf LOTS, kebanyakan nyaris tidak mengandung informasi sama sekali. Bayangin aja, soal seperti “tentukan family dari ular kobra?” “berapa usia fosil manusia tertua?” atau bahkan “inang dari virus Yongjia ledantevirus adalah?”, hampir tidak ada informasi yang diberikan, hafalan mati. Lo ga hafal, ya mati. gue bahkan lebih tau yonglek daripada nama virus itu.

Berbeda dengan soal HOTS. Soal HOTS biasanya dibuat dalam bentuk yang simpel tapi mengandung banyak sekali informasi yang harus digali. Maka dari itu, kebanyakan soal HOTS pada biologi itu berbentuk diagram dan grafik. Misalkan diberikan grafik kinerja enzim alkalin fosfatase berikut:

Grafik di soal HOTS
Grafik di soal HOTS

Bandingkan dengan soal “Tentukan family dari ular kobra” yang barusan gue kasih, lo pasti akan memperoleh informasi yang jauh lebih banyak.

Setelah lo menemukan beberapa informasi dari grafik tersebut, coba untuk menemukan hubungan antar informasi tersebut. Olah terus informasi-informasi tersebut sampe lo menemukan sebanyak mungkin hubungannya, alhasil diakhir lo akan berkata “oh maksudnya ini ya!”.

Kalo belum sampe berkata kaya gitu, berati lo belum mendapatkan hubungan yang cukup kuat dari informasi yang lo dapet, atau ternyata mungkin memang informasinya masih kurang sehingga lo harus menggali lebih dalam lagi.

 

  1. Periksa ulang jawaban: Apakah sesuai dengan konsep dasar dan informasi yang diberikan?

Ketika lo berhasil menemukan banyak hubungan antar informasi yang lo peroleh dari soal, sekarang lo sudah bisa membuat suatu kesimpulan. Itulah jawaban dari soal yang sedang lo kerjakan.

Tapi masalahnya, banyak soal HOTS yang menggabungkan lebih dari satu konsep dasar sehingga membutuhkan lebih banyak lagi tenaga saat memperoleh dan mengolah informasi pada soal. Bisa jadi, lo melakukan kekeliruan saat mengolah informasi tersebut.

Maka dari itu, gue menyarankan lo untuk memeriksa ulang kesimpulan yang udah lo dapet dengan cara menguji ulang kesimpulan tersebut terhadap konsep-konsep dasar yang lo pake. Gak jarang lo akan menemukan sedikit atau bahkan kekeliruan yang cukup fatal.

Hmm… biar gak sekedar teori doang. Gue akan coba terapin strategi ini untuk menyelesaikan beberapa soal HOTS.

 

Contoh Latihan Soal HOTS Biologi

Untuk soal pertama, gue akan menuntun lo untuk menyelesaikan soalnya sampe ketemu jawabannya.

 

Contoh Soal HOTS Biologi 1

Contoh soal HOTS Biologi 1
Contoh soal HOTS Biologi 1

Oke, sekarang kita coba terapkan strategi yang udah gue uraikan diatas yah!

  • Konsep-konsep dasar yang penting

Sekilas dari soal yang udah lo baca, kira-kira konsep apa aja yang harus lo kuasain? Lo harus menguasai sistem gerak (khususnya otot), respirasi aerob dan fermentasi. Kalo konsep lain yang perlu lo kuasain apa? Coba perhatikan opsi jawaban C, kebetulan di dalam soal ini ada sedikit yang bersinggungan dengan konsep stoikiometri Kimia nih!

  • Perhatikan Informasi yang diberikan soal

Dari deskripsi yang singkat tersebut, seberapa banyak informasi yang bisa lo gali, bro?

Kalau dari hasil penelusuran gue sih kira-kira seperti ini:

  • Latihan angkat beban menengembangkan salah satu jenis serabut otot
  • Otot tersebut mengakumulasi banyak glikogen
  • Pemanenan energi dilakukan dengan metabolisme tanpa melalui siklus Krebs

Nah, dari informasi yang udah lo temuin, coba lo cari hubungan di antara semua informasi tersebut. Kemudian, coba lo buat kesimpulan berdasarkan hubungan yang udah lo dapet.

Kalau di kepala gue, gue bisa membuat beberapa kesimpulan dari informasi tersebut yaitu:

  • Serabut otot yang dikembangkan pasti otot lurik karena latihan angkat beban pasti dilakukan secara sadar (volunteer) sesuai dengan karakteristik otot lurik.
  • Glikogen adalah gula yang disimpan dalam otot, mengakumulasi banyak gula ini berarti otot tersebut membutuhkan energi yang besar.
  • Metode perolehan energi yang digunakan tidak melibatkan siklus Krebs, sedangkan katabolisme yang terjadi pada manusia itu terbatas hanya pada respirasi aerob dan fermentasi. Respirasi aerob melibatkan siklus Krebs, yang artinya otot tersebut menggunakan metode katabolisme secara fermentasi.

Lo udah dapet kesimpulan, tapi apakah soal sudah bisa dijawab? Tentu saja belum, karena lo harus menghubungkan informasi yang ada pada soal dengan konsep-konsep yang berkaitan secara lebih dalam.

  • Periksa ulang logika jawaban sesuai dengan konsep dasar dan informasi pada soal

Untuk mendapatkan jawaban yang konkrit, lo harus melihat opsi jawaban yang ada kemudian sesuaikan dengan konsep dasar dan informasi yang udah lo kembangkan.

Dari informasi sebelumnya kita udah sepakat kalau otot yang dikembangkan adalah otot lurik dengan katabolisme secara fermentasi atau kita sebut dengan “serabut otot fermentatif”. Berlawanan dengan “serabut otot aerobik” yang menggunakan respirasi aerob sebagai mekansime pemanenan energinya.

Katabolisme secara aerobik, sesuai dengan namanya, “aerob” membutuhkan oksigen (O2), sedangkan fermentasi hanya melewati tahapan glikolisis sehingga tidak membutuhkan oksigen. Maka dari itu otot fermentatif tidak membutuhkan banyak myoglobin. Myoglobin adalah pigmen pada otot yang digunakan untuk menyimpan molekul oksigen. Fermentasi hanya melewati tahapan glikolisis sehingga tidak membutuhkan organel mitokondria. Mitokondria diperlukan untuk tahapan siklus Krebs, rantai transfer elektron dan kemiosmosis, sedangkan glikolisis terjadi di sitoplasma.

Sesuai dengan informasi, serabut otot ini mengakumulasi banyak glikogen yang artinya energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri-Phosphate) yang dihasilkan per-molekul glikogen lebih sedikit, sehingga membutuhkan glikogen yang sangat banyak untuk menghasilkan ATP yang lebih banyak pula. Selain itu, bukti yang lebih mendukung adalah jumlah ATP yang dihasilkan dari 1 molekul glukosa melalui fermentasi adalah 2 molekul ATP sedangkan melalui respirasi aerob bisa dapet 30 atau 32 ATP. Dengan perbandingan stoikiometri sederhana kita dapet perbandingan ATP yang dihasilkan per-molekul glukosa melalui fermentasi:respirasi aerob adalah 1 : 16, yang artinya ATP yang dihasilkan melalui fermentasi jauh lebih sedikit dibandingkan respirasi aerob.

Fermentasi secara umum dibagi menjadi dua, fermentasi alkohol dan asam laktat. Tubuh manusia tidak dapat melakukan fermentasi alkohol sehingga fermentasi yang terjadi pada serabut otot fermentatif adalah fermentasi asam laktat yang menghasilkan produk akhir berupa asam laktat. Asam laktat ini akan terakumulasi pada jaringan otot dan menyebabkan kelelahan (fatigue)

Voila, dari sini kita dapet jawabannya yaitu opsi (D).

 

Contoh Soal HOTS Biologi 2

Contoh soal HOTS Biologi 2
Contoh soal HOTS Biologi 2

Untuk soal selanjutnya, gue hanya akan menuntun lo untuk membuat solusinya dengan menerapkan strategi seperti yang udah kita lakukan di soal sebelumnya. Let’s cekidot!

  • Konsep dasar yang penting

Coba dibaca dan dipahami dengan teliti, kira-kira lo butuh konsep dasar apa aja untuk menjawab soal tersebut? Tentu saja konsep utama yang dipake adalah mutasi nukleotida, tapi apa konsep mutasi aja cukup untuk menjawab soal tersebut? Yakin? Nah, justru kesulitan dari soal ini adalah karena soal ini membutuhkan gabungan konsep mutasi nukleotida dengan konsep materi genetik, khususnya sintesis protein. Mulai kepikiran? Hmm, biar lebih kebayang mending sekalian kita gali informasi yang bisa di dapat aja yuk!

  • Informasi penting pada soal

Jujur aja, soal ini menyimpan sedikit sekali informasi, tapi kalau kita olah informasinya kita bisa dapet banyak banget kesimpulan. Soal macem gini gue sebut sebagai soal yang misterius, soalnya pendek tapi sangat menakutkan. Soal-soal yang seperti ini berada pada tingkatan tertinggi soal HOTS Biologi karena butuh penalaran yang super.

Eitss, tapi jangan khawatir, tim Zenius akan membantu kalian untuk meningkatkan gaya penalaran kalian.

Balik lagi ke informasi. Dalam soal ini, informasi yang kita bisa dapetin cuma satu yaitu urutan DNA-nya aja dengan tanda abu adalah daerah mutasi.

Urutan DNA
Urutan DNA

Nah, dari urutan DNA tersebut jenis mutasi apa yang terjadi? Untuk mempermudah, lo bisa menuliskan dulu urutan DNA normal dan urutan DNA setelah terjadinya mutasi.

Apa lagi yang bisa lo dapet? Nah saatnya kita pake konsep sintesis protein, agar gen tersebut dapat ditranslasikan menjadi protein, ribosom harus menemukan kodon start sebagai tanda awal translasi dan kodon stop sebagai akhir dari translasi. Apakah lo bisa menemukan letak kodon tersebut?

Bingung? Mungkin akan lebih membantu kalo lo coba transkripsikan dulu gen tersebut menjadi mRNA, mungkin lo akan menemukan kodon-kodon yang lo cari di situ.

  • Periksa ulang logika jawaban dengan konsep dasar dan informasi

Mungkin lo sudah menerapkan beberapa konsep saat menggali informasi sebelumnya. Tapi untuk memecahkan kasus ini secara menyeluruh, lo harus gali lagi lebih dalam konsep yang berkaitan dengan informasi urutan DNA tersebut dan informasi-informasi yang udah lo olah sebelumnya.

Gue kasih sedikit clue, untuk memastikan berapa jumlah asam-amino dan berapa jumlah antikodon yang mengenali gen tersebut, mungkin lo butuh lebih dalem lagi memahami konsep translasi. Coba dinget-inget lagi step-by-step yang terjadi pada proses translasi.

Kalo udah ngerasa yakin, coba lo tulis jawaban beserta alasannya di kolom komentar ya, gue tunggu!

 

Bahan Latihan Soal HOTS Biologi

Setelah lo membaca artikel ini, sekarang saatnya untuk mempraktikan tips dan strategi yang udah kita bahas, biar semakin ahli dalam menjawab soal HOTS. Untuk latihan, coba lo kerjain soal-soal yang ada disini nih!

Nah, silakan download soal-soal diatas dalam bentuk pdf secara GRATIS! Kalo mentok, tersedia juga video pembahasannya. Dan bukan hanya soal Biologi aja, Zenius juga udah punya ribuan paket soal lengkap yang bisa lo download gratis. Soal-soal ini dibuat sama tutor Zenius dengan referensi yang berkualitas. Udah ada soal HOTS-nya juga. Kalo lo mau download semua soalnya, lo bisa download aja di zenius.net ya!

Oke, segitu aja cuap cuap tentang HOTS dari gue. Semoga gue bisa membantu lo menghadapi ketakutan terhadap soal HOTS Biologi, bye.

 

—————————CATATAN EDITOR—————————

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut ke Kak Azhar seputar soal HOTS Biologi, silakan post pertanyaan kamu di kolom komentar, ya! Dan jangan lupa juga untuk menjawab tantangan Kak Azhar untuk menjawab contoh-contoh soal HOTS Biologi tadi di kolom komentar. Semangat!


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini