Zeigarnik Effect: Melawan Lupa pada yang Belum Selesai

Zeigarnik Effect Zenius

Artikel ini akan membahas tentang Zeigarnik Effect yang hampir dialami oleh semua orang, yaitu selalu mengingat kejadian/pekerjaan yang belum selesai.

Pernah gak lo mengalami susah tidur atau gak fokus beraktivitas gara-gara mengingat suatu hal atau pekerjaan yang belum terselesaikan? Misalnya tugas sekolah, organisasi, urusan kantor, dll yang belum sempat lo selesaikan. Kemudian, lo beralih ke pekerjaan yang lain. Ternyata, lo tetap kepikiran sama kerjaan yang belum selesai itu ーapalagi kalau kerjaannya susah, berharap mau refreshing dulu, eh akhirnya gak tenang karena kepikiran terus.

Zeigarnik Effect: Melawan Lupa pada yang Belum Selesai 17
dok. Tenor

Mungkin lo sering merasakan ketika mau ulangan atau ujian. Jauh-jauh hari lo udah belajar untuk mempersiapkan materi yang kemungkinan keluar di ujian ーberlaku juga bagi para deadliner. Materi penting udah hafal, latihan soal juga bisa lo kerjakan dengan benar, bahkan kalau ada teman nanya atau sekadar ngetes lo bisa jawab. Tiba saatnya ujian, lo masih ingat materi yang udah lo pelajari, sehingga soal ujian bisa dijawab dengan mudah. Beberapa hari kemudian ーatau malam harinyaー ada teman lo yang nanya tentang materi yang ada di soal ujian. Dia bingung, makanya dia minta lo buat menjelaskan. Tapi, sayangnya lo udah gak ingat detail untuk menjawab soal tersebut.

Atau berlaku juga ketika lo nonton sinetron atau series. Ketika lagi seru-serunya nonton, tiba-tiba ceritanya bersambung. Atau ketika nonton film, tapi ending-nya gantung. Rasanya penasaran banget gak sih apa yang akan terjadi di cerita selanjutnya? Lo selalu kepikiran cerita itu, lo obrolin juga sama teman-teman, bahkan gak bisa tidur gara-gara penasaran.

Biasanya lo sering mengalami fenomena ini dalam hal apa?

View Results

Loading ... Loading ...

Ternyata, fenomena unik seperti itu dinamakan Zeigarnik Effect. Kira-kira apa sih pengertian dari efek ini, lalu apakah imbasnya selalu negatif, dan bagaimana cara mengatasinya? Kita simak uraiannya di bawah ini, yuk!

Apa Itu Zeigarnik Effect?

Zeigarnik Effect adalah suatu kecenderungan untuk lebih mengingat sesuatu yang belum selesai daripada yang udah selesai. Seperti yang udah dicontohkan di atas, kita akan lebih mudah mengingat cerita yang masih bersambung atau gantung, materi yang belum diujikan, dan tugas/PR yang belum dikerjakan daripada ketika hal-hal tersebut udah selesai.

Efek ini pertama kali diteliti dan dijelaskan oleh seorang psikolog Rusia bernama Bluma Zeigarnik pada tahun 1927. Suatu hari, Ia dan profesornya, Kurt Lewin, duduk di sebuah cafe yang berada di Vienna. Ia mengamati kerja pelayan yang bisa mengingat dengan baik detail pesanan para customer yang belum menerima dan membayar makanannya. “Mungkin pelayan di sini jenius”, kiranya. Tapi, ketika pesanan berhasil diantarkan dan customer membayarnya, pelayan cafe tersebut gak ingat detail pesanan dan wajah si customer. Bahkan si pelayan menjelaskan bahwa ia akan segera lupa semua pesanan yang telah ia antarkan ke meja customer, karena ia harus fokus kepada pesanan lain yang belum diantarkan.

penemu zeigarnik effect bluma zeigarnik zenius
Bluma Zeigarnik (dok. Wikimedia Commons)

Tertarik dengan fenomena yang dialaminya, Zeigarnik kemudian melakukan serangkaian eksperimen untuk mempelajarinya. Ia meminta peserta untuk menyelesaikan serangkaian tugas, seperti membuat kerajinan tangan, menyusun teka-teki, dan mengerjakan soal matematika. Setengah dari tugas tersebut dihentikan sebelum peserta berhasil menyelesaikannya. Sedangkan, setengahnya lagi dapat dikerjakan sampai selesai. Setelah itu, peserta diminta untuk menjelaskan serangkaian tugas yang telah mereka kerjakan. Dari sini, Zeigarnik ingin mengetahui, mana sih tugas yang paling diingat oleh peserta.

Ternyata, peserta anak-anak lebih mengingat 2x lipat tugas yang dihentikan (gak selesai) daripada yang bisa mereka kerjakan sampai selesai. Dari hasil eksperimen juga, Zeigarnik menemukan bahwa 90% peserta dewasa lebih sering mengingat tugas yang belum selesai daripada yang udah selesai. Nah, hasil eksperimen tersebut Ia publikasikan dalam judul “On Finished and Unfinished Tasks” tahun 1927.

Penelitian Lain Mengenai Zeigarnik Effect

Gak berhenti sampai di situ, ternyata banyak peneliti yang penasaran juga tentang Zeigarnik Effect, benar gak sih fenomena seperti itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Tahun 1963, seorang psikolog Inggris bernama John Baddeley (Alan David Baddeley) melakukan percobaan menggunakan serangkaian anagram (permainan kata yang hurufnya diacak untuk membentuk kata lain, contoh: listen=silent, triangle=integral). Kemudian, peserta diminta untuk memecahkan serangkaian anagram tersebut dalam waktu yang telah ditentukan. Kalau mereka gak bisa menyelesaikan anagram dalam jangka waktu tersebut, mereka akan dikasih tau jawabannya. Terakhir, peserta diminta untuk mengingat kata-kata dalam anagram tersebut, baik yang udah mereka selesaikan sendiri maupun yang udah dikasih tau jawabannya (belum selesai). Ternyata, peserta lebih mengingat kata-kata yang tadi diberi tau atau yang gak mereka selesaikan. Hasil temuannya kemudian dipublikasikan dalam jurnal psikologi eksperimental berjudul “A Zeigarnik-like Effect in the Recall of Anagram Solutions“. Tentu saja temuan ini mendukung hasil eksperimen Bluma Zeigarnik.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kenneth McGraw dan Jirina Fiala tahun 1982. Mereka bereksperimen menggunakan soal penalaran spasial. Di tengah pengerjaan, keduanya menginterupsi peserta sebelum mereka bisa menyelesaikan soalnya. Nah, setelah waktu eksperimen berakhir, sebanyak 86% peserta bahkan memutuskan untuk tetap melanjutkan pengerjaan soal sampai benar-benar selesai. Temuan ini juga mendukung Zeigarnik Effect, bahwa peserta akan selalu kepikiran sebelum mereka benar-benar menyelesaikan tugasnya.

Tapi, lain halnya dengan temuan dari psikolog AS bernama John Atkinson tahun 1953, yang berfokus pada aspek motivasi dalam penyelesaian tugas. Semua kembali lagi pada motivasi tiap individu. Ketika seseorang memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk menyelesaikan suatu tugas, maka ia akan mengalami Zeigarnik Effect ketika tugasnya diinterupsi. Berbeda dengan seseorang yang kurang termotivasi, efek Zeigarnik gak akan berpengaruh bagi dirinya, ia akan kurang memperhatikan tugas tersebut dan akhirnya melupakannya.

Zeigarnik Effect: Melawan Lupa pada yang Belum Selesai 18
dok Tenor

Sebenarnya, Bluma Zeigarnik dalam jurnalnya tahun 1927 juga udah menyinggung sedikit mengenai faktor yang mempengaruhi Zeigarnik Effect. Seperti waktu interupsi, motivasi untuk berhasil menyelesaikan tugas, tingkat kelelahan individu, dan tingkat kepercayaan individu terhadap suatu tugas. Memangnya seperti apa sih cara otak kita bekerja?

Bagaimana Cara Otak Kita Bekerja?

Pernah dengar tentang memori jangka pendek? Yap, Zeigarnik Effect lebih sering terjadi pada model memori jangka pendek, di mana kita hanya menyimpan memori tersebut dalam kapasitas dan durasi yang singkat/terbatas.

Baca Juga: Sering Lupa? Ini 8 Cara Meningkatkan Daya Ingat

otak sensorik dan motorik dalam zeigarnik effect zenius
Motorik dan sensorik otak (dok. Wikimedia Commons)

Lo masih ingat pelajaran Biologi tentang Sistem Saraf, kan? Otak kita adalah sistem saraf yang berperan sebagai reseptor terhadap stimulus yang kemudian diterjemahkan menjadi respon/output. Stimulus yang masuk ke otak selanjutnya diproses lagi dan disimpan. Di sinilah keputusan apakah stimulus tersebut perlu disimpan dalam memori jangka panjang atau cukup dalam memori jangka pendek. Kalau lo mau stimulus tersebut menjadi memori jangka panjang, lo perlu latihan berulang supaya ingatan tersebut tetap stay/bertahan.

Nah, kalau kasusnya seperti yang dilihat oleh Bluma Zeigarnik, pelayan cafe. Ia hanya menyimpan detail pesanan dari customer, seperti nomor meja, makanan dan minuman apa yang dipesan, dan informasi tambahan lainnya dalam memori sensorik. Ingatan tersebut akan tetap bertahan dalam memori sensorik sampai customer selesai makan. Setelah itu? Lupa deh.

Begitu otak menerima informasi, ia akan menyimpannya dalam memori sensorik untuk waktu yang sangat singkat. Memori sensorik merupakan tempat informasi yang diterima melalui panca indera sebelum pindah ke memori jangka pendek.

Dr. Roma Kumar (dalam Harvard Business Review)

Ketika suatu stimulus masuk ke memori sensorik, ia akan bergerak ke memori jangka pendek ーkarena kita memperhatikan informasinya. Biasanya, memori jangka pendek akan cepat dilupakan, tapi ketika suatu tugas belum berhasil diselesaikan, maka otak akan terus-menerus berlatih untuk menjaga supaya informasi yang kita terima tetap aktif dan bisa tetap diingat. Hal itu akan menciptakan ketegangan kognitif. Nah, setelah tugas selesai, otak dapat melepaskan ketegangan kognitif itu, sehingga informasi yang tadi diingat bisa dilupakan.

Gak semua efek Zeigarnik termasuk memori jangka pendek. Lo bisa memanfaatkan efek ini untuk menciptakan memori jangka panjang yang bisa lo ingat lebih lama. Tentu saja dengan latihan secara terus menerus, misalnya belajar secara rutin dan terstruktur. Wah, ternyata bisa juga ya efek ini dimanfaatkan untuk belajar? Gak hanya belajar boi, lo juga bisa memanfaatkan Zeigarnik Effect dalam beberapa hal. Apa aja sih?

Manfaat Zeigarnik Effect Bagi Produktivitas

Selain belajar secara konsisten dan terstruktur, lo juga bisa memanfaatkan cara kerja otak manusia menggunakan Zeigarnik Effect. Kita bisa menerapkan efek psikologis ini dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, digunakan juga lho oleh beberapa pihak untuk melancarkan bisnisnya.

  1. Belajar secara bertahap
    Lo masih sering jadi deadliner gak? Apalagi kalau mendekati ujian, besok pagi ujian, malam ini lo baru belajar. Nah, menjadi deadliner hanya membuat pelajaran yang udah lo pelajari hanya bertahan sesaat atau memori jangka pendek. Setelah ujian, semua lenyap. Daripada menjejal semua pelajaran/informasi dalam satu malam, yang ujung-ujungnya bakal segera sirna, lebih baik lo mulai belajar secara bertahap dan konsisten. Kita manfaatkan efek psikologis Zeigarnik, di mana kita gak menyelesaikan belajar dalam satu malam, tetapi mempelajari informasi secara bertahap. Misal malam ini lo belajar topik A, besoknya belajar topik B, dst. Itu akan membuat lo penasaran terhadap topik selanjutnya dan akan lebih mungkin mengingat semua materinya pas ujian nanti.
  2. Mengatasi procrastination atau penundaan
    Ini nih yang sering kita lakukan, menunda sesuatu. Ya bisa dibilang deadliner juga. Sayangnya, kecenderungan ini gak baik bagi kita, karena bisa menyebabkan stress dan kinerja yang buruk. Kalau lo masih suka menunda-nunda pekerjaan, coba deh manfaatkan Zeigarnik Effect ini. Mulai aja dengan langkah kecil, lo lakukan bertahap. Ketika lo udah mulai mengerjakan hal itu, lo bakal kepikiran hal itu sampai lo menyelesaikannya. Sekalipun lo mencoba untuk melakukan kegiatan lain, pasti bakal kepikiran hal yang belum selesai itu walau hanya sesaat. Meskipun sesaat, itu cukup mengganggu fokus sih. Jadi, lebih baik langsung menyelesaikan hal yang sebelumnya supaya bisa fokus ke hal yang lain, iya gak?
  3. Dimanfaatkan oleh pihak iklan, televisi, dan marketing
    Gak hanya berimbas pada diri sendiri, ternyata Zeigarnik Effect juga dimanfaatkan oleh pihak iklan, televisi, dan marketing lho. Seperti yang udah gue singgung di atas, kalau lo nonton series atau sinetron yang endingnya gantung atau bersambung, itu bakal membuat lo tertarik untuk nonton episode selanjutnya. Nah, efek psikologis seperti itu yang dibutuhkan oleh pembuat film. Contoh lainnya trailer, yang dibuat untuk menarik perhatian penonton dengan mengabaikan detail pentingnya. Itu akan membuat penonton penasaran seperti apa sih detail filmnya, sehingga ia akan menonton film secara keseluruhan.

Penutup

Wah, ternyata fenomena yang sering kita alami dan temukan ini bisa dijelaskan secara teoretis ya, gengs. Sebuah teori yang ditemukan secara gak sengaja, yaitu dengan pengamatan sederhana terhadap pelayan cafe selama menangani pesanan customer. Zeigarnik Effect merupakan fenomena di mana kita akan lebih mudah mengingat sesuatu yang belum selesai daripada yang telah diselesaikan. Dari uraian di atas, kita juga tau nih kalau ternyata ada hubungan antara efek psikologis ini dengan cara kerja otak kita, khususnya memori jangka pendek. Tapi, kita juga bisa lho memanfaatkan efek ini untuk meningkatkan produktivitas kita, bahkan dimanfaatkan juga oleh pelaku bisnis di bidang perfilman. Eh, lalu kalau keingat terus sama mantan, apakah berarti ada kisah yang belum selesai???

Referensi

https://hbr.org/2020/10/why-your-brain-dwells-on-unfinished-tasks

https://www.psychologistworld.com/memory/zeigarnik-effect-interruptions-memory

https://www.thoughtco.com/zeigarnik-effect-4771725

https://www.verywellmind.com/zeigarnik-effect-memory-overview-4175150

Kodden, B. 2020. The Art of Sustainable Performance: The Zeigarnik Effect. Springer International Publishing. (https://link.springer.com/chapter/10.1007%2F978-3-030-46463-9_10)

Baca Juga Artikel Lainnya

Tips Melawan Procrastination atau Menunda Pekerjaan #Komik

Kenapa Gangguan Kesehatan Mental Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri?

Ingatan Fotografis, Kemampuan Super Manusia

Bagikan Artikel Ini!