Menguasai Keterampilan Dasar Mengajar – Zenius untuk Guru

Keterampilan Dasar Mengajar Zenius Education

Bapak dan Ibu Guru, memiliki keterampilan dasar mengajar memang sangat diperlukan, ya. Setuju? Sebab, keterampilan ini bisa membantu suasana pembelajaran pun jadi efektif dan efisiens. Tentunya, kita juga ingin siswa menerima materi pelajaran dengan baik. 

Saya mau sharing sedikit tentang pengalaman saya saat kuliah di program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dulu waktu awal-awal saya belajar tentang teori keterampilan dasar mengajar di kelas micro teaching, saya sempat meremehkan, “Kenapa hal sesederhana ini harus dipelajari?”. Tapi, setelah dipraktikkan, ternyata keterampilan mengajar guru pengaruhnya besar sekali ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. 

Maka dari itu, kali ini saya mau mengajak Bapak dan Ibu untuk mengulas kembali keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh para guru.

Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar

Menurut Alma, dikutip dalam Sundari, Sukmanasa, Novita, dan Mulyawati, Keterampilan Dasar Mengajar (2020), keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang wajib dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik secara profesional.

Dalam mengajar, pastinya nggak cukup kalau kita hanya menguasai materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Kita juga harus mengasah keterampilan dalam menggunakan metode pengajaran yang tepat.

Ilustrasi guru kesulitan mengajar karena belum mempraktikkan keterampilan dasar mengajar
Pernahkah Anda merasa kesulitan menyampaikan materi di kelas? (Dok. Pixabay)

Pernah nggak sih, Bapak dan Ibu sudah me-review bahan pelajaran yang akan disampaikan di kelas sampai betul-betul yakin udah menguasainya. Namun, ternyata ketika eksekusi, malah ada anak-anak yang gagal fokus kemudian berakhir nggak memahami apa pun yang Anda jelaskan?

Permasalahan tersebut bisa kita antisipasi dengan menggunakan keterampilan dasar mengajar ini untuk menyusun strategi dalam kelas. Kalau udah gitu dijamin deh, penyampaian materi yang telah disiapkan kepada para peserta didik akan berlangsung dengan lebih efektif.

Sekarang, yuk kita intip apa aja jenis-jenis keterampilan ini!

8 Keterampilan Dasar Mengajar

Menurut Turney, Reinforcement, Basic Questioning, Variability (Vol. 1) (1983), terdapat 8 keterampilan dasar mengajar yang harus kita miliki. Coba kita bahas satu persatu, ya!

Keterampilan Bertanya

Gimana sih, caranya meningkatkan komunikasi dengan peserta didik di kelas? Nggak enak banget kan, kalau misalnya kelas sunyi, hanya dipenuhi suara Bapak dan Ibu Guru?

Nah, keterampilan bertanya yang kita punya bisa jadi penolong di situasi seperti ini. Kita bisa banget melontarkan pertanyaan ibarat melemparkan umpan untuk mendapatkan respon dari peserta didik. 

Dengan memberikan pertanyaan dan kesempatan bagi peserta didik untuk menjawab, otomatis kita lebih melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik jadi lebih terbiasa dalam menyampaikan pikiran mereka yang variatif dan kreatif sambil menghargai pendapat teman-temannya.

Pertanyaan yang kita berikan bisa ditujukan langsung kepada salah satu peserta didik maupun terbuka bagi seluruh peserta didik di kelas.

Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pula ketika memberikan pertanyaan kepada peserta didik. Jangan sampai mereka malah jadi takut kalau ditanya dan kita malah dicap jadi guru killer, hehe.

Peserta didik akan merasa lebih nyaman apabila kita memberikan pertanyaan yang jelas, terfokus kepada satu permasalahan, dan sesuai dengan kemampuan mereka. Selain itu, kita juga perlu memberi mereka waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya.

Keterampilan Menjelaskan

Ilustrasi penerapan salah satu keterampilan dasar mengajar yaitu keterampilan menjelaskan
Sudahkah Anda menerapkan keterampilan menjelaskan di kelas? (Arsip Zenius)

Kita perlu keterampilan ini untuk menghindari peserta didik gagal paham dengan materi yang kita sampaikan di kelas. Di sini, kita dituntut untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga bisa menjelaskannya kepada peserta didik secara lisan dengan terorganisir.

Kalau kita sudah merencanakan dengan baik seperti apa materi akan dibawakan nanti, penjelasan kita pun akan mudah dicerna oleh peserta didik.

Selain mempersiapkan isi dari materi, kita nggak boleh lupa untuk mempertimbangkan kondisi peserta didik. Perbedaan usia, latar belakang, sosial, lingkungan belajar, dan lain-lain bisa mempengaruhi proses mereka belajar.

Kadang-kadang, kita dapat kesempatan untuk mengajar di dua atau lebih kelas yang berbeda, misalnya kelas 2 SD dengan 5 SD. Tentunya kita harus menyesuaikan cara menjelaskan materi sesuai dengan umur dan kemampuan di usia masing-masing kelas, bukan?

Nah, perbedaan ini nantinya bisa jadi acuan bagi kita dalam mempersiapkan penjelasan materi. Misalnya pada kelas 2 SD yang cenderung suka belajar secara visual, gimana caranya supaya pembelajaran lebih bermakna? Nah, kita bisa siapkan ilustrasi atau contoh-contoh yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu media yang bisa digunakan adalah video animasi pembelajaran. Video ini bisa kita buat sendiri, lho! Bapak dan Ibu Guru bisa cari tahu lebih lanjut di artikel Cara Membuat Video Pembelajaran dari HP.

Keterampilan Menggunakan Variasi

Agar suasana di kelas nggak flat hingga membuat peserta didik jenuh, kita bisa mengandalkan keterampilan ini. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam variasi mengajar:

  • Variasi cara mengajar meliputi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru, kontak mata, bahasa tubuh, pergantian posisi guru dalam kelas, hingga metode.
  • Variasi penggunaan media pengajaran, antara lain yang bisa dilihat (visual aids), yang bisa didengar (audio aids), yang bisa diraba (motorik), dan atau ketiganya (audio visual aids).
  • Variasi pola interaksi dan kegiatan peserta didik agar selama KBM, suasana kelas bisa dihidupkan dan peserta didik tidak akan merasa bosan.

Kita bisa menggabungkan variasi-variasi tersebut seperlunya sesuai kebutuhan peserta didik untuk KBM yang lebih efektif.

Keterampilan Memberikan Penguatan

Peserta didik itu senang sekali lho, kalau dipuji setelah melakukan sesuatu. Nah, ini jadi kesempatan buat Bapak dan Ibu Guru untuk mendorong terjadinya lagi partisipasi dari peserta didik di lain waktu.

Kita bisa terapkan penguatan ini dalam bentuk verbal, gestural, pendekatan, sambutan, kegiatan yang menyenangkan, dan tanda atau benda tertentu.

Kalau habis menjawab pertanyaan guru dan diberi apresiasi, wuih, peserta didik bisa merasa termotivasi. Ke depannya, mereka akan lebih menumbuhkan inisiatif dan pikiran positif dari dalam diri mereka sendiri, lho!

Selain kata-kata, bisa juga seperti, “Karena kalian udah menangkap materi hari ini dengan baik, sebelum kita tutup kelasnya, saya akan putarkan lagu sesuai request kalian!”

Kayak begini aja, sudah cukup membuat peserta didik kembali bersemangat dan melihat partisipasi mereka sebagai sesuatu yang membawa mereka menuju hal yang menyenangkan–yaitu penguatan tadi.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Kalau dari awal pelajaran dibuka dengan baik, pengaruhnya akan bagus juga bagi proses pembelajaran hingga akhir.

Dengan menerapkan keterampilan membuka pelajaran (set induction), Bapak dan Ibu Guru dapat membantu peserta didik untuk melihat lebih jelas arah materi yang akan dibahas pada suatu pertemuan. Ini bisa menarik perhatian dan fokus peserta didik ke kegiatan-kegiatan berikutnya.

Keterampilan menutup pelajaran (closure) juga penting, karena bisa jadi kesempatan bagi kita selaku guru dan peserta didik untuk mengulas kembali inti dari apa yang telah dipelajari. Dari sini, kita bisa mengetahui pula seberapa jauh tingkat pencapaian peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

Tekankan kembali beberapa key points dari materi hari itu. Kalau di kelas offline, poin-poin ini bisa dituliskan di papan. Kalau kelas online, kita bisa membuat slide di PowerPoint khusus untuk bagian ini.

Kemudian, kita bisa meminta para murid untuk membuat ringkasan singkat atau mengadakan evaluasi tentang materi yang telah diberikan.

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan

Disini, kelompok kecil itu terdiri atas 3 hingga 8 orang dan seorang untuk perseorangan.

Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan ini membuka peluang bagi kita untuk lebih memonitor proses belajar setiap peserta didik dan memberi umpan balik kepada mereka. 

Perlu kita ingat lagi, bahwa tiap individu itu berbeda, dan sebagai guru, kita harus berusaha untuk melihat perbedaan-perbedaan tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui Minat Belajar Siswa – Zenius untuk Guru

Keterampilan Mengelola Kelas

Nah, untuk poin ini, saya jadi ingin merekomendasikan sebuah film yang sangat bagus untuk Bapak dan Ibu Guru. Judulnya Freedom Writers (2007). Dari film ini kita bisa coba mempelajari bagaimana tokoh utamanya, Erin Gruwell, berusaha mengelola kelas yang diampu dengan baik.

Keterampilan mengelola kelas adalah kemampuan guru untuk menciptakan hubungan yang baik dengan peserta didik serta suasana belajar yang sesuai dan nyaman bagi mereka.

Dengan memberikan fasilitas serta kegiatan belajar yang dibutuhkan, kita bisa mewujudkan lingkungan dimana kita bisa membimbing peserta didik bisa mengembangkan dirinya secara optimal.

Guru perlu mengidentifikasi permasalahan yang ada di kelas dan menentukan tindakan pencegahan, korektif, atau penanggulangan.

Baca Juga: Pentingnya Pembelajaran dengan Komunikasi Terbuka dan Komunikatif (Dialogis) – Zenius untuk Guru

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Keterampilan dasar mengajar membimbing diskusi kelompok kecil
Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil (Arsip Zenius)

Keterampilan terakhir yang akan kita bahas ini berkaitan dengan bagaimana guru menerapkan strategi diskusi kelompok agar peserta didik bisa saling berbagi pengalaman atau informasi, memecahkan masalah, dan menarik kesimpulan bersama.

Dalam membimbing diskusi kelompok kecil, upayakan menciptakan suasana yang menyenangkan. Beri mereka arahan yang sistematis dan waktu yang cukup untuk berdiskusi. Jangan lupa untuk sesekali hadir bergabung dalam pembicaraan mereka.

Penutup

Baiklah, saya kira sekian dulu pembahasan mengenai keterampilan dasar mengajar. Apakah Bapak dan Ibu Guru merasa lebih siap lagi dalam mengajar, setelah membaca artikel ini? Semoga demikian, ya.

Anda juga bisa dukung keefektifan dan keefisienan pembelajaran di kelas dengan menggunakan Learning Management System (LMS) dari Zenius, lho! Langsung klik aja banner di bawah ini, yuk!

lms zenru

Referensi

Keterampilan Dasar Mengajar – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pakuan (2020).

Reinforcement, Basic Questioning, Variability – C. Turney (1983).

Bagikan Artikel Ini!