Cacingan

Cacingan: Kok Bisa Cacing Tinggal Di Perut Manusia?

Artikel ini membahas tentang Cacingan, salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh cacing parasit.

Hai, sobat Zenius! Lo pasti familiar kan dengan kata ‘cacingan’? Sekitar satu dekade yang lalu, iklan obat cacing banyak lalu-lalang di televisi.  Menurut iklannya sih kita dianjurkan untuk konsumsi obat cacing setidaknya satu tahun sekali. Gara-gara iklan itu, keluarga gue langsung pergi ke apotek terdekat buat beli obat cacing. Awalnya keluarga gue lumayan rajin tuh buat minum obat cacing enam bulan sekali. Setelah lewat dua tahun, kami nggak pernah beli obat cacing lagi karena sudah lupa. Tapi setelah dipikir-pikir aneh juga ya. Kok bisa sih cacing masuk dan tinggal di perut kita? Yuk kita kupas tuntas bareng-bareng!

 

Cacingan Manusia Anak
Dok: halodoc

Apa itu cacingan?

Percaya tidak percaya, dulu kecacingan adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup umum. Bahkan Kompas(2008) menyebutkan bahwa menurut Guru Besar Bidang Ilmu Parasitologi Klinik Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Prof Dr dr Teguh Wahju Sardjon, sekitar 60 persen dari 220 juta penduduk Indonesia menderita kecacingan. Nah, tapi kalau kita lihat pada tahun 2015, angka tersebut turun menjadi 28,12 persen (Beritasatu,2015). Melihat kenyataan bahwa cacingan merupakan salah satu masalah yang cukup umum di Indonesia, tidak heran pemerintah kita bahkan membuat Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.15 tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan.

Menurut peraturan pemerintah tersebut, cacingan adalah “…penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah”. Penyakit ini disebabkan oleh cacing parasit yang hidup di dalam tubuh manusia. Penting untuk diketahui bahwa cacing dapat membawa dampak buruk bagi tubuh manusia. Berdasarkan Kemenkes(2010), Prof. Tjandra menyatakan bahwa dampak buruk dari cacingan tidak terlihat secara langsung, namun penyakit ini dapat “… anemia (kurang darah), berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun”. Wah, ternyata efeknya bisa fatal ya. Kira-kira kenapa ya kita sebagai manusia bisa terkena cacingan?

 

Proses Evolusi Cacing Parasit

“Ternyata, dulu para cacing parasit bukanlah makhluk yang bergantung kepada makhluk yang lain.” 

Parasit di dunia ini ada begitu banyak bentuknya, mulai dari jamur, bakteri, cacing, hingga teman yang kerjaannya nitip nama doang di tugas kelompok.  🙂

Nah, ternyata berdasarkan penelitian ada fakta menarik nih soal cacing parasit nih. Ada kemungkinan, mereka dulu merupakan hewan independen yang bisa bertahan dan hidup mandiri lebih dari 250 juta tahun yang lalu (LiveScience, 2016). Lalu mengapa mereka menjadi parasit? Ternyata evolusi ini merupakan sebuah bentuk strategi bertahan hidup. Yah, bisa dibilang para cacing ini mungkin merasa, “kalau bisa jadi beban dan hidup enak, kenapa nggak?”. Wah strategi bertahan hidup yang luar biasa ya. 

Nah sobat Zenius, perlu diperhatikan bahwa cacing parasit yang sukses berevolusi ini banyak jenis-jenisnya. Supaya lebih jelas, sebaiknya lo coba cek artikel di bawah ini ya.

Yuk kenali jenis-jenis cacing berdasarkan filumnya:

Berkenalan dengan Annelida (Cacing Bersegmen), Yuk!

Berkenalan dengan Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Cacing Gilig (Nemathelminthes), Siapakah Dia?

Kok bisa cacing masuk ke tubuh manusia?

Bermain di Tanah
Sumber: Pexels | Fotografer: Suraphat Nuea-on

Sebenarnya, cacing dewasa tidak akan bisa tiba-tiba masuk ke tubuh manusia. Lo bisa terinfeksi  apabila ada telur atau larva cacing parasit yang berhasil masuk ke dalam tubuh lo. Nah, telur cacing memiliki lapisan pelindung yang membuat mereka bisa bertahan melewati cairan asam maupun cairan kimia lainnya yang ada di dalam tubuh. Setelah itu, para cacing akan tumbuh dewasa, bertelur, dan berkeluarga deh di dalam tubuh lo. Maka, dapat disimpulkan bahwa seseorang lebih mudah terinfeksi  ketika bersentuhan dengan sesuatu yang mengandung telur atau larva cacing parasit. Contohnya, mengonsumi makanan atau minuman yang mengandung telur atau larva cacing,  menyentuh tanah dan tidak cuci tangan, atau mungkin mengonsumsi makanan mentah. Oleh karena itu, seseorang cenderung lebih mudah terinfeksi apabila dia tidak menjaga kebersihan dengan baik.

 

Gejala cacingan apa saja ya?

Apabila seseorang mengalami penyakit ini, gejala yang dialami dapat bervariasi tergantung dengan jenis cacing yang bersarang di dalam orang tersebut. Dilansir dari Klikdokter(n.d) , berikut ini adalah beberapa gejala cacingan yang biasa terjadi:

  • ditemukan cacing di dalam feses atau saat buang air besar
  • memiliki ruam kemerahan, gatal, dan berbentuk seperti cacing pada kulit
  • mengalami diare atau sakit perut selama lebih dari dua minggu
  • perut yang terlihat bengkak atau mengalami perut kembung
  • penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • gatal hebat pada area anus, terutama pada malam hari
  • merasa lelah dan kurang tenaga
  • pada anak dapat timbul gejala tumbuh kembang yang terhambat dan malnutrisi
  • kaki gajah
  • dan beberapa gejala lain

Waspada, ini cacing parasit yang senang berpesta di tubuh manusia

Cacing pada Manusia
Dok: Instagram @heal.and.glow

Ada berbagai jenis macam cacing yang bisa menginfeksi manusia. Namun, di bagian ini gue akan sebutkan beberapa yang cukup umum menjadi biang keladi pesta cacing di tubuh manusia. Yuk simak lebih lanjut, cacing apa saja ya yang perlu diwaspadai?

1. Cacing Kremi

Cacing ini tinggal di usus besar dan rektum. Bentuknya sangat kecil, cenderung tidak berbahaya, tetapi tergolong sangat umum menginfeksi manusia. Manusia bisa terinfeksi cacing ini apabila tidak sengaja menelan telurnya. Bahkan, telur cacing kremi sangat kecil sehingga dapat terbang dan terhirup manusia. Selain itu, telur cacing ini dapat menempel di mana saja: di tanah, makanan, atau bahkan sprei kasur.

2. Cacing Pita

Cacing pita dikenal sebagai salah satu cacing yang berasal dari daging hewan. Apabila lo mengonsumsi daging yang kurang matang, cacing ini bisa menginfeksi tubuh lo. Selain melalui makanan yang kurang matang, cacing ini juga bisa masuk melalui air minum yang telah terkontaminasi larva cacing tersebut. Tidak seperti cacing kremi yang kecil, cacing pita mampu tumbuh hingga berukuran 15 cm dan bertahan hidup selama kurang lebih 30 tahun. Wah, seram ya?

 

3. Cacing Gelang

Cacing Gelang
Dok: DokterSehat

Infeksi cacing gelang dapat menimbulkan masalah kesehatan di usus halus manusia. Sehingga, penderita infeksi cacing ini dapat merasa mual, diare, dan tidak nafsu makan. Kasus infeksi cacing gelang cukup umum terjadi terutama di negara berkembang. Jika lo mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi telur cacing gelang, lo harus waspada nih. Cacing ini tidak hanya mampu menginfeksi usus halus, namun juga bisa menembus dinding pembuluh darah dan berkembang biak. Pastikan lo menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan lo, supaya tidak terinfeksi cacing ini ya.

4. Cacing Pipih

Walau sebenarnya cacing pipih lebih banyak menginfeksi hewan daripada manusia, lo bisa terinfeksi cacing ini bila sering mengonsumsi sayuran mentah, terutama selada air. Selain sayur yang tidak bersih, cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui air minum yang terkontaminasi. Cacing ini sering ditemukan di daerah tropis yang panas. Pada tubuh manusia, umumnya cacing ini dapat hidup di darah, usus, atau jaringan tubuh.

5. Cacing Tambang

Wow, telur cacing tambang bisa masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit manusia lho. Jka lo suka berjalan tanpa alas kaki di atas tanah, kemungkinan larva cacing ini untuk bisa masuk ke dalam tubuh lo. Tergantung dengan keparahan infeksinya, cacing tambang dapat menyebabkan gatal-gatal, sakit perut, dan yang paling parah pendarahan.

 

Nah, inilah 3 tips supaya tidak cacingan

Menjaga Kebersihan

 

Cuci Tangan Dengan Sabun
Sumber: Pixabay | Fotografer: ivabalk

Menjaga kebersihan sebenarnya tidaklah sulit apabila kita peduli dengan diri kita sendiri. Kita bisa menjaga kebersihan dengan meminum air bersih, mengonsumsi makanan matang, mencuci tangan dengan sabun, mencuci buah dan sayur hingga bersih, dan menggunakan alas kaki ketika berjalan keluar walau hanya di sekitar taman rumah.

Rutin Minum Obat Cacing

Untuk berjaga-jaga, lo boleh meminum obat cacing enam bulan atau satu tahun sekali. Tidak perlu terlalu sering meminum obat ini. Sebaiknya, lo catat tanggal lo minum obat ini. Lalu, tuliskan juga tanggal-tanggal sesuai rencana kedepannya agar lo tidak lupa untuk meminumnya kembali 6 bulan atau 1 tahun kemudian.

Obat Cacaing
Gambar: Obat Cacing Vermox, Combatrin, Vermoran

Lo pernah minum obat cacing nggak?

View Results

Loading ... Loading ...

Cek Kesehatan

Selain menjaga kesehatan dan meminum obat cacing, tidak ada salahnya juga datang ke dokter untuk cek kesehatan rutin. Dengan bantuan dokter, lo dapat mengecek apakah terdapat cacing yang sedang menginfeksi tubuh.

*****

 

Nah, begitulah kira-kira informasi tentang cacingan. Ngomong-ngomong, lo tahu nggak sih ada lho cacing yang bisa dipotong 279 kali dan tetap hidup. Coba lo cari tahu, ini cacing parasit atau bukan ya?

Yuk kenali jenis-jenis cacing:

Berkenalan dengan Annelida (Cacing Bersegmen), Yuk!

Berkenalan dengan Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Cacing Gilig (Nemathelminthes), Siapakah Dia?

Referensi

Beritasatu. (2015). Angka Prevalensi Cacingan di Indonesia Mencapai 28,12 Persen. Diambil dari https://www.beritasatu.com/kesehatan/319918/angka-prevalensi-cacingan-di-indonesia-mencapai-2812-persen

Kemenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.15 tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._15_ttg_Penanggulangan_Cacingan_.pdf

Klikdokter. (n.d.). Cacingan. Diambil dari https://www.klikdokter.com/penyakit/cacingan

Kompas. (2008). 60 Persen Penduduk Indonesia Cacingan. Diambil dari https://ekonomi.kompas.com/read/2008/11/07/15553264/~Kesehatan~Health%20Info~News