Rumus Bruto, Netto, dan Tara Beserta Pengertian dan Soalnya

rumus bruto, netto, dan tara

Sobat Zenius, elo demen nggak sih ngemil keripik, cokelat, biskuit, atau cemilan lainnya yang setia menemani hari-hari elo? Biasanya, elo lebih suka yang asin, manis, atau pedas, nih?

Kalo gue, biasanya suka makan cemilan yang mengandung cokelat. Terus habis makan yang manis-manis, mendadak gue jadi ngidam yang asin-asin. Nah, setelah kelar makan yang asin, gue jadi pengen yang manis lagi, wkwkwkwk.

contoh berat netto cemilan
Ilustrasi berbagai macam snack. (Arsip Zenius)

Pernah suatu saat, gue lagi pengen banget makan cemilan asin. Jadi, gue langsung sat set pergi ke minimarket di dekat rumah gue. Terus gue lihat ada sebuah bungkus keripik gede dengan tulisan berat netto sama dengan 250 g. Gue beli, deh.

Pas gue buka, lah kantongnya doang yang gede, isinya nggak nyampe setengah bungkusnya. Waduh, apakah sebenarnya selama ini kita dibohongi? Apakah berat yang tertulis di bungkusnya itu termasuk angin yang sama sekali nggak bisa bikin kenyang itu?

Kalo elo mikir kayak gitu, buang jauh-jauh ya pikiran itu, ya. Soalnya, angin di bungkus makanan ringan itu sama sekali bukan akal-akalan produsen, melainkan punya kegunaannya sendiri untuk pengawetan produk.

Angin dalam bungkusan itu memang disengaja, istilahnya slack fill (Kompas, 2018). Jadi, itu nitrogen yang bisa bikin makanan jadi lebih awet dan tetep renyah pas dimakan. Nah, berat netto yang bisa gue lihat di bungkus keripik tadi itu nggak termasuk bungkus maupun nitrogen ini, Sobat Zenius.

Berat yang kita sering lihat di kemasan itu sebetulnya berat bersih atau netto, alias cuma berat makanannya aja tanpa bungkus. Elo masih inget nggak nih, materi pelajaran tentang netto? Selain, netto, biasanya juga ada bruto dan tara dalam produk. Materi ini biasanya juga diujikan di UTBK untuk pengetahuan kuantitatif, lho.

Kira-kira, bagaimana penjelasan tentang bruto, netto, dan tara? Yuk, kita bahas mulai dari pengertiannya.

Apa Itu Bruto, Netto, dan Tara?

Seperti yang sempat gue sebutkan sebelumnya, bruto, netto, dan tara ini elo temui ketika mempelajari aritmetika sosial. 

Burhanudin A.N. (dalam Tribun, 2021) melalui bukunya, Aplikasi Sederhana Matematika dalam Kehidupan Kita, memaparkan bahwa aritmetika sosial merupakan ilmu yang membahas transaksi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang dipecahkan dengan aplikasi aritmatika.

Nah, ketiga istilah yang akan kita bahas di bagian ini erat kaitannya dengan berat dan ekonomi. Jadi, apa pengertian  bruto, netto, dan tara, serta bagaimana kaitannya dengan ekonomi? Mari kita bahas satu per satu. 

Video Materi: Diskon, Pajak, Bruto, Tara, dan Netto

Bruto

Simpelnya, pengertian bruto adalah berat kotor, yang berarti berat suatu barang termasuk dengan kemasannya. Dalam Bahasa Inggris, berat bruto disebut gross weight

Contohnya gimana? Misalnya, elo beli pasir buat kucing kesayangan elo dengan berat bruto 20 kg. Itu artinya, 20 kg itu udah termasuk berat pasir sekaligus karung pasirnya. 

Ketika elo belanja produk makanan dan minuman di supermarket, biasanya nggak ada atau jarang banget yang mencantumkan berat bruto barang tersebut, kan?

Lalu, buat apa dong ada berat bruto di dunia ini? Eh, buat elo yang demen online shopping, atau mungkin justru penjual online, pasti tahu banget kan, jasa pengiriman barang itu ngitung keseluruhan berat barang yang dikirim?

Gue punya suatu kisah nih, tentang Tono dan Andi, dua sahabat yang bekerjasama untuk menjual telur secara online. Singkat cerita, mereka mendapatkan pesanan berupa 800 gr telur ayam. Maka, Tono pun menambahkan tagihan untuk paket 1 kg terhadap kliennya.

Andi kemudian pergi ke gerai ekspedisi terdekat dengan telur yang sudah dikemas rapih dengan packing kayu. Sampai di sana, berat telur tersebut lebih dari 1 kg, karena kemasan kayu yang kokoh dan berat. 

Contoh kasus berat bruto
Tono nggak menghitung berat bruto. (Arsip Zenius)

Betapa kagetnya Andi, ia harus membayar pengiriman untuk barang 2 kg. Bukannya untung, malah jadi buntung. Itulah mengapa, penting sekali ya memahami soal berat bruto. Sekarang, kita lanjut ke berat netto.

Baca Juga: Mengenal Produk Domestik Bruto: Definisi dan Manfaatnya bagi Suatu Negara

Netto

Sobat Zenius, elo pernah perhatiin nggak sih, keripik-keripik krenyes nan gurih itu, biasanya kemasannya gede banget dibanding isinya dan mengembang. Terus, begitu dibuka, langsung deh aroma semerbak micin menggelitik hidung elo. 

Sedangkan, keripiknya nunggu di bagian dasar kemasan. Ya ampun, ternyata keripiknya cuma dikit euy. Kalo elo lihat di bagian luar kemasan tersebut, biasanya ada keterangan berat, yang ditulis sebagai entah berat netto, berat bersih, netto weight, atau NET WT. 

Wah, apakah keterangan berat netto tersebut termasuk dengan udara dan kemasan keripik tersebut? Sebenarnya, apa itu netto?

Pengertian netto adalah berat dari suatu barang tanpa kemasannya, alias berat bersih. Jadi, berat yang elo lihat di kemasan keripik tadi, nggak termasuk bungkus plastik dan udara di dalamnya.

Contoh lain, kalo elo beli mie instan dengan kemasan gelas plastik yang bertuliskan berat bersih 200 g, berat kemasannya (gelas plastik) itu nggak termasuk dalam 200 g itu ya, Sobat Zenius. 

Sebagai catatan tambahan, sebenarnya kata baku yang benar sesuai dengan kaidah KBBI adalah neto, bukan netto. Namun, netto memang lebih sering dipakai ketika mempelajari materi Matematika ini.

Selain untuk mendeskripsikan berat, istilah “neto” dan “bruto” juga digunakan di dalam dunia perpajakan lho. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai penghasilan neto dan bruto, elo bisa coba baca artikel di bawah ini ya.

Baca Juga: Ini Dia Cara Menghitung PPh 21 dengan Mudah 

Sedikit intermeso nih, Sobat Zenius, istilah gross (berat kotor) dan net (berat bersih) mulai dipakai untuk ngomongin masalah pendapatan atau gaji sekitar tahun 1300an. 

Berdasarkan informasi dari Dictionary.com (2020), gross sendiri asalnya dari bahasa Perancis lama, gros, yang artinya besar. Sedangkan, net asalnya dari bahasa Latin, nitere, yang artinya bersinar atau terang. 

Tara

Terakhir, apa itu tara? Kalo tadi berat bruto itu berat kemasan ditambah dengan berat netto, tara adalah potongan berat atau berat kemasannya, Sobat Zenius. Dalam bahasa Inggris, berat tara disebut tare weight.

Keberadaan berat tara ini sangat penting lho di kehidupan sehari-hari, contohnya untuk dunia logistik dan masak. Wah, gimana tuh kaitannya?

Untuk di dunia logistik, tadi gue udah sempat cerita soal Andi dan Tono yang melupakan berat tara dari kotak kayu untuk telur yang mereka jual. 

Selain kotak dan packaging, berat tara juga bisa mengacu pada berat kontainer (Marine Insight, 2022) atau kendaraan pada logistik kapal. Tentu saja menghitung kontainer sangatlah penting ya, Sobat Zenius. Kontainer itu kan berat banget, kalo sampe ratusan kontainer menumpuk di sebuah kapal tanpa dihitung beratnya, bisa berbahaya untuk keseimbangan kapalnya.

pengertian tara dan contoh penggunaan berat tara dalam kehidupan sehari-hari
Contoh penggunaan berat tara dalam kehidupan sehari-hari. (Arsip Zenius)

Bagaimana dengan dunia masak? Ketika kita masak, biasanya ada takaran tertentu untuk tiap bahan yang tercantum dalam resep, kan? Kalo kita nggak menghitung berat tara dari mangkuk yang dipakai sebagai wadah bahan, bisa-bisa takarannya jadi salah nih, dan masakannya pun gagal.

Nah, itulah pembahasan singkat mengenai bruto, netto, dan tara. Next, kita bahas rumus untuk mencari berat bruto, netto, dan tara ya.

Rumus Bruto, Netto, dan Tara

Dari pembahasan sebelumnya, kita bisa menyimpulkan tiga istilah tersebut dengan ilustrasi sebagai berikut.

netto, tara, dan bruto
Ilustrasi Netto, Tara, dan Bruto. (Arsip Zenius)

Nah, dari ilustrasi di atas, apakah elo bisa mengira-ngira gimana cara menghitung bruto, netto, dan tara? Mari kita lihat rumus-rumusnya, ya.

Rumus Bruto

Yang pertama, ini cara menghitung bruto.

Bruto = Netto + Tara

Dari situ, kita bisa lihat bahwa berat kotor sama dengan berat bersih ditambah berat kemasan ya. Misalnya, kalo ada daun teh dengan berat netto 10 g, dan kantongnya 2 g, elo tinggal masukkan begini.

Bruto = 10 g + 2 g = 12 g

Jadi, berat bruto (keseluruhan kantong teh beserta isinya) sama dengan 12 g.

Apabila suatu saat elo menemukan soal dengan tara berbentuk persentase, elo bisa menggunakan rumus di bawah ini.

 Bruto = Netto : (100% – %Tara)

Rumus Netto

Selanjutnya, cara menghitung netto.

Netto = Bruto – Tara

Berhubung netto adalah berat bersih tanpa kemasan, kita perlu mengurangi berat bruto dengan berat tara. Misalnya,elo tahu berat bruto sebuah cokelat batang itu 252gr, sedangkan bungkus kertasnya 2gr. Berarti elo tinggal kurangi seperti ini.

Netto = 252 g – 2 g = 250 g

Mantap, berarti berat bersih (netto) cokelat batang tersebut adalah 250 g.

Rumus Tara

Terakhir, cara menghitung tara.

Untuk menghitung tara pada soal Matematika, ada dua cara.

Yang pertama, Tara = Bruto – Netto.

Misalnya, elo tahu berat bruto sebuah teh kemasan botol itu 105 g. Sedangkan, informasi netto yang terpampang di kemasannya 100 g. Maka, elo tinggal melakukan penghitungan seperti di bawah ini.

Tara = 105 g – 100 g = 5 g

Berarti, berat kemasan (botol) teh kemasan tersebut adalah 5 g.

Terkadang, di soal Matematika, hanya diberi tahu persenan berat tara dari berat bruto. Di kasus seperti itu, elo bisa menggunakan rumus di bawah ini. 

Tara = %Tara x Bruto.

Gimana caranya? Lihat di contoh soal nanti, ya.

Kenapa Kita Perlu Mengerti Bruto, Netto, dan Tara?

Setelah elo memahami pengertian beserta rumus-rumus bruto, netto, dan tara, mungkin terlintas pertanyaan di kepala elo, “Apa sih pentingnya kita ngerti hal-hal kayak gini?”

Seperti contoh-contoh kasus atau kisah yang sudah gue ceritakan tadi, memahami bruto, netto, dan tara itu penting buat kehidupan sehari-hari, misalnya ketika elo belanja atau pas mau usaha di masa depan nanti, nih.

Contoh lain, ya. Misalnya, elo adalah juragan daging, yang membeli 40 kg daging dengan harga Rp 50.000,00/kg dari sebuah peternakan. Elo kemudian membuat perjanjian untuk menjual daging tersebut dengan harga 55.000/kg kepada pembeli.

Ternyata, ketika daging tersebut datang, ternyata 40 kg yang elo dapet itu bruto. Pas elo hitung lagi berat dagingnya tanpa wadah besi kemasannya, jadi cuma 36 kg. Wah, jadi rugi nih kelihatannya.

Masih banyak contoh lainnya, baik di bidang perdagangan, logistik, masak, dan lain-lain. Nah, kalau udah tahu manfaat mempelajarinya jadi makin semangat belajarnya nggak, sih? Kita lanjut latihan soal, gas yuk!

Baca juga: Cara Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) 

Contoh Soal Bruto, Netto, dan Tara

Berikut ini beberapa contoh soal beserta pembahasannya. Coba elo kerjain sendiri dulu, sebelum lihat pembahasannya, ya.

  1. Suatu hari, Pak Rudi ingin mengirimkan rengginang kepada ibunya. Ia meletakkan 1 kg rengginang ke dalam sebuah kaleng dengan berat 500 gram. Ia kirimkan rengginang tersebut sebagai paket melalui kurir ojek online. Berapakah berat kotor dari paket Pak Rudi?

Pembahasan:

Dari cerita tersebut, kita tahu bahwa:

Berat netto = 1 kg atau 1000 gram

Berat tara = 500 gram

Berat bruto = berat netto + berat tara = 1000 gram + 500 gram = 1500 gram

Dari situ, kita tahu bahwa berat kotor paket Pak Rudi adalah 1500 gram atau 1,5 kg. 

  1. Berat 4 karung beras dengan bruto total karung adalah 200 kg dengan tara 2%. Berapa berat bersih masing-masing karungnya?

Pembahasan:

Di soal dikasih tahu kalau taranya 2% dari bruto keseluruhan. Berarti, T = 2% x 200 = 4 kg.

Sekarang gas cari nettonya. Inget rumus netto? Yup, bruto – tara. 

So, N = 200 – 4 = 196 kg.

Nah dapet deh nettonya. Eits, tapi itu masih netto dari 4 buah karung. kalau 4 karung berarti tinggal dibagi aja deh, 196:4 = 49 kg per karung.

  1. Ada sebuah botol kecap asin dengan berat bersih 500 gram. Ketika ditimbang, ternyata berat kotor botol kecap tersebut 800 gram. Berapakah taranya?

Pembahasan:

Kita tahu bahwa:

Berat netto = 500 gram

Berat kotor = 800 gram

Berat tara = bruto – neto = 800 gram – 500 gram = 300 gram

Maka, berat tara dari kecap asin tersebut adalah 300 gram.

  1. Ibu membeli apel dengan harga Rp 20.000 per kilogramnya. Ibu membeli sebanyak 12 kg bruto dengan 10% tara. Jika ibu berencana menjual apelnya kembali, berapakah harga apel minimal yang harus ibu jual jika ibu ingin harga jualnya lebih tinggi dari harga beli?

Pertama, kita hitung dulu, ibu ngabisin berapa banyak duit buat beli semua apelnya.

12 x 20.000 = Rp 240.000,00.

Sekarang kita cari taranya, yaitu 10% dari 12 kg. 10% x 12 = 1,2 kg.

Berarti nettonya adalah N = 12 – 1,2 = 10,8 kg. 

Wah, ternyata Ibu cuma dapet 10,8 kg apel, lho!

Dengan kata lain, harga aslinya yang ibu bayar adalah Rp 240.000 : 10,8 = Rp 22.222,00.

Berarti, kalau ibu mau untung, minimal ibu menjual apelnya seharga Rp 22.222,00 atau kalau kita bulatkan, jadi Rp 22.300,00/kg.

  1. Sebuah kontainer berisi banyak ban ditempeli secarik kertas catatan. Berdasarkan catatan tersebut, kontainer dan isinya memiliki berat bruto 20.000 kg dengan 10% tara. Berapakah berat tara dan nettonya?

Pembahasan:

Tara = %Tara x Bruto

Tara = 10/100 x 20.000 kg = 2.000 kg

Kita tahu bahwa berat tara kontainer tersebut 2.000 kg.

Netto = bruto – tara = 20.000 kg – 2.000 kg = 18.000 kg

Maka, berat taranya 2.000 kg dan netonya 18.000 kg.

*********

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan mengenai bruno, netto, dan tara. Kalo elo ingin mempelajari aritmetika sosial dan materi Matematika lainnya dengan lebih dalam dan asyik, coba deh nonton video persiapan UTBK Zenius dan akses soal-soalnya.

banner zenius ekonomi

Pastikan elo log in akun Zenius elo ya supaya bisa akses video dan soalnya. Sampai di sini dulu artikel kali ini, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Belum Siap Maju ke Medan Pertempuran UTBK? #GantiCaraBelajar Lo Sekarang Juga!

Ditulis oleh: Aulia Rahma Qolita dari Universitas Gadjah Mada, bagian dari Kampus Merdeka 2022

Diperbaharui oleh: Gracia Carolina

Editor: Dita Nurliani

Referensi

Alasan Bungkus Makanan Ringan Diisi Banyak Udara – Kompas (2018)

“Net” vs. “Gross”: What Does This Difference Cost You? – Dictionary.com (2020)

Pengertian, Istilah, dan Rumus Lengkap Aritmatika Sosial – Tribun (2021)

Video Materi Bruto, Tara, dan Netto – Zenius (n.d.)

What is Tare Weight of a Container? – Marine Insight (updated 2022)

Bagikan Artikel Ini!