Mengenal Advertisement: Pengertian, Ciri-Ciri dan Komponen-komponennya

Salah satu materi yang dibahas dalam pelajaran bahasa Inggris adalah advertisement. Materi tersebut dibahas secara gamblang oleh Cali dalam tulisan Zenius Blog kali ini.  

Mungkin di antara kalian masih ada yang belum paham benar apa itu advertisement. Singkatnya sih, advertisement itu iklan. Kalau menurut Merriam-Webster Dictionary, advertisement itu sejatinya adalah public notice, alias pengumuman. Kalau kita telisik sedikit lebih jauh, dari akar bahasanya, advertisement ini datang dari bahasa Perancis lama yaitu ‘advertir’ yang artinya adalah ‘calling attention to something’ alias cari perhatian, tapi bukan kayak kita caper sama orang lain ya.

Yes, tentang apa aja, gak harus jualan atau hal-hal yang menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Contohnya nih, kalau kita mau gelar jalan-jalan bareng, kita umumkan ke teman-teman lewat poster di grup WhatsApp. Kalau presiden mau dateng ke kampus, kita umumin di medsos himpunan atau di buletin kampus. Intinya, ‘advertisement’ pada awalnya memiliki definisi yang lebih luas dibanding definisi jaman sekarang.

Advertisement di masa modern ini cenderung diidentikkan dengan strategi pemasaran dan promosi, yang sebenernya gak salah dan cuma bertransformasi dari definisi awalnya. Menurut Cambridge Dictionary, advertisement adalah “a picture, short film, song etc. that tries to persuade people to buy a product or service or a piece of text that tells people about a job etc.”.Jadi, advertisement ini digunakan untuk membujuk atau mengajak orang untuk membeli suatu produk atau jasa. Selain itu, advertisement juga seringkali digunakan untuk memberi informasi tentang peluang kerja. Intinya sih, di jaman sekarang ini kata ‘advertisement’ lebih digunakan untuk hal-hal yang sifatnya komersil dan bertujuan untuk meraih keuntungan ekonomi.

Nah, kalau udah jelas, sekarang kita bisa mulai bahas tentang ciri-ciri, komponen-komponen, juga jenis-jenis dari advertisement.

Pernah nggak sih kamu lihat atau denger suatu iklan di TV atau radio dan jingle-nya stuck di kepala sampai beberapa minggu setelahnya? Atau denger dan baca suatu slogan iklan, yang berakhir jadi kosakata yang kamu pakai setiap hari? Cobain kuy, kalau kata N*o Coffee sih. Itu adalah tanda-tanda bahwa suatu iklan sukses mempengaruhi calon-calon pelanggan produknya. Nah, sekarang kita akan mulai bahas tentang kualitas-kualitas atau ciri-ciri yang perlu dimiliki suatu advertisement agar meyakinkan dan membuat target pelanggan mau membeli produk kamu.

Ciri-Ciri Advertisement  

  1.   Creative

Apa sih yang membuat advertisement itu menarik dan menyita perhatian dari yang melihat? Tentunya kamu harus menggunakan cara-cara mengiklankan yang kreatif dan fresh. Kreatif ini bisa dalam banyak aspek, ada yang membuat visual semenarik dan colorful mungkin, ada yang membuat iklan dengan simbol-simbol yang dengan tepat mewakili pesan iklan, ada juga jingle-jingle catchy yang bikin orang nggak bisa lupa. Apapun bentuknya, iklan harus kreatif agar dilirik oleh target pasar si pengiklan.

  1.   Hard-hitting

Iklan harus memiliki sesuatu yang memancing orang untuk nengok. Kadang-kadang hal yang dramatis bisa jadi bagus untuk memancing orang-orang untuk berhenti sejenak dan menelaah isi iklan. Hal ini bisa berupa headline atau judul yang mencolok baik secara pemilihan font ataupun pembahasaan, visual iklan yang penuh dengan warna-warna yang menstimulasi maupun slogan yang ‘dalem’ dan catchy.

  1.   Memorable

Kenapa sih advertisement harus memorable? Karena melalui iklan, kita sedang berusaha membuat orang-orang mengingat brand kita setiap kali mereka butuh produk yang kita pasarkan. Ibaratnya, kalau kamu jual minuman bersoda, orang langsung inget sama produkmu, bukan Coca C*la atau P*psi. Slogan-slogan juga bisa bantu membuat iklan yang memorable. Slogan ‘Just do it’ milik Nike adalah salah satu contoh dari iklan yang memorable. Singkat namun powerful.

  1.   Clear

Advertisement sifatnya harus jelas. Ingat, calon pelanggan gak punya kewajiban untuk berhenti dan coba menelaah isi iklan tertentu. Kebanyakan orang juga gak punya waktu atau ketertarikan yang cukup untuk mencoba mengerti iklan yang terlalu panjang atau berbelit-belit. Jadi, iklan itu sebaiknya jelas, gak rumit dan mudah untuk dipahami.

  1.   Informative

Isi dari iklan harus bersifat informatif. Logikanya nih, setelah terekspos iklan, seseorang harus bisa menangkap esensi penting dari iklan tersebut agar mereka mau beli. Contohnya adalah informasi tentang keuntungan membeli produk, lokasi dimana produk bisa didapat bila hanya di tempat-tempat tertentu, atau informasi lainnya yang sejalan dengan tujuan produk. Misalnya, butik yang baru aja grand opening jelas harus menyertakan lokasi mereka atau produk dari brand yang terkenal ramah lingkungan menunjukkan bagaimana produk tersebut tidak merusak lingkungan.

  1.   Distinctive

Iklan sebaiknya unik dan punya poin-poin yang bisa dibedakan dengan iklan-iklan dari produk yang setipe lainnya. Contohnya nih, KFC dan McDonalds yang keduanya merupakan fast food chain, memiliki pasar yang mirip dan menu yang tidak terlalu berbeda namun masing-masing memiliki strategi tersendiri dalam mengiklankan produk. McDonalds biasa dikaitkan dengan badut berambut merah bernama Ronald McDonald dan KFC diidentikkan dengan penciptanya yaitu kakek tua bernama Colonel Sanders. Cukup pasang aja icon masing-masing di dalam iklan mereka, kita yang lihat otomatis tau produk siapa yang sedang diiklankan. 

Nah, berdasarkan ciri-ciri di atas, bisa kita rumuskan komponen-komponen advertisement secara umum. Perlu di-note bahwa fokus kita di posting blog kali ini adalah iklan yang sifatnya text (dengan atau tanpa gambar), bukan dalam bentuk audio ataupun video.

Komponen-Komponen Advertisement

Di bawah ini adalah hal-hal yang biasanya ada di dalam suatu iklan. Namun enggak harus selalu ada. Sesuaikan saja dengan iklan seperti apa yang ingin dibuat. Kan memang setiap produk memiliki strateginya masing-masing, gitu. 

  1.   Headline (Judul)

Judul adalah hal pertama yang menarik pembaca. Judul biasanya pendek dan mudah dimengerti, judul juga harus sesuai minat, ketertarikan, bahkan masalah yang ingin dipecahkan oleh target iklan. Judul secara umum memberi garis besar kepada pembaca tentang informasi yang akan mereka temukan di dalam iklan. Selain memiliki posisi yang strategis, judul juga biasanya memiliki font yang lebih besar dibanding isi advertisement lainnya.

  1.   Sub-headline (Sub-judul)

Sub headline ini tugasnya untuk memberi insight alias gambaran lebih tentang isi iklan. Sub-headline diletakkan di bawah judul dan berbentuk satu atau dua kalimat yang berperan untuk melancarkan perpindahan perhatian pembaca dari judul ke isi iklan. Lebih jelasnya, bisa dilihat di contoh iklan di bawah.

  1.   Body (Isi iklan)

Body bertujuan untuk memberi rincian dan informasi yang lebih lengkap tentang produk yang diiklankan atau hal-hal lainnya yang bersifat mempengaruhi pembaca untuk menggunakan produk atau jasa. Untuk isinya, body cenderung fleksibel. Body bisa berisi detail tentang kandungan produk atau bagaimana produk dibuat, klaim tentang manfaat produk, pendapat expert (ahli) tentang produk, bahkan testimonial dari pengguna. Oh iya, gambar produk atau simply yang menarik perhatian juga sering disertakan di bagian ini. Pokoknya, apa aja yang bisa bikin produk laku, deh!

  1.   Call-to-action

Sering lihat kata-kata yang bunyinya, “visit us on ourproductissupercool.com for more info” atau “book in advance for discounts up to 50%” dan semacamnya? Nah, ini yang namanya call-to-action. Call-to-action gak selalu ada di semua iklan, tapi biasanya disertakan di dalam iklan untuk memfasilitasi calon pelanggan yang ingin tau lebih lanjut ataupun mendorong mereka untuk lebih cepat bertransaksi.

Jenis-Jenis Advertisement

Apa sih yang kepikiran di kepala kamu setiap dengar kata iklan? Gambar produk yang mentereng? Artis-artis kenamaan dengan senyum megawatt yang sedang pakai suatu barang? Opini selebgram tentang suatu barang di feed-nya yang hilang setelah dua minggu? Atau bahkan gambar-gambar yang nggak jelas tujuannya tapi bikin penasaran buat cari tahu lebih jauh? Semua ini memang bisa dikategorikan sebagai iklan walaupun bentuknya bisa berbeda jauh satu dengan lainnya.

Sebenernya, jenis advertisement itu banyak banget, dan bisa dikategorikan berdasarkan macam-macam hal seperti tujuan, target pelanggan atau pembeli, gaya pengiklanan dan juga medium. Well, kali ini, kita akan membahas jenis-jenis dari advertisement berdasarkan medium-medium umumnya.

  1.   Print Media (Media Cetak)

Kamu pernah baca koran? Atau mungkin majalah-majalah yang lebih sesuai minat atau umur kamu? Pasti sering banget lihat iklan tersebar di dalam media cetak favorit kamu masing-masing. Gak jarang iklan memenuhi satu halaman majalah, bahkan ada beberapa majalah yang isinya fifty-fifty konten dan iklan.

Nah, walaupun kedengerannya agak kuno, apalagi buat kamu yang generasi Z, media cetak masih memiliki penikmatnya tersendiri. Hal ini menjadikan media cetak masih diminati oleh pihak-pihak yang ingin mengiklankan produknya. Perlu di keep in mind juga kalau target pembaca masing-masing medium itu berbeda, jadi sebelum kamu memutuskan buat ngiklanin sepatu cowok di majalah remaja yang pembacanya 90% cewek, lebih baik pikirin dulu deh.

  1. Radio  

Buat kamu pendengar radio pasti udah gak asing dengan iklan-iklan yang sering tayang di radio. Biasanya nih, ada monolog atau pembicaraan antara dua orang yang sedang punya suatu ‘masalah’ dimana masalah tersebut akan dipecahkan dengan mengkonsumsi produk tertentu yang dipasarkan iklan tersebut.

Mengiklankan hal lewat radio bisa memiliki beberapa kelemahan seperti informasi yang lebih sulit diingat dan iklan menjadi kehilangan efeknya. Jadi pastikan kamu punya ide yang bener-bener catchy atau pendanaan yang lumayan untuk penayangan yang sering kalau mau iklan lewat radio.

  1.   TV

TV ini adalah salah satu medium iklan yang paling komplit. TV menawarkan visual, suara dan tulisan yang bisa buat iklanmu lebih berpengaruh dan memorable pada target pelanggan potensial. Jadi walaupun mahal, mengiklankan produk di TV ini sangat diminati oleh banyak pihak yang ingin memasarkan produknya.

  1.   Online

Iklan-iklan online ini yang biasa kamu temukan di sela-sela nonton video youtube dalam bentuk video, di sela-sela page-page yang sering kamu kunjungi, atau melalui e-mail. Karena lingkup online yang sangat besar, medium-medium iklan online juga bermacam-macam bentuknya, dari mulai video, audio, gambar, tulisan, sampai-sampai coba gratis suatu produk!

Sebenernya masih banyak lagi medium-medium iklan lain yang belum dibahas, apalagi di jaman se-modern sekarang. Namun, medium-medium di atas adalah yang paling lumrah dan masih paling dipakai oleh brand-brand untuk mempromosikan produk mereka.

Well, cukup sampai sini dulu pembahasan kita tentang iklan kali ini, kalau ada pertanyaan atau yang kalian mau tambahkan, bisa langsung tulis komentar kalian di bawah. Semoga bermanfaat ya!

==========CATATAN EDITOR===========

Ada banyak pembahasan menarik dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Jika kalian memiliki sesuatu yang membuat kalian penasaran dalam mata pelajaran tersebut, silakan bertanya di kolom komentar.


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini