Materi Teks Editorial atau Tajuk Rencana – Bahasa Indonesia Kelas 12

Materi Teks Editorial atau Tajuk Rencana - Bahasa Indonesia Kelas 12

Halo Sobat Zenius, di artikel kali ini gue akan membahas tuntas mengenai materi teks editorial atau tajuk rencana kelas 12. 

Sebelum masuk ke materi, gue mau nanya dulu siapa di sini yang bercita-cita sebagai jurnalis? Kalau ada, wah keren banget deh cita-cita elo. 

Tapi tahu nggak kalau sebagai jurnalis nantinya elo akan kenal dengan istilah tajuk rencana teks editorial.

Teks editorial atau yang disebut juga dengan istilah tajuk rencana seringkali menjadi sumber bacaan yang menarik dan dinantikan. 

Di dalam menjalankan tugasnya seorang jurnalis harus bisa menerapkan kode etik. Dalam pasal pertama kode etik jurnalistik, disebutkan “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.” 

Independen di sini berarti dalam menjalankan tugasnya sebagai wartawan Indonesia memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

Elo mungkin masih beranggapan bahwa pers harus netral. Coba deh elo konsultasikan dulu deh pendapat itu kepada wartawan yang elo kenal. Misalkan ada om atau teman kakak yang bekerja sebagai wartawan. 

Mungkin kalau elo lontarkan pertanyaan “Kenapa wartawan ada yang tidak netral?” jawaban mereka bisa jadi adalah “Karena wartawan tidak harus netral tetapi wartawan harus independen.” 

Dibandingkan menggunakan kata netral sepertinya menggunakan kata berimbang lebih tepat. Berimbang berarti semua pihak setara yang berarti pemberitaan juga tidak berdasar opini yang menghakimi.

Kalau suatu ketika elo merasa kok wartawan media A sepertinya tidak netral atau media B kok memihak tokoh tertentu. Wartawan atau pers tetap sah-sah saja punya opininya sendiri-sendiri.

Makanya kalau elo sedang baca koran, ada kolom khusus yang namanya teks editorial atau juga disebut sebagai tajuk rencana.

Lewat tajuk rencana teks editorial inilah masyarakat luas bisa melihat dimana wartawan atau media yang menulis dan memiliki koran tersebut berpijak. Ini akan memudahkan masyarakat menilai si wartawan dan media serta memutuskan apakah mereka cukup kredibel dalam menyampaikan suatu berita. 

Makanya elo perlu tahu tentang pengertian, kaidah. Sebelum lebih jauh lagi pembahasannya, yuk kenalan dulu dengan teks editorial atau tajuk rencana.

📌 Artikel ini merupakan bagian dari ragam teks dalam Bahasa Indonesia. Untuk mempelajari jenis teks yang lain, baca artikel berikut: Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia dan Penjelasannya.

Pengertian Teks Editorial atau Tajuk Rencana

Tajuk rencana teks editorial merupakan ulasan pokok dan menyeluruh dari penulis terhadap isu yang sedang hangat di masyarakat.

Tajuk rencana biasanya mewakili opini dari media yang menerbitkannya. Ini adalah penentuan sikap terhadap sesuatu yang sedang hangat di masyarakat. Karena sifatnya mewakili itulah mengapa tidak sembarangan wartawan bisa mengisi kolom tersebut. 

Biasanya tajuk rencana ditulis oleh pemimpin redaksi (Pemred) atau orang tertentu yang ditunjuk oleh media tersebut.

Ngomong-ngomong soal tajuk rencana teks editorial, ada dua buku keren yang disusun dari kumpulan tajuk rencana yang sangat berkesan buat gue. 

Buku pertama dengan judul Tajuk-tajuk Mochtar Lubis (1997) di Harian Indonesia Raya yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia. 

Sedangkan buku kedua mungkin enggak asing di telinga elo, judulnya Catatan Pinggir (1977) yang ada banyak sekali serinya yang merupakan kumpulan tajuk rencana tulisan Goenawan Mohamad dari Tempo.

Sekarang, elo udah bisa memahami pengertian tajuk rencana sebagai bagian dari materi teks editorial kelas 12 ini. 

Tapi, sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya, bakal lebih seru kalau elo langsung belajar lewat aplikasi Zenius. 

Nggak cuma itu, elo bisa belajar banyak materi pelajaran lain lewat video tutor Zenius yang asyik dan bikin ngerti.

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Ciri-Ciri Tajuk Rencana/Teks Editorial

Tajuk rencana teks editorial ini juga punya ciri-ciri tertentu yang berbeda dari jenis teks lainnya, lho. 

Meskipun merupakan opini, ada pula yang harus diperhatikan dalam teks editorial. 

Ini berhubungan dengan ciri, struktur dan kaidah kebahasaannya. Gue bahas untuk ciri kebahasan teks editorial dulu ya.

1. Tema yang Aktual 

Kayak yang tadi gue bilang, teks editorial ini nggak asal-asalan hanya sesuai keinginan pemimpin redaksi saja. Tajuk rencana pada dasarnya ditulis sebagai respons dari isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat. 

Oleh karena itulah semestinya tema yang dibahas adalah tema yang aktual. Namun semua tetap dikembalikan kepada keputusan redaksi media terkait tentunya. 

Jadi, kalau sedang ada isu besar yang ramai dibicarakan kemungkinan pembahasan itu akan masuk di bagian teks editorial.

Nah, setelah membaca bagian ini, kira-kira kalau ada pertanyaan seperti ini: Mengapa topik pada editorial/tajuk rencana harus aktual?

Kira-kira jawabannya apa?

Menurut KBBI, aktual artinya sedang banyak dibicarakan oleh orang. Nah, salah satu nilai berita yang dijunjung oleh para wartawan atau media adalah aktualisasi.

Misalnya, lagi masyarakat tengah ramai membahas kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Nah, nilai berita yang bisa diangkat adalah aktualisasinya. 

Bayangin kalo dibahas kemudian di buat artikel tajuk rencana teks editorial sebulan lagi, atau malah ketika harga BBM udah turun. Ya, udah lewat momentumnya, dan wartawan atau media yang membuat kehilangan nilai berita mereka yaitu aktual. 

2. Sistematis

Selayaknya tulisan pada umumnya, tajuk rencana kiranya juga ditulis secara sistematis sehingga memudahkan pembaca dalam memahaminya. 

Nah, kalau elo mau tahu sistematis gimana sih, ini berhubungan dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks editorial yang nanti juga bakal dibahas.

3. Kalimat yang Logis 

Poin ini menjadi poin yang tak kalah penting. Meskipun tajuk rencana teks editorial ini sifatnya argumentatif namun setiap pernyataannya atau opini dalam teks editorial juga perlu tanggung jawab, lho. 

Ada baiknya argumen yang disampaikan oleh penulisnya bersifat logis, sesuai fakta, berdasarkan data-data dan berasal dari narasumber kompeten di bidangnya sehingga dapat mendukung pendapat yang ditulis. 

Struktur Tajuk Rencana/Teks Editorial

Dalam materi teks editorial kelas 12, elo juga akan belajar memahami struktur tajuk rencana. 

Secara umum, ada 3 komponen yang harus dipenuhi untuk mendapatkan tajuk rencana yang baik: 

1. Pengenalan Isu

Sesuai namanya ya Sobat Zenius, bagian ini bertujuan sebagai pengenalan awal dari topik yang akan dibahas di teks editorial atau tajuk rencana. 

Pernyataan mengenai isu harus berdasar fakta, ya. Karena itu bagian ini bersifat faktual. Jadi nggak usah bingung kalau terkadang tercantum pula data berupa nomor, undang-undang dan keterangan lainnya.

Pada bagian ini juga dijabarkan apa yang menjadi pro dan kontra dari isu tersebut.

2. Argumen 

Selanjutnya adalah argumen. Di sinilah tempat di mana penulis dapat menyampaikan opini atau argumennya atas isu yang diangkat.

Tentunya pendapat yang disampaikan bukanlah opini tanpa dasar. Karenanya selain pendapat, kita juga menemukan adanya argumen kuat yang juga disampaikan. 

Makanya salah satu ciri kebahasaan teks editorial adalah kalimat yang logis. Opini yang nggak sembarangan tentunya berisi kalimat yang masuk akal dan bisa dipahami pembacanya.

3. Kesimpulan

Bagian terakhir dari tajuk rencana teks editorial adalah kesimpulan. Bagian ini berisi ulasan dari yang merupakan gabungan dari pendapat dan argumen. Penulis biasanya juga mencantumkan saran atau harapan di bagian ini.

Contoh Teks Editorial atau Tajuk Rencana biasanya ada di Koran (Dok. Pixabay)
Contoh Teks Editorial atau Tajuk Rencana biasanya ada di Koran (Dok. Pixabay)

Kaidah Kebahasaan Tajuk Rencana/Teks Editorial

Ada kaidah-kaidah kebahasaan tertentu yang digunakan dalam menulis teks editorial. Yuk, langsung aja ada apa di kaidah teks editorial.

1. Adverbia

Struktur kebahasaan teks editorial yang pertama adalah adverbia atau keterangan. Dengan mencantumkan keterangan yang jelas, semestinya tulisan yang diterbitkan lebih mudah dipahami.

Misalkan keterangan kapan kejadiannya terjadi, lokasi kejadian, dan keterangan lainnya yang dapat membantu menerangkan isu yang dibahas. 

2. Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Konjungsi diperlukan untuk memperkuat argumentasi dan menata argumentasi agar lebih mudah dibaca. Selain itu, ini dibutuhkan untuk memperjelas hubungan sebab akibat.

Contoh konjungsi adalah selanjutnya, selain itu, misalnya, padahal, dan masih banyak lainnya.

3. Verba Material

Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada kegiatan fisik. Contohnya adalah menghendaki, memasang, dan lain sebagainya. Struktur dari kalimat verba material adalah, Subjek + verba material + objek. Misalkan ‘Fulan mendaki gunung Fuji’.

Contoh Tajuk Rencana/Teks Editorial

Sudah belajar tentang pengertian, ciri, struktur bahkan kaidah bahasa tajuk rencana teks editorial tapi belum lihat contohnya? 

Sabar dong, ini gue lampirkan contoh tajuk rencana beserta fakta dan opini yang diterbitkan oleh Media Indonesia pada tanggal 30 November lalu.

Untuk contoh kaidah kebahasaan teks editorial di bawah ini, menurut elo kira-kira sudah sesuai belum ya dengan ciri-ciri dan struktur kebahasaan teks editorial?

Prestasi dan Diplomasi dalam SEA Games Ke-30

Olahraga merupakan alat diplomasi efektif bagi suatu negara untuk menyampaikan pesan. Melalui olahraga, suatu negara dapat menunjukkan  kepada dunia seberapa tinggi tingkat pencapaian, kemajuan, dan peradabannya.

Gelaran SEA Games ke-30 yang akan berlangsung di Filipina bukanlah pengecualian dari model diplomasi olahraga semacam itu. Melalui multi ajang olahraga yang dibuka hari ini dan berlangsung hingga 11 Desember mendatang, sebanyak 11 negara Asia Tenggara pun saling berdiplomasi untuk menunjukkan pencapaian masing-masing melalui berbagai cabang kompetisi.

Kita bersyukur kontingen ‘Merah Putih’ dapat terus mengambil bagian secara aktif dan berkesinambungan dalam multi ajang dua tahunan tersebut. Kita pun bangga dengan kekuatan 841 atlet, yang 60%-nya atlet muda, kontingen ‘Merah Putih’ siap berlaga di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan di pesta olahraga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tersebut.

Kita berharap dan berdoa agar kontingen ‘Merah Putih’ meraih prestasi terbaik dalam multi ajang tersebut. Ini penting kita tekankan, mengingat momentum pelaksanaan multi ajang tersebut bersamaan dengan awal dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Seperti kita ketahui, dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi menetapkan lima prioritas pencapaian. Salah satu dari kelima prioritas tersebut ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM ini tentu mencakup peningkatan di berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang olahraga.

Paralel dengan semangat peningkatan kualitas tersebut, saat melepas kontingen ‘Merah Putih’, Presiden pun berpesan agar prestasi kita pun meningkat pada ajang SEA Games ke-30 ini. Jika pada SEA Games sebelumnya Indonesia berada di ranking kelima, Presiden berharap pada SEA Games 2019 ini kita dapat mencapai  posisi dua besar.

Kita memahami betapa target dua besar tersebut bukanlah sasaran yang mudah dicapai. Apalagi, kita mengamati prestasi negara-negara tetangga  seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam di berbagai cabang olahraga juga sangat kompetitif.

Namun, dengan tekad dan semangat kuat para atlet dan ofisial, disertai dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, kita percaya target tersebut dapat diraih. Akan tetapi, kita juga mengingatkan agar pencapaian tersebut hendaknya tidak diraih dengan menghalalkan segala cara yang justru bertentangan dengan spirit olahraga. Artinya, menang dengan cara-cara curang jelas bukan pilihan kita.

Kemenangan dengan semangat seperti itu tidak akan menjadi pesan diplomasi yang baik. Cara itu juga tidak akan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Malah sebaliknya, kemenangan dengan cara curang atau tidak sportif hanya akan membuat citra Indonesia terpuruk.

Kemenangan semacam itu harus kita hindarkan karena merupakan diplomasi buruk bagi seluruh bangsa. Prestasi gemilang di dalam olahraga hanya dapat dicapai dengan cara-cara bermartabat, yang didasari spirit kejujuran, ketekunan, dan kerja keras dalam berkompetisi. Inilah yang kita harapkan akan diraih kontingen ‘Merah Putih’ pada SEA Games ke-30.

Dan untuk pembagian struktur tajuk rencana teks editorialnya, elo bisa cek di bawah ini ya: 

Prestasi dan Diplomasi dalam SEA Games Ke-30

Paragraf 1: Pengenalan IsuOlahraga merupakan alat diplomasi efektif bagi suatu negara untuk menyampaikan pesan. Melalui olahraga, suatu negara dapat menunjukkan kepada dunia seberapa tinggi tingkat pencapaian, kemajuan, dan peradabannya.
Paragraf 2: Pengenalan Isu – Mencantumkan fakta mengenai SEA Games ke-30Gelaran SEA Games ke-30 yang akan berlangsung di Filipina bukanlah pengecualian dari model diplomasi olahraga semacam itu. Melalui multi ajang olahraga yang dibuka hari ini dan berlangsung hingga 11 Desember mendatang, sebanyak 11 negara Asia Tenggara pun saling berdiplomasi untuk menunjukkan pencapaian masing-masing melalui berbagai cabang kompetisi.
Paragraf 3: Pengenalan Isu –
Menjelaskan mengenai prestasi Kontingen Merah Putih
Kita bersyukur kontingen ‘Merah Putih’ dapat terus mengambil bagian secara aktif dan berkesinambungan dalam multi ajang dua tahunan tersebut. Kita pun bangga dengan kekuatan 841 atlet, yang 60%-nya atlet muda, kontingen ‘Merah Putih’ siap berlaga di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan di pesta olahraga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tersebut.
Paragraf 4: Pengenalan Isu –
Menjelaskan mengenai Kontingen Merah Putih dan Awal Periode Presiden Jokowi
Kita berharap dan berdoa agar kontingen ‘Merah Putih’ meraih prestasi terbaik dalam multi ajang tersebut. Ini penting kita tekankan, mengingat momentum pelaksanaan multi ajang tersebut bersamaan dengan awal dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Paragraf 5: Pengenalan Isu –
Fakta mengenai prioritas Presiden selama menjabat
Seperti kita ketahui, dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi menetapkan lima prioritas pencapaian. Salah satu dari kelima prioritas tersebut ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM ini tentu mencakup peningkatan di berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang olahraga.
Paragraf 6: Pengenalan Isu –
Fakta mengenai permintaan Presiden agar meningkatkan rangking atlet Indonesia
Paralel dengan semangat peningkatan kualitas tersebut, saat melepas kontingen ‘Merah Putih’, Presiden pun berpesan agar prestasi kita pun meningkat pada ajang SEA Games ke-30 ini. Jika pada SEA Games sebelumnya Indonesia berada di ranking kelima, Presiden berharap pada SEA Games 2019 ini kita dapat mencapai  posisi dua besar.
Paragraf 7: ArgumentasiKita memahami betapa target dua besar tersebut bukanlah sasaran yang mudah dicapai. Apalagi, kita mengamati prestasi negara-negara tetangga  seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam di berbagai cabang olahraga juga sangat kompetitif.
Paragraf 8: ArgumentasiNamun, dengan tekad dan semangat kuat para atlet dan ofisial, disertai dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, kita percaya target tersebut dapat diraih. Akan tetapi, kita juga mengingatkan agar pencapaian tersebut hendaknya tidak diraih dengan menghalalkan segala cara yang justru bertentangan dengan spirit olahraga. Artinya, menang dengan cara-cara curang jelas bukan pilihan kita.
Paragraf 9: ArgumentasiKemenangan dengan semangat seperti itu tidak akan menjadi pesan diplomasi yang baik. Cara itu juga tidak akan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Malah sebaliknya, kemenangan dengan cara curang atau tidak sportif hanya akan membuat citra Indonesia terpuruk.
Paragraf 10: KesimpulanKemenangan semacam itu harus kita hindarkan karena merupakan diplomasi buruk bagi seluruh bangsa. Prestasi gemilang di dalam olahraga hanya dapat dicapai dengan cara-cara bermartabat, yang didasari spirit kejujuran, ketekunan, dan kerja keras dalam berkompetisi. Inilah yang kita harapkan akan diraih kontingen ‘Merah Putih’ pada SEA Games ke-30.

Contoh tajuk rencana beserta fakta dan opini di atas, mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman kepada elo mengenai struktur dan bagaimana tajuk rencana yang baik ditulis.

Oh iya, gue pengen tahu deh contoh tajuk rencana teks editorial yang elo dapatkan di sekolah. Coba komen di bawah dong.

Selain materi Bahasa Indonesia, Zenius juga punya kumpulan materi pelajaran lainnya bahkan hingga materi UTBK SBMPTN, yuk langganan paket belajar Zenius. Elo bisa dapetin ribuan materi belajar dan ikut live class bareng para tutor berpengalaman. Klik gambar di bawah ini buat info selanjutnya, ya!

tajuk rencana

Kalau misalnya ada yang pertanyaan tentang tajuk rencana teks editorial yang masih ingin elo ketahui, silakan tonton video-videonya dengan klik banner di bawah ini ya! Klik dan langsung belajar!

Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Materi Teks Editorial atau Tajuk Rencana - Bahasa Indonesia Kelas 12 9

Youtube Zenius Education

Originally Published: January 9, 2020
Updated by: Silvia Dwi dan Sabrina Mulia Rhamadanty

Bagikan Artikel Ini!