fbpx

Testimoni Zenius Fellows

Cerita bagaimana Zenius mengubah hidup mereka

Zenius bukan cuma ngajarin gue untuk lulus ujian, gue juga belajar untuk berpikir kritis dan jadi pembelajar yang mandiri

Johan, Project Team Leader - PLN Enjiniring STEI ITB 2011

Zenius di Mata Mereka

Framework berpikir yang saya dapatkan dari Zenius sangat membantu saya beradaptasi ketika mempelajari berbagai bidang dari Teknik maupun Ekonomi.

Doddy Dirgantara Putra, Assistant Manager - Analis Ekonomi Bank Indonesia

Teknik Fisika UGM 2011

Berkat belajar di Zenius, aku jadi berani mengejar mimpi untuk kuliah di luar negeri hingga akhirnya bisa kuwujudkan.

Kinanti Hantiyana Aliyah, Paul Scherrer Institut

Calon PhD Student

Semangat ‘Connecting the Dots’ dari Zenius jadi alasan kuat bagi gue untuk memulai karier di bidang Marketing Research.

Muhammad Najieb Haitami, Indonesia Report Center RMS - Nielsen

Manajemen IPB 2014

Aku beli Zenius dengan uang sendiri dari hasil kerja freelance. Dulu, aku lulusan SMK Teknik, merasa kesulitan untuk mengejar materi-materi SMA untuk lolos tes. Dan ternyata, aku berhasil mengejar materi hingga lolos Psikologi UI, Psikologi Unud dan Ilmu Komunikasi Untirta sekaligus!

Okeu Yudipratomo, Jr. CSR Officer PT Pertamina Training & Consulting

Magister Ilmu Komunikasi UI

Untuk mengolah data jadi kesimpulan, kita perlu punya kemampuan berpikir yang terstruktur dan mendalam, agar keputusan bisnis yang diambil juga semakin efektif. Zenius memang sumber belajar terbaik untuk mengasah kemampuan problem solving yang kugunakan sampai sekarang.

Hanum Kumala, Business Intelligence Analyst Gojek

Sistem Informasi ITS

Sebagai seorang dokter, kita harus punya kemampuan berpikir yang terintegrasi. Zenius sumber belajar terbaik yang ngajarin gue untuk 'Connecting the Dots' dan menciptakan cerita yang seru tentang gimana tubuh kita bekerja.

Zaky Faris Maulana, Dokter Umum RS Ummi Bogor

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung