Gimana sih bentuk Bahasa Melayu di Nusantara zaman dahulu?

“Siji, loro, telu, papat, lima”, seorang bocah di Pulau Jawa lagi mulai belajar berhitung. Di sudut belahan dunia yang lain, tepatnya di kota Antananarivo, ibukota Madagaskar, seorang bocah lain mulai belajar berhitung: “Iray, roa, telo, efatra, dimy”. Sementara itu di Kota Manila, Filipina, seorang bocah yang mulai belajar berhitung, berkata “Isa, dalawa, tatlo, apat, lima!”.  Di sudut lain dunia, di negara Pulau Paskah (Easter Island), negara Chili, seorang bocah yang …