Bahasa yang Berubah: Kemajuan atau Kemunduran?

Pada 88 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, para pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul dan menyatukan semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Pada hari bersejarah itu, lahirlah sebuah ikrar yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. "Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia." Itulah salah satu bunyi poin dari ikrar yang masih ditulis dengan ejaan tempoe doloe (ejaan van Ophuijsen). Delapan puluh delapan tahun berselang, …

Edjaan Tempoe Doeloe hingga Ejaan yang Disempurnakan

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.  Pada 28 Oktober 1928, beberapa perwakilan pemuda di Nusantara yang berkumpul dalam Kongres Pemuda Kedua untuk mencetuskan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak bersejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini menegaskan cita-cita akan "Tanah air Indonesia", "Bangsa Indonesia", …