Struktur teks cerita sejarah

Teks Cerita Sejarah, Konsep Struktur dan Ciri Kebahasaan! – Materi Bahasa Indonesia Kelas 12

Halo, Sobat Zenius! Hari ini, kita akan membahas materi bahasa indonesia kelas 12 tentang teks cerita sejarah. Mulai dari konsep teks cerita sejarah, struktur teks sejarah, struktur novel sejarah, ciri-ciri dan perbedaan teks sejarah dengan novel sejarah, serta ciri kebahasaan cerita sejarah. 

So, bicara tentang sejarah, pernah gak kalian membaca sebuah cerita tentang asal-usul dari suatu benda? Misalnya, cerita tentang asal usul adanya sendok atau asal usul adanya garpu?

Nah, jika pernah, berarti kalian sudah pernah, tuh, membaca yang namanya teks cerita sejarah. Well, biar lebih jelas, kita langsung saja bahas materinya, ya!

Konsep Teks Cerita Sejarah

Bicara konsep teks cerita sejarah, ada beberapa hal yang perlu kalian ingat, nih! Jadi, teks cerita sejarah itu termasuk ke dalam karya sastra sehingga bersifat imajinatif. Selain itu, teks cerita sejarah haruslah mengandung peristiwa sejarah. Namun, tidak semua kejadian di masa lampau itu termasuk peristiwa sejarah, ya!

Sebab, peristiwa yang dianggap bersejarah haruslah memenuhi beberapa syarat. Syarat-syaratnya yaitu kejadian tersebut harus memiliki pengaruh terhadap banyak orang, unik, abadi, serta sesuatu yang dianggap penting. 

“Lantas, apa yang dimaksud dengan teks cerita sejarah?”

Teks cerita sejarah adalah teks yang memuat cerita fakta dan kejadian di masa lampau yang melatar belakangi terjadinya suatu peristiwa dan memiliki nilai sejarah yang disajikan dalam bentuk narasi. 

Macam Teks Cerita Sejarah 

Kalian pernah dengar tentang novel sejarah? atau tentang teks sejarah? Nah, pasti kalian masih sering bingung, deh, dalam membedakannya. Pada dasarnya, novel sejarah dan teks sejarah itu termasuk ke dalam teks cerita sejarah, loh. Jadi, teks cerita sejarah itu terbagi menjadi dua yaitu fiksi dan nonfiksi. 

1. Fiksi (Novel Sejarah)

Contoh buku yang termasuk ke dalam fiksi (novel sejarah) yaitu novel, cerpen, legenda, dan roman.

Struktur teks cerita sejarah

2. Nonfiksi (Teks Sejarah)

Contoh buku yang termasuk ke dalam nonfiksi (teks sejarah) yaitu biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dan catatan sejarah.

Struktur teks cerita sejarah

Ciri-Ciri dan Perbedaan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah

Supaya kalian gak bingung membedakan antara Novel Sejarah dengan Teks sejarah, yuk, kita simak perbedaan teks sejarah dan novel sejarah di bawah ini!

  1. Judul dalam teks sejarah bersifat eksplisit sedangkan dalam novel implisit.
  2. Orientasi dalam teks sejarah berisi pengantar, tujuan, dan pendahuluan, sedangkan dalam novel sejarah berisi pengenalan tokoh dan latar.
  3. Komplikasi dalam teks sejarah bersifat gradual, sedangkan dalam novel sejarah bersifat hierarkis.
  4. Resolusi dalam teks sejarah berisi kesimpulan, sedangkan dalam novel sejarah berisi penyelesaian konflik-konflik.
  5. Teks sejarah tidak memiliki bagian koda.

Struktur Teks Cerita Sejarah 

Nah, sekarang, kita telah memasuki materi struktur teks cerita sejarah, nih! Bicara mengenai struktur, Sobat Zenius tahu, gak, kenapa kita harus memiliki struktur di dalam sebuah cerita? 

Well, dengan memiliki struktur di dalam sebuah cerita, hal tersebut akan memudahkan penulisan sehingga alur cerita menjadi jelas. Selain itu, pesan yang ingin disampaikan penulis juga dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca. Maka dari itu, yuk, kita pelajari struktur teks cerita sejarah yang tepat di bawah ini!

1. Struktur Novel Sejarah

Struktur teks cerita sejarah

1. Orientasi

Orientasi merupakan tahapan awal dari struktur novel sejarah. Pada bagian ini berisi pengenalan tokoh, latar tempat, waktu, sudut pandang, dan juga hubungan dari para tokoh. 

2. Pengungkapan peristiwa

Pada tahap pengungkapan peristiwa, mulai menceritakan peristiwa atau kejadian yang akan menimbulkan suatu konflik nantinya. 

3. Rising action (menuju konflik)

Pada tahap rising action ini, penulis akan menunjukan konflik atau masalah yang mulai semakin rumit.

4. Komplikasi

Pada bagian ini, konflik yang muncul sudah mulai memuncak atau di tahap klimaks. 

5. Resolusi

Setelah memuncaknya konflik, tentu saja harus ada penyelesaian atau resolusi. Nah, di bagian ini menceritakan akhir dari suatu masalah atau tahap penyelesaian. 

6. Koda (optional)

Nah, koda ini bersifat optional, nih! Jadi, tidak semua novel sejarah memiliki koda, ya. Koda merupakan penutup dari sebuah novel yang berisikan komentar atau kesimpulan dari cerita tersebut. 

2. Struktur Teks Sejarah

Struktur teks cerita sejarah

1. Orientasi

Pada bagian ini, pengarang mulai mengenalkan topik yang akan dibahas. Misalnya, kalian ingin menceritakan asal usul uang, maka di bagian ini kalian akan menjelaskan mengenai ‘apa itu uang’ terlebih dahulu. 

2. Urutan peristiwa

Pada bagian ini, peristiwa akan dijelaskan secara gradual. Apa itu gradual? Gradual yakni berangsur-angsur, kronologis, atau sesuai dengan waktunya. Misalnya, saat menjelaskan asal usul uang, kalian bisa menceritakan berdasarkan waktunya atau tahunnya. 

3. Reorientasi

Reorientasi ini berada di bagian akhir cerita. Pada tahap ini kalian meninjau kembali mengenai topik yang dibahas, dapat berupa kritik atau saran. 

Ciri Kebahasaan Cerita Teks Sejarah

1. Kata ganti orang ketiga

Penulis memposisikan dirinya berada di luar cerita dan mengisahkan orang lain di dalam cerita. Nah, kata ganti orang ketiga ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Tunggal: Ia, beliau, dia, dan nya.
  • Jamak: Mereka.

Selain itu, di dalam teks cerita sejarah, kata ganti orang ketiga bisa juga berupa nama orang atau nama tokoh. 

2. Keterangan waktu (masa lampau)

Keterangan waktu merupakan keterangan yang menjelaskan kapan peristiwa berlangsung, biasanya menunjukan masa lampau. Contohnya: Pada zaman, pada waktu, pada tahun, dan lain-lainnya.

3. Keterangan tempat

Keterangan tempat adalah keterangan yang menunjukkan dan menginformasikan lokasi peristiwa sejarah, biasanya ditandai dengan kata di, ke, dan dari. 

4. Konjungsi temporal (waktu)

Konjungsi temporal adalah sebuah kata hubung yang menandai waktu. Berdasarkan letaknya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Intrakalimat

Konjungsi yang berada di dalam satu kalimat. Contohnya: setelah, lalu, kemudian, dll.

  • Antarkalimat

Konjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan lainnya. Contohnya: selanjutnya, sebelumnya, dll.

5. Konjungsi kausalitas (sebab-akibat)

Konjungsi kausalitas adalah sebuah kata hubung yang menyatakan sebab akibat. Berdasarkan letaknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Intrakalimat

Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam satu kalimat. Contohnya: karena, sebab, dll. 

  • Antarkalimat

Konjungsi yang menyatakan sebab akibat dalam dua kalimat. Contohnya: oleh sebab itu, oleh karena itu, dll.

6. Nomina  

Kata yang mengacu pada suatu nama, seperti nama orang, hewan, benda, dan gagasan atau ide. Nomina terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Modifikatif (unsur inti+pewatas): Hari rabu, bulan januari, dll.
  • Koordinatif (semua inti): Sandang pangan, hak kewajiban, tanah air, dll.
  • Apositif (keterangan): Raja Majapahit, Raden Wijaya, Jokowi, dll

7. Verba

Verba merupakan kata yang menunjukkan tindakan, biasanya ditandai oleh imbuhan me-, ber-, ter-, di-, me-kan, ber-kan, di-kan, dll. Contohnya: melihat, melukis, diserahkan, dll.

Contoh Soal Teks Cerita Sejarah dan Pembahasannya

1. Contoh soal struktur teks cerita sejarah

Pada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi Jawa. Bila debunya jatuh kembali ke bumi, ingat-ingat para kawula, akan kalian lihat, takkan ada satu tapak kaki orang Peranggi pun tampak. Juga tapak-tapaknya di Blambangan dan Pajajaran akan musnah lenyap tertutup oleh debu kuda kalian.” Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian – kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya: Wirabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala Cuwil Sang Wirabumi. (Mangir-Pramoedya Ananta Toer)

Kutipan teks di atas merupakan bagian akhir dari struktur …

A. teks sejarah yang berupa resolusi cerita mengenai nasib tokoh utama, yaitu Wirabumi.

B. teks sejarah yang berupa koda karena tertulis kesimpulan cerita mengenai Blambangan dan Pajajaran.

C. novel sejarah yang berupa koda atau simpulan tokoh utama, yaitu Wirabumi.

D. novel sejarah yang berupa resolusi cerita tentang Kala Cuwil yang akhirnya menjadi Patih Tuban.

E. novel sejarah yang berupa penyelesaian nasib Tuban ketika Kala Cuwil diangkat menjadi Patih.

Jawaban: D

Pembahasan: Karena teks tersebut diambil dari novel Mangir karya Pramoedya Ananta Toer, sehingga struktur di atas termasuk kedalam Novel. Lalu, jika diperhatikan teks di atas berbicara mengenai resolusi Kala Cuwil yang akhirnya menajadi Patih Tuban.

2. Contoh soal ciri kebahasaan teks cerita sejarah

Minat Chairil Anwar terhadap dunia sastra memang telah terasah sedari remaja. Waktu bersekolah di MULO Medan, Chairil tercantum sebagai anggota redaksi majalah dinding Ons MULO Blad. Di sana, Chairil kerap menuangkan karya dalam bentuk prosa. Di balik jiwa seninya, Chairil memiliki kepribadian yang nyentrik. Chairil yang gemar bermain pingpong itu akan berjingkrak-jingkrak kalau menang. (Dikutip dari historia.id)

Berapa jumlah verba pada paragraf tersebut?

A. 4

B. 5

C. 6

D. 7

E. 8

Jawaban: E

Pembahasan: Terasah, bersekolah, tercantum, menuangkan, memiliki, nyentrik, bermain, berjingkrak-jingkrak.

Baca Juga: 3 Tips Sederhana Jago Nulis Artikel Opini yang Menarik

Finally, selesai juga, nih, materi bahasa indonesia kelas 12 tentang teks cerita sejarah. Pastinya, kalian sudah paham tentang teks cerita sejarah, kan? Well, kalian juga bisa menemukan materi bahasa indonesia lainnya, loh, di aplikasi Zenius. 

Selain bahasa indonesia, kalian juga bisa menemukan mata pelajaran lainnya, seperti bahasa inggris, matematika, sejarah, dan lain-lainnya. Menariknya lagi, nih, di aplikasi Zenius kalian bisa mengikuti berbagai live class gratis, loh! Keren banget, kan?

Oh iya, kalau kalian punya pertanyaan mengenai materi di atas kalian bisa langsung komen di bawah, yaa!

Bagikan artikel ini