stratifikasi sosial

Materi Sosiologi Kelas 11: Stratifikasi Sosial

Artikel ini membahas mengenai materi sosiologi kelas 11 yaitu Stratifikasi sosial yang terdiri dari pengertian stratifikasi sosial, sifat stratifikasi dan juga fungsi adanya stratifikasi sosial itu sendiri.

Artikel sebelumnya udah pernah dibahas mengenai struktur sosial dan diferensiasi sosial, dimana stratifikasi sosial juga merupakan bagian penting yang perlu kalian ketahui. Kalo struktur sosial merupakan konsep abstrak mengenai pola hubungan antar individu atau antar kelompok dalam masyarakat, diferensiasi sosial merupakan perbedaan setara antara masyarakat secara horizontal (tidak ada kelas sosial). Nah, bagaimana dengan stratifikasi sosial?

Simple-nya stratifikasi sosial itu,merupakan perbedaan secara vertikal sehingga menciptakan kelas sosial, pengertian lebih jelas dan detail-nya akan kita bahas pada artikel ini. Selain pengertian, pada artikel ini juga kita akan membahas mengenai sifat stratifikasi dan juga fungsi adanya hal itu sendiri. Yuk kita langsung aja mulai dari pengertiannya.

Pengertian Stratifikasi Sosial

stratifikasi sosialDalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “Strata” berarti ada kedudukan lebih tinggi dan lebih rendah dalam kehidupan masyarakat, sedangkan kata “Stratifikasi” berarti pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat berdasarkan tingkatan, kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise. 

Menurut Indera Ratna Irawati Pattinasarany, pada bukunya yang berjudul “Stratifikasi dan Mobilitas Sosial” tahun 2016, stratifikasi sosial berasal dari kata “stratum” dan “socius”, dimana “stratum” artinya lapisan dan “socius” artinya masyarakat. 

Sedangkan dilansir dari buku “Sosiologi 2 untuk SMA dan MA kelas XI”, menurut Astrid S. Susanto, stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang memiliki situasi yang menentukan hubungannya dengan orang baik secara vertikal maupun horizontal. Dan menurut Max Weber, seorang ahli politik, ekonom, geograf, dan juga sosiolog asal Jerman, Stratifikasi sosial adalah sebagai kelompok yang anggotanya mempunyai gaya hidup tertentu dan tingkat penghargaan dan kehormatan sosial tertentu. 

Atau secara sederhana dapat kita simpulkan stratifikasi sosial merupakan lapisan-lapisan yang ada di masyarakat yang terbentuk berdasarkan tingkat status dalam masyarakat. 

Adanya stratifikasi sosial, karena adanya nilai dan norma, Menurut Selo Soemardjan atau yang bernama lengkap Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan merupakan tokoh pendidikan dan pemerintahan indonesia, Stratifikasi didasari  oleh 4 (empat) hal, yaitu:

  1. Ekonomi, yaitu adanya lapisan yang lebih kaya dan miskin, dimana mereka yang memiliki kekayaan terbanyak akan berada di lapisan atas, dan sebaliknya. 
  2. Kekuasaan, ada yang lebih berkuasa, dimana mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang lebih besar akan berada di lapisan atas, misalnya direktur dengan manajer. 
  3. Keturunan, dimana orang yang paling disegani dalam masyarakat akan berada di lapisan atas, contohnya raja, bangsawan, dan rakyat.  
  4. Pendidikan, pendidikan adalah social elevator, atau lift sosial yang bisa menaikkan derajat, yang berarti ukuran yang digunakan pada pendidikan tidak mutlak atau masih bisa berubah.

Sifat Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial yang berkembang di masyarakat ada memiliki 3 (tiga) sifat yang mengacu pada bisa atau tidaknya terjadinya mobilitas sosial dalam masyarakat, yaitu terbuka, tertutup, dan campuran.

Stratifikasi Terbuka

Dalam suatu masyarakat yang stratifikasinya terbuka memungkinkan setiap orang untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi atau lebih rendah seperti kekuasaan, jabatan maupun kekayaan. Pada umumnya masyarakat yang menerapkan stratifikasi terbuka lebih demokratis.  Contoh nyatanya seperti presiden indonesia ke 2, yaitu Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto yang awalnya merupakan seorang petani, yang kemudian menjadi presiden.

Stratifikasi Tertutup

Kebalikan dari stratifikasi terbuka, stratifikasi tertutup menutup kemungkinan (tidak memungkinan) setiap masyarakat dapat berpindah kedudukan yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Hal ini pernah terjadi di India pada jaman dulu yang menerapkan sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra) sejak seseorangan lahir, sehingga tidak memungkinkan kasta nya naik ataupun turun.

Stratifikasi Campuran

Dari namanya pasti kalian udah bisa nebak kan mengenai stratifikasi campuran ini? Yap, dimana pada stratifikasi campuran memungkinkan namun juga tidak memungkinkan di saat yang sama seseorang untuk melakukan mobilitas sosial. Contohnya hal ini diterapkan pada masyarakat modern di India, dimana jika seseorang lahir dengan kasta sudra (kasta terendah) meskipun tidak dapat menaikkan kasta kelahirannya tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan pada zaman modern orang tersebut memiliki kekayaan melebihi orang yang lahir dengan kasta Brahmana (kasta tertinggi)

Fungsi Stratifikasi

Berikut beberapa fungsi dari stratifikasi sosial

  1. Sebagai sarana pendistribusian hak dan kewajiban terhadap setiap lapisan atau strata. 
  2. Menempatkan individu atau seseorang pada strata tertentu. 
  3. Sebagai bentuk pemersatu yaitu dengan pola mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dalam struktur sosial guna mencapai tujuan yang telah disepakati. 
  4. Dapat memecahkan persoalan-persoalan dalam masyarakat. 
  5. Mendorong masyarakat untuk bergerak sesuai dengan fungsinya. 

Nah kurang lebih begitulah pembahasan mengenai stratifikasi sosial, jika kalian mau atau lebih prefer pembahasan yang berupa video singkat dan dibahas oleh tutor sosiologi zenius, kalian bisa akses secara gratis di materi stratifikasi sosial, cuma perlu login guys. Sekian ya guys, semoga artikel mengenai stratifikasi sosial ini berguna bagi kalian ya, Selamat belajar!

Baca Juga Artikel Lainnya

Sosialisasi
Belajar Sosiologi Buat Apa?
PTS Sosiologi Kelas 10