Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui!

Pantun kayaknya udah nggak asing lagi buat kita, tapi udah paham belum sih mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh  pantun? Yuk simak artikel ini!

Halo, Sobat Zenius! Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata pantun? karya sastra, puisi lama? Mungkin kalian jadi teringat pantun yang biasa dilontarkan Jarjit dalam kartun Upin-Ipin.

Dua tiga mau sebrang

Nanti raya saya datang.

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui 25
Photo by Aaron Burden on Unsplash

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan pantun, tetapi sejauh mana sih kalian paham memahaminya? Nah Sobat Zenius, di artikel kali ini gue akan membahas mengenai pengertian pantun, ciri-ciri, jenis, dan contohnya.

Eits, ngomong-ngomong, kalian udah pernah bikin pantun belum? Berikut ini gue kasih contoh pantun untuk pembuka presentasi deh.

Bangun pagi keliling kota

Kelilingnya pakai sepeda

Selamat pagi warga Jakarta

Semoga sehat selalu dan bahagia

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui 26
Photo by Jj Englert on Unsplash

Apa? Kurang? Oke, satu lagi deh pantun buat ngerayu doi. Eaaaaa…..

Pergi ke pasar beli jamu,

Beli jamu untuk masuk angin

Sungguh berat rasanya rindu

Lebih berat dari masuk angin.

Elo ngerasa nggak, sebenarnya pantun ini terdengar sangat familiar banget di lingkungan kita, nggak cuman di pelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi juga di kartun atau film yang kita tonton, kegiatan formal, bahkan pantun juga digunakan di tradisi pernikahan Betawi.

Biar kalian semakin paham mengenai pantun, yuk langsung simak aja artikel ini!

Pengertian Pantun

Menurut KBBI, pantun diartikan sebagai puisi Indonesia (Melayu). Tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Tiap larik biasanya terdiri atas empat kata. Baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Kemudian, menurut Sunarti (2005;11)

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa ditandai oleh rima a-b-a-b.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pantun ini terdiri dari empat baris yang bersajak a-b-a-b, baris pertama dan kedua disebut sampiran, lalu baris ketiga dan keempat disebut isi.

Baca juga: Pengertian Cerpen, Unsur, Struktur, dan Cirinya – Materi Bahasa Indonesia Kelas 11

Ciri-ciri pantun

Pantun dan puisi itu berbeda loh, nah biar nggak keliru, ini ciri-ciri pantun yang perlu elo ketahui biar nggak salah lagi :

  1. Tiap bait berisi empat baris

Pantun memiliki aturan yaitu tiap baitnya hanya memiliki empat baris, tidak boleh lebih maupun kurang, karena jika lebih atau kurang maka tidak akan memenuhi struktur pantun. Tiap baitnya berisi untaian kata-kata dalam satu gagasan, dan memiliki ciri khas tersendiri bergantung pada jenis pantun.

  1. Tiap baris berisi 8-12 suku kata

Karena pantun merupakan karya yang singkat, maka tiap baris dibatasi suku katanya yaitu berisi 8-12 suku kata. Sehingga kata-kata yang disampaikan bisa padat dan jelas.

  1. Bersajak a-b-a-b

Rima atau juga bisa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat pada puisi. Sajak sangat kental kaitannya dengan puisi lama, termasuk pantun. Sajak ini menjadi ciri khas yang sangat kuat pada pantun, yaitu bersajak a-b-a-b.

  1. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran

Ciri khas pantun yang membuatnya begitu unik dan mudah diingat adalah baris pertama dan kedua berisi sampiran. Sampiran ini merupakan pengantar yang puitis namun juga bisa terdengar jenaka. Bagian ini biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan peristiwa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat.

  1. Baris ketiga dan keempat berupa isi

Jika baris pertama dan kedua merupakan sampiran atau pengantar, maka baris ketiga dan keempat merupakan isi dari pantun. Isi merupakan bagian yang menjadi maksud atau tujuan dari pantun tersebut. Gagasan dalam isi tentu berbeda-beda, tergantung dengan jenis pantun.

Baca juga: Struktur Puisi, Unsur, Ciri dan Contohnya! – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

Jenis-Jenis Pantun

         Karena tadi gue sudah bahas mengenai ciri-ciri pantun dan gagasan pada isi pantun tergantung pada jenis-jenisnya, sekarang gue mau nunjukin ke elo apa saja sih jenis-jenis pantun?

Pantun Nasihat

Pantun nasihat ini biasanya berisi tentang petuah atau pesan moral kepada para pembaca.

Pantun Keagamaan

Pantun agama berisi mengenai nasihat kehidupan dengan dasar agama.

Pantun Cinta Kasih

Pantun cinta kasih berisi ungkapan hati mengenai perasaan seseorang kepada orang lain.

Pantun Remaja

Pantun remaja berisi tentang kehidupan anak remaja yang biasanya meliputi; percintaan, persahabatan, perkenalan, pencarian jati diri, perasaan ibat, hingga nasib

Pantun Anak

Pantun anak ditujukan untuk anak-anak, biasanya berisi pesan moral.

Pantun Pendidikan

Pantun pendidikan merupakan pantun yang kerap digunakan bagi media pembelajaran dan berisi pesan moral atau motivasi untuk belajar.

Pantun Lelucon atau Jenaka

Pantun lelucon atau jenaka adalah pantun yang bersifat menghibur karena terdapat kalimat yang lucu.

Pantun Teka-teki

Pantun teka-teki adalah sebuah pantun yang berisi pertanyaan yang bisa audiens tebak jawabannya.

Pantun Adat atau Budaya

Pantun adat atau budaya adalah  pantun yang kental dengan unsur adat kebudayaan tanah air

Pantun Dagang

Pantun dagang, bukan menceritakan tentang perdagangan, tetapi menceritakan tentang nasib atau kisah seseorang.

Contoh Pantun Karya Tokoh 

·         Chairil Anwar

Judul: Malam di Pegunungan

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,

Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?

Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin

Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

·         Dr. Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu

Pakai olehmu pantun melayu

Di dalamnya banyak mengandung ilmu

Manfaatnya besar untuk bekalmu

·         Hamzah Fansuri

Orang Cina berdagang kain,

Kain dijual di tengah pekan.

Asal tidak cari yang lain,

Nyawa dan badan saya serahkan

Okey, Sobat Zenius, demikian materi singkat mengenai pantun. Sekarang elo udah paham kan mengenai pantun? Semoga dari artikel ini  elo udah bisa belajar membuat pantun ya!

Karena pantun ini kadang bisa kita jumpai di beberapa kegiatan, mungkin elo juga bisa menggunakan pantun untuk pembuka atau penutup presentasi, pidato, dan lainnya. 

Kalau elo pengen belajar pantun lebih dalam lagi, elo bisa lanjut ke materi Bahasa Indonesia yang ada di banner ini.

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui!

Di sini lo nggak cuma belajar mereview materi, tetapi lo juga bakal dikasih latihan soal biar makin paham. Gue ada rekomendasi produk aktiva sekolah yang isinya pelajaran sekolah. Klik banner ini untuk info selengkapnya!

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pantun yang Perlu Sobat Zenius Ketahui 27
Bagikan Artikel Ini!