Beberapa Cara Mengatasi Stress di Sekolah

Cara Mengatasi Stres di Sekolah Untuk Anak dan Orang Tua

Bisa disebut sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak. Namun terkadang tempat tersebut justru membawa dampak tidak baik pada kepribadian maupun mental siswanya. Oleh karena sebagai orang tua harus tau cara mengatasi stres di sekolah agar bisa membantu kegiatan belajar mereka.

Faktor Pemicu Stres di Sekolah

Faktor Pemicu Stres di Sekolah
Image by Comfreak from Pixabay

Ada banyak sekali hal-hal yang bisa menyebabkan anak terkena stres di sekolah. Mulai dari pelajaran. Lingkungan sekitar yakni teman-temannya atau dari diri sendiri. Namun terkadang banyak juga orang tua yang abai dengan hal tersebut, padahal ini bisa jadi boomerang bagi mental mereka.

1. Perundungan atau Bully

Perundungan atau Bully
Photo by RODNAE Productions from Pexels

Dewasa ini walaupun pengawasan di sekolah sudah diperketat, sayangnya perundungan atau kasus bullying masih banyak terjadi. Parahnya hal ini tidak disadari oleh pihak sekolah dan orang tua di rumah. Anak cenderung merasa takut untuk memberitahukannya, hingga akhirnya memilih untuk diam.

Padahal kasus bullying ini tidak bisa didiamkan begitu saja, jika dibiarkan terjadi lama-kelamaan akan mengganggu mental si anak hingga membuatnya stres. Tak sampai disitu saja kepribadian mereka juga terpengaruh. Umumnya jadi susah percaya pada diri sendiri, lebih senang menyendiri.

2. Terlalu Banyak Jadwal Harian

Terlalu Banyak Jadwal Harian
Image by Pixabay

Seringkali orang tua keliru, maksud mereka adalah menyiapkan anak untuk dunia kedepan. Sehingga langsung diberikan jadwal harian di luar sekolah cukup padat, seperti les musik, piano. Public speaking, pelajaran khusus dan masih banyak lagi. Hal tersebut sebenarnya tidak salah jika sesuai porsinya.

Perlu diketahui, pada dasarnya anak-anak memiliki jiwa yang bebas dan cenderung ingin mencoba segala sesuatu tanpa adanya paksaan. Sebagai orang tua tentunya harus peka agar bisa menyesuaikan jam dan jadwal. Tetap memberikan ruang bagi mereka sebagai anak-anak pada umumnya.

3. Tayangan Video di Internet

Tayangan Video di Internet
Image by cherylt23 from Pixabay

Salah satu faktor stress selanjutnya yang tidak terduga dan bisa saja terjadi di sekolah adalah terlalu sering melihat tayangan video dari internet. Biasanya konten tersebut memuat unsur yang tidak baik namun disukai oleh mereka, sehingga lama-kelamaan akan mempengaruhii fokus mereka di sekolah.

Apalagi saat ini sistem peraturan di sekolah lebih fleksibel dibandingkan saat dulu. Pemakaian ponsel sudah tidak dilarang lagi, jadi bisa saja mereka mendapatkan akses informasi dari luar 24 jam penuh. Jika tidak difilter dan dikontrol dengan benar maka bisa mengganggu fokus belajar mereka.

Beberapa Cara Mengatasi Stres di Sekolah

Beberapa Cara Mengatasi Stress di Sekolah
Photo by RODNAE Productions from Pexels

Tidak bisa dipungkiri jika sekarang ini perubahan zaman pastinya juga berpengaruh pada sistem pembelajaran di sekolah. Lebih berat dan banyak tuntutannya, jangan heran jika mereka juga sering mengalami stres bahkan di beberapa negara juga sampai depresi.

1. Belajar Atur Waktu dengan Baik

Belajar Atur Waktu dengan Baik
Photo by Ron Lach from Pexels

Yang wajib kamu perhatikan dalam mengatasi stres di sekolah adalah waktu. Terkadang stres juga terjadi karena jadwal sehari-hari tidak tersusun dengan baik sehingga mengakibatkan kewalahan. Solusinya adalah dengan mengatur ulang, mencatat dan disiplin dalam menjalankan. Manfaatkan setiap waktunya secara baik untuk mengerjakan tugas.

Apalagi sekarang ini dimasa pandemi kegiatan belajar masih dilakukan dalam rumah saja. anak jadi punya waktu lebih untuk belajar sambil istirahat. Jadi gunakan waktu yang ada untuk menyelesaikan tugas-tugas sebelum akhirnya memutuskan untuk istirahat dalam jangka waktu lama.

2. Biasakan Membagi Kegiatan Belajar

Biasakan Membagi Kegiatan Belajar
Photo by Julia M Cameron from Pexels

Cara kedua yang harus kamu perhatikan dalam mengatasi stres di sekolah adalah soal kegiatan belajar. Biasanya stres sering sekali terjadi karena anak terlalu sering belajar dalam jangka waktu lama dan materi terlalu banyak. Agar tidak terjadi hal demikian, biasakan untuk membagi atau cicil tugas secara berkala. Hal ini lebih aman dan terasa tidak terlalu membosankan untuk dilakukan.

Misalnya Kamu punya tugas untuk mempersiapkan presentasi, maka usahakan untuk mencicilnya mulai dari hari pertama dimana pekerjaan tersebut diberikan. Hal ini juga sangat berguna untuk mengindari adanya kemungkinan penumpukan tugas. Dengan begini pekerjaan rumah jadi lebih ringan.

3. Jangan Jadikan Kebiasaan Mengulur Waktu

Jangan Jadikan Kebiasaan Mengulur Waktu
Photo by Juan Vargas from Pexels

Dalam mengatasi stres di sekolah, penting bagi Kamu untuk tidak membiasakan mengulur waktu, karena hal ini bisa menyebabkan pekerjaan jadi menumpuk. Jika sudah demikian maka stres bisa muncul dan membuat perasaan atau mood berantakan. Tentunya Kamu tidak ingin hal ini terjadi bukan.

Untuk itu biasakanlah selalu kerjakan tugas setelah diberikan oleh guru. Hal ini akan membuat Kamu punya waktu lebih untuk mengerjakan hal lainnya. Mulai belajar sesuatu yang baru juga bisa jadi salah satu cara agar terhindar dari stres. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan untuk mengatasi stres di sekolah, maupun di manapun kamu belajar.

4. Selalu Bersikap Realistis

Selalu Bersikap Realistis
Photo by Liza Summer from Pexels

Untuk menghindari kemungkinan terkena stres ajarkan anak untuk bersikap realistis. Artinya kedepankan logika daripada hanya ego sesaat saja. Misalkan tentang pengambilan ekstrakuriler. Cukup satu sampai dua saja agar tidak kelelahan.

Dengan bersikap realistis anak juga bisa dengan mudah mengatasi berbagai permasalahan lainnya seperti perundungan. Dia akan bersikap acuh sehingga tida akan mengganggu aktivitas belajarnya selama di sekolah. Namun sebanyak apapun anak mencoba mengatasinya, akan lebih baik lagi jika orang tua juga melakukan pengawasan. Jadilan teman ceritanya agar dia punya orang lain untuk berbagi suka maupun duka.

Itulah tadi beberapa cara mengatasi stres di sekolah, semoga bermanfaat bagi kamu, dan yang terpenting jangan pernah berhenti memberikan mereka motivasi agar tetap semangat dalam belajar ya!

Zenius untuk Orang Tua

Zenius untuk Orang Tua bisa membantu langkah anak Anda dengan tepat untuk menuju cita-cita yang dituju. Bantu anak Anda unggul secara akademis, serta mengasah anak Anda menjadi individu yang cerdas dan tercerahkan demi kehidupan yang bermakna.

Zenius untuk Orang Tua (Jenjang SD)

Pembekalan kemampuan esensial yang tepat sejak usia dini adalah yang utama. Pendidikan anak usia dini tidak terbatas pada calistung. Kemampuan calistung terbukti kurang membantu anak unggul secara akademis di masa depan. Bekali anak Anda dengan kemampuan yang tepat sejak dini.

Zenius untuk Orang Tua (Jenjang SMP)

Curi start lebih awal dari jenjang SMP untuk meraih kampus impian anak Anda. Tujuan akhir dari pembelajaran SMP bukan sekadar melanjutkan pendidikan ke SMA. Persiapan menuju kampus impian sebenarnya bisa dimulai dari jenjang SMP. Arahkan anak Anda untuk “curi start” dalam mewujudkan cita-citanya.

Zenius untuk Orang Tua (Jenjang SMA)

Persiapan terbaik di setiap jenjang SMA untuk meraih kampus impian Anak. Lolos ke kampus impian tidak sesimpel bagus-bagusan nilai rapor. Ada berbagai jalur seleksi masuk PTN dengan strateginya masing-masing, mulai dari SNMPTN, UTBK, dan Ujian Mandiri. Pastikan anak Anda memiliki persiapan yang tepat untuk jalur yang tepat.

Selengkapnya cek halaman website Zenius Untuk Orang Tua untuk informasi lebih lengkap dan jelas serta wujudkan mimpi anak Anda menggapai pendidikan terbaik.

Untuk kamu yang punya cerita tentang pengalaman mengatasi stres di sekolah, atau mungkin pernah punya cerita tentang temen kalian, boleh komen di bawah ya, siapatau ada orang lain yang butuh komentar dari kamu. Yuk komen!

Baca Juga Artikel Zenius Lainnya

Cara Membantu Anak Belajar dengan Menyenangkan
Cara Cepat Menghafal yang Mudah Dilakukan
Cara Menyerap Informasi yang Baik

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

Bagikan artikel ini: