sistem periodik unsur mendeleev

Materi Kimia: Sistem Periodik Unsur

Artikel ini membahas materi kimia tentang sistem periodik unsur, termasuk perkembangan sistem periodik unsur, dan metode pengelompokkan sistem periodik unsur.

Setelah kenalan sama yang namanya “Tabel Periodik”, pernah gak si kalian penasaran kenapa susunannya kayak gitu? Kenapa gak sesuai alphabet aja biar gampang di hafal? Nah, pada artikel ini kita akan emngkuak bersama mengenai sistem periodik unsur, termasuk perkembangan sistem periodik unsurnya nih guys!

Pada dasarnya sistem periodik unsur itu merupakan unsur-unsur yang diletakkan atau ditempatkan berdasarkan kenaikan atom dan kemiripan sifat yang miliki oleh setiap unsur, yang akan dibahas lebih dalam di artikel Sifat Periodik Unsur. Meskipun terdengar simple, ternyata prosesnya gak semudah itu guys, diperlukan waktu yang cukup lama untuk suatu sistem periodik unsur sampai ke bentuk yang sekarang. 

Perkembangan Sistem Periodik Unsur 

Sebelum dikelompokkan seperti sekarang, proses pengelompokan sistem periodik unsur melalui berbagai pengelompokkan dari beberapa ahli

Pengelompokkan unsur menurut Antoine Lavoisier

Pada tahun 1789, Antoine Lavoisier mempublikasikan daftar 33 unsur, ke 33 unsur tersebut dikelompokkan menjadi logam, non-logam, gas, dan tanah.

Pengelompokkan unsur menurut Johann Wolfgang Dobereiner

Johann Wolfgang Dobereiner kemudian menemukan hubungan antara massa atom dengan sifat unsur, yang kemudian dikenal dengan Hukum Traide dan penemuannya di kenal dengan Triade Dobereiner. Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur dimana dalam satu triade yang disusun berdasarkan massa atomnya, unsur ke-2 setiap traide merupakan massa rata-rata dari unsur pertama dan ketiga. 

Tabel pengelompokkan unsur menurut Dobereiner

KelompokUnsur Massa Atom
Senyawa
Pembentuk
Garam
Cl
Br
I
35,5
80
127
Senyawa
Pembentuk
Garam
S
Se
Te
32
79
128
Senyawa
Pembentuk
Garam
Li
Na
K
7
23
39
Senyawa
Pembentuk
Garam
Ca
Sr
Ba
40
88
136

Pengelompokkan unsur menurut John Newlands

John Newlands, seorang kimiawan asal Inggris, mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom, dimana Newlands menyimpulkan bahwa sifat kimia dan fisika suatu unsur akan berulang setiap interval kedelapan, contohnya unsur kedelapan, akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur ke sembilan akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya. Hukum ini disebut dengan Hukum Oktaf, karena Newlands menyerupai periodistas oktaf musik. 

Tabel Pengelompokkan unsur menurut Newlands

Do
1
Re
2
Mi
3
Fa
4
Sol
5
La
6
Si
7
HLiBeBCNO
FNaMgAlSiPS
ClKCaCrTiMnFe
Co, NiCuZnYInAsSe
BrRbSrCe, LaZrDi, MoRo, Ru
PdAgCdUSnSbI
TeCsBaTaWNbAu
Pt, IrOsVTlPbBiTh

Pengelompokkan unsur menurut Dmitri Mendeleev

Dmitri Mendeleev merupakan ahli kimia asal rusia yang melakukan mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan susunan massa atom relatifnya dimana mendeleev menempatkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat secara veritikal dan kemudian di sebut golongan, dan menempatkan unsur-unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya secara horizontal yang kemudian disebut periode. 

sistem periodik unsur mendeleev
Tabel pengelompokkan unsur menurut Mendeleev

Pengelompokkan unsur menurut Henry Moseley

Setelah ditemukan adanya struktur atom yaitu partikel penyusun atom yang terdiri dari Proton, Elektron, dan Neutron, dimana elektron mengitari neutron dan proton yang berada di inti atom, Henry Moseley mengemukakan pentingnya nomor atom, dalam penempatan unsur-unsur pada tabel periodik, dan kemudian Moseley memperbaharui tabel periodik menurut mendeleev. Tabel periodik menurut Moseley ini lah kemudian di kembangkan hingga menjadi tabel yang saat ini kita gunakan dan kita temui di pelajaran kimia, seperti dibawah ini.

sistem periodik unsur
Tabel Periodik Modern

Metode Pengelompokan Sistem Periodik Unsur

Pada tabel periodik modern terdapat 2 jalur, yaitu jalur vertikal atau yang kita sebut sebagai golongan, dan jalur horizontal atau yang kita sebut periode. 

Periode

Dalam sistem periodik unsur, periode menunjukkan nomor kulit atau banyaknya yang terisi oleh elektron, yang berarti nomor periode sama dengan jumlah kulitnya. 

Periode 1: terdiri dari 2 unsur, contohnya, H dan He.

Periode 2: terdiri dari 8 unsur, contohnya, Li, Be, B, dan lain-lain.

Periode 3: terdiri dari 8 unsur, contohnya, Na, Mg, Al, dan lain-lain. 

Periode 4: terdiri dari 18 unsur, contohnya, K, Ca, Ga, dan lain-lain.

Periode 5: terdiri dari 18 unsur, contohnya, Rb, Sr, In, dan lain-lain. 

Periode 6: terdiri dari 32 unsur, contohnya, Cs, Ba, Au, dan lain-lain.

Periode 7: merupakan periode yang belum lengkap karena belum semua unsurnya ditemukan. 

Golongan

Dalam sistem periodik unsur, golongan menunjukkan unsur-unsur yang memiliki sifat yang mirip, penggolongan dalam tabel periodik di bagi menjadi 2, yaitu golongan A, dan B, alasannya karena adanya persamaan sifat diantara unsur-unsur tersebut. 

Golongan A, disebut sebagai golongan utama karena menunjukkan elemen representatif dalam ilmu kimia, sedangkan Golongan B, disebut sebagai golongan transisi. Berikut beberapa penamaan khusus golongan.

  • Golongan I A, disebut sebagai golongan alkali (kecuali Hidrogen)
  • Golongan II A, disebut sebagai golongan alkali tanah
  • Golongan VII A, disebut sebagai golongan halogen
  • Golongan VIII A, disebut sebagai golongan gas mulia
  • Golongan I B – III B disebut sebagai golongan transisi

Nah kurang lebih begitulah penjelasan mengenai sistem unsur periodik, jika kamu ingin mempelajari materi mengenai sistem periodik ini dalam bentuk video singkat dan dijelaskan oleh tutor zenius yang kece, kalian bisa klik di sini ya, gak cuma materi distu juga ada latihan soalmjuga loh! Semoga artikel ini membantu kalian yaa, Selamat Belajar!

Baca Juga Artikel Lainnya

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Struktur Atom

Sifat Periodik Unsur

Bagikan artikel ini: