Bagaimana Kondisi Otak Orang Marah? 17

Bagaimana Kondisi Otak Orang Marah?

Bagaimana kondisi otak orang marah? Pertanyaan tersebut akan diulas secara lengkap dalam artikel ini

“Mau lo apa, sih? Berantem kita? Ayook!”

“Lo yang dari tadi ga jelas, udah gue bilang gue gak jalan sama cewe lo”

“Alah, berisik!”

Plakk! Tanpa disadari, lo mukul temen lo karena kepalang emosi.

Pernah gak, sih, lo berpikir “sebenarnya apa, sih, yang terjadi di dalam otak dan tubuh lo saat marah?” Yap, marah adalah mental respons yang sudah tertanam dalam diri manusia. Ketika ada suatu perkataan atau tindakan yang ngebikin lo emosi, otomatis sifat marah lo akan keluar dalam diri. Dan sebenarnya, penyebab marah gak cuman itu aja. Ada banyak sekali faktor yang membuat orang merasa emosi dan meluapkan amarahnya. Mungkin, gak dikasih contekan atau tiba-tiba dikunciin di dalam kamar mandi.

Nah, sekarang balik, lagi, nih ke pertanyaan awal. Dalam otak lo, tuh, sebenarnya sedang terjadi apa, sih, saat marah? Apakah penghuni yang ada di dalam otak lo lagi tawuran dan akhirnya ruangan otak kebakaran kayak yang ada di Spongebob? 

Well, balik lagi dengan gue, Adieb. Kali ini gue akan coba bahas mengenai sifat atau karakter marah yang ada di dalam diri manusia, mulai dari kondisi otak orang marah, bagaimana kondisi tubuhnya, hingga pertanyaan mendasar mengenai “sebenarnya, marah itu baik, gak, sih?”

Marah Itu Apa, Sih? Dan Marah, tuh, Baik Gak, Ya?

kondisi otak orang marah
Credit image by memegenerator.net

“Marah ya marah lah bang. Emang apa pengertiannya?”

Sabar-sabar, belum apa-apa udah marah aja, nih. Sebelum membahas mengenai kondisi otak orang marah serta perubahan yang terjadi pada tubuhnya, gue mau ngejelasin sekilas mengenai pengertian dari marah itu sendiri.

Sejatinya, marah adalah suatu karakteristik yang muncul dari seseorang saat ada perbuatan atau perkataan salah, baik yang disengaja ataupun tidak, yang dilontarkan kepada lo. Biasanya, rasa marah muncul ketika lo merasa kecewa, kesal, atau bahkan frustasi. 

Pada hakikatnya, marah berbeda dengan depresi, lho. Sobat Zenius jangan sampai salah paham, ya! Kalau Sobat Zenius ingin lebih tahu lebih dalam lagi mengenai depresi, lo bisa baca artikel Zenius di sini

Seperti percakapan di awal artikel, saat lo melihat temen lo jalan sama cewek lo, otomatis rasa marah lo akan meluap-luap. Tidak menutup kemungkinan, rasa amarah lo juga tidak terkontrol dan mengakibatkan pertengkaran yang hebat dengan temen lo.

Jika sudah terjadi demikian, marah adalah salah satu hal yang gak baik. Sebab, rasa marah dikeluarkan secara berlebihan hingga mengakibatkan lo gak bisa berpikir jernih. Ujung-ujungnya, lo justru menimbulkan masalah baru dengan temen lo karena dianggap gak bisa mengontrol emosi.

Kendati demikian, di sisi lain marah juga bisa dianggap menjadi hal baik, lho, asalkan lo bisa mengatur emosi. Pasalnya, rasa marah juga bisa membantu untuk mengekspresikan diri dan bisa memotivasi diri lo untuk menemukan solusi dari setiap masalah yang dilalui. Bahkan, Good Therapy menyebutkan kalau rasa marah ternyata juga dapat mengurangi rasa stres, lho!

Baca Juga: Musik Klasik Bikin Kita Lebih Pintar, Benar Gak Sih?

“Lah, kok bisa gitu, bang?”

Saat rasa marah muncul, lo akan merasakan rasa tekanan fisik emosional yang berlebih. Nah, saat itu juga seluruh tubuh lo akan merasa sangat tegang. Di sinilah lo harus bijak dalam mengatur emosi. Apakah lo akan merelaksasikan rasa tegang tersebut lewat menumpahkan rasa amarah dengan memukul orang atau justru menyendiri terlebih dahulu dan meregangkan saraf-saraf yang tegang terlebih dahulu?

Jika pilihan lo yang kedua, tubuh lo akan merasa sangat tenang dan bahkan membantu mengurangi rasa stres karena mampu merelaksasikan rasa amarah dengan baik.

Jadi, jawabannya adalah rasa marah bisa baik dan buruk, tergantung masing-masing orang dalam menyikapinya.

Begini Kondisi Otak Orang Marah

kondisi otak orang marah
Credit Image by Krolestwo Nauki via Pixabay.com

Ketika rasa amarah menyelimuti diri lo, maka akan ada berbagai perubahan biologis yang dialami oleh tubuh. Kondisi otak orang marah akan berubah drastis disertai dengan yang terjadi pada tubuhnya. Misalnya, tekanan darah meningkat, otot menjadi semakin tegang, energi meningkat, hingga peningkatan suhu tubuh. Selain itu, lo juga merasakan perubahan yang terjadi dari luar, kayak tiba-tiba suara jadi meninggi, tangan tiba-tiba mengepal, keringat berlebihan, dan tentu saja detak jantung menjadi cepat.

Kurang lebih gambarannya kayak lo udah ambil posisi lah buat berantem sama temen lo. Tangan sudah mengepal, keringat mengucur deras, dan kalau gak dikontrol dengan baik, kepalan tangan tersebut bisa jadi mendarat di wajah temen lo.

kondisi otak ketika marah
Credit Image by idntimes.com

“Lantas, gimana kondisi otak orang marah?”

Para ilmuwan dari University of Valencia (UV) menganalisis perubahan respon aktivasi hormonal dan asimetris otak ketika manusia marah. Melalui investigasi terbarunya, mereka menemukan bahwa saat orang sedang berada dalam kondisi marah, maka detak jantung, ketegangan arteri, serta produksi testosteron akan mengalami peningkatan. Sedangkan hormon kortisol mengalami penurunan dan belahan otak kiri jadi lebih terangsang. 

Buat yang belum tau, hormon kortisol adalah hormon stres. Secara garis besar, hormon kortisol akan mengalami peningkatan jika lo sedang dalam keadaan stres atau frustasi. Saat marah, hormon ini justru mengalami penurunan seperti investigasi yang dilakukan oleh peneliti dari UV. Produksi hormon ini pada dasarnya juga dikendalikan oleh tiga organ di dalam tubuh, salah satunya berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak.

Rasa marah muncul ditandai dengan amigdala yang merangsang ke hipotalamus. Eits, bukan Amigdala grup musik yang lagunya Ku Kira Kau Rumah, ya! Amigdala yang dimaksud di sini adalah bagian otak yang berkaitan dengan emosi, perilaku, dan memori. Sedangkan hipotalamus adalah bagian otak yang yang mengeluarkan bahan kimiawi berupa hormon yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengendalikan sel-sel dan organ tubuh. Hipotalamus juga berfungsi untuk mengendalikan respon emosional di dalam diri.

Baca Juga: Aktivasi Otak Tengah.. Beneran Nggak, Tuh?
Bagaimana Kondisi Otak Orang Marah? 18
Credit image by hellosehat.com

Bagian otak lain yang berfungsi mengatur rasa emosi atau marah adalah korteks prefrontal. Apabila seseorang mengalami kerusakan pada bagian ini, maka otomatis ia akan sulit untuk mengendalikan rasa amarahnya. 

Pada seseorang, rasa marah bisa muncul karena ada berbagai macam penyebab. Misalnya, lo merasa kalau pendapat lo di kelas tidak dihargai sama temen-temen lo. Saat lo mengutarakan pendapat di suatu rapat, lo justru tidak didengarkan oleh orang lain. Hal ini tentu saja membuat rasa marah muncul, dong. Nah, pada saat ini amigdala mencoba untuk merangsang hipotalamus sebagai penanda rasa marah muncul.

Selain kasus di atas, tentu saja ada banyak sekali penyebab kenapa seseorang bisa marah. Misalnya, karena adanya ketidakadilan yang terjadi pada dirinya, hilang kesabaran, atau dihina oleh orang lain.

Kira-kira seperti itulah gambaran sederhananya mengenai kondisi otak orang marah. Gimana? Udah mulai ada gambarannya, kan?

Lalu, Bagaimana, Ya, Cara Meredakan Rasa Amarah?

Lo mungkin pernah berada pada situasi di mana sulit untuk mengendalikan rasa marah. Kalau marah, ujung-ujungnya justru malah menimbulkan masalah, entah itu memukul orang atau ngerusakin gerobak siomay. Hmm gak sampai segitunya, sih.

Nah, kira-kira gimana, ya, caranya supaya bisa mengendalikan rasa marah?

  1. Tarik napas dan tenangkan diri terlebih dahulu

Saat rasa marah lo sedang tinggi-tingginya, sebaiknya tarik napas dulu perlahan-lahan. Lalu, tenangkan diri lo sejenak. Mungkin, lo bisa pergi dulu dari teman atau orang yang membuat lo emosi dan cari tempat yang enak untuk merefleksikan diri.

Cara ini dinilai efektif dalam meredakan rasa amarah. Pasalnya, lo sudah bisa mengontrol emosi dengan baik dan membiarkan rasa amarah lo mereda dengan perlahan-lahan.

  1. Temukan penyebab kenapa lo marah

Setiap rasa marah yang muncul pasti ada penyebab yang memicunya. Nah, lo jangan sampai tiba-tiba langsung meluapkan emosi padahal gak atau apa penyebabnya. Cari tahu dulu, nih, apa penyebab yang bikin lo marah. Saat lo tahu penyebabnya, maka hal ini akan membantu lo untuk fokus menyelesaikan masalah, bukannya malah nambah masalah.

Baca Juga: Masalah Ketimpangan Sosial di Masyarakat
  1. Ekspresikan marah lo
kondisi otak orang marah
Credit Image by Liputan6.com

Mengekspresikan marah bukan berarti langsung asal main tinju aja, ya! Maksudnya di sini adalah lo sudah bisa mengendalikan emosi dengan baik. Nah, lo bisa, tuh, mengekspresikan rasa marah dengan menyampaikan sesuatu yang membuat lo marah dengan pemilihan kata yang tepat dan tidak menyakiti orang lain.

Selain itu, lo juga bisa mengungkapkan rasa marah dengan bercerita kepada orang-orang terdekat.

Nah, kira-kira seperti itulah kondisi otak orang marah. Bagaimana menurut lo? Menarik, kan, cara kinerja otak kita dalam merespon emosional. Kalau lo mau mempelajari cara kerja otak lebih dalam melalui video animasi yang kece, lo bisa langsung menikmatinya di Zenius.

Kalau lo mau request mengenai artikel yang ingin dibahas, jangan ragu juga sampaikan di kolom komentar!

Baca Juga: Zeigarnik Effect: Melawan Lupa pada yang Belum Selesai

Referensi:


https://www.apa.org/topics/anger
https://www.goodtherapy.org/blog/value-of-anger-16-reasons-its-good-to-get-angry-0313175
https://www.medicalnewstoday.com/articles/190522#1
https://www.healthline.com/health/what-part-of-the-brain-controls-emotions#anger
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/anger-management/art-20048149
https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/hormon-kortisol-adalah/

Bagikan artikel ini