Hari Sains Dunia

Hari Sains Dunia – Sejarah dan Perkembangan Sains

Hari Sains Dunia mengingatkan kita akan besarnya peran sains dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan di kehidupan kita. Yuk, simak perkembangan sains dari masa ke masa dan jadi lebih terlibat dalam kemajuan bangsa!

Hai Sobat Zenius!

Kalian pernah nggak sih waktu sekolah masih offline ngalamin nggak boleh buka smartphone waktu jam pelajaran? Pasti jadi pengen cepet-cepet pulang biar bisa cek smartphone nggak sih? Hahaha.

Remaja Menggunakan Smartphone (Foto: Unsplash)
Remaja Menggunakan Smartphone (Foto: Unsplash)

Nah, lo pasti tau, kalo HP itu merupakan salah satu terobosan besar dari perkembangan sains di dunia, tapi lo tau nggak sih kalo hari ini, pada tanggal 10 November merupakan hari sains dunia yang ke 10? Hayoo, siapa nih yang baru tau? 

Hari Sains Dunia. “Apa sih pentingnya? Terus sains itu sebenarnya apa sih? Apakah sains itu berarti pelajaran IPA yang di sekolah itu?” Nah, mungkin beberapa dari lo ada ya yang mempertanyakan hal yang sama nih. Tenang, di artikel kali ini, gue bakal ceritain ke lo apa itu sains dan bagaimana perkembangannya, kenapa penting buat diperingati, ceritanya bisa ada hari sains sedunia, dan tanpa ketinggalan gue juga bakal kenalin siapa bapak sains ke lo. Oke? Yuk, kita mulai!

Pengertian Sains 

Pertama-tama, Sains itu apa sih? 

Pertama-tama, Sains menurut NASA Science adalah rasa keingintahuan tentang dunia dan bagaimana dunia bekerja yang tumbuh dari hasil pengamatan atau observasi lo terhadap dunia. Jadi, disini teman-teman bisa memulai dengan menggunakan kelima indra teman-teman (penglihatan, pendengaran, pembau, pengecap, dan peraba) untuk menemukan hal-hal menarik di sekitar lo nih. Lalu kenapa sih kok kita harus menemukan hal-hal untuk dipertanyakan? Tenang, jawabannya udah disiapin nih oleh Universitas Berkeley di situs sainsnya yang bernama Understanding Science. Mereka menjelaskan bahwa proses penemuan itu penting banget, karena dari situ kita tidak hanya menemukan tapi juga bisa menghubungkan fakta-fakta yang kita dapat menjadi satu pemahaman baru tentang dunia tempat kita tinggal ini.

Selanjutnya, Britannica, sebuah lembaga penghasil ensiklopedia tertua di dunia, mendefinisi sains sebagai sistem yang melibatkan pencarian pengetahuan umum atau dasar terkait segala hal dan fenomena yang ada di sekitar kita. Karena disebutkan sebagai sebuah sistem, maka proses pencariannya nih nggak sembarangan melainkan ada sistematikanya Sobat, terutama kalau ditujukan untuk menghasilkan sebuah penelitian. Tapi jangan khawatir, kalo lo mengamati sebuah layangan naga sepanjang 12 meter yang terbang, lalu lo mempertanyakan kenapa layangan itu bisa terbang, dan lo berusaha mencari jawabannya, artinya lo udah melakukan kegiatan ilmiah atau sains kok. Jadi, Sobat Zenius bisa mulai dari mempertanyakan hal-hal yang sederhana untuk membantu lo dan orang lain memahami suatu hal dengan lebih baik lagi.

Gambar Layang-Layang (Foto: Unsplash.com)
Gambar Layang-Layang (Foto: Unsplash)

Dalam sains, lo juga gak perlu takut salah Sobat karena menurut filsuf terbesar di abad 20 yang bernama Karl Popper, sains itu merupakan satu-satunya aktivitas di mana sebuah kesalahan pasti akan dikritik secara sistematis dan segera dikoreksi. Jadi kritiknya pun nggak sekedar komen asal tapi komen yang membangun dan mendukung lo pastinya.

Foto Kegiatan Sains yang Menyenangkan (Foto: Unsplash.com)
Foto Kegiatan Sains yang Menyenangkan (Foto: Unsplash)

Sains juga gak melulu tentang biologi, fisika, dan kima aja lho! Ilmu pengetahuan lainnya seperti geologi atau ilmu pengetahuan kebumian, astronomi atau ilmu benda-benda langit, hingga ilmu sosial seperti antropologi, ekonomi, dan psikologi juga termasuk dalam sains atau ilmu pengetahuan. Jadi sebagian kecil dari sains mungkin sudah lo pelajari di sekolah, tapi lo bisa pelajari ilmu sains lainnya secara lebih spesifik di jenjang perkuliahan.

Baca Juga

Komunikasi Sains Asyik Ala Ilmuwan, Gimana Caranya?

Pentingnya Sains dalam Pendidikan

Peran Carl Sagan dalm Mempopulerkan Sains

Perkembangannya dari Zaman Generasi Prasejarah hingga Alpha

Nah, ngomong-ngomong tentang mempertanyakan hal-hal sederhana yang tadi gue sebutin, di zaman prasejarah dulu, ilmu pengetahuan belum terstruktur secara sistematis seperti sekarang. Jadi, yang diketahui oleh orang pada zaman itu ya bahwa mereka sekedar melakukan pengamatan dan pemecahan masalah secara naluriah berdasarkan kebutuhan. Tapi, terbukti bahwa kegiatan sains sudah dilakukan semenjak zaman itu dengan ditemukannya situs-situs menakjubkan. Mulai dari coretan-coretan di dinding gua yang menggambarkan pengamatan waktu dan musim, hingga bangunan-bangunan batu yang luar biasa megahnya.

Contohnya, pendirian situs Stonehenge dari masa 2.500 Sebelum Masehi di Salisbury Plain, Inggris. Situs ini merupakan susunan batu-batu besar setinggi 4 meter yang membentuk pola-pola bentuk tertentu. Diyakini situs ini menunjukan kecerdasan matematika yang luar biasa karena membutuhkan penerapan teori pitagoras yang pada waktu itu belum ada. 

Situs Stonehenge (Foto: Unsplash.com)
Situs Stonehenge, Permulaan Sains di Zaman Prasejarah (Foto: Unsplash)

Kalau di Indonesia sendiri juga ada penemuan Candi Borobudur dari abad ke-9, dimana belum ada istilah sains. Bangunan batu setinggi 42 meter dengan batu-batu sebanyak 55.000 meter kubik yang disusun menjadi 10 tingkat candi. Pada zaman itu belum ada alat canggih seperti zaman sekarang ya guys. Jadi pasti muter otak banget tuh buat motong batu dan menyusun batu yang berat itu menjadi bangunan candi terbesar di dunia menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Candi Borobudur (Foto: Unsplash.com)
Candi Borobudur (Foto: Unsplash)

Peninggalan-peninggalan dari zaman dahulu memang menjadi cerminan bagaimana pada mulanya sains atau bisa disebut dengan ilmu praktis dimanfaatkan untuk tujuan religius. Jadi, kebutuhan dasar manusia seperti kebutuhan akan menjalin hubungan dengan Tuhan menjadi dasar munculnya sains. Seperti Stonehenge sebagai tempat pemakaman dan tujuan ziarah keagamaan, dan Candi Borobudur sebagai wihara atau rumah ibadah agama Buddha. Seiring perkembangan zaman sih memang pemanfaatannya semakin luas dan diperuntukan untuk memudahkan kehidupan manusia. Nah, sebagai orang yang sudah tinggal di zaman modern, Sobat Zenius jangan mau kalah ya sama pendahulu-pendahulu kita dalam pemanfaatan sains dalam kehidupan sehari-hari kalian supaya kita bisa terus berkembang demi kesejahteraan bersama.

Kata sains yang dalam Bahasa Inggris disebut science belum digunakan sampai di akhir abad ke-14. Kata ini berasal dari Bahasa Latin scientia yang berarti “pengetahuan”. Pada abad itu, universitas sudah ada lho seperti contohnya Universitas Oxford dan Paris. Perkembangan sains pun tidak hanya terjadi di Yunani, melainkan juga di negara-negara lain seperti, India, China, Timur Tengah dan Amerika.

Pada abad ke-17, terjadilah Revolusi Sains yang dimulai dengan penemuan dalam bidang astronom oleh Nicolaus Copernicus bahwa bumi mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Era ini disebut dengan era yang mengawali sains modern. Pada era ini, perkembangan ilmu pengetahuan pun terjadi dengan sangat pesat tidak hanya dalam bidang astronomi melainkan juga bidang lainnya seperti kimia, fisika, listrik dan magnetik, dan optik. Berbagai nama tokoh hebat pun bermunculan seperti Newton dengan teori gravitasinya, Michael Faraday dan James Maxwell dengan teori arus listrik dan magnetik, Charles Darwin dengan teori evolusi, dan masih banyak lagi. Metode penelitian pun mulai terstruktur dan alat instrumen penelitian seperti teleskop, mikroskop, jam, dan barometer mulai memadai dan canggih. Pada abad ke-18 hingga 19 juga terjadi revolusi industri yang memunculkan teknologi baru seperti lokomotif uap, telegraf, radio, mobil, hingga pesawat terbang. Hubungan sains dan teknologi pun semakin kuat semenjak saat itu.

Patung Charles Darwin (Foto: Unsplash.com)
Patung Charles Darwin (Foto: Unsplash)

Pada abad 20, teknologi makin canggih lagi lho. Mulai dari munculnya mobile phone pertama bermerk Motorola hingga peluncuran satelit buatan pertama bernama Sputnik ke luar angkasa oleh Soviet pada 4 Oktober 1957. Di akhir abad ini pun smartphone pertama bernama Simon diproduksi oleh perusahaan IBM pada tahun 1994.

Sputnik, satelit buatan pertama oleh Soviet (Foto: Domain Publik Amerika Serikat dari NASA)
Sputnik, satelit buatan pertama oleh Soviet (Foto: Domain Publik Amerika Serikat dari NASA)

Lalu masuk ke abad 21 dimana kita saat ini berada, dunia komunikasi sudah sangat lebih berkembang dengan dukungan internet yang diciptakan pada abad sebelumnya pada tahun 1980 oleh Bob Kahn dan Vint Cerf. Smartphone pun tersambung dengan internet dan dapat menghubungkan orang dari berbagai penjuru dunia dengan sangat mudah. Vendor smartphone terkemuka saat ini adalah Samsung dan Apple yang menyumbang sekitar setengah dari seluruh pengiriman smartphone di dunia. Pada tahun ini, berdasarkan data dari Statista, jumlah pengguna smartphone telah mencapai 6,378 milyar orang atau sebanyak 80,69% dari populasi dunia. Pasti kalian menjadi bagian dari presentasi itu kan? Nah, coba bayangin kalo orang-orang nggak mau mengembangkan sains dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pasti saat ini belum bisa menikmati mudahnya komunikasi dan teknologi-teknologi canggih lainnya bukan? Kalo gitu, pasti sekarang lo udah ngerti kan apa itu sains hingga pentingnya perkembangan sains ini dalam memudahkan kehidupan kita sehari-hari? Kalo gitu, sekarang kita mulai tengok penjelasan tentang hari sains dunia yuk!

Contoh Smartphone (Foto: Unsplash.com)
Contoh Smartphone, Bentuk Penggabungan Sains dan Teknologi (Foto: Unsplash)

Latar Belakang Hari Sains Dunia untuk Perdamaian dan Pembangunan

Seperti yang tadi udah gue sampaikan diawal, tanggal 10 November merupakan hari sains dunia. Sebutan aslinya sih World Science Day for Peace and Development diterjemahkan menjadi Hari Sains Sedunia untuk Perdamaian dan Pembangunan. Hari ini, sudah diperingati semenjak tahun 2002 setelah resmikan oleh UNESCO pada tahun 2001 lho Sobat! Nah, gimana sih ceritanya kok hari sains ini bisa ada? 

Ternyata, menurut yang ditulis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hari peringatan ini merupakan hasil dari Konferensi Sains Dunia di Budapest, Hungary pada tahun 1999. Kegiatan ini dinilai sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen untuk mencapai target yang dicanangkan dalam Declaration on Science and the Use of Scientific Knowledge sekaligus untuk menindaklanjuti rekomendasi Science Agenda: Framework for Action. Setiap tahunnya tema yang diangkat berbeda-beda. Di tahun 2021 ini, tema yang diangkat adalah “Membangun komunitas yang siap iklim.”

Konferensi Sains Dunia (Foto: www.unesco.org)
Konferensi Sains Dunia (Foto: UNESCO)

Membawa perdamaian dan pembangunan merupakan dasar dari peran sains dan alasan mengapa sains perlu untuk diperingati setiap tahunnya. Tujuan pertama dari kegiatan tahunan ini adalah ingin mensosialisasikan pentingnya sains dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan berkelanjutan. Saat ini memang informasi sangatlah mudah untuk diakses melalui internet, namun kebanyakan orang akan mencari informasi yang sesuai dengan minatnya masih-masing. Kalo Sobat Zenius nih sukanya searching tentang apa nih? Udah sering kepoin tentang perkembangan sains dunia belum nih?

Sebagian dari kalian mungkin udah ada yang selalu update informasi perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam bidang teknologi, kesehatan, astronomi, maupun bidang lainnya. Tapi, banyak juga orang-orang yang masih belum terlalu mengikuti dan ingin terlibat dalam pemajuan sains. Terkadang informasi-informasi ilmiah hanya menyebar di kalangan ilmuan atau ahli-ahli saja malah. Oleh karena itu, kegiatan peringatan tahunan ini penting sekali untuk meningkatkan perhatian dari masyarakat umum supaya keinginan untuk berpartisipasi dalam diskusi isu-isu ilmiah yang ada pun semakin meningkat.

Kalo menurut kalian, Hari Sains Sedunia ini termasuk overrated atau underrated di kalangan temen-temen lo

Ilustrasi (Foto: Unsplash.com)
Ilustrasi (Foto: Unsplash)

Kalo di lihat dari perbandingan besarnya peran sains dalam kehidupan kita dengan trend nya di sosial media sih kayaknya hari sains ini belum cukup booming. Iya nggak sih? Tapi gapapa, paling enggak dimulai dari keinginan kita masing-masing untuk lebih peduli tentang sains, kita udah bisa berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan bangsa-bangsa kok. Sobat Zenius bisa mulai dari baca artikel tentang “10 Mitos Sains yang Masih Banyak Dipercaya Orang”  yang ada di blog Zenius ini nih. Karena masih ada yang percaya sama ucapan bahwa kita baru make 10% kapasitas otak kita aja. Nah, kalo kita tau mana yang bener kan kita bisa kasih informasi yang akurat ke orang lain kan?

Oke, selanjutnya tujuan hari peringatan sains yang kedua dan ketiga berkaitan dengan hubungan nasional dan internasional untuk meningkatkan solidaritas sains dan memperbaharui komitmen bersama dalam penggunaan sains untuk menguntungkan masyarakat. Jadi sains dapat dimanfaatkan bersama guna menjaga perdamaian hidup bersama. Contohnya, pemerataan jaringan internet di seluruh daerah Indonesia merupakan hal yang sangat berarti untuk kemajuan pendidikan dan ekonomi yang merata. Jika anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, mereka pun akan bisa mendapatkan bekal pengetahuan untuk bisa berkontribusi positif di tempat ia tinggal. Kontribusi itu pun secara nggak langsung pasti akan mendukung perwujudan baik perdamaian dan pembangunan bangsa.

Semenjak dicanangkannya hari peringatan ini pada tahun 2001 pun, sudah banyak proyek, program- program nyata dan pendanaan  untuk perkembangan sains di dunia lho. Dorongan kerja sama antar ilmuwan yang tinggal di daerah konflik pun juga dibantu. Salah satu contohnya adalah pembentukan Israeli-Palestinian Science Organization (IPSO) dengan dukungan dari UNESCO.

Bentuk kontribusi kita terhadap kemajuan bangsa itu bermacam-macam bentuknya. Lo juga bisa nih berkontribusi dengan cara belajar giat dan berpartisipasi dalam menghasilkan sebuah karya ilmiah. Meningkatkan dukungan dalam saha ilmiah juga menjadi tujuan terakhir dari peringatan hari sains sedunia ini lho. Jadi, buat Sobat Zenius yang punya passion dalam berinovasi atau melakukan penelitian, lo bisa banget mulai wujudkan ide-ide lo mulai dari sekarang ya.

Bapak Sains 

Nah, Sobat Zenius kan udah tau banyak nih tentang sains dan hari peringatannya. Tapi lo udah kenal belum nih sama bapak sains kita? 

Galileo Galilei adalah sosok bapak sains atau sains modern kita lho! Ia merupakan pelopor metode saintifik eksperimental, dan menggunakan teleskop untuk meneliti langit. Metode saintifik itu emang penting banget. Inget nggak gue diatas bilang kalo di zaman prasejarah, orang-orang belum punya struktur dalam pelaksanaan kegiatan ilmiah. Dengan adanya metode ilmiah yang dapat menjadi pedoman para peneliti, pastinya hasil penelitian akan lebih akurat dan dapat dipercaya.

Galileo Galilei (Foto: Pixabay.com)
Galileo Galilei (Foto: Pixabay)

Selain menjadi bapak sains modern, ia juga menjadi bapak astronomi modern lho! Penasaran nggak sih sama karya-karya penemuan hebatnya Galileo? Kalo lo penasaran, lo bisa baca lebih lanjut tentang dia di artikel Zenius yang berjudul “Galileo Galilei, Bapak Ilmu Pengetahuan Modern yang Ditahan Gereja Katolik Roma” ya.

Penutup

Sobat Zenius, di artikel ini gue udah ceritain banyak hal terkait Hari Sains Sedunia untuk Perdamaian dan Pembangunan dan tentang sains sendiri. Eits! Gak lupa, kita juga berkenalan singkat sama bapak sains kita. 

Dari artikel ini, lo mungkin udah bisa lihat bagaimana perkembangan sains dari zaman prasejarah hingga di abad 21 ini dan pentingnya peran sains dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun disayangkan nih peringatan nya masih kurang booming di sosial media. Ya, semoga lo semakin terinspirasi untuk memberikan kontribusi lo dalam perdamaian dan pembangunan dunia melaleuca sains, ya Sobat! Gue percaya lo bisa!

Kalo lo punya pertanyaan, silahkan ditulis di kolom komentar ya. Gue bakal dengan senang hati menjawab pertanyaan yang lo kasih.

Oke, sekian dulu dari gue, see you in the next article!

Referensi

Buchanan, R. A. (2020, November 18). Transport and communications. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 9 November 2021, darihttps://www.britannica.com/technology/history-of-technology/Transport-and-communications.

Encyclopædia Britannica, inc. (2020, December 31). Science. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 9 November, 2021, dari https://www.britannica.com/science/science.

Encyclopædia Britannica, inc. (2021, July 21). Industrial revolution. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 10 November 2021, dari https://www.britannica.com/event/Industrial-Revolution.

Jonathan Hogeback. Who invented the internet? Encyclopædia Britannica. Diakses pada 10 November,, 2021, dari https://www.britannica.com/story/who-invented-the-internet. 

Kreutzberg, G. W. (2005, May). Scientists and the marketplace of opinions. scientific credibility takes on a different meaning when reaching out to the public. EMBO reports. Diakses pada 9 November 2021, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1299311/.

O’Dea, S. (2021, August 6). Smartphone users 2026. Statista. Diakses pada 10 November 2021, dari https://www.statista.com/statistics/330695/number-of-smartphone-users-worldwide/.

Smith, R. (2018, March 13). IBM created the world’s first smartphone 25 years ago. World Economic Forum. Diakses pada 9 November 2021, dari https://www.weforum.org/agenda/2018/03/remembering-first-smartphone-simon-ibm/.

The Open University. (2019, August 30). A brief history of science. OpenLearn. Diakses pada 10 November 2021, dari https://www.open.edu/openlearn/history-the-arts/history/history-science-technology-and-medicine/history-science/brief-history-science.

The University of California Museum of Paleontology, Berkeley, dan Regents of the University of California. (2013). What is science? Diakses pada 9 November 2021, dari https://undsci.berkeley.edu/article/whatisscience_01. 

United Nations. (2021). World Science Day for peace and development. United Nations. Diakses pada 10 November, 2021, dari https://www.un.org/en/observances/world-science-day. 

Violatti, C. (2014, May 28). Science. World History Encyclopedia. Diakses pada 9 November 2021, dari https://www.worldhistory.org/science/.

Williams, L. P. (2018, November 30). History of science. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 10 November 2021, dari https://www.britannica.com/science/history-of-science.

Bagikan artikel ini