Hari Palang Merah Indonesia Zenius

Hari Palang Merah Indonesia dan Misi Kemanusiaan di Tengah Pandemi

Kalian tau gak kalau 17 September merupakan salah satu hari nasional di Indonesia? Yap, tepat pada hari ini ada perayaan Hari Palang Merah Indonesia (PMI).

Sebelumnya, gue mau ngucapin dulu nih, “Selamat Hari Palang Merah Indonesia yang ke-76”! Sebagai pelajar Indonesia, sudah sepantasnya kita mengenal hari bersejarah dalam bidang sosial kemanusiaan ini. Kalau di sekolah, kita mengenal Palang Merah Remaja (PMR), karena termasuk salah satu organisasi atau ekstrakurikuler sekolah.

Lo pernah gabung jadi anggota PMR gak?

View Results

Loading ... Loading ...

Sedikit cerita, waktu gue duduk di bangku SMP, gue sempat bergabung jadi calon anggota PMR. Waktu itu gue sempat ikut praktik membuat tandu dan dasar dari P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan). Tujuan gue mau gabung PMR juga termasuk mulia lho, yaitu bisa memberikan pertolongan pertama kepada orang di sekitar gue yang mengalami kecelakaan, layaknya dokter. Eh, baru beberapa kali pertemuan atau diklat (pendidikan dan latihan), gue merasa ini bukan passion gue. Haha. Tapi, gue salut sama anak-anak PMR yang sigap banget nolongin siswa sakit di sekolah, terutama peserta upacara yang pingsan atau mengeluh sakit, dan menyediakan berbagai obat yang sepaket dengan pelayanannya di UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Anak PMR juara banget deh di hati pelajar!

Lalu, gimana dengan Palang Merah Indonesia? Siapakah mereka dan kenapa bisa terbentuk? Apa aja sih tugas dan tujuannya? Kita bahas bareng-bareng, yuk dalam edisi Hari Palang Merah Indonesia berikut ini, cekidot!

Apa Itu Palang Merah Indonesia?

Barusan kita sudah bahas sekilas tentang PMR. Sebenarnya lo tau gak arti sesungguhnya dari PMR ini? Jadi, PMR adalah wadah pembinaan sekaligus pengembangan dari PMI bagi para remaja. Pusatnya ada di sekolah atau beberapa kelompok masyarakat. Para remaja di PMR disiapkan sejak dini supaya siap untuk menjadi relawan PMI di masa depan.

Sedangkan, PMI adalah organisasi nasional yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Saat ini, ketua umum PMI adalah Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang telah menjabat sejak 22 Desember 2009 (sudah 3 periode). Kalau kita break down, ada 4 tugas pokok PMI sebagai berikut:

  1. Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana.
  2. Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan.
  3. Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Pelayanan transfusi darah.

Dari tugas pokok di atas, kita jadi tau nih apa aja sih cakupan kerja PMI. Jadi, buat yang berpikir kalau PMI tugasnya sebatas pada transfusi darah, kurang tepat ya, guys. Coba simak lagi tugas pokok PMI di atas. Selain itu, ada juga nih pelayanan yang dilaksanakan oleh PMI berdasarkan UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan:

pelayanan PMI dalam misi kepalangmerahan (hari palang merah indonesia) zenius
Pelayanan yang dilaksanakan oleh PMI berdasarkan UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan (dok. pmi.or.id)

Pelayanan di atas sesuai dengan 7 prinsip dasar kemanusiaan yang dianut oleh PMI, yaitu:

  1. Kemanusiaan.
  2. Kesukarelaan.
  3. Kenetralan.
  4. Kesamaan.
  5. Kemandirian.
  6. Kesatuan.
  7. Kesemestaan.

Pada dasarnya, peran PMI adalah membantu pemerintah dalam bidang sosial kemanusiaan, khususnya kegiatan kepalangmerahan. Sebagai organisasi nasional yang sah, maka PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 25 Tahun 1950. Selanjutnya, dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi untuk menjalankan pekerjaan palang merah di Indonesia menurut Konvensi-konvensi Jenewa melalui Keputusan Presiden RI No. 246 Tahun 1963 tentang Perhimpunan Palang Merah Indonesia.

Sejarah Hari Palang Merah Indonesia

Di awal gue menyebutkan kalau tahun ini kita merayakan Hari Palang Merah Indonesia yang ke-76. Lo sadar gak sih kalau angka 76 ini sama seperti Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini? Itu artinya PMI lahir pada tahun 1945 dong?

Baca Juga: 4 Catatan Penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Yap, PMI lahir tepat satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 September 1945. Tapi, jangan kaget kalau ada beberapa sumber yang menyebutkan perayaan Hari Palang Merah Indonesia dilaksanakan setiap tanggal 3 September. Lho, jadi yang benarnya kapan nih, 3 atau 17 September?

Pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaranーsaat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI Kabinet Iー untuk membentuk organisasi PMI. Sejak saat itulah, pada tanggal 5 September, kemudian Dr. Boentaran membentuk panitia yang terdiri dari 5 orang: Dr. R. Mochtar (ketua), Dr. Bahder Djohan (notulen/penulis), Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, dan Dr. Sitanala untuk mempersiapkan proses pembentukan PMI. Akhirnya, setelah melewati berbagai proses, tepat pada 17 September 1945, PMI resmi terbentuk dengan ketua pertamanya adalah Drs. Mohammad Hatta.

Proses pembentukan PMI gak semudah itu yang hanya berjalan selama 2 minggu. Kalau kita review jauh ke belakang sebelum Perang Dunia II dimulai, PMI sebenarnya sudah ada, tepat pada 12 Oktober 1873. Namun, namanya bukan PMI, melainkan NERKAI (Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie) yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Setelah Jepang masuk ke Indonesia dan menduduki pemerintahan, NERKAI pun dibubarkan.

NERKAI dalam sejarah hari palang merah indonesia zenius
Kuli ambulans NERKAI di Batavia tahun 1874 (dok. Pustaka PMI)

Perjuangan untuk mendirikan PMI diawali pada tahun 1932 yang dipelopori oleh Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan. Keduanya membuat rancangan pembentukan PMI yang kemudian mendapatkan dukungan luas khususnya dari kalangan terpelajar Indonesia. Rancangan tersebut selanjutnya dibawa ke dalam Sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940. Sayangnya, rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh Kolonial Belanda. Sehingga, rancangan tersebut disimpan hingga tiba waktu yang tepat.

Tak sampai di situ, perjuangan untuk membentuk PMI pun berlanjut saat Jepang menduduki pemerintahan Indonesia. Namun, untuk kedua kalinya usaha tersebut gagal, karena dihalangi oleh Pemerintah Tentara Jepang.

Nah, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden pertama, maka rencana pembentukan PMI pun diangkat kembali. Proses pembentukan berlangsung selama kurang lebih dua minggu, yaitu pada 3ー17 September 1945. Sehingga, tanggal 17 September 1945 menjadi saksi bahwa Indonesia sudah memiliki badan kemanusiaan “milik Indonesia”.

Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, maka pada 16 Januari 1950 dilakukan serah terima naskah NERKAI ke PMI. Perwakilan NERKAI saat itu adalah Dr. B. Van Trich dan PMI diwakilkan oleh Dr. Bahder Djohan. Sejak saat itu, PMI fokus terhadap tujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Indonesia.

serah terima aset NERKAI kepada PMI (hari palang merah indonesia) zenius
Dr. B. Van Trich (berdiri) mewakili NERKAI sedang memberikan sambutan serah terima tugas kepalangmerahan kepada PMI yang diwakili Dr. Bahder Djohan (kedua dari kanan/sebelah kiri Dr.B. Van Trich) pada 16 Januari 1950 (dok. Pustaka PMI)

Jejak Perjuangan PMI bagi Kemanusiaan di Indonesia

Kapan tepatnya PMI mulai merintis kegiatannya? Apakah sejak Hari Palang Merah Indonesia ditetapkan? Jawabannya adalah saat terjadi Revolusi Nasional Indonesia pasca kemerdekaan melawan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu, dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Dari kejadian ini, banyak sekali korban yang berjatuhan. Karena kinerjanya selama kejadian inilah akhirnya PMI mendapatkan pengakuan secara Internasional oleh ICRC (International Committee of the Red Cross) pada 15 Juni 1950 dengan dijadikannya PMI sebagai anggota Palang Merah Internasional. Selain itu, PMI juga diterima menjadi anggota Perhimpinan Nasional ke-68 oleh IFRC (International Federation of Red Cross) pada Oktober 1950.

Selain membantu korban perang, PMI juga membantu korban bencana alam yaitu gempa bumi 6,8 SR di Jayawijaya, Bali (1976). PMI juga membantu berbagai korban bencana alam lainnya seperti pada bencana gunung Galunggung (1982), gempa di Liwa Lampung Barat dan Tsunami Banyuwangi (1994), gempa bumi 7,9 SR di Bengkulu (1999). PMI juga menangani konflik horizontal yang terjadi di Poso Sulawesi Tengah dan kerusuhan di Maluku Utara (2001), gempa 6,5 SR di Banggai Sulawesi Tengah (2002), banjir di Lhokseumawe Aceh, Gorontalo, Nias, Jawa Barat, Tsunami Aceh, Tsunami Pantai Pangandaran, dan gempa bumi di DIY dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

perkembangan PMI dalam membantu korban bencana (hari palang merah indonesia) zenius
Bencana gempa di Liwa, Lampung Barat pada 16 Februari 1994 (dok. Pustaka PMI)

Nah, selain membantu korban perang dan bencana alam, PMI juga berperan dalam transfusi darah dan kesehatan, khususnya selama masa pandemi ini. Selama menjalankan tugasnya, PMI pusat dijadikan sebagai markas utama dan menjadi acuan bagi berbagai cabang PMI di seluruh Indonesia. Namun, jika hanya PMI pusat yang bekerja dan memberikan berbagai fasilitas kepada seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkannya, maka PMI akan mendapatkan berbagai kendala teknis. Sehingga, PMI pusat dibantu dan berkoordinasi dengan PMI daerah dan cabang yang bekerja sama dengan lembaga pemerintahan setempat.

Misi Kemanusiaan PMI di Tengah Pandemi

Di Hari Palang Merah Indonesia tahun ini, mari kita sejenak merefleksikan diri tentang dampak pandemi terhadap misi kemanusiaan PMI. Pada Maret 2020, pemerintah resmi mengumumkan bahwa Covid-19 sudah masuk ke Indonesia dengan ditemukannya 2 kasus positif yang pertama. Sejak saat itulah pemerintah mulai memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dan berbagai sosialisasi edukasi dilakukan supaya masyarakat mematuhi protokol tersebut untuk menekan angka kenaikan Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Vaksin COVID-19 Cuma Akal-akalan Pembuat Vaksin, Bener Gak Sih?

Berbagai sektor kehidupan ikut terdampak, seperti sektor olahraga, perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Begitu juga dengan Palang Merah Indonesia yang memiliki cakupan dalam bidang sosial kemanusiaan di Indonesia. Perlu kita apresiasi kinerja PMI dalam misi kemanusiaan di tengah pandemi yang tak mudah ini.

Relawan PMI bekerja ekstra dalam mengedukasi masyarakat terkait dengan protokol kesehatan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), guna melakukan pencegahan secara mandiri oleh masyarakat. Misi kemanusiaan yang dijalankan oleh PMI tak berbeda jauh dengan yang dilakukannya pada masa lampau. Beragam upaya dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menekan angka kenaikan Covid-19. Dilansir dari berbagai media, berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan PMI di tengah pandemi.

  1. Modifikasi mobil ambulans untuk mengevakuasi pasien Covid-19, sesuai dengan syarat yang berlaku dari Kementerian Kesehatan RI.
  2. Pembuatan dapur umum untuk membuat makanan gratis, yang selanjutnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang bekerja di luar rumah, seperti ojol (ojek online), supir angkutan umum, dll.
  3. Pemberian vitamin, sembako, dan berbagai peralatan kesehatan atau paket PHBS (masker, disinfektan, sabun) kepada masyarakat.
  4. Pelayanan disinfeksi ke berbagai instansi dan tempat umum, serta kepada masyarakat. Misalnya pada Oktober 2020 tahun lalu, di mana PMI Kota Cilegon memproduksi sendiri disinfektan sebanyak 30 ribu liter beserta tim penyemprotannya.
  5. Mengedukasi masyarakat tentang Covid-19, berbagai cara pencegahan dan bagaimana mengatasinya. Dilakukan dengan berbagai cara, termasuk berkolaborasi dengan insan jurnalis untuk mempermudah penyebaran edukasinya.
  6. Pada 14 Juni 2021, tepatnya pada Hari Donor Darah Sedunia, PMI meluncurkan gerakan 1.000 kantong darah yang diluncurkan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersama Ketua PMI Kota Bekasi, dan Ketua PMI Kecamatan se-Kota Bekasi.
  7. Tak hanya pencegahan, PMI juga berupaya menyembuhkan pasien Covid-19 dengan membuka penerimaan donor plasma darah.
  8. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk melihat secara detil apa aja yang sudah dilakukan PMI di tengah pandemi, lo bisa cek infografis di bawah ini.

hari palang merah indonesia dan peran PMI di masa pandemi zenius
Infografis PMI selama masa pandemi (tanggal 9 September 2021 pukul 16.00 WIB)

Gimana, gak semudah itu kan jadi relawan PMI yang memegang misi kemanusiaan? Kalau dari sudut pandang lo, gimana kinerja PMI di daerah lo masing-masing, khususnya selama masa pandemi ini? Kita sharing di kolom komentar ya! Siapa tau kan di Hari Palang Merah Indonesia ini opini lo tentang PMI daerah dilirik, sehingga bakal ada perubahan atau perbaikan di instansi tersebut.

*****

Oke, segitu dulu deh cerita dari gue tentang PMI. Kalau lo masih penasaran tentang suatu hal, baik itu seputar PMI atau topik lain, lo bisa langsung sampaikan di kolom komentar. Oh iya, cerita gue di atas juga gak menutup kemungkinan ada informasi yang kurang tepat, lo bisa kok ngoreksi informasi di atas kalau nemuin bukti yang lebih kredibel. Thank you! Sekali lagi, selamat Hari Palang Merah Indonesia yang ke-76, “Bergerak Bersama untuk Sesama“!

Referensi

Jurnal Pos Media: Misi Kemanusiaan Palang Merah Indonesia di Tengah Pandemi (17 September 2020).

PMI Kota Semarang: Sejarah Lengkap

Puspasari, Herti Windya. 2017. Peran Palang Merah Indonesia Terhadap Penanggulangan Dampak Bencana Alam di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol.20 No.4: 149-155.

https://id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Indonesia

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Ketua_Umum_Palang_Merah_Indonesia

https://mediapakuan.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-632382574/patut-diapresiasi-begini-peranan-pmi-di-masa-pandemi-covid-19

https://pustakapmi.id/

Baca Juga Artikel Hari Nasional Lainnya

Hari Olahraga Nasional, Tengok Fakta Menariknya, Yuk!

Hari Anak Nasional Diperingati Saat Pandemi, Apa Pentingnya?

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021, Bukan Cuma Soal Pidato Soekarno

Bagikan artikel ini: