Conditionals and Wishes – Materi Bahasa Inggris Kelas 12

Materi Conditional Sentence - Bahasa Inggris Kelas 12

Halo Sobat Zenius! Di artikel kali ini gue akan membahas mengenai materi conditional sentence kelas 12. 

Tapi, sebelum masuk ke pembahasannya, gue mau nanya dulu nih. Pernah nggak elo berandai-andai misalnya bisa punya sesuatu atau pergi ke suatu tempat?

Atau mungkin ngehalu akan sesuatu yang mustahil buat terjadi, atau elo menyesali di masa lampau?

Contohnya kayak gini:

“Seandainya gue punya duit satu miliar, gue bakal pindah ke Korea Selatan dan beli rumah deket SM Entertainment.”

“Seandainya dulu gue nggak ketemu dia, pasti rasanya nggak akan sesakit ini.”

Yap, sebagai manusia, at least kita pernah sekali dua kali gitu lah ya ngehalu, berandai-andai. Pengalaman pahit bikin elo nyesel, ujung-ujungnya jadi overthinking. Sedangkan, mimpi yang indah bakal membuai elo sampai elo nggak sadar kalau itu hanyalah sebuah mimpi.

Nah, ternyata fenomena di kehidupan kita ini masuk dalam materi conditional sentence kelas 12 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris ya. 

Dan supaya lebih paham mengenai, gue sudah merangkum pengertian, jenis hingga contoh conditional secara lengkap di artikel ini. Yuk kita mulai aja!

Pengantar Conditional Sentence

Tapi sebelum gue membahas materi conditional sentence kelas 12 secara menyeluruh, gue ajak kenalan dulu sama pengertian conditional sentence.

Jadi, conditional sentence adalah kalimat yang mengandung syarat suatu hal terjadi, dan hasil dari syarat itu jika terjadi. Gampangnya, dalam kalimat ini, sesuatu harus terjadi kalau mau sebuah kondisi lain terjadi.

Gue kembali ke contoh pertama banget tadi ya.

“Seandainya gue punya duit satu miliar, gue bakal pindah ke Korea Selatan dan beli rumah deket SM Entertainment.”

Dalam kalimat tersebut, “punya duit satu miliar” adalah sebuah syarat, agar sebuah kondisi, yaitu “pindah ke Korea Selatan dan beli rumah deket SM Entertainment” bisa terjadi. Itulah yang dinamakan conditional sentence.

Conditional sentence terbagi menjadi lima macam, antara lain:

  1. Type 0 (0 conditional)
  2. First (1st) conditional
  3. Second (2nd) conditional
  4. Third (3rd) conditional
  5. Mixed conditional

Gue akan jelasin satu persatu di bawah ini….

Baca juga: Making Requests, Accepting and Declining – Bahasa Inggris Kelas 12

Oh iya, materi conditional sentence kelas 12 ini kadang muncul dalam materi Bahasa Inggris UTBK SBMPTN lho. 

Buat elo para pejuang UTBK tahun ini, cuss download aplikasi Zenius buat dapetin berbagai fitur dan materi belajar yang seru. Langsung klik gambar di bawah, ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Type 0 (0 Conditional)

Dalam materi conditional sentence kelas 12, conditional digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa fakta yang nggak bisa dipungkiri kebenarannya. 

Kalau ada kejadian A, udah pasti hasilnya B. Tipe ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aturan, kebiasaan, instruksi, atau permintaan.

Contoh:

  • If public transportation is efficient, people stop using their cars.
    Kalimat ini masuk akal dan emang benar. Kalau transportasi umum pelayanan dan penataannya baik, orang-orang pasti bakal beralih ke transportasi umum dan nggak naik kendaraan pribadi lagi.
  • If we burn paper, it becomes ash.
    Udah jelas banget kalau elo ngebakar kertas, kertas itu bakal jadi abu.
  • When it rains, the road gets wet.
    Memang fakta bahwa kalau hujan turun, jalanan bakal basah.

Kalau elo lihat struktur kalimat di atas, maka:

Structure: If/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) (,) result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Contoh: If public transportation is efficient, people stop using their cars.

Kalau contoh kalimat di atas dibalik, bisa nggak?

Bisa banget…Elo bisa menggunakan structure di bawah ini.

Structure: Result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) + if/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Contoh: People stop using their cars if public transportation is efficient.

Catatan: Ingat! Kalau if-nya di depan, jangan lupa kasih (,) untuk memisahkan if clause dan result clause. Tapi, kalau if-nya di tengah, nggak usah dikasih (,).

Baca juga: Vacancy Ads atau Job Advertisement – Materi Bahasa Inggris Kelas 12

1st Conditional

Selanjutnya dalam materi conditional sentence kelas 12, 1st conditional digunakan untuk menunjukkan kondisi yang mungkin akan terjadi. 

Jenis ini juga bisa elo gunakan untuk menyatakan penawaran, rencana, dan permintaan. 1st conditional menunjukkan bahwa suatu kemungkinan akan terwujud, meskipun belum tentu 100 persen terjadi.

Misalnya, “If we study hard, we’ll pass UTBK”.

Kalau kita belajar sungguh-sungguh, kita bakal lolos UTBK. Meskipun nanti pada kenyataannya belum tentu bakal lolos beneran, setidaknya dengan belajar sungguh-sungguh, ada kemungkinan besar elo akan lolos UTBK, dibandingkan nggak belajar sama sekali.

Structure:
If + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) (,) result clause (will + verb 1)
Atau
Result clause (will + verb 1) + if + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Contoh:

  • If I miss the bus, I’ll take a taxi.
  • We’ll go to the park ff the weather is good tomorrow.

2nd Conditional

Masih ingat nggak sama contoh pertama kali yang gue berikan?

“Seandainya gue punya duit satu miliar, gue bakal pindah ke Korea Selatan dan beli rumah deket SM Entertainment.”

Bentuk kayak gini termasuk ke dalam second conditional. Dalam materi conditionals and wishes atau materi if clause kelas 12, jenis ini digunakan untuk mengandaikan kondisi yang kayaknya nggak mungkin terjadi untuk saat ini, alias berkhayal.

Second conditional juga bisa elo gunakan untuk memberikan saran dan menyatakan keinginan pada suatu hal.

Structure:
If + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence) (,) result clause (would + verb 1)
Atau
Result clause (would + verb 1) + if + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence)

Contoh:

  • If you listened to your mother, you wouldn’t get bad.
  • If I were rich, I would travel around the world.
  • I would be very happy if I married Song Joong-Ki. (Halu banget!)

Bentar..bentar…

Elo menyadari sesuatu nggak pada kalimat “If I were rich, I would travel around the world?”?

Kenapa setelah “I”, yang dipakai justru “were”? Kenapa nggak “was?”

So, sebenarnya elo bisa menggunakan keduanya, mau pakai “was” atau “were”, terserah. Tapi, ada dua poin yang perlu elo perhatikan.

  • “Was” biasanya digunakan dalam konteks informal atau percakapan sehari-hari. Sementara itu, “were” digunakan dalam konteks formal dan emang lebih umum dipakai, terutama pada teks tertulis. Jadi, lebih baik elo pakai “were” aja.
  • “Was” akan menjadi “were” biasanya menunjukkan sebuah khayalan yang nggak mungkin terjadi.
Ilustrasi penggunaan was atau were dalam conditional sentences. (Arsip Zenius Education)
Ilustrasi penggunaan was atau were dalam conditional sentences. (Arsip Zenius Education)

3rd Conditional

Dalam materi conditional sentence kelas 12,digunakan untuk menyatakan penyesalan atau komplain terhadap sesuatu yang udah terjadi di masa lalu.

Structure:
If + if clause (Subject + had + verb 3) (,) result clause (would have + verb 3)
Atau
Result clause (would have + verb 3) + if + if clause (Subject + had + verb 3)

Contoh:

  • If I had studied harder, I would have gotten into the University of Indonesia.
  • If she had saved enough money, she would have traveled around the country.
  • I would have forgiven him if he had explained it to me.

Mixed Conditional

Kalau elo tadi udah nyimak tentang penyesalan atas masa lalu dan ngehalu di masa sekarang maupun masa depan, sekarang elo sampai pada mixed conditional.

Dalam mixed conditional, situasi sekarang ini bisa terjadi kalau ada suatu kondisi di masa lampau. Atau, situasi di masa lampau bisa terjadi kalau ada kondisi di masa sekarang.

Kita flashback dikit. Tadi kan second conditional menunjukkan tentang situasi yang nggak mungkin terjadi di masa sekarang, alias ngehalu.

Sementara itu, third conditional menunjukkan bahwa kedua kondisi terjadi di masa lalu dan nggak bisa diubah lagi, jadinya nyesel deh…Kalau mixed conditional, itu gabungan dari keduanya.

Kondisi yang masih terjadi di masa sekarang menghasilkan kejadian di masa lalu, atau juga kejadian di masa lalu menghasilkan kondisi di masa sekarang.

Ilustrasi perbedaan 2nd, 3rd, dan mixed conditional. (Arsip Zenius Education)
Ilustrasi perbedaan 2nd, 3rd, dan mixed conditional. (Arsip Zenius Education)
  • I wouldn’t be so hungry if I had eaten breakfast first.
    Seandainya gue tadi pagi sarapan, pasti sekarang gue nggak akan kelaparan. Nah, contoh ini menunjukkan bahwa kejadian di masa lalu menghasilkan kondisi di masa sekarang.
  • I would have passed the interview if my English was better.
    Kalau kemampuan bahasa Inggris gue bagus, gue dulu bakal lolos wawancara. Contoh ini menunjukkan bahwa kondisi di masa sekarang menghasilkan atau mengakibatkan sesuatu yang terjadi di masa lalu.

Structure:

  • Present result, past condition = Subject + would + verb 1 + if + past perfect tense

Contoh: We wouldn’t be so hungry if we had eaten breakfast first.

Atau

Past condition, present result = If + past perfect tense (,) subject + would + verb 1

Contoh: If we had eaten breakfast first, we wouldn’t be so hungry.

  • Past result, present condition = Subject + would have + verb 3 + if + past tense

Contoh: I would have passed the interview if my English was better.

Atau

Present condition, past result = If + past tense (,) subject + would have + verb 3

Contoh: If my English was better, I would have passed the interview.

Conditionals Without If

Biasanya dalam materi if clause kelas 12, conditional diasumsikan menggunakan if, padahal elo juga bisa lho menggunakan kata selain “if”, seperti berikut ini:

  • assuming that
  • provided that
  • as long as
  • so long as
  • unless
  • should
  • Suppose
  • Were…to…
  • had

Gue bakal jelasin satu per satu di bawah ini.

1.  Assuming that

Penggunaan “assuming that “ tinggal menggantikan “if” aja. Sisanya, nggak usah ada yang diubah.

Contoh: If we study hard, we will pass the exam → Assuming that we study hard, we will pass the exam.

2.  Provided that

Sama seperti “assuming that”, “provided that” juga tinggal menggantikan posisi “if” tanpa mengubah sisanya.

Contoh: If we study hard, we will pass the exam → Provided that we study hard, we will pass the exam.

3.  Suppose

Sama seperti “assuming that” atau “provided that”, posisi “if” bisa elo ganti dengan “suppose” tanpa mengubah kalimat selanjutnya.

Contoh: If we study hard, we will pass the exam → Suppose we study hard, we will pass the exam.

4.  As long as

“As long as” artinya “selama”, yang digunakan untuk menekankan durasi sebuah kondisi.

Contoh: I will buy coffee from here as long as it’s on sale. “As long as” menekankan pada durasi diskon, sehingga gue akan beli kopi di tempat situ selama masih ada diskon.

5.  So long as

Penggunaan “so long as” sama kayak “as long as” sih. Cuma, “so long as” lebih digunakan dalam konteks informal.

Contoh: You can borrow my car so long as you clean it every week.

6.  Unless

“Unless” artinya “kecuali jika”, yang menggambarkan kebalikan dari pernyataan yang sebenarnya.

Contoh: We will pass UTBK if we study hard. (Kita akan lolos UTBK jika kita belajar sungguh-sungguh)

Kalau “if” diganti dengan “unless”, maka menjadi “We will pass UTBK unless we don’t study hard”. Kita akan lolos UTBK kecuali jika kita nggak belajar sungguh-sungguh.

So, penggunaan unless membuat kalimat syaratnya dari positif ke negatif, atau dari negatif ke positif.

“Kalau dari kalimat negatif ke positif, gimana tuh?”

Contoh: We will not pass UTBK if we don’t study hard. (Kita nggak akan lolos UTBK jika kita nggak belajar sungguh-sungguh)

Kalau “if” diganti “unless”, maka menjadi “We will not pass UTBK unless we study hard.”

7.  Should

Structure: Should + Subject + Infinitive (verb 1) + rest of the sentence

Contoh:

  • If we study hard, we’ll pass UBTK → Should we study hard, we’ll pass UTBK.
  • If she has any questions, she can ask the teacher → Should she have any questions, she can ask the teacher.

Catatan: Kalau elo menggunakan “should”, ganti “has” ke “have” seperti contoh kedua di atas.

8.  Were…to…

Structure: Were + Subject + to + Infinitive (verb 1)

Contoh: Were you to listen to your mother, you wouldn’t get bad luck.

9.  Had

Taruh “had” di depan untuk menggantikan “if”.

Structure: Had + Subject + Past participle (verb 3) + …..

Contoh: If I had studied harder in college, I would have gotten that scholarship → Had I studied harder in college, I would have gotten that scholarship.

Using Wish

Ketika pergantian tahun, elo pasti udah nggak asing sama ucapan “Wish a happy new year!”

Atau elo pasti juga familiar dengan ucapan “We wish you a merry Christmas!” saat hari natal.

Sebenarnya, penggunaan “wish” itu nggak hanya buat ucapan aja. Dalam materi conditionals sentence kelas 12, ada beberapa fungsi “wish” yang perlu elo ketahui, antara lain:

1.  Wish and regret, digunakan untuk menyatakan sesuatu yang nggak mungkin terjadi di masa sekarang, atau menyesal karena sesuatu yang udah terjadi di masa lalu nggak bisa diubah lagi.

Wish and regret memiliki dua jenis, yaitu present wishes dan past wishes (regrets).

  • Present wishes, ketika sesuatu nggak mungkin terjadi di masa sekarang.

Structure: Wish/wishes + past tense

Contoh: I wish I could see my grandma.

  • Past wishes (regrets), ketika menyesali sesuatu yang terjadi di masa lalu tapi nasi udah menjadi bubur.

Structure: Wish/wishes + past perfect tense

Contoh: I wish I had met you sooner.

2.  Wish or want, digunakan untuk menyatakan keinginan. “Wish” digunakan dalam konteks formal, sedangkan “want” cenderung berada dalam konteks informal.

Structure: Wish/wishes + to + verb 1 + …..

Contoh: I want/wish to speak to your supervisor.

3.  To complain, digunakan untuk menyatakan harapan sekaligus komplain akan hal tersebut.

Structure: Wish/wishes + object (harapannya untuk siapa) + would + verb 1

Contoh:

  • I wish my dad would stop smoking.
  • I wish she wouldn’t work late so often.

4.      To wish someone, digunakan untuk memberikan harapan kepada seseorang.

Structure: Wish/wishes + indirect object (buat siapa) + direct object (harapannya apa)

Contoh: I wish you a merry Christmas!

Ilustrasi penggunaan wishes. (Arsip Zenius Education)
Ilustrasi penggunaan wishes. (Arsip Zenius Education)

Contoh Conditional dan Pembahasan

Tadi udah gue jelasin materi tentang conditionals and wishes sampai akar-akarnya. Sekarang, coba yuk kerjain contoh conditional berikut ini! 

Contoh Conditional 1:

If I … a lot of money, I … a perfect match for her.

Fill in the blanks with the best option.

A. had, would be

B. have, would be

C. had had, wouldn’t have been

D. had, would have been

E. would have, were

Pembahasan

Pada soal di atas, kita disuruh untuk mengisi rumpang dengan jawaban yang paling benar. Kalau diterjemahkan, soal tersebut artinya:

“Jika saya ….. banyak uang, saya ….. seorang pasangan yang sempurna untuk dia.”

Kalimat tersebut mengarah kepada sesuatu yang terjadi saat ini dan tidak nyata, alias ngehalu, berandai-andai. So, kalimat ini mengacu pada second conditional.

Untuk membentuk second conditional, rumusnya:

If + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence) (,) result clause (would + verb 1)

Kita lihat dulu bagian pertama yang rumpang.

“If I ….. a lot of money.” Klause ini sesuai seperti struktur di atas, yaitu If + if clause (simple past tense, menggunakan verb 2).

Dari struktur itu, setelah “If I…”, kita nyari yang bentuknya simple past tense. Opsi B, C, E, otomatis salah. B (have) adalah simple present tense, C adalah past perfect tense, dan E adalah would + verb 1.

Sekarang tinggal A dan D. Kita lihat bagian rumpang yang kedua.

“I … a perfect match for her.”

Bagian itu harus diisi dengan result clause (would + verb 1). Dari A dan D, yang tepat adalah opsi A, yaitu would be.

Jadi, jawaban yang benar adalah A. had, would be.

Finally, kita udah belajar materi conditional sentence kelas 12. Semoga elo udah paham ya, dan bisa ngejawab dengan mudah kalau berhadapan dengan soal tentang Conditionals and Wishes. 

Nah, jika ingin mendalami lagi mengenai materi Bahasa Inggris, elo bisa banget coba ikutan live class yang ada di aplikasi Zenius. Tenang aja, guys, live class ini gratis kok.

Gak hanya Bahasa Inggris, di Zenius elo juga bisa menemukan mata pelajaran lainnya, lho, seperti Matematika, Sejarah, Biologi, dan lain-lainnya. Yuk, buat akun Zenius kalian sekarang.

perang dingin

Dan biar elo makin menguasai materi ini, elo bisa akses video materi Zenius tentang materi conditional sentence kelas 12, jangan lupa kerjakan latihan soal yang tersedia ya. 

Oke, segitu dulu dari gue, sampai ketemu di materi lainnya. See ya!

Conditionals and Wishes - Materi Bahasa Inggris Kelas 12 9

Baca juga artikel lainnya

Direct and Indirect Speech – Bahasa Inggris Kelas 12

Offering Help and Responding – Materi Bahasa Inggris Kelas 12

Comparative dan Superlative dalam Bahasa Inggris

Originally Published: November 19, 2021
Update by: Sabrina Mulia Rhamadanty

Bagikan Artikel Ini!