Historiografi Modern

Ciri-Ciri dan Contoh Historiografi Modern – Materi Sejarah Kelas 10

Hai Sobat Zenius! Sebelumnya elo udah gue ajak buat ngebahas tentang historiografi kolonial kan? Udah baca belum? Kalau belum coba elo baca dulu ya. Nah, kali ini gue mau ngajakin elo buat cari tahu nih jenis historiografi yang lain, yaitu historiografi modern. Biar elo nggak makin penasaran, yuk langsung aja simak pembahasan di bawah ini ya!

Pengertian Historiografi Modern

Historiografi modern ini merupakan pengembangan dari historiografi kolonial. Seperti yang elo udah baca pada artikel sebelumnya, historiografi kolonial merupakan penulisan sejarah dari sudut pandang bangsa kolonial yang lebih memihak pada bangsa kolonial itu sendiri. Didorong oleh hal tersebut maka muncullah historiografi modern yang digunakan untuk semacam verifikasi gitu guys.

Lalu apa sih pengertian historiografi modern itu? Historiografi modern merupakan penulisan sejarah Indonesia yang menggunakan metode kritis di dalamnya dan memenuhi kaidah ilmiah sesuai dengan prinsip penulisan sejarah. 

Penulisan historiografi kolonial yang lebih mengedepankan kepentingan bangsa kolonial memicu kemunculan historiografi modern untuk mengungkapkan fakta-fakta yang ada dari sejarah Indonesia. Fakta-fakta yang didapatkan melalui proses penelitian sejarah dan dibantu oleh bukti-bukti sejarah yang ada. 

Baca Juga: Sejarah Wayang: Menilik Perkembangan Budaya Klasik

Ciri-ciri Historiografi Modern

Biar elo makin tercerahkan ngebedain historiografi modern dengan jenis lain, ada nih ciri-cirinya. Apaan aja sih? Ciri-ciri historiografi modern antara lain:

  • Bersifat metodologis, jadi para penulis sejarah atau sejarawan harus menulis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, penulisan tidak berdasarkan pendapat penulis aja atau nggak subjektif.
  • Bersifat kritis historis, yaitu penelitian sejarah harus memakai pendekatan multidimensional. Pendekatan multidimensional adalah penulisan sejarah yang turut melibatkan ilmu-ilmu sosial lain seperti sosiologi, antropologi, psikologi, dan yang lainnya, serta menggunakan penulisan bersifat deskriptif-eksplanatif. Tujuannya adalah untuk memperdalam analisis peristiwa sejarah.
  • Bersifat kritis terhadap historiografi nasional yang beranggapan mempunyai kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan Indonesia.
  • Adanya peran-peran rakyat kecil.

Kalau ada historiografi modern, pasti juga ada dong yang tradisional? Mungkin elo kepikiran gitu ya? Nah, emang nih historiografi tradisional, tapi gue nggak banyak bahas historiografi tradisional di sini ya, mungkin next artikel deh. Tapi kalau mungkin elo kepo duluan nih, elo bisa klik banner di bawah ini ya!

Pelajari materi Sejarah di video materi belajar Zenius

Contoh Historiografi Modern

Ada beberapa contoh nih hasil historiografi yang mungkin bisa elo baca kalau elo kepo gimana sih isi dari historiografi modern itu? 

  • Menengok Sejarah Konstitusi Indonesia karya Anhar Gonggong
Historiografi Modern
Historiografi Modern Karya Anhar Gonggong (Dok. pustaka.pekanbaru.go.id) 

  • Pemberontakan Petani Banten tahun 1888 oleh Sartono Kartodirdjo 
  • Revolusi Pemuda Benedict Anderson.

Atau elo mungkin udah pernah baca yang lain? Coba deh kalau pernah elo tulis di kolom komentar ya!

Baca Juga: Ciri-Ciri Historiografi Kolonial dan Contohnya – Materi Sejarah Kelas 10

Contoh Soal dan Pembahasan

Oke guys, biar makin mantep aja nih pemahaman elo tentang historiografi modern, gue coba kasih contoh soal ya!

  1. Apa kelebihan dan kekurangan dari adanya historiografi modern?

Jawab: 

Kelebihan: Mengubah cara pandang dari pandangan religius magis dan kepercayaan akan hal-hal mistis menjadi pandangan yang lebih bersifat ilmiah.

Kekurangan: Cenderung agak kaku karena terlalu berpedoman terhadap metode ilmiah.

2. Sebutkan 3 ciri-ciri historiografi modern!

Jawab: 

  • Bersifat metodologis, jadi para penulis sejarah atau sejarawan harus menulis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, penulisan tidak berdasarkan pendapat penulis aja atau nggak subjektif.
  • Bersifat kritis historis, yaitu penelitian sejarah harus memakai pendekatan multidimensional. Pendekatan multidimensional adalah penulisan sejarah yang turut melibatkan ilmu-ilmu sosial lain seperti sosiologi, antropologi, psikologi, dan yang lainnya, serta menggunakan penulisan bersifat deskriptif-eksplanatif. Tujuannya adalah untuk memperdalam analisis peristiwa sejarah.
  • Bersifat kritis terhadap historiografi nasional yang beranggapan mempunyai kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan Indonesia.

Nah, jawaban di atas itu adalah menurut gue, kalau menurut elo gimana? Coba deh share pendapat elo di kolom komentar ya!

Udah selesai nih pembahasan materi kita kali ini, tenang aja bakal masih banyak lagi materi dan info yang bisa elo dapetin, asal jangan lupa ya daftarin akun elo segera lewat aplikasi atau di website Zenius! See you!

Baca Juga: Silsilah dan Peninggalan Kerajaan Kutai – Materi Sejarah Kelas 10

Bagikan Artikel Ini!