cephalochordata urochordata agnatha

Chordata: Cephalochordata, Urochordata, dan Agnatha – Materi Biologi Kelas 10

Di materi Biologi Kelas 10, elo akan belajar tentang cephalochordata, urochordata, dan agnatha. Penasaran nggak sih apa yang dimaksud dengan ketiganya?

Sobat Zenius sudah tahu belum, kalau makhluk hidup yang ada di dunia ini dikelompokkan dalam berbagai klasifikasi? Pembagian ini dipelajari dalam ilmu yang disebut taksonomi.

Untuk hewan, ada kategori yang disebut sebagai filum, bukan film, ya!

Nah, kali ini, Zenius mau mengajak elo untuk belajar lebih lanjut tentang salah satu filum hewan, yaitu Chordata.

Seperti apa ciri-cirinya? Hewan apa saja yang termasuk dalam filum ini? Yuk, kita cari tahu bareng-bareng!

Pengertian dan Karakteristik Chordata

Istilah chordata diambil dari bahasa Yunani, yaitu chorde. Kalau elo punya hobi musik, pasti nggak asing nih, sama kata chorde. Soalnya, chorde dalam bahasa Yunani artinya dawai, senar, atau tali. 

Nah, dalam klasifikasi hewan, chordata merujuk pada hewan-hewan yang punya kerangka sumbu tubuh yang memanjang atau disebut notochord.

Hewan-hewan dalam filum chordata ini punya karakteristik berikut:

  • Punya notochord, semacam tulang rawan yang memanjang di bawah susunan saraf. Notochord ini berfungsi sebagai pendukung tubuh.
  • Punya tali saraf tunggal yang berlubang di sepanjang punggung tubuh dengan ujung anterior yang membesar dan berfungsi sebagai otak.
  • Punya celah faring yang meluas ke lingkungan luar.
  • Punya organ-organ pencernaan seperti mulut, faring, usus, dan anus.
  • Punya ekor post-anal yang dapat digunakan untuk pergerakan, keseimbangan, menarik pasangan, atau memberikan sinyal bahaya.

Berdasarkan karakteristik-karakteristik ini, manusia termasuk dalam filum chordata, lho. 

Padahal manusia tidak punya ekor, kok bisa, ya?

Jangan salah, sebenarnya manusia punya ekor, lho. Tapi ekor ini menyusut dan hanya menyisakan tulangnya saja.

Nah, secara taksonomi, ada tiga subfilum yang menjadi bagian dari chordata, yaitu cephalochordata, urochordata, dan agnatha. Kita pelajari satu per satu, yuk!

Cephalochordata

cephalochordata
Lancelet, salah satu spesies subfilum cephalochordata (Dok. wikipedia.org)

Subfilum pertama dari chordata adalah cephalochordata. Istilah cephalochordata diambil dari dua kata dalam Yunani, cephale dan chorde. Cephale  sendiri dalam bahasa Yunani berarti kepala. Subfilum ini juga dikenal dengan nama acrania dan terdiri atas 30 spesies.

Cephalochordata punya ciri-ciri berikut:

  • Punya bentuk tubuh seperti ikan pipih memanjang tanpa sirip dan transparan.
  • Notochord, saraf dorsal, dan celah faring berkembang dengan baik.
  • Punya insang dengan aliran darah di bagian ventral mengalir ke depan, sementara di sisi dorsal darah mengalir ke belakang.
  • Punya alat peraba di area mulut yang disebut sirus. 
  • Pada ujung kepala terdapat bintik mata dan alat pembau.
  • Bereproduksi secara seksual dengan alat kelamin yang terpisah. Fertilisasi dilakukan secara eksternal, di mana telur dan sperma bertemu di luar tubuh.

Cephalochordata dewasa punya ukuran tubuh enam hingga tujuh sentimeter. Biasanya, mereka hidup di bawah pasir pada perairan dangkal.

Elo bisa pelajari lebih lanjut tentang cephalochordata di video ini.

Baca Juga: Definisi dan Klasifikasi Protista – Materi Biologi Kelas 10

Urochordata

urochordata
Sea squirt (penyemprot laut), salah satu spesies dalam subfilum urochordata (Dok. wikipedia.org)

Subfilum kedua dari chordata adalah urochordata. Kata uro pada urochordata diambil dari bahasa latin yang artinya ekor. 

Urochordata sering juga disebut sebagai tunikata yang diambil dari kata tunicate atau mantel. Disebut tunikata, soalnya sebagian besar hewan urochordata hidup menempel di bebatuan seperti mantel. Sebagian kecil urochordata lainnya hidup seperti plankton.

Urochordata sendiri punya ciri-ciri berikut:

  • Lapisan luar dari tubuhnya merupakan lapisan transparan.
  • Punya lubang mulut ke arah dalam yang disambung dengan saluran pendek dan lebar bernama stomodium. Saluran ini diteruskan ke kamar besar yang disebut faring atau branchialis.
  • Sistem pencernaannya berupa oesophagus yang merupakan lanjutan dari faring, makanan kemudian diteruskan ke lambung dan berakhir di usus.
  • Melakukan pernapasan melalui insang.
  • Ekskresi atau pertukaran zat dilakukan melalui sirkulasi udara.
  • Organ reproduksi pada hewan ini menyatu. Jadi, organ ovariumnya terletak di sisi kanan, sementara organ testis berada di sisi kiri tubuh.

Salah satu spesies hewan urochordata yang terkenal adalah ascidiacea atau sea squirt (penyemprot laut). 

Hewan ini punya manfaat besar lho buat kehidupan laut. Secara alami, sea squirt menyerap mikroplastik yang ada di laut dan secara tidak langsung menyaring polusi mikroplastik yang tersebar di lautan.

Di Korea Selatan, selain menjadi penyaring polusi di laut, sea squirt juga menjadi salah satu makanan seafood favorit, lho. Kira-kira, rasanya seperti apa, ya? Apa elo pernah coba?

Kalau elo tertarik untuk cari tahu tentang urochordata lebih jauh, langsung tonton video ini, ya!

Agnatha

agnatha
Lamprey (lampetra fluviatilis), salah satu spesies subfilum agnatha (Dok. wikipedia.org)

Subfilum selanjutnya dari chordata adalah agnatha, yang artinya hewan tidak berahang. 

Ciri-ciri hewan agnatha adalah berikut:

  • Memiliki badan memanjang seperti silinder dengan ekor pipih.
  • Struktur kulitnya licin tanpa sisik, serta dilengkapi kelenjar lendir.
  • Sirip tengah dorsal memiliki tulang-tulang sirip seperti tulang rawan.
  • Punya sepasang mata.
  • Mempunyai mulut berbentuk pengisap dengan tentakel di pinggiran mulut.
  • Jantungnya memiliki dua ruang, yaitu serambi dan bilik.
  • Reproduksi terjadi secara eksternal atau di luar tubuh.

Sebagian besar hewan dalam subfilum ini hidup di dasar perairan laut atau air tawar. Contohnya spesies lamprey dan hagfish. 

Hewan-hewan pada subfilum ini biasanya hidup sebagai parasit pada ikan-ikan besar. Untuk bertahan hidup, hewan agnatha akan memakan daging inangnya sampai habis dan hanya menyisakan tulang. Seperti monster, ya?

Elo juga bisa belajar soal agnatha lewat materi belajar Zenius di sini.

Nah, kira-kira elo sudah paham atau belum dengan karakteristik hewan pada filum chordata ini? Cari tahu pemahaman elo dengan membahas soal-soal ini, yuk!

Contoh Soal

1. Di antara karakter berikut, yang bukan merupakan identitas khas dari chordata adalah ….

a. Notokordata

b. Pharyngeal slit (celah faring)

c. Vertebra (ruas tulang belakang)

d. Jaringan saraf dorsal

e. Ekor post-anal

Nah ini nih, salah satu miskonsepsi yang umum. Chordata nggak sama dengan vertebrata. Jadi kalau digambarkan pakai diagram Venn, ada himpunan chordata yang luas dulu, baru di dalamnya ada himpunan vertebrata. Soalnya ada chordata yang bukan vertebrata, misalnya tunikata dan lancelet. Jadi jawabannya adalah c.

2. Hiu dapat dikatakan lebih kompleks bila dibandingkan dengan lamprey dan hagfish, karena telah memiliki struktur ….

a. Gigi dan mulut

b. Ruas tulang belakang

c. otak dan sistem saraf

d. Cranium (tulang tengkorak)

e. Rahang

Hiu itu bisa dibilang sebagai kelompok “ikan” yang cukup tua. Tapi dibandingkan kelompok Agnatha, hiu lebih kompleks karena sudah punya rahang. Makanya ukuran hiu relatif besar, karena keberadaan rahang bisa membantu memotong dan mengunyah makanan yang besar. Jadi, jawabannya adalah e.

Sobat Zenius, chordata hanyalah salah satu dari 31 filum yang ada pada kingdom animalia. Elo bisa mempelajarinya lebih lengkap di aplikasi Zenius. Yuk, download aplikasinya!

Referensi:

Bagikan Artikel Ini!