Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik? 41

Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik?

Kalau misalnya ada yang bilang ke kalian “eh tau ga sih, dunia ini makin lama makin baik lho!”, apa kira-kira reaksi kalian? Bingung, heran, atau malah ketawa terbahak-bahak?

Mungkin sebagian dari kalian menganggap bahwa, pernyataan kalau dunia itu makin baik sesuatu yang aneh, ga masuk akal, dan sama sekali bertentangan dengan kenyataan. Bila kita melihat di berbagai berita misalnya, kita selalu disuguhkan dengan berbagai kejadian memilukan, seperti perang, penyakit, kemiskinan, dan lain sebagainya.

Hal ini memang bisa dimengerti. Sangat masuk akal, kalau kita ngeliat berbagai media yang memberitakan berbagai tayangan menyedihkan, kita akan berpikir bahwa dunia ini bergerak semakin memburuk. Ada jutaan saudara-saudara kita yang harus hidup di dalam wilayah perang, dan jutaan lainnya yang ga bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari.

Tapi, apakah anggapan tersebut merupakan hal yang tepat? Bener ga sih kalau dunia ini makin lama makin membaik, atau yang terjadi justru sebaliknya?

*****

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, yuk kita coba menghayal sedikit. Hehe. Kalian yang penggemar buku-buku atau film-film sains fiksi pasti sangat akrab dengan mesin waktu. Mesin waktu ini merupakan salah satu hal yang sangat umum untuk diceritakan dan diutarakan di berbagai film dan buku-buku novel.

Nah, coba deh bayangin kalian masuk ke mesin waktu. Kalian lantas kembali ke 500 tahun yang lalu, atau ke abad 16. Dunia seperti apa yang akan teman-teman lihat? Apakah dunia yang lebih buruk daripada hari ini, atau justru abad ke-16 merupakan dunia utopis yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan hari ini?

Sebelum masuk ke pembahasan tentang pertanyaan tersebut, mungkin kalian masih inget tulisan gue di Zenius beberapa waktu lalu mengenai benar dan baik, bahwa kita ga bisa menentukan baik dan buruk semata-mata hanya berdasarkan fakta di lapangan semata. Baik-buruk dan benar-salah merupakan dua hal yang berada di domain yang berbeda, yang satu berada di domain empiris, sementara yang lain berada di domain normatif.

Terus kalau gitu, definisi baik apa dong yang gue pakai di artikel ini, untuk menentukan apakah dunia bergerak ke arah yang lebih baik atau lebih buruk?

Konsep “baik” yang gue pakai sebagai ukuran untuk menentukan apakah dunia itu lebih baik atau enggak dalam artikel ini adalah “baik” dalam pengertian yang umum. Misalnya, apakah penduduk dunia semakin mengalami peningkatan kesejahteraan, atau apakah kekerasan dan perang semakin berkurang, Bila kita tinggal di dunia yang makin sejahtera dan makin damai, maka dunia bergerak ke arah yang lebih baik.

Mungkin ada dari kalian yang punya pandangan mengenai “baik” yang berbeda, bahwa kalau dunia makin miskin dan makin banyak perang itu indikator yang “baik” menurut kalian. Nah kalau kalian punya pandangan tentang apa yang kalian anggap “baik” seperti itu, maka akan sangat sulit utk gue mempersuasi kalian, karena kita punya konsep mengenai “baik” yang beda 180 derajat. Hahaha…

Oke, balik ke pertanyaan di atas, kalau kalian kembali ke masa lalu, misalnya 500 tahun lalu, gimana sih dunia yang akan kalian temui?

Percaya atau enggak, ternyata dunia kita 500 tahun yang lalu itu bukan hanya sangat berbeda dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi kesejahteraan. Bila disesuaikan dengan inflasi, pendapatan per kapita rata-rata dunia setengah abad lalu hanya berkisar tidak sampai USD750 per tahun, atau sekitar 10 juta rupiah.

Tapi angka tersebut meningkat pesat pada sekitar abad ke-18, khususnya di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Ada peristiwa penting yang muncul di abad tersebut, yakni revolusi industri pertama, yang digerakkan dengan mesin uap. Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang umat manusia selama ratusan ribu tahun, kita tidak harus bertumpu pada tenaga hewan atau tenaga manusia sendiri untuk melakukan kegiatan produksi.

Revolusi industri memungkinkan produktivitas yang semakin pesat dan meningkat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi juga akan semakin meningkat, yang akan membawa peningkatan pendapatan yang semakin tinggi. Bila kalian melihat grafik di bawah, grafik tersebut dikenal dengan nama “Hockey Stick of Human Prosperity”, karena bentuknya yang sama dengan stik hoki.
Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik? 42

(Sumber: Wikipedia)

Meningkatnya pendapatan merupakan hal yang sangat krusial untuk memperbaiki kehidupan manusia lho. Dengan pendapatan yang semakin meningkat, maka seseorang akan memiliki semakin banyak sumber daya untuk membeli makanan yang bergizi baik, membangun tempat tinggal, serta memenuhi kebutuhan dasar lainnya. Kemampuan para pengambil kebijakan untuk membangun berbagai sarana seperti sarana kesehatan yang baik, dan sanitasi yang memadai, juga semakin besar.

Bila kebutuhan dasar seseorang bisa terpenuhi, tinggal di lingkungan yang bersih, serta ada sarana kesehatan yang memadai, tentunya usia harapan hidup juga akan meningkat. Tahu ga kalian, 300 tahun yang lalu, bahkan di Eropa sekalipun, usia harapan hidup penduduknya bahkan ga sampai 40 tahun lho.

Tetapi, memasuki abad ke-21, usia harapan hidup penduduk Eropa meningkat pesat menjadi dua kali lipat, hampir 80 tahun. Tidak hanya penduduk Eropa, penduduk di Asia dan Afrika pun juga mengalami peningkatan usia harapan hidup yang luar biasa. Usia harapan hidup penduduk Afrika pada dekade 1960-an misalnya, mampu melampaui usia harapan hidup penduduk Eropa 100 tahun sebelumnya.Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik? 43

(Sumber: vox.com)

Pendapatan yang semakin meningkat ini juga bukan hanya membawa kesejahteraan dan meningkatkan usia harapan hidup lho, tetapi juga telah memberikan waktu dan kesempatan yang semakin besar bagi anak-anak seusia kalian dan adik-adik kalian untuk mengenyam pendidikan. Di masa lalu, pendidikan merupakan hal yang sangat berharga, dan para pekerja yang seusia kalian atau adik-adik kalian merupakan hal yang sangat umum dan mudah ditemui di berbagai tempat.

Saat ini, pendidikan wajib, setidaknya sampai sekolah menengah atas misalnya, dianggap sebagai sesuatu yang taken for granted, tidak hanya di negara-negara maju seperti negara-negara Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara middle income seperti Indonesia. Tetapi di masa lalu, bahkan di negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika sekalipun, kalian bisa dengan mudah menemukan anak-anak bahkan di bawah usia 10 tahun bekerja di tempat-tempat yang berbahaya, seperti pabrik dan pertambangan.

Tetapi akhirnya keadaan berubah menjadi lebih baik. Memang benar, sampai saat ini masih ada adik-adik kita di berbagai belahan dunia yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan hal tersebut adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan, dan harus dapat segera kita atasi. Namun berita baiknya adalah, jumlah para pekerja anak-anak di seluruh dunia semakin lama semakin berkurang, meskipun jumlah penduduk planet kita semakin meningkat.

Ngga usah jauh-jauh sampai dua atau tiga abad yang lalu, kemajuan ini sangat terlihat bahkan hingga dua dekade yang lalu lho. Berdasarkan data dari lembaga Organisasi Buruh Internasional (ILO), pada awal abad ke-21 ini ada sekitar 245 juta pekerja anak-anak di seluruh dunia. Tetapi jumlah tersebut terus menurun, hingga 151 juta pada tahun 2016. Dengan demikian, maka akan semakin banyak anak-anak yang bisa memenuhi kehidupan masa kecilnya untuk belajar dan bermain dengan teman-teman mereka.

Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik? 44

(Sumber: vox.com)

Oke deh, itu yang terkait dengan isu-isu ekonomi, kalau gitu, bagaimana dengan perang? Bukankah hari ini, masih ada jutaan penduduk yang harus hidup di dalam suasana perang, yang telah menyebabkan tidak sedikit orang kehilangan nyawa?

Memang benar bahwa, saat ini masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal di dalam suasana perang dan konflik bersenjata, dan sudah selayaknya kita berempati kepada mereka, dan kalau mampu memberi mereka bantuan. Korban-korban perang ini bukan hanya orang-orang dewasa saja lho. Tidak sedikit pula anak-anak seusia adik-adik kalian yang menjadi korban.

Tanpa harus mengecilkan keadaan yang mereka alami, kalau kalian gemar membaca buku-buku sejarah, atau film-film dokumenter yang membahas topik-topik historis, dengan sangat mudah kalian pasti akan menemukan bahwa, perang dan konflik bersenjata bukanlah sesuatu yang hanya terjadi saat ini saja lho. Perang dan konflik bersenjata merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah manusia, bahkan sampai masa pra-sejarah puluhan ribu hingga ratusan ribu tahun yang lalu.

Perang dan konflik bersenjata global terakhir yang sangat besar terjadi sekitar 7 dekade lampau, yakni Perang Dunia II. Perang ini merupakan perang global yang melibatkan seluruh negara-negara besar dunia, mulai dari Jerman, Inggris, Prancis, Uni Soviet, China, Jepang, Italia, serta Amerika Serikat, dan telah menyebabkan lebih dari 70 juta orang kehilangan nyawa mereka.

Namun, hal yang dapat membuat kita optimis adalah, sejak Perang Dunia II berakhir tahun 1945, perang dan konflik bersenjata di seluruh dunia cenderung terus menurun, dan kita tidak pernah lagi melihat adanya konflik bersenjata global dengan skala yang sebesar perang tersebut.

Bener Ga Sih Kalau Dunia Makin Membaik? 45

(Sumber: ourworldindata.org)

Berbagai data di atas merupakan bukti empiris bahwa memang dunia kita semakin lama semakin bergerak ke arah yang lebih baik. Tapi, bukan berarti lantas kita dapat berleyeh-leyeh dan tidak melakukan apa-apa untuk membangun dunia yang lebih baik lagi di masa depan.

KIta semua harus berterima kasih kepada para pendahulu kita, karena progres dan kemajuan dunia ke arah yang lebih baik bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Di sana, ada berbagai peran krusial yang dilakukan oleh para ilmuwan, insinyur, tenaga medis, pengusaha, ekonom, diplomat, pemimpin negara, dan lain sebagainya, yang memiliki kontribusi yang sangat signifikan sehingga kita semua bisa hidup di dunia yang lebih sejahtera, sehat, dan aman dibandingkan dengan dunia yang ditinggali oleh para nenek moyang kita di masa lalu.

Sekarang, sudah saatnya menjadi tugas kita semua untuk menggantikan peran yang dilakukan oleh para pendahulu kita, agar nanti kita bisa meninggalkan dunia yang jauh lebih baik, lebih aman, makmur, dan sejahtera bagi generasi selanjutnya di masa depan. Jangan sampai berbagai fenomena dan berita yang memilukan yang kita saksikan saat ini justru membuat kita pesimis akan masa depan yang lebih baik.

Bagikan artikel ini: