Analisis Survei: Pengaruh Guru dan Film terhadap Persepsi Siswa tentang Peristiwa G30S

Tepat hari ini Bangsa Indonesia mengenang 50 tahun peristiwa Gerakan 30 September 1965. Peristiwa ini bisa dibilang sebagai catatan sejarah Indonesia yang paling kelam, paling misterius, paling kontroversial, dan paling sensitif untuk dibahas terutama pada masa pemerintahaan Orde Baru. Buat kamu yang belum familiar dengan peristiwa sejarah ini, bisa baca artikel zenius sebelumnya yang mengupas beberapa catatan sejarah dari berbagai versi terkait Sejarah Peristiwa 30 September 1965.

Terlepas dari berbagai macam versi sejarah terkait peristiwa ini, zenius penasaran bagaimana persepsi para siswa pelajar di Indonesia terkait peristiwa sejarah ini. Untuk itu, dalam periode 3 minggu terakhir ini, zenius menyebarkan kuesioner kepada para pelajar di seluruh Indonesia dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 900 responden. Data ini mengambil sampel umur pelajar dari SD - Mahasiswa. Jadi bisa dikatakan survei ini merefleksikan bagaimana peran lembaga pendidikan dalam membentuk persepsi sejarah dalam kurun waktu sekitar 10 - 15 tahun terakhir atau setelah masa Orde Baru berakhir.

Berdasarkan data yang kami dapatkan, terdapat banyak hal menarik yang bisa kami bagikan terkait bagaimana peran film, lembaga pendidikan, sekolah, dan guru sejarah dalam upaya mengajar materi Sejarah, khususnya tentang peristiwa G30S ini. Semoga data yang kami bagikan di sini, bisa bermanfaat dan membuka perspektif baru bagi dunia pendidikan Indonesia, baik para pendidik, pelajar, mahasiswa, penggiat film, maupun siapapun yang tertarik dalam topik sejarah ini.

img_4757

Survei ini terinspirasi oleh dua penelitian terdahulu tentang persepsi masyarakat Indonesia terhadap peristiwa Gerakan 30 September 1965. Pertama adalah hasil penelitian peneliti sosial, Rennie Roger Roos, dari Universitas Leiden, Belanda berjudul G30S and Its Aftermath - The Dark Pages of Indonesia History (2012). Kedua, survei terdahulu yang dilakukan oleh majalah Tempo bekerja sama dengan Insight terhadap 1.110 pelajar di Jakarta, Surabaya, dan Medan pada September 2000.

Harap diingat untuk tidak serta-merta melakukan generalisasi dalam menginterpretasi hasilnya mengingat survei ini disebarkan secara online melalui sosial media Zenius Education dan teman-teman yang bersedia membantu menyebarkan survei ini.

 

Demografi Responden

Zenius berhasil mengumpulkan suara dari 920 responden pelajar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk memastikan bahwa jawaban yang dianalisa adalah suara dari target audience kami yaitu mereka yang berstatus pelajar, terlebih dahulu kami menyaring responden-responden yang saat ini sudah tidak berstatus sebagai pelajar maupun mahasiswa.

Jenjang Pendidikan

kelas

Sebanyak 1,74% responden sudah lulus kuliah/sudah bekerja. Walaupun dari judulnya keliatan kalo kuesioner ini ditujukan buat pelajar, mungkin mereka yang udah lulus kuliah ini emang penasaran/gatel buat isi. Tapi maaf ya, agar survei ini tetap fokus untuk mengetahui pandangan pelajar, untuk analisa dalam artikel ini kita akan mengabaikan jawaban dari 1,74% (16 orang) responden ini. Dengan demikian, jumlah responden yang valid untuk dianalisis jawabannya seterusnya adalah 920 – 16 = 904 jawaban. Oke, lanjut.

Umur Responden

umur valid

Responden didominasi oleh pelajar berusia 17 tahun (38,38%), atau mereka yang saat ini sedang menjalani bangku kelas 10 - 11 SMA / SMK / sederajat.

Jenis Kelamin

jenis kelamin

Perbandingan jenis kelamin responden survei cukup berimbang.

Domisili

domisili

Responden didominasi oleh pelajar yang tinggal di daerah kota/kabupaten (65%), sementara 19.58% tinggal di Ibu Kota, sisanya 15.38% dari desa.

 

Edukasi tentang Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Sebelum langsung menanyakan persepsi/pendapat pribadi para responden pelajar ini, kami menanyakan beberapa faktor yang kami duga mempengaruhi persepsi pribadi tersebut, yaitu informasi yang berasal dari edukasi formal yang mereka dapat secara umum.

Sumber Informasi Mengenai G30S

sumber info
Dari mana kamu mendapatkan informasi tentang peristiwa G30S? (boleh pilih dari satu)

 

Sumber utama para responden survei kali ini untuk mengetahui G30S adalah dari guru dan pelajaran sekolah (91,5%). Diikuti oleh media elektronik/cetak (44%) dan film hanya (28%).

Terlihat perbedaan jika dibandingkan dengan hasil survei Tempo 15 tahun lalu yang menunjukkan bahwa guru dan pelajaran sekolah (97%) serta film (90%) adalah sumber dominan untuk mendapatkan informasi mengenai kejadian G30S.

Sumber informasi peristiwa G30S menurut survei Tempo
Hasil survei Tempo, terhadap 1.110 pelajar di Jakarta, Surabaya, dan Medan pada September 2000

Apakah Guru Kamu Mengajarkan tentang G30S di Sekolah?

guru ngajarin ga

Menguatkan jawaban pada pertanyaan sebelumnya, hampir 85% responden mendapatkan pengajaran G30S dari guru sekolahnya.

Apa yang diajarkan guru sekolah pada para responden?

guru ngajarin apa

Pada responden yang menjawab bahwa guru mereka mengajarkan tentang sejarah G30S, mayoritas guru (60%) responden mengajarkan bahwa PKI bertanggung jawab terhadap peristiwa G30S. Sementara 40% guru mengajarkan bahwa PKI belum tentu bertanggung jawab atas peristiwa G30S.

Apakah guru mengajarkan kamu tentang G30S dari buku sekolah saja atau memberikan pendapatnya sendiri?

guru berpendapat

Selanjutnya, sebagian besar guru responden (67%) yang mengajarkan tentang G30S di sekolah, tidak hanya mengajarkan berdasarkan sumber dari buku pelajaran sekolah, tetapi juga dilengkapi dengan pendapat/pengalaman pribadi guru tersebut.

Apa sih pendapat/pengalaman pribadi si guru tentang G30S?

pendapat guru

Secara umum, berbeda dengan apa yang tertulis di buku sejarah sekolah, sebagian besar guru (hampir 55%) kini melengkapi pengajaran G30S dengan memaparkan alternatif skenario-skenario lain di balik peristiwa G30S tersebut.

Domisili Berkorelasi terhadap Pendapat Guru tentang G30S

pendapat guru - domisili

Jika dianalisis lebih dalam, ternyata ada perbedaan yang cukup menarik. Guru responden pelajar yang tinggal di ibu kota atau wilayah kota/kabupaten cenderung lebih banyak yang mengajarkan skenario lain di balik peristiwa G30S. Di sisi lain, responden pelajar yang hidup di desa memiliki guru yang cenderung memberikan pendapat pribadinya yang berisi persepsi buruk terhadap PKI.

Selain itu, kami melihat bahwa pendapat pribadi guru ternyata menimbulkan perbedaan pada beberapa poin/pertanyaan lain pula. Oleh karena itu, pada beberapa poin ke depan, kami akan membagi guru menjadi 2 kategori, yaitu:

  1. Kategori #A: guru yang mengajarkan persepsi negatif terhadap PKI
  2. Kategori #B: guru yang mengajarkan skenario lain di balik peristiwa G30S.

Apa yang guru kamu ajarkan tentang motif di balik gerakan G30S?

guru motif

Secara umum, jawaban paling dominan tentang apa yang diajarkan guru responden mengenai motif di balik peristiwa G30S adalah PKI ingin mengkudeta pemerintahan presiden Soekarno. Disusul kemudian sebanyak 21,61% guru responden mengajarkan bahwa terdapat beberapa kemungkinan motif dibalik rencana pembunuhan 7 perwira tinggi Indonesia, tanpa ada keberpihakan (bersifat netral) terhadap kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Pendapat Pribadi Guru tentang G30S Berkorelasi dengan Pendapat tentang Motif dan Pelaku G30S

Guru yang memaparkan skenario lain di balik G30S (Kategori #A) cenderung bersifat netral dalam menjelaskan motif rencana penculikan dan pembunuhan pada peristiwa G30S. Selain itu, guru pada kategori ini cenderung menyatakan pada muridnya (responden survei ini) bahwa PKI tidak bertanggung jawab di balik G30S.

Di sisi lain, sebagian besar (47%) guru yang menyampaikan persepsi negatif terhadap PKI (Kategori #B) menyatakan bahwa motif di balik G30S adalah untuk mengkudeta Presiden Soekarno. Sementara itu, 75% guru di kategori #B adalah guru yang menyatakan bahwa PKI bertanggung jawab di balik peristiwa G30S.

guru - motif - compare

guru - pendapat - compare

 

Edukasi tentang apa yang dimaksud dengan Komunisme

Apakah guru kamu mengajarkan tentang apa yang dimaksud dengan komunisme?

guru - komunis

Sebagian besar responden (77%) menjawab bahwa guru mereka mengajarkan tentang apa itu komunisme.

Guru ngajarin apa sih tentang apa itu komunisme?

guru - komunisme apa
Apa yang diajarkan guru kamu tentang komunisme?

 

Secara umum, jawaban paling dominan (42,35%) yang didapat dari responden adalah guru mengajarkan bahwa komunisme itu adalah ideologi politik sosial yang memperjuangkan kesetaraan. Disusul kemudian sebanyak (31,92%) guru responden yang mengajarkan bahwa komunisme adalah ideologi anti-Pancasila.

Domisili Berkorelasi terhadap Pendapat Guru tentang Komunisme

Ketika guru responden yang tinggal di wilayah ibu kota atau kota/kabupaten cenderung mengajarkan bahwa komunisme itu adalah ideologi politik sosial yang memperjuangkan kesetaraan, guru responden yang tinggal di desa lebih dominan (36%) mengajarkan bahwa komunisme itu adalah ideologi antipancasila.

guru - komunisme - domisili

Pendapat Pribadi Guru tentang G30S Berkorelasi terhadap Persepsinya terhadap Komunisme

Pada guru yang memiliki persepsi negatif terhadap PKI (Kategori #A), mereka cenderung (hampir 44%) mengajarkan siswanya bahwa komunisme adalah paham yang tidak mempercayai Tuhan. Di sisi lain, pada guru yang memaparkan skenario lain di balik G30S (Kategori #B), sebanyak (49%) cenderung mengajarkan bahwa komunisme adalah ideologi politik sosial yang memperjuangkan kesetaraan.

guru - komunisme - compare

 

Film tentang peristiwa G30S

Seperti yang ditemukan pada pertanyaan sumber informasi tentang G30S, film menempati urutan ketiga sebagai sumber informasi untuk mengetahui peristiwa G30S. Selama pemerintahan Orde Baru, ada sebuah film berjudul Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer yang kerap ditayangkan di televisi nasional setiap tanggal 30 September. Pada periode itu, banyak sekolah yang mengadakan acara nonton bareng film ini sebagai kegiatan resmi / wajib dari sekolah.

Namun, setelah berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru tahun 1998 hingga sekarang, film tersebut relatif jarang (atau mungkin tidak pernah lagi) ditayangkan di channel tv nasional. Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir, bermunculan film-film lain terkait G30S yang menawarkan arah pandang versi lain dari film Pengkhianatan G30S-PKI. Oleh karena itu, kami juga merasa perlu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dari film-film tersebut dan korelasinya dalam membentuk persepsi pelajar masa kini terhadap peristiwa G30S.

Kami juga akan melakukan perbandingan temuan survei kali ini dengan temuan survei Tempo pada September 2000 terdahulu.

Apakah kamu pernah nonton film-film terkait G30S berikut?

film

Berdasarkan demografi responden yang kami dapatkan (sebagian besar pelajar berumur 14-17 tahun) hanya 36% responden yang pernah menonton film Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer. Di sisi lain, untuk film-film yang memaparkan versi cerita lain di balik G30S, film yang lebih banyak ditonton responden adalah Jagal (Act of Killing) karya Joshua Oppenheimer yaitu sebanyak 12% (hanya sekitar 80 orang).

Temuan survei kali ini jauh berbeda dengan hasil survei Tempo. Pada survei Tempo pada 1.110 pelajar di September 2000, ditemukan bahwa 97% responden pelajar saat itu pernah menonton Film Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer. Bahkan hampir 40% dari responden Tempo pernah menonton hinggal lebih dari tiga kali.

tempo - film
Hasil survei Tempo, terhadap 1110 pelajar di Jakarta, Surabaya, dan Medan pada September 2000

 

Apakah kamu pernah menonton film Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer sebagai acara pelajaran sekolah?

film - sekolah

Dari 36% responden survei kali ini yang pernah menonton film Pengkhianatan G30S-PKI, sebagian besar menontonnya di sekolah, paling banyak adalah periode ketika duduk di bangku SMA/SMK (41,5%).

Buat kamu yang nonton film Pengkhianatan G30S-PKI di sekolah, apakah itu program resmi/wajib dari sekolah?

film - sekolah - wajib

Mayoritas responden (63%) yang menonton film Pengkhianatan G30S-PKI di sekolah menyatakan bahwa acara tersebut bukan kegiatan resmi dari sekolah. Sementara 36,84 % mengatakan bahwa pemutaran film itu adalah acara resmi dari pihak sekolah.

Apa pendapat mereka tentang Film Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer?

film - pendapat
Apa pendapat kamu tentang film Pengkhianatan G30S-PKI karya Arifin C. Noer?

Sebagian besar responden (hampir 39%) menyatakan bahwa film tersebut mengagetkan, kejam, dan menjijikkan.

Apakah mereka percaya dengan adegan-adegan di film Pengkhianatan G30S-PKI?

film - adegan

Pada umumnya, responden yang pernah menonton percaya pada hampir semua adegan di film tersebut seperti tertera di atas, kecuali Keterlibatan Gerwani. Kebanyakan (52,5%) responden yang pernah menonton film ini, tidak tahu tentang keterlibatan Gerwani.

Dibandingkan dengan hasil survei Tempo, tingkat kepercayaan pada adegan penculikan, penembakan, dan penyiksaan jenderal menunjukkan pola yang sama. Namun, hal berbeda kami dapatkan pada adegan keterlibatan Gerwani. Pada survei Tempo, 54% responden yang pernah menonton film ini, percaya bahwa Gerwani terlibat dalam penyikasaan para jenderal.

tempo - jenderal

tempo - gerwani

 

Pendapat Pribadi Siswa Pelajar Indonesia tentang peristiwa G30S dan Komunisme

Apakah menurut pendapat kamu pribadi, informasi tentang peristiwa G30S dari buku pelajaran sudah sesuai dengan kenyataan?

sesuai

Kebanyakan responden (59%) merasa tidak tahu apakah informasi peristiwa G30S di buku pelajaran sekolah sudah sesuai dengan kenyataan atau tidak. Sedikit responden (11%) yang merasa konten buku pelajaran sekolah sudah sesuai dengan kenyataan. Temuan ini jauh berbeda dengan hasil survei Tempo. Survei Tempo menunjukkan 50% responden pelajar 15 tahun lalu setuju bahwa konten buku pelajaran sekolah tentang peristiwa G30S sudah sesuai dengan kenyataan. Faktanya, konten buku sejarah sekolah tentang G30S saat ini (tahun 2015) masih tidak terlalu berbeda dengan konten 15 tahun lalu (survei Tempo tahun 2000), yaitu pemaparan yang menyatakan bahwa PKI bertanggung jawab di balik peristiwa G30S.

tempo - sesuai
Hasil survei Tempo, terhadap 1.110 pelajar di Jakarta, Surabaya, dan Medan pada September 2000

 

Bila menurutmu tidak sesuai, apakah menurutmu pembahasan materi sejarah terkait peristiwa G30S dalam buku pelajaran sekolah perlu direvisi?

revisi

Dari sebagian kecil responden (hampir 30%) yang merasa isi buku pelajaran sekolah tentang G30S tidak sesuai dengan kenyataan, 98% dari mereka berpendapat bahwa konten buku pelajaran mengenai peristiwa G30S tersebut perlu direvisi.

Setelah kami mencoba mengukur bagaimana pihak sekolah, guru, maupun film memberikan pengaruh terhadap para siswa. Kini, kami menanyakan secara langsung pendapat pribadi dari para siswa pelajar seluruh Indonesia terhadap fenomena umum terkait peristiwa G30S.

Apakah komunisme itu menurut kamu pribadi?

Apakah komunisme menurut kamu pribadi?
Apakah komunisme menurut kamu pribadi?

 

Secara umum, jawaban dominan (hampir 47%) para responden menyatakan pendapatnya bahwa komunisme adalah ideologi politik sosial yang memperjuangkan kesetaraan. Disusul sebanyak (25,59%) yang menyatakan bahwa komunisme adalah ideologi anti-Pancasila.

Apa yang Diajarkan Guru tentang Apa itu Komunisme Berkorelasi pada Pendapat Siswa tentang Komunisme

komunisme - compare

 

Seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas, terdapat pola yang konsisten. Pendapat pribadi siswa tentang apa itu komunisme selalu selaras dengan apa yang diajarkan guru mereka tentang apa itu komunisme. Hal ini menunjukan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan, khususnya guru memiliki andil yang sangat signifikan dalam membangun persepsi pelajar terhadap sebuah peristiwa sejarah.

Domisili Berkorelasi pada Pendapat Pribadi tentang Komunisme

Responden yang berasal dari desa cenderung (35%) berpendapat bahwa komunisme itu adalah ideologi yang antipancasila. Mungkin ini juga ada korelasinya dengan apa yang diajarkan guru responden pelajar di desa. Pola persebaran datanya sama.

komunisme - domisili

 

Film Kurang Berkorelasi terhadap Pendapat Pribadi Responden tentang Komunisme

Kami tidak menemukan korelasi antara film dengan pendapat pribadi siswa tentang komunisme. Responden yang pernah menonton film Pengkhianatan G30S-PKI dengan yang tidak pernah nonton tidak menunjukkan perbedaan.

pribadi - film

 

Kami juga tidak menemukan korelasi pada film-film alternatif lain dengan pendapat pribadi siswa tentang komunisme. Berdasarkan analisis data yang ada, kami tidak yakin kedua hal tersebut berkorelasi (confidence level di bawah 95%). Hal ini juga bisa saja terjadi karena jumlah responden yang menonton film alternatif cukup sedikit sehingga sampelnya kurang banyak untuk bisa dianalisis secara kuantitatif dengan lebih baik.

Apa pendapat pribadi responden tentang motif di balik G30S?

pribadi - motif
Apa pendapat pribadi kamu tentang motif terjadinya peristiwa G30S?

 

Secara umum, jawaban dominan (34%) dari responden adalah Ketiga Kemungkinan di Atas Bisa Saja Benar. Ketiga kemungkinan yang dimaksud adalah:

  1. PKI ingin mengkudeta pemerintahan presiden Soekarno
  2. PKI ingin menyelamatkan pemerintah dari kudeta Dewan Jendral
  3. Ada pihak lain yang ingin menggulingkan Soekarno dan menjadikan PKI kambing hitam

Apa yang Diajarkan Guru tentang Motif G30S Berkorelasi Signifikan terhadap Pandangan Siswa Pelajar Indonesia

motif - compare

Berdasarkan perbandingan data di atas, dapat disimpulkan bahwa pengajaran tentang motif G30S cukup berkorelasi terhadap pandangan siswa tentang motif peristiwa G30S. Pada responden yang diajarkan gurunya bahwa motif G30S adalah untuk mengkudeta Presiden Soekarno, memiliki pendapat pribadi yang sama dengan gurunya. Pola ini juga terlihat pada dua jawaban lain tentang motif G30S. Pengecualian terjadi pada responden yang diajarkan oleh gurunya bahwa motif di balik G30S adalah niat PKI ingin menyelamatkan pemerintah dari kudeta Dewan Jenderal, menyatakan pendapatnya bahwa ketiga kemungkinan tersebut bisa jadi benar.

Film Kurang Berkorelasi dengan Pendapat Pribadi Siswa tentang Motif G30S

Kami tidak menemukan korelasi antara film dengan pendapat pribadi siswa tentang motif di balik G30S. Responden yang pernah menonton film Pengkhianatan G30S-PKI dengan yang tidak pernah nonton tidak menunjukkan perbedaan.

pribadi - motif - film compare

Kami juga tidak menemukan korelasi pada film-film alternatif lain dengan pendapat pribadi siswa tentang motif di balik G30S. Berdasarkan analisis data yang ada, kami tidak yakin kedua hal tersebut berkorelasi (confidence level di bawah 95%). Hal ini juga bisa saja terjadi karena jumlah responden yang menonton film alternatif cukup sedikit sehingga sampelnya kurang banyak untuk bisa dianalisis secara kuantitatif dengan lebih baik.

Apakah Pengajaran tentang G30S Mempengaruhi Pribadi Siswa?

efek

Mayoritas responden (36%) menyatakan bahwa pengajaran tentang sejarah G30S memotivasi mereka untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik. Sementara hanya sekitar 7% saja, siswa yang mengatakan bahwa pengajaran sejarah G30S ini memicu rasa anti-komunis / kebencian terhadap komunis.

****

Demikianlah pemaparan data dan sedikit analisa dari kami terkait survei yang dilakukan oleh zenius terhadap para siswa Indonesia (904 responden). Berikut ringkasan singkat dari pemaparan temuan survei di atas.

  • Apa yang diajarkan guru ternyata berkorelasi pada pendapat pribadi siswa tentang komunisme dan motif di balik G30S
  • Film ternyata TIDAK CUKUP berkorelasi dalam membentuk pendapat pribadi siswa tentang komunisme dan motif di balik G30S

Semoga survei ini bisa menjadi refleksi tersendiri bagi dunia pendidikan pada umumnya, dan juga pemerhati sejarah pada khususnya terkait dinamika peristiwa yang dipicu oleh gerakan 30 September, 50 tahun yang lalu. Kami berharap analisa data survei ini bisa merangsang diskusi yang sehat, baik para aktivis pendidikan, guru, sineas, maupun peserta didik terkait bagaimana peran dari sekolah, guru, maupun film dalam membangun persepsi siswa pelajar kita. Salam dari Zenius Education!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi dengan Fany terkait dengan survei ini, atau berdiskusi dengan para pembaca lain, langsung aja meninggalkan comment di bawah artikel ini. Zenius berharap diskusi berjalan secara sehat, serta saling menghargai pendapat satu sama lain. Bika ada komentar atau pernyataan yang menggunakan kata-kata yang tidak pantas atau mengandung ad hominem / penghinaan akan dihapus oleh editor. Untuk kamu yang ingin membaca ulasan dari Zenius terkait berbagai catatan sejarah dari berbagai versi terkait peristiwa G30S, dapat membaca artikel sebelumnya, yaitu:

DINAMIKA CATATAN SEJARAH 30 SEPTEMBER 1965

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • fakhri

    G30S dan dinamikanya juga merupakan "sejarah" bangsa indonesia. Btw gue rasa rada ribet buat post yang kali ini ya kak fanny 🙂

    • nanti kalo kamu udah skripsi, kemungkinan besar juga akan menjalani proses analisis data seperti ini.

  • Anugrah Wira

    trnyata kondisi skrg ga sburuk yg gw duga, pngaruh propaganda ORBA makin lama makin ilang dibanding hasil survei tempo thn 2000

  • Warsono Hadisubroto

    Yang menarik tentunya melihat pandangan pribadi masing-masing siswa sesuai dengan film tontonnnya.

    Menarik kita bandingkan, misalnya pendapat siswa yang tidak menonton satu film pun dengan siswa yang hanya menonton "Pengkhianatan G30S/PKI" apakah ada perbedaan pandangan? Bagaimana dengan pendapat pribadi siswa yang menonton baik "Pengkhianatan G30S/PKI" maupun "Shadow Play"? Bagaimana pula pendapat pribadi siswa yang hanya menonton "Shadow Play" saja, "Jagal" atau "Senyap" saja, tapi tidak pernah menonton "Pengkhianatan G30S/PKI"?

    Saya kira ini menarik, film apa yang mempengaruhi pendapat siswa, dan bagaimana film tersebut turut membentuk pendapat pribadi siswa.

    Ataukah peneliti telah menyimpulkan bahwa tak ada satupun film yang secara signifikan berkorelasi dengan pendapat pribadi siswa?

    Kalau begitu refleksi apa yang hendak disampaikan kepada sineas?

    • Fanny Rofalina

      Kami sudah melakukan perbandingan untuk beberapa film. Hasilnya seperti yang sudah kami sebutkan di atas, tidak ada korelasi antara film dan pendapat pribadi siswa, termasuk untuk film Jagal, Senyap, dll. Mungkin perlu kami pertegasi lagi di atas. Terima kasih atas masukannya

    • utk film jagal, senyap, shadow play, & jembatan bacem... sepertinya memang data yg diperoleh blm terlalu mewakili populasi karena masih terlalu sedikit yang menonton film2 tsb.

      Tapi utk film pengkhianatan G30S/PKI, saya kira datanya sudah cukup mewakili populasi. Berdasarkan data tsb, rasanya sudah bisa dikatakan pengaruh film tsb tidak terlalu signifikan terhadap persepsi siswa pelajar Indonesia.

      https://d3fc3prx3nea5t.cloudfront.net/wp-content/uploads/2015/09/film.png

  • Ramy Dhia

    artikel yang bisa jadi penyejuk, netral, dan sangat objektif di tengah artikel-artikel panas hari ini (baik dari yang mengutuk PKI dan yang membela PKI). Jujur gue awalnya gak terlalu ambil pusing atau mikirin tentang G30SPKI, yang gue tau ya cuma sekedar yang diajarin di sekolah, bahwa PKI bunuh jendral, disiksa, dimasukin lubang buaya. Baru rada kebuka sama perspektif lain waktu nonton Senyap (The Look of Silence), lalu jadi ketua pelaksana pemutaran dan diskusi film Senyap itu di kampus, tapi acaranya dibatalkan paksa sama pihak kampus beberapa jam sebelum mulai, gue dipanggil, karena katanya kalau tetap dilanjutkan akan didatangi pihak berwajib dan beberapa ormas yang udah standby buat "nyerbu" kampus (karena info acara kami udah mereka ketahui). Dari situ gue baru sadar (telat sih) kalo ternyata topik ini kok sensitif banget, mulai nyari-nyari info lain tentang G30SPKI, apa itu sebenarnya komunisme, dsb (yang niatnya mau gue dapatkan di diskusi film itu, tapi acaranya dibatalin).

    Nah abis punya pengalaman kayak gitu dan liat hasil survey ini jadi rada lega sih karna pelajar sekarang udah mulai pikirannya terbuka, dan tinggal nunggu generasi ini gede, menjabat, atau jadi birokrat kampus, dan mungkin saat itu kita bisa mulai bener-bener banyak diskusi sehat tentang ini

    • Fanny Rofalina

      Wah hampir jadi korban pembredelan juga ternyata.

      Ya mungkin tiada yang tau pasti kebenaran di balik ini semua, tapi seperti yang kamu sebutkan, mengkritisi itu penting, apapun kebenarannya, biar bangsa ini bisa lebih maju dalam berpikir

    • Indra D. Herdiana

      Waw sampai mau dibredel kayak gitu.

  • M Syahman Samhan

    surveinya bagus, datanya dikupas dengan jelas dan lengkap :))
    btw, gw ngakak ngeliat 98% pada minta revisi buku pelajaran, kompak banget hahaha 😀

  • Odhie Panjaitan Ffa

    Udah banyak sih yang mulai keluar dari jalur pemahaman versi Orba

  • Anung

    Kenapa postingan manusia mengendalikan air,api,tanah,... dihapus ????

    • masih ada beberapa point yg mau dikoreksi, nanti juga direlease lagi.

  • alfinsa

    keren nih..

    dari artikel di atas, gue paling suka pembahasan definisi komunisme. gue sendiri ngartiin komunis adalah sistem sama rata sama rasa, belum tentu anti Tuhan dan demen pemberontakan. Tan Malaka abang2an PKI juga Islam kan? (CMIIW)

    bete aja orang ngomong mentah2 "komunis itu brengs*k, ga kenal Tuhan, kejam, jahat" termasuk temen-temen gue yang katanya tau dari kakak-temennya yang sayap kiri, atau dari guru non-sejarah yang gak tau apa-apa tapi tapi berlagak tau. (maap lancang)

    gue malah menafsirkan G30S gini
    - ada keterlibatan CIA di Indonesia untuk menggulingkan Presiden Soekarno karena dianggap terlalu mesra dengan komunisme dengan mengambinghitamkan PKI, mengingat tahun 1965 era Cold War lagi panas2nya.
    - dalam isi dokumen Gilschrist, ada keterangan bahwa Dewan Jenderal yang mau mengkudeta Presiden Soekarno bertepatan dengan Show of Force TNI-AD di Jakarta. PKI berusaha cegah kudeta ini dengan mengkudeta duluan.
    - bahkan Soeharto-lah yang sebenernya mendalangi G30S, ini cuma kata2 orang doang gua lupa.

    cmiiw

    • Bayu

      Mungkin ini ya alasan pada kompak minta direvisi buku pelajaran haha 😀

      • Alfinsa EP

        bisa jadi bro, gua sendiri mendukung revisi buku hahaha XD

  • angggrayana

    saya seorang siswa 17 thn sma kelas 3,, saya berpikir,, tidak mungkin soekarno yang dianggap memiliki hubungan dengan pki ingin mengkudeta pemerintahnya sendiri!.. guru saya disekolah selalu menjudge atau tetap pada pendapatnya bahwa pki adalah biang keroknya.. padahal saya pikir,, ideologi komunis itu jelas,, kesetaraan.. kesetaraan dimata hukum,, sosial,, hak ,, dan lain lain,, apa salahnya,, toh itu sekarang sudah dilakukan diindonesia sekarang ini,, hanya beda bahasa saja sebenarnya sama.. gotong rakyat,kerakyatan = komunal

    • Merry Aga Hermawan

      Yap gue setuju. Tapi ya pengajaran nya gitu jadi pemikiran kita sebgai siswa juga udah ngelenceng gitu. Kalau di gali lagi emang sama sih ya' cuma beda dikit

  • Rahm

    bravo nih tulisannya, harusnya ini dilakukan oleh anak FISIP yg notabene nelen MPS, tapi anak fasilkom yg ngambil. salute! anak fisipnya mana nih???

  • HIB

    bagus bgt ka fanny 🙂 ijin share ya..gue paling sedih pas mau cerita di depan kelas tentang sosok pahlawan.gue cerita tan malak.gue pengen "menghidupkan" beliau.dan temen2 gue tanya siapa sih tan malaka?gue cerita semua.dan respon mereka cuma "oh komunis?".sedih.

  • Bala Arizalu Putra Dinar

    Tapi mengapa peristiwa "Pembersihan" tahun 65 jarang atau tidak pernah dibahas di Buku-buku sekolah ?

  • Dika Prillia Indah

    👍🏼👍🏼