Sejauh Mana MSG Berbahaya untuk Dikonsumsi?

Yakin MSG itu tidak sehat? Artikel ini menjelaskan MSG secara ilmiah, fungsi MSG & efek samping MSG terhadap tubuh yang ternyata tidak seburuk reputasinya.

“Ih kamu jangan banyak jajan yang mengandung MSG gitu. Nanti jadi bodo!”

Sering ga sih lo mendapat wanti-wanti seperti di atas dari orang tua atau orang lain supaya gak makan makanan yang mengandung MSG? Selain katanya bikin bodoh, MSG juga katanya berbahaya bagi kesehatan kita.

“Iya nih, gue malah suka ngerasa pusing dan mual-mual gitu kalo habis makan snack yang mengandung MSG”

Nah, untuk mengisi momen liburan dan menemani lo santai setelah pusing-pusingan habis UAS, UKK, atau tes masuk PTN, gue mau mengajak kalian membahas isu yang sering banget kita temuin sehari-hari, yaitu monosodium glutamat atau biasa disebut MSG, atau vetsin atau micin atau apapun lah itu.

Gue tertarik membahas tentang MSG karena gue sering ngeliat banyak orang yang takut makan MSG dan menganggap MSG itu bikin bodo atau bikin sakit. Anggapan-anggapan tersebut bukannya tidak beralasan, sih. Banyak artikel yang memaparkan dampak buruk dari konsumsi MSG, seperti artikel di sini. Sayangnya, anggapan-anggapan buruk mengenai MSG sebenarnya agak keliru. MSG ngga seburuk itu, kok. Ah, masa, sih?

Makanya pada kesempatan kali ini, gue berniat meluruskan miskonsepsi seputar MSG dengan memaparkan fakta-fakta yang gue dapet di jurnal-jurnal kesehatan internasional yang kebenarannya bener-bener bisa dipertanggungjawabkan. Okay, kita langsung aja mulai pembahasannya tentang pengertian apa itu sebenarnya MSG.

Disclaimer: dalam artikel ini gua bukan bermaksud meng-endorse para penjual makanan ber-MSG yah, gue simply menulis ini untuk mempopulerkan sains dan cara berpikir yang valid agar kita semua bisa lebih kritis dalam memilah informasi yang beredar di sekeliling kita.

 

Apa itu MSG? Apa itu Glutamat?

MSG atau monosodium glutamat merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Sebagai perbandingan buat elo yang belum tau, garam dapur yang biasa kita pake itu sodium klorida atau rumus molekulnya NaCl. Jadi bedanya MSG dengan garam biasa adalah Cl-nya dituker sama glutamat. Oh oke, tapi glutamat itu sendiri apa? Nah buat lo-lo pada yang udah kelas 3 IPA, lo harusnya tau dong, glutamat itu merupakan asam amino non esensial bagi kita. Asam amino non esensial ini bukan artinya ngga penting buat kita, tapi kita ngga perlu menambahkan asam amino tersebut dalam makanan kita karena asam amino tersebut bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.

msg gambar
Monosodium glutamat atau MSG atau Vetsin atau Micin

 

Bagi tubuh manusia, glutamat berperan penting dalam berbagai proses metabolisme. Seperti yang dipelajari di pelajaran Genetika (Biologi kelas 3 IPA), glutamat berperan sebagai building block dari protein atau bisa dibilang bahan baku pembentukan protein. Kalo protein, lo udah tau lah, ya, fungsinya. Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh, membentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak, dsb. Jadi, di satu sisi lo harus paham juga kalo glutamat itu emang penting buat manusia.

Glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita makan, mulai dari ikan, daging, susu, sayur, hingga buah-buahan. Berikut gue punya tabel yang mendaftarkan kadar glutamat di dalam bahan makanan kita sehari-hari.

msg kadar
Daftar kandungan glutamat alami pada bahan makanan sehari-hari

 

Pada awal tahun 1990an, glutamat yang digunakan untuk membuat MSG dihasilkan dengan cara mengekstrak glutamat dari tumbuhan. Saat ini, MSG dihasilkan dengan cara ekstraksi dari fermentasi alami tumbuhan-tumbuhan, seperti lobak, tebu, dan gandum.

glutamate-chart-framed
glutamat juga banyak terkandung dari makanan langsung dari alam

 

Fungsi dan Dosis MSG

Saat ini, MSG udah secara luas digunakan sebagai penyedap makanan di dunia, mulai makanan instan macem chicken nugget, baso, sup-sup kalengan sampai makanan ringan seperti yah lo sebutin sendiri lah yang ada di warung-warung gitu. Kayaknya makanan kalo kena MSG, rasanya jadi lebih "nendang".

Tapi kenapa, sih, MSG bisa bikin makanan jadi enak?  MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami dari berbagai makanan, seperti daging, ikan, sayur, dll. Nah, MSG ini bisa memperkuat rasa karena glutamatnya! Oiya, rasa "gurih" yang dihasilkan MSG itu ternyata bukan berasal dari “tipe” rasa yang udah umum kita kenal, seperti manis, asam, asin, pahit (pedes bukan rasa ya). Rasa enak dari MSG ini punya tipe rasa lain. Lidah manusia punya reseptor tersendiri untuk rasa gurih dari Glutamat. Orang-orang Jepang menyebut rasa gurih ini dengan rasa “umami”. Orang Barat mendeskripsikan rasa ini sebagai gurih, seperti pada kaldu atau daging.

Oke, sampai di sini gue udah paparin bahwa glutamat alami jelas terkandung di bahan makanan kita sehari-hari, ditambah pula glutamat dari MSG sering ditambahin di banyak masakan. Terus, kira-kira berapa sih kadar glutamat yang masuk ke dalam tubuh orang-orang di dunia?

Berdasarkan beberapa sumber yang gue temukan: orang Amerika dan Eropa rata-rata mengkonsumsi sekitar 11 gram glutamat alami dan 1 gram glutamat dari MSG per harinya. Untuk negara-negara Asia, jumlah konsumsi glutamat dari MSG jauh lebih tinggi, yaitu sekirar 3-4 gram per hari. Kenapa konsumsi MSG orang Asia jauh lebih tinggi? Bahan dan bumbu makanan orang Asia seperti soy sauce, kecap ikan atau kecap wijen emang lebih banyak mengandung glutamat alami sehingga orang Asia udah terbiasa dengan konsumsi glutamat sejak kecil. Efeknya, toleransi tubuh orang Asia terhadap glutamat relatif jadi lebih tinggi dari orang Eropa pada umumnya. Makanya konsumsi MSG orang Asia lebih tinggi.

Dosis MSG yang direkomendasikan (batas aman banget deh) oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) adalah sekitar 30 miligram per berat badan. Misalnya, berat badan lo 50kg, maka dosis MSG yang direkomendasikan  adalah sekitar 1,5 gram/hari. Itu sebanyak apa sih? Dari sampling gue terhadap beberapa abang baso di Bandung dengan cara nimbang MSG yang dia kasihin ke mangkok, gue mendapatkan data bahwa kadar MSG yang dikasih abang baso itu adalah sekitar 0,5 gram. Kalo diasumsikan tuh orang cuma makan bakso aja dalam satu hari penuh, berarti masih ga apa-apa tuh doi makan sampe 3 mangkok baso (dari sudut pandang dosis MSG ya).

 

Gimana tubuh kita merespon MSG?

Menurut  U.S Food and Drug Administration (FDA), MSG yang kita makan bakal dipecah oleh sistem pencernaan menjadi sodium/natrium (Na) dan Glutamat. Kedua bahan ini bakalan bernasib sama dengan Na alami dan glutamat alami. Na bakalan jadi ion yang terlibat dalam berbagai macam proses di tubuh seperti yang lo pelajari di biologi SMA. Terus glutamatnya gimana? 95% glutamat yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh sel-sel usus halus dan bakal dijadiin buat energi untuk menjalankan pencernaan di usus halus itu sendiri. Sisa 5%-nya bakalan berguna buat membentuk protein (seperti yang udah sempat jelasin di atas) atau dijadikan prekursor untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain, seperti glutathione, arginine, dan proline. Oiya buat yang belom tau, prekursor adalah zat atau bahan pemula untuk memulai proses biosintesis.

Terus kalo kelebihan Na atau Glutamat di dalam tubuh gimana? Ya keluarin aja lewat urin. Tubuh kita sering kok mengeluarkan kelebihan glutamat melalui urine. Walaupun merupakan asam amino non esensial, tubuh cukup cepat menggantikan glutamat (laju penggantian glutamat yang hilang dari tubuh/turnover termasuk besar, yaitu sekitar 30%).

 

Jadi MSG aman ga sih?

Menurut FDA sih, MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman dikonsumsi. Tapi tetap harus diingat, “aman” menurut FDA itu ya kalo dosisnya sesuai dengan rekomendasi mereka. Seperti yang udah pernah ZeniusBLOG bahas di artikel Bahan Kimia Buatan Bisa Lebih Sehat dari Bahan Alami, aman atau tidaknya suatu zat bergantung pada dosisnya. Kalo lebih-lebih, ya tetep bisa bahaya. Toh, kalo lo makan garam dapur atau bahkan air yang super kebanyakan juga bisa berakibat fatal kan (kebanyakan minum air, bisa berakibat hyponatremia).

Kalo MSG aman, kenapa banyak stigma negatif seputar MSG? Oke deh, kita langsung luruskan aja faktanya.

1. Kenapa MSG bikin pusing dan mual?

Chinese restaurant syndrome
Chinese restaurant syndrome

 

Mungkin saat baca pemaparan di atas, di antara lo ada yang bilang “Ngaco nih artikel, kayanya bakalan bilang MSG aman, lah gue abis makan yang banyak MSG, jadi pusing-pusing dan mual”. Efek pusing dan mual yang lo rasakan sehabis makan MSG dialami banyak orang kok. Efek ini disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrome (CRS).

Makanan Chinese Food banyak banyak menggunakan MSG sebagai bahan penyedap dibandingkan jenis masakan lain.

Istilah CRS muncul pertama kali pada sekitar tahun 1968. Saat itu, Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut kumpulan gejala mual, pusing, lemas dll yang umum terjadi sekitar 20 menit setelah makan di restoran Chinese sebagai CRS. Mungkin sebagian dari elo udah bisa nebak kalo emang restoran-restoran Chinese itu menggunakan MSG yang relatif lebih banyak dibandingkan restoran lain (ini kejadiannya di Inggris). Jadi MSG ternyata bahaya dong? Tunggu dulu.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual habis makan MSG (chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat! Lah, apa bedanya??

Jelas beda.. Jika CRS diakibatkan oleh glutamat, bukan MSG. Lo harus inget kalo MSG itu adalah garam penyedap rasa, sementara glutamat itu asam amino non esensial yang ada dimana-mana dan gak harus cuma terkandung dalam MSG sebagai penyedap rasa.

Artinya, kebanyakan makan keju atau jagung atau kacang polong juga bisa bikin kena gejala pusing, mual akibat CRS. Jadi kalo lo mengacu lagi pada tabel kadar glutamat yang di atas, keju/jagung/kacang polong cukup banyak lho kandungan glutamatnya.

Begitu diuji, hasilnya bener. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok dikasih tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Jadi ya mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka dibanyakin kejunya atau porsi makanannya lebih banyak.

Hasilnya gimana? Memang ada yang kena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar, sih, sehat-sehat aja. Dari situ (dan riset-riset lain) diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang yang pusing dan mual habis makan MSG (kena gejala chinese restaurant syndrome) karena memang orangnya aja yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan (glutamate intolerant). Biasanya mereka mulai kena CRS kalo dikasih glutamat tambahan sebesar lebih dari 3 gram. Tapi ini rata-rata aja, pasti ada orang yang lebih sensitif dan ada yang lebih toleran.

susu murni
orang yang lactose intolerant tidak bisa mencerna susu murni dengan baik

Sebagai analogi aja, kan ada juga tuh orang yang lactose intolerant, yang ngga bisa konsumsi produk susu. Orang lactose intolerant akan mual sampe diare jika minum susu murni. Tapi, apakah susunya sendiri berbahaya? Tentu tidak. Itu hanya special case buat para lactose intolerant. Bagi orang kebanyakan, susu menawarkan banyak manfaat kesehatan, dong. Tapi kalo kebanyakan minum susu bagi orang normal, ya ga bagus juga, bisa menyebabkan penimbunan lemak, bikin obesitas, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, gue harap lo bisa menerapkan pemahaman serupa tentang MSG. Semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita bergantung pada dosisnya. Untuk kasus MSG ini, lo juga harus tau apakah lo tipe orang yang toleran dengan kelebihan glutamat atau tidak. Jika kondisi biologis tubuh lo termasuk yang gak bisa toleran, tubuh lo akan merespons dengan gejala pusing dan mual setelah makan MSG berlebihan.

 

2. MSG bikin bodoh?

Sama seperti di organ tubuh lainnya, glutamat juga berperan dalam metabolisme energi dan protein di otak. Selain itu, glutamat memiliki fungsi lebih pada otak, yaitu sebagai neurotransmiter. Neurotransmiter berperan untuk menyampaikan sinyal-sinyal dari sel saraf ke sel target, seperti sel otot atau sel endokrin (kelenjar hormon). Hayoo, coba ingat-ingat lagi pelajaran Sistem Saraf di kelas 11.

Namun, kadar glutamat berlebih (banget) di otak memang dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Pada tahun 1960, peneliti dari Washingtonbakso-solo-2 University menemukan bahwa MSG dengan dosis sekitar 4gram/kg berat badan memiliki efek merusak jaringan otak tikus baru lahir (umur 2 sampai 9 hari) . Tapi ternyata hasil ini dianggap tidak valid untuk membuktikan MSG itu berbahaya. Dosisnya gede buanget 4gram/kg untuk tikus baru lahir, yang bener aje.. Itu kalo lo bayangin, MSG-nya lebih dari kadar MSG 3 mangkok baso yang gue survei di Bandung coy, subjek penelitiannya bayi tikus yang kecil pula.

Penelitian lain pada tahun 1970, Bazzano, D’Elia dan Olson  melakukan penelitian pada 11 relawan dewasa. Wah penelitian pake orang beneran nih, gila kan niat bener. Setiap orang diberikan asupan glutamat sampai dengan 100gram per hari selama 42 hari. Setiap harinya, para peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan ngeliat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan bukti bahwa MSG dapat merubah struktur maupun fungsi sistem syaraf para relawan tersebut.

Dengan demikian, anggapan yang mengatakan "MSG bikin bodoh" tidak punya landasan bukti yang valid. Dugaan gua sih, sepertinya anggapan "MSG bikin bodo" ini lahir dari kekhawatiran berlebihan ketika melihat ada orang yang pusing ketika mengkonsumsi MSG. Jadi sekali lagi, MSG itu gak akan bikin bodo, kecuali lo makan 20 mangkok baso setiap hari selama sebulan penuh kali, ya. Kalo itu sih, gak perlu makan MSG juga orangnya emang udah bodo kali yak, hahaha... 😛

 

****

Oke deh sekali lagi gue mau menegaskan, MSG diproses oleh tubuh manusia tidak berbeda dengan glutamat yang kita peroleh dari bahan makanan lain. MSG bukan racun buat elu. Kalo ada orang yang pusing habis makanan MSG, itu ya karna dia emang glutamate intolerant. Tanpa MSG pun, kalo dia makan makanan yang banyak glutamate, dia bakalan sakit dan kena Chinese Restaurant Syndrome. Walaupun begitu, ada baiknya lo mengkonsumsi MSG sesuai dengan patokan batas amannya, yaitu 30 miligram per berat badan per hari, kalau mau lebih ya palingan sampai 3 gram per hari aja.

Nih, bahan bacaan buat lo yang penasaran tentang MSG, di sini ada link buat download jurnal-jurnalnya.

  1. https://dl.dropboxusercontent.com/u/107708419/Sing05.pdf
  2. https://dl.dropboxusercontent.com/u/107708419/MSG%20safety%20evaluation%20%20J.%20Nutr.-2000-Walker-1049.pdf
  3. https://dl.dropboxusercontent.com/u/107708419/msg%20metabolism%20J.%20Nutr.-2000-Reeds-978S-82S.pdf
  4. https://dl.dropboxusercontent.com/u/107708419/J.%20Nutr.-2000-Smith-1016.pdf
  5. https://dl.dropboxusercontent.com/u/107708419/1602526a.pdf

 

Referensi
sumber gambar banner: dimodifikasi dari https://142ac.https.cdn.softlayer.net/80142AC/indogroupon.com/biz/file/foto/4315/1400264195_bantal_snack_mix.jpg
sumber tabel: Institute of Food Technologists’ Expert Panel on Food Safety and Nutrition. Monosodium Glutamate. Food Technol., 41(5):143-145, 1987.
sumber gambar CRS:  https://news.google.com/newspapers?nid=1314&dat=19680616&id=-qEnAAAAIBAJ&sjid=b-kDAAAAIBAJ&pg=7143,456007&hl=en

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Ijul tentang MSG, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini, ya. Buat yang penasaran dengan mitos kesehatan dan makanan, bisa baca juga artikel zenius tentang:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Abdurohman Atsar Q

    nice lah artikel nya , pas kelas X gue maksain diri ga makan msg lagi gara2 takut jadi bodo , ternyata engga ya lol . fyi , menurut gue msg bisa juga karena trigger , waktu kelas 9 gue suka msg dan ga pusing2 dsb tapi kelas X pas gue tau info bahwa katanya msg bikin bodo , gue jadi sering 'ngerasa' pusing abis makan msg , dan ternyata itu cuman trigger. thanks lah pencerahannya

    • Fanny Rofalina

      Itu mah cuma suges ke lo doang jadinya.
      Istilah kerennya namanya, prime effect.

      Contoh lain ttg kasus prime effect bisa lo baca di sini:
      https://www.zenius.net/blog/4764/benci-suka-pelajaran-sekolah

    • kucing komplek

      bisa gitu ya wkwk. gua jg pernah kyk lo. habis denger org makan micin jd puyeng2 gitu guanya jg keikut. tp di kesempatan2 selanjutnya nggak pernah lagi puyeng2 kyk gitu

  • Delta

    MSG MSG,yang tertarik buat cari references lagi coba tonton ini video :


    Diskripsi link dari video
    For more on MSG's undeserved reputation, check out this great infographic from our friends at Compound Interest:http://www.compoundchem.com/2014/08/2...

    More reading on MSG's undeserved bad rep:

    http://www.npr.org/blogs/thesalt/2013...
    http://www.smithsonianmag.com/arts-cu...
    http://www.mayoclinic.org/healthy-liv...
    http://www.nytimes.com/2008/03/05/din...
    http://www.theguardian.com/lifeandsty...

  • Reza Handzalah

    Pastiin pencarian Google lo yang selanjutnya: Sodium benzoat !! :))

    • zulfikar

      nah kalo yang itu efeknya lebih bahaya daripada sodium glutamat hahaha

    • Margareth Nangoy

      Iya lah namanya aja pengawet

  • Rizqi septian dwinanda

    Bener tuh, gw punya temen yg tiap hari banyak mengkonsumsi MSG tapi prestasinya bagus dan orangnya pinter, lah gw yg jarang mengkonsumsi MSG tapi kagak pinter-pinter hehe

  • Ahmad Sabili Rifai

    Min, Tolong bahas aspartam juga. Pembahasannya tahun lalu kurang lengkap..........

    • Fanny Rofalina

      Wah masukan yang oke nih. Thanks ya.

  • Ulfa Izzatun

    Thanks bang artikelnya nambah wawasan banget. Tapi kalau orang yang kelebihan glutamat kan bisa nyebapin chinese restaurant syndrome, la klw yg sampe buanyak banget lebihnya itu gimana? Apakah smpe nyebapin penyakit yg lebih berbahaya kyak kanker gitu.

    • zulfikar

      Banyak banget itu maksudnya segimana?
      soalnya kalo make msg kebanyakan juga rasa masakan jd gaenak, jd manusia sebenernya kemungkinannya kecil bgt bisa makan msg dalam jumlah yang besar

  • Irsyad Libra

    Nice, artikel nya sangat bermanfaat gan 😀 (y)

  • Salsabila Yasmin

    kak mau nanya nih, aku juga sering denger msg bisa memicu jerawatan, bener gak tuh?

    • Margareth Nangoy

      Gw juga gatau, itu mitos apa fakta

  • iwan

    sangat bagus dan lengkap pembahasan mengenai msg nya.. ga pake tapi.. pencerahan.. emang rasanya sulit kita bisa membatasi konsumsi msg.. bagaimanapun sulit rasanya menyimpulkan efek "negatif" dari makanan hanya berdasar satu atau dua faktor saja.. thanks

  • IB

    Lah kak klo berita orang yg mati gara2 kebanyakan makan mi instan itu gara2 msgnya atau zat lilinnya?

    • zulfikar

      Itu masalahnya kompleks.. yang jelas mie instan memang nutrisinya rendah..
      kalo orang mati karna kebanyakan mi, bisa karna saluran pencernaannya jadi bermasalah, tapi itu juga perlu diteliti yang bener.. jgn2 emang idup orang itu ngaco jadi mie cuma kambing hitam

      • fadlilah milah

        Bang bahas mi instan dong buat yg ngekos biar tetep sehat dan hemat wkwk

  • Dita Aisyiyah Larasati

    orang tua gue peka, lidahnya getir kalo kena micin. tapi kak, micin itu ngerusak gigi ya? atau emang kandungan lain dalam mie aja ya? oiya, temen gue juga sering rasa ga mantep kalo makan ga pake penyedap gitu.

  • Theo Ramot Hutabarat

    IH GILAK INI ARTIKEL YANG PALING GUE TUNGGU TUNGGU KAK DI ZENIUS!!!!!!!! Keluarga gue paling khawatir sama efek MSG ini kak. Bahkan keluarga gue saking khawatirnya sampe ngingetin dari zaman gue kecil kalo MSG itu bikin bego trus kalo masak mi bumbunya musti setengah.
    oiya kak satu lagi kak waktu gue SD kan gue suka lari sore sama kakak gue nah pulang dari lari sore itu gue makan bakso sama kakak gue nah kakak gue pesenin kalo baksonya jangan pake mecin padahal mecinnya bikin enak juga trus gue galau gitu kak ampe direkamin pulak sama kakak gue di hpnya wkwkwk-_______-
    thanks a lot ya kak udah nerbitin artikel ini /sobs/ /sobs/ /sobs/

  • Lidya

    Kak, mau nanya bberapa hal smoga mau dijawab hehe 😀

    1. kalo yg studi yg kk bilang ini:

    Begitu diuji, hasilnya bener. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok dikasih tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Jadi ya mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka dibanyakin kejunya atau porsi makanannya lebih banyak.

    Itu sama dengan studi yg ada di artikel pertama yg kk kasi link nya gak? Yg ini bukan ->
    In a double-blind crossover study,40 the two scientists examined
    17 males and seven females, between the ages of 18 and 34. The two administered 3 gram doses of MSG via 150ml of beef broth and evaluated the participants every 20 minutes for a three hour period. There weretwo groups of subjects, one group that received broth with MSG and one group that received broth without MSG. An examination of the test results revealed that the group that had received the broth without MSG reported a number of CRS symptoms, including headache, flushing and tightness in the chest, whereas the group that received the actual MSG broth reported no such symptoms.

    Atau dari studi yg lain? bisa kali link nya ga kak kalo dari yg lain? 🙂 Soalnya kalo dari situ, brarti kayanya yg kk tulis harusnya ada koreksi untuk hasilnya.

    2. Untuk yg MSG bikin bodoh sepertinya kurang tepat kalo dibahas seperti itu ka, karena kan neurological damage gak brarti bikin 'bodoh', efeknya lebih jauh lg si itu harusnya hehe. walopun berhubungan sih krn kerusakan otak jg kmungkinan besar bisa menyebabkan efek pada learning/memory.
    Tp setuju dgn mungkin asumsi itu brasal dari org yg bilang suka pusing/ lemot abis makan MSG banyak2. tp kenapa gak brgkt dari situ ka? msg beneran bisa bikin lemot gak kak?

    Oya sm kalo gak salah kebanyakan glutamate kan juga bahaya bukan ya? itu bisa dihubungkan dgn konsumsi msg yg banyak ini gak? Aku jg pernah dgr glutamate ini bisa menghambat neurotransmiter atau smacamnya di otak makanya bisa bikin lemot/ bego/ smacamnya, kira2 tau gak ka? (walaupun dia sebenarnya neurotransmitter yg eksitasi)

    3. Jadi kesimpulannya kan efek2 yg ditulis ini adalah karena glutamate nya sendiri. Tapi bisa gak sih kak dalam MSG itu kan mungkin bukan cm glutamate aja ya brarti atau mungkin ada bahan2 lain untuk membuat penyedap rasa ini (sebenernya gk tau sih hehe tp kan bisa aja kaya gt). Kalo glutamate ini misalnya emg gak berbahaya, tapi MSG ini (bukan glutamatenya aja) bahaaya gak sih ka? atau bisa dibilang emg keduanya bener2 sama aja?

    Thank you 🙂 smoga dijawab dan sorry panjang hehe

    • zulfikar

      Sori nih baru liat2 artikel gue lagi, ternyata ada komen bagus banget..
      1. Nah itu sebenernya gue dapetnya bukan dari jurnal tp dr dokumenternya bbc, tp gue lupa yang mana.. coba aja cari2 penelitiannya via google.. tp gimanapun intinya CRS muncul akibat glutamat, bukan spesial Monosodium glutamar.

      2.bodoh lemot dll susah dikuantifikasi, kenapa gue pake contoh neural damage, karna zat kimia bisa bikin bodoh permanen hanya dengan cara itu. Iya kan? Kalo ga rusak berarti harusnya tetep2 aja dong peformanya..

      Untuk lemot dll, secara umum lu mau makan apa juga pasti bikin lemot, karna untuk mencerna makanan butuh energi, seakan tubuh kita fokus nyerna makanan, kalo lo berusaha fokus bgt baru lo bisa mikir normal (ini mksdnya lg kenyang bgt). Jadi gue ttp pada statement si msg dosis normal gapunya dampak permanen bagi manusia

      3. Sama aja, lu makan msg baru sampe lidah juga kepisah Na sama glutamatnya (ini kalo lu ngunyah lama yak) kalo ga ya di usus di pecahnyo

  • hanah

    artikelnya bagus banget tapi gue tetap ngejauhin msg wkwk soalnya ada alergi sama msg yg kebanyakkan. kalau banyak pasti langit-langit gue iritasi dan jaringan di bawah telinga bakal perih gitu. gak msg aja sih ada beberapa makanan alami juga gitu. yah menurut gue sama kaya crs itu tergantung tubunya lagi. soalnya setiap orang punya kepekaan tubuh yg berbeda(?) kaya ada yg mudah alergi ada juga yg gak. tapi artikel ini buat mata gue kebuka lebar wkwk makasih kak:D

    • zulfikar

      Betul sekali cui, apapun juga batas aman suatu makanan atau minuman atau obat2an itu dilihat dari rataan hasil penelitian.. inget yak, rataan.. dan dalam penelitian sebenernya pencilan itu sering ada..

      Jadi kalo lo emang sensitif sama MSG, ya jangan makan..
      temen gue di kampus (sekarang di zenius jg) kalo kebanyakan msg jadi bengkak2 gajelas (efek yang sama muncul kl dia makan masakan yang kebanyakan bumbu)

      • hanah

        iya kak ngerti gue kok, kadang suatu saat bisa aja penelitian itu salah. tapi yah jarang sih karna penelitiankan berdasarkan mayoritas bukan minoritas. jika minoritas itu berlainan dari hasil penelitian yang mayoritas. bisa di bilang ada yg salah dalam tubuh minorita (belum pasti juga).

        rada serem teman lo kak, kalau gue pernah liat kasus ada yang sampe melepuh gitu kulitnya kalau kebanyakkan konsumsi bahan kimia untuk makanan.

        salahnya problema sekarang itu kak. pedangang makanan yang memakai msg kurang mengetahui takaran-takaran yang seharusnya dia gunakan untuk makanan. gue pernah menemukan seorang penjual ketupat lagi memasukkan setengah dari bungkus msg yang gue perkirakan 100gram beratnya. jadi setelah itu gue wanti nyokap gue beli ketupat disana karna notabene beliau yang suka sih. soalnya dulu gue pernah makan dan langit langit mulut gue iritasi

        sorry kak gue mau nanya, semoga di balas baru sempat kepikiran hehe.
        kan maksimal msg yg kita konsumsi 3gram, nah kalau misalnya nyokap gue buat soto, beliau pakai msg yg kaya kaldu blok gitu beratnya 4 gram untuk kuah soto. soto yang beliau buat untuk banyak porsi, yah satu panci gitu, dan itu bisa buat yah kali 20/30 mangkok. dan gue makan soto pada satu mangkok. nah menurut lo itu sama dengan gue makan 4gram msg, atau 4gram msg itu di bagi berapa mangkok yang bisa diisi dgn kuah soto itu? kan msg itu larut dalam air kak. gue masih bingung yg mana yg gue gunakan.

        • zulfikar

          ya di encerin atuh, kan ada pengenceran

  • Margareth Nangoy

    gw pernah makan mie kering (bukan mie instan!) yang katanya banyak micin trus malamnya gw gatel-gatel sampai ga bisa tidur, garuk garuk sepanjang malem besoknya ke dokter trus dokternya bilang gw ga tahan MSG berlebihan (gw alergi) dan setelah itu gw kapok makan cemilan itu (gw udah trauma makan cemilan mie itu)

  • Ibanez Evo

    coy MSG luar negeri mau di samain sm MSG buatan dalam negeri, bahan baku-nya bagaikan langit & bumi, org luar care & ketat masalah makanan, lo jangan samain sm dalam negeri, bahan baku pecin di indonesia itu dari tulang, bahan baku mereka ambil dari seluruh pasar yg ada di pulau jawa, gue pernah ke pasar dekat rumah gue ada truk bawa tulang pake jaring, gue tanya itu untuk apa, supir & kenek-nya bilang buat pecin, yg gue tau pasar dekat rumah gue juga jual babi, lu tau gak proses kasih lebel halal oleh MUI ?! hare gene masih di begoin sm pabrik petsin, inget dulu sempet di bilang haram bgtu 3 hari kemudian di bilang halal, saat itu mentri agama si said agil al munawar org yg punya otak somplak & pembela kaum syiah, org ky gini yg bikin rusak akhlak semua di bikin blunder

    • Robert Prabowo

      Salah info kali bro,tanya ke supir.. CMIIW Customer saya beberapa pabrik MSG dia bahan bakunya dari ampas tebu di fermentasi dengan bakteri, kemudian dimurnikan (refinery) dan di kristalisasi sehingga jadi bentuk seperti yang kita lihat itu.

  • Yustinus

    terima kasih artikelnya. sangat bermanfaat. saya dan ibu saya jug suka memakai penyedap rasa dan sejauh ini gak ada efek negatifnya baik pada keluarga maupun pada saya. ibu masih segar bugar di usia yg hampir 80 tahun. masih kerja ini itu, ke sawah ingatan juga tetap tajam. gak masalah. saya juga sama sekali gak ada masalah. jadi terima kasih untuk pencerahannya.

  • dimas aditia

    semuanya itu asal tau takaranya ya nggak ada yang buruk, misal gula , kekurangan gula juga nggak baik kelebihan juga nggak baik asal nggak berlebihan itu nggak apa2 . walaupun kenapa2 toh apa yang kita makan ( jaman sekarang ) semua beracun , beras ada yang di bayclin atau dikasih llilin, ayam / daging2 banyak yang diformalin dan sejenisnya, makan2 kecil jajanan anak sd itu banyak yang pewarna pakaian, sayuran ada peptisida kalo mau sehat tinggal di gunung terus nyawah sendiri.

  • Indah Nuur Hasanah

    Artikelnya bagus,tapi bagaimana dengan MSG dengan penyakit amandel ya? tapi kok suka kambuh ya kalo makan-makanan yang mengandung MSG? ada yang bisa jelasin gak?

  • fadhila zara

    tapi katanya ada yg bilang msg bikin orang susah konsentrasi? bener gak tuh kak?

  • Kikun

    ikr. Kalo tingkat toleransi gua sama MSG tinggi. Gua sering makan Mie instan 2 make bubuk cabe b*ncabe 2 gak pernah ada efek apa2. Baik secara akademis maupun fisik, khususnya bagian otak. Tapi gua gak toleran sama kimia yang berhubungan sama hidung, kayak asap fogging, obat nyamuk bakar, rokok, dkk. Wkwkwkwkwkw...

  • hhmmm,, nice info dehh,,,
    visit: Info Asam Lambung

  • Sapnugan Gan

    sangat terbantu atas adanya informasi seperti ini makasih banyak http://nesvoriginal.blogspot.co.id/

  • Abraham Noah

    jadi tenang setelah liat penjelasannya.
    kadang, waktu kita makan soto, bakso, mie ayam di pedagang kaki lima atau yang mangkal, tiap kali penyajiannya dikasih vetsin banyak.

    Warung Soto Sedap Malam Pak Amir Talang Tegal Yang Legendaris

    Yang suka baca Artikel tips kesehatan dan Kecantikan silahkan

  • naniz Nrlt

    trs gabs di download dong jurnalnya:(

  • Faizal Aziz

    Saya mahasiswa Kimia MIPA, yg awalnya milih karena mau jauhin biologi dan ternyata dapet juga dan dilanjut biokimia 2x hehe.

    Dari yg aye pelajari, emang glutamat itu berbahaya JIKA berlebihan. Dari proses pencernaan makanan, ada satu tahap yg akan melambat karena glutamat (glutamat berperan inhibitor, bagi yg belum tau maksudnya sebut saja penghambat).

    Dari artikel di atas, penulis bilang bisa dikeluarin lewat urin. Tidak salah, namun saya ingin menambahkan kalau prosesnya tidak langsung saat berlebih dibuang sejumlah lebihnya, bertahap, karena urin itu media air dan glutamat agak sulit larut dalam air (dibuktikan pada reaksi biokimia, glutamat diubah menjadi glutamin terlebih dahulu)

    jadi, kasarannya semakin berlebih glutamat di tubuh, efisiensi pencernaan akan rendah, jadi banyak gizi tak tercerna dan ikut keluar bareng feses.
    Intinya, jangan kebanyakan, hehe

    Source ilmu: kuliah plus buku biokimia Lehninger

  • Juli

    Wah artikelnya keren banget. Sangat lengkap dan masuk akal. Jadi tahu dan tidak perlu phobia MSG. Thanks ya

  • Angghrea R. Hermawan

    Bangga sama Kak Ijul, mencerahkan. Ditunggu artikel-artikel selanjutnya Kak

  • Rahadian Noor Madany

    Kak izin ngutip artikel nya ya hehe