Tips Mengerjakan Soal TPA Verbal SBMPTN

Tips Mengerjakan Soal TPA Verbal SBMPTN

“Jadi, apa kendala waktu kerjakan soal TPA Verbal pas try out kemarin?”

Kemudian para siswa pun menjawab:

“Kata-katanya susaaah, Kak. Banyak kata-kata yang enggak dikenaal!”

Begitulah tanggapan para siswa sewaktu gue tanya kesan mereka tentang soal-soal TPA Verbal. Bagi elo yang sudah mulai giat belajar buat persiapan SBMPTN, apakah elo merasakan kesulitan yang sama?

Sebenarnya, mengerjakan aneka soal TPA Verbal ini gamgamsus alias gampang-gampang susah. Nah, di Zenius Blog kali ini, saatnya giliran gue untuk bagikan tips saat mengerjakan soal TPA Verbal. Di tulisan ini, elo bisa mengenali lebih lanjut tipe-tipe soal TPA Verbal lengkap dengan tips mengerjakannya, distribusi istilah yang biasa dipakai dalam tes TPA Verbal, hingga strategi umum supaya punya persiapan matang menghadapi TPA Verbal di SBMPTN 2016 nanti.

Oiya, kenalan dulu ya. Nama gue Fajar Erikha. Biasa dipanggil Fajar. Selama beberapa bulan terakhir, gue aktif jadi pengajar TPA Verbal di bimbel Zenius-X. Gue merupakan lulusan dari Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Selain berkontribusi di Zenius, gue juga aktif menjadi periset di Pusat Riset Ilmu Kepolisian (PRIK) dan Fakultas Ilmu Budaya - Universitas Indonesia (FIB UI). Karena ketertarikan pada ilmu bahasa atau linguistik, gue mencoba mempelajarinya secara otodidak.

TPA-VERBAL

Sebelumnya, kalau elo mau membaca beberapa tips lain tentang tipe soal TPA, elo bisa baca itu di artikel blog Zenius tentang TPA yang di antaranya:

 

Tujuan Tes TPA Verbal

Ketika menemukan soal-soal TPA Verbal, mungkin ini pernah tebersit di pikiran elo semua:

"Kenapa sih gue harus dites kata-kata njelimet begini? Ditanya sinonim lah, antonim lah. Memangnya penting ya? Apa sih tujuan tes TPA Verbal itu?

Untuk konteks tes masuk perkuliahan, tes TPA Verbal merupakan standar seseorang agar dianggap mampu mengikuti dahsyatnya terpaan di saat menjalani kegiatan kuliah. Di dunia kuliah, elo diharapkan (oleh universitas atau sekolah tinggi) bisa menjalani padatnya tugas akademis dan kehidupan nonakademis yang enggak kalah peliknya dari dunia percintaan elo. Dari buku-buku teks yang tebalnya minta ampun, lalu saat mendengarkan dosen berceloteh di depan kelas pakai kata-kata ilmiah yang asing di telinga, belum lagi saat elo diminta memaparkan tugas (presentasi) di depan kelas. Semuanya menggunakan kemampuan verbal, bukan? Oleh karena itulah, kampus idaman elo tentu enggak akan menerima orang sembarangan untuk jadi kebanggaannya ketika lulus dan mengabdi ke masyarakat, apa pun bidangnya. Dengan kata lain, universitas ingin menyeleksi bibit-bibit unggul dengan kemampuan verbal mumpuni (oke) agar mampu mencerna kata-kata dan kalimat teknis serta struktur logika yang bakal banyak banget elo temukan saat jadi mahasiswa nanti.

 

Tipe Soal TPA Verbal SBMPTN

Sampai di bagian ini, gue harap elo sudah mulai mengerti sedikit pentingnya TPA Verbal itu. Jadi, persiapannya akan lebih serius lagi. Nah, kalau sudah terbayang apa kegunaannya, sekarang kita kupas (hingga mendekati) tuntas perihal TPA Verbal. Untuk menguji kemampuan seseorang mengolah bahasa, tes TPA verbal umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu Analogi, Sinonim, Antonim.

1. Analogi

Seperti yang elo ketahui sebelumnya, analogi adalah persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan. Dari dua atau lebih kata yang diberikan pada soal, kita diminta untuk mencari pasangan (bisa lebih) kata yang setara dari yg soal berikan. Sepintas ini terkesan mudah. Namun, pilihan jawaban yang diberikan biasanya “sukses” membuat kita rancu. Nah, hal yang penting adalah kita mesti mencari tahu dulu apa hubungan dua atau lebih kata yang diberikan pada soal. Biar enggak bingung, berikut contohnya

beras

Langkah 1:

Sebelumnya, kita cari kata kunci hubungan yg mengaitkan beras dan padi. Hayo, pikirkan! Kalau elo menjawab: berasal, berarti jawaban elo hampir benar. Kenapa hampir benar? Karena kalau elo menjawab "berasal dari", itu baru paripurna (sempurna). Intinya, sebuah kata kunci yang baik itu bila digabungkan dengan analogi soal, bisa jadi kalimat utuh yang baik.

Beras + berasal dari + padi = beras berasal dari padi --> kalimat utuh

Langkah 2:

Cocokkan dengan lima pilihan jawaban: jika beras berasal dari padi, maka yang berasal dari biji itu….. buah!

Lalu ada pertanyaan kritis: “Kan, ada juga buah yang enggak berasal dari biji, kak?” Ya, ya, ya, memang benar. Namun demikian, kita tentu menyesuaikan dengan pilihan jawaban yang paling mendekati apa yang dibutuhkan soal, bukan?

Berikut ini contoh lain:

dompet

Ayo, coba elo cari dulu jawabannya sendiri. Gue rasa masih banyak yang benar jawab pertanyaan ini.

KLIK-DI-SINI-UNTUK-MELIHAT-JAWABANNYA

Apa kata kunci yang bisa dibuat dari dompet dan uang? Uang diambil dari dompet. Hmm, bisa. Uang disimpan di dompet. Bisa juga. Dompet merupakan tempat menyimpan uang. Ini baru pas. Langkah berikutnya mencocokkan dengan pilihan jawaban. Kita sepakat untuk menganulir pilihan a, c dan d. Mungkin elo ragu antara b dan e. Pilihan terakhir bisa juga menggunakan kata kunci merupakan tempat menyimpan, namun untuk binatang lebih pas menggunakan frasa tempat memelihara. Sedangkan jawaban b, lebih rinci dengan menyebutkan tas sekolah, bukan tas saja.

Maka jawaban yang paling mendekati adalah b. tas sekolah : buku

Walaupun kita bisa mendapatkan jawaban tanpa mencari kata hubung, sebaiknya elo memeriksa kembali dan membandingkan dengan pilihan jawaban yang lain. Kalau masih ragu, mending enggak usah dijawab karena nilainya akan menjadi minus jika ternyata salah.

2. Sinonim

Sinonim berarti kata yang bermakna atau berarti sama. Soal tipe ini membutuhkan kecermatan agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat.Seringkali si pembuat soal cukup cerdik dalam memodifikasi pilihan jawaban sehingga peserta tes bisa saja terkecoh. Misal ada soal seperti ini:

niscaya

Susunan huruf dan bunyi kata ini hampir dekat dengan kata cahaya dan percaya. Bahkan ada yang masih menyamakan arti niscaya sama dengan percaya. Bagi elo yang belum tahu apa arti niscaya tentu akan ragu. Kata yang berasal dari bahasa Sanskerta ini (nĩscaya) berarti: tentu; pasti; tidak boleh tidak atau puguh (Jakarta); tak urung; perlu. Jadi jawaban soal ini adalah d. pasti

kandidat

Oke, coba jawab sendiri dulu. Banyak yang terjebak dengan soal ini karena terlihat gampang.

KLIK-DI-SINI-UNTUK-MELIHAT-JAWABANNYA

Kandidat memiliki sinonim seperti (1) aspiran; bakal; calon; kader; kadet; magang, nomine (2) kontestan; pengikut (ujian); peserta. Artinya, sinonim kata yang berasal dari bahasa Belanda (kandidaat) ini yaitu c. nomine. 

Meski begitu, masih ada saja yang menjawab b. nominasi. Ini dapat dimaklumi (bukan dibenarkan, ya :D) karena masih banyak yang salah kaprah dan dipopulerkan oleh media massa. Banyak banget tersua (ditemukan) di acara-acara penghargaan dalam negeri, "Nominasinya adalaah.." Sebenarnya nominasi itu artinya pencalonan; seleksi; pemilihan. Padahal di acara pengharagaan luar negeri, seperti Oscar atau Grammy,mereka biasa menyebutkannya dengan: "And the nominees are..". Entah kenapa pada acara penghargaan di Indonesia malah disebut nominasi. 

3. Antonim

Antomin berarti lawan makna atau arti kata. Soal tipe ini lebih menjebak lagi daripada sinonim. Biasanya, sebagian pilihan jawaban merupakan sinonim kata si soal. Kalau enggak membaca instruksi soal dengan hati-hati dan fokus, niscaya elo kena jebakan Batman si empunya soal. Berikut ini contohnya

nisbi

Jadi apa jawabannya? Ya, jawaban betulnya d. mutlak. Kata yang berasal dari tanah Arab ini (nisbī) lumayan sering jadi bahan soal. Kalau sedang enggak konsentrasi, elo bisa saja malah memilih jawaban a. relatif karena sinonim nisbi adalah relatif.

apatis

KLIK-DI-SINI-UNTUK-MELIHAT-JAWABANNYA

Jika elo masih menjawab pada pilihan c. acuh tak acuh, dugaannya elo masih belum bisa membedakan apa arti acuh dan tak acuh. Istilah apatis datang dari Negara Bunga Tulip berarti acuh tak acuhcuek (informal); beku atau dingin (kiasan); tebal telinga; masa bodoh. Artinya, antonimnya adalah acuh. Acuh itu artinya memedulikan; hirau; hisab; tahu. Singkatnya, jawabanya adalah d. acuh. 

 

Ramuan Multibahasa di TPA Verbal SBMPTN

Bagi elo yang sering mengerjakan soal TPA Verbal, pasti menemukan banyak istilah asing di kuping elo. Padahal sebenarnya, sebagian besar istilah itu sering beredar di media massa dan elektronik. Entah itu koran nasional harian, tabloid yang bukan gosip ya, majalah dan atau situs di internet. Sisanya memang eksis di bidang yang lebih kecil lagi (bisa lingkup suatu ilmu saja atau cuma beredar di kamus besar). Kalo masih suka merasa asing dengan istilah-istilah di TPA Verbal, berarti elo saja yang belum doyan atau minimal, membiasakan diri untuk mengakses hal tersebut secara rutin.

Nah, untuk mempermudah elo mengatur fokus mempelajari istilah-istilah asing di tes TPA Verbal, gue akan membeberkan hasil pengamatan tentang sumber bahasa yang digunakan. Umumnya, aneka soal (tipe sinonim dan antonim) di TPA Verbal punya “jatah” masing-masing bahasa, seperti terlihat di grafik distribusi berikut:

jatah soal TPA Verbal

Kata-kata dari bahasa Indo-Eropa punya porsi sangat besar dalam tes TPA Verbal. Kita enggak bisa memungkiri bahasa ini telah menguasai dunia dan Indonesia khususnya. Dalam konteks Indonesia, bahasa Inggris sejak Orde Baru (1968) perlahan mulai menggantikan posisi bahasa Belanda yang sebelumnya dominan sebagai bahasa sumber ilmu pengetahuan. Namun, bahasa Belanda tetap masih banyak tersisa dan telah menjadi bahasa serapan di Indonesia (misal: aktivitas, bakteri, coklat, demokrasi, lokomotif, dll). Saat ini, penyerapan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia juga semakin banyak, beberapa di antaranya analisis, bras, dekorator, faktual, galon, dll. Sebagian kata-kata tersebut juga berasal dari bahasa Yunani: demokrasi dan kata lain: mitos, filosofi, Orion, dll. Sedangkan bahasa Latin yang terserap adalah adendum, fakultas, genitalia, humanitas, kurikulum, dll.

Kemudian bahasa Jawa. Bahasa dengan penutur sebanyak 75,2 juta jiwa ini seringkali jadi momok dalam TPA Verbal. Misal: astana, angot, galat, getas, tasik dll. Cukup masuk akal kalau bahasa ini kategori kedua terbanyak setelah bahasa Indo-Eropa dan boso Jowo merupakan bahasa daerah penyumbang paling banyak dalam bahasa Indonesia (1.109 lema).

Sisanya bahasa bahasa Minangkabau donor kedua sebanyak 929 lema (misal: cakap, gadang, mangkus,pindai, ranah, dll.) dan basa Sunda penyumbang 223 lema karena penuturnya terbanyak kedua setelah bahasa Jawa: 27 juta. (misal: gobang, cadel, comro, dll), bahasa Sanskerta (antariksa, atma, griya/grha, perwira, renjana, sengsara, dll), bahasa Arab (alkitab, barbar, daulat, firasat, gairah, dll).

Selain itu, soal tes yang baik terdiri dari persebaran soal yang mudah, sedang, dan sukar yang seimbang. Contoh, Kemendikbud biasanya membuat persebaran soal sukar 20%, soal mudah 10%, dan sisanya soal sedang untuk soal Ujian Nasional 2013 lalu. Kamu enggak perlu khawatir soalnya sulit semua, minimal 70-80% bisa terjawab.

 

Strategi Persiapan Belajar TPA Verbal buat SBMPTN

Jadi, seberapa siap elo untuk mengerjakan TPA verbal di ujian uji coba atau SBMPTN? Bagi yang masih ragu-ragu untuk jawab siap, mungkin saja persiapannya masih kurang. Jadi sarannya, practice makes perfect atau kalau kata pepatah: apal kaji karena diulangLatihan, latihan dan latihan. Terkadang enggak sedikit soal-soal yang pernah kita kerjakan itu muncul lagi ke dalam soal. Paling enggak, soalnya dimodifikasi sedikit. Yang penting, kita sudah tahu gambaran kasarnya, toh?

Untuk memperbaiki perbendaharaan kata agar siap menghadapi SBMPTN TPA Verbal nanti, ada saran untuk membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia.

"Hello?? Ada  90.000 (tepatnya 90.049) lema untuk KBBI edisi keempat (2008). Gue disuruh mantengin KBBI tiap hari?? Tidaak!"

Itu agak mustahil, ya? Hehehe. Jalan tengahnya, coba untuk membaca 1 artikel-satu hari (minimal) dari media massa nasional. Artikel dari mana sajakah? Gue rekomendasikan tiga nama: Tempo, Kompas dan Media Indonesia. Selain sering menyebutkan istilah-istilah yang bikin dahi elo mengernyit, tiga media ini mewakili (representasi) media berbahasa Indonesia yang benar dan baik. Masing-masingnya memiliki awak redaktur bahasa (Tempo 14 orang, bahkan Kompas 20 orang penyelaras bahasa) yang tugasnya membuat berita berbahasa sesuai kaidah, logis, kaya akan istilah Nusantara dan asing, dan yang tak kalah penting, enak (untuk) dibaca.

Keuangan pas-pasan untuk beli koran atau majalah? Anak indekos? Tenang, elo bisa jadi pengikut (follower) di akun twitter mereka. Setelah baca satu artikel, kemudian dapat 1-2 istilah asing, segerakan buka kamus (bisa kamus asli, atau di internet serta aplikasi KBBI untuk Android dan Apple). Jadi, jangan terbiasa buka kamus Oxford atau Cambridge pas kesulitan kata bahasa asing saja, ya.Hehehe.

Dua buku rujukan untuk panduan: KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi keempat dan Tesaurus Bahasa Indonesia, terserah, entah edisi asli: Eko Endarmoko keluaran Gramedia Pustaka atau keluaran Pusat Bahasa (promosi enggak dapat royalti :D). Percaya, deh, dua buku ini akan terpakai banget selama kita masih memakai bahasa Indonesia untuk bahasa resmi (kuliah dan kerja) dan enggak resmi.

****

Baiklah, gue berharap paparan gue di atas tentang tipe soal, statistik soal, dan strategi umum buat menghadapi tes TPA Verbal di SBMPTN 2015 membantu persiapan belajar elo agar jadi siap. Buat elo yang belum pernah sama sekali latihan soal TPA Verbal, ini gue kasih beberapa contoh set soalnya. Semoga lulus, yah!

 

Rujukan

Arikunto, S.(1999). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Badudu, J.S. (2009). Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Endarmoko, E. (2009). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Jones, R (Ed). (2008). Loan-Words in Indonesian and Malay. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Lauder, M. (2007).Sekilas Mengenai Pemetaan Bahasa. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.
Pusat Bahasa. (2008). Kamus Besa Bahasa Indonesia.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sneddon, J. (2003). The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society. Sidnye: University of New South Wales.
(----).Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa.Indonesiahttp://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1285. (Februari 2015
(2013). UN 2013, Bobot Soal Sulit Ditambah 10 Persen. http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1112. (Februari, 2015).
(2013). Greek Language.http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_language. (Februari, 2015).
(2014). Asal Kata.http://asalkata.com/. (Februari, 2015).
(2015). The Latin Language.http://www.latinlanguage.org/latin/facts.asp. (Februari, 2015).
(2015). The Latin Language.http://www.latinlanguage.org/latin/facts.asp. (Februari, 2015)

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Kak Fajar tentang persiapan SBMPTN TPA Verbal, langsung aja tinggalin komentar di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Fajar Erikha adalah pengisi konten TPA-Verbal di zenius.net. Fajar mengambil gelar sarjana di Fakultas Psikologi UI dan melanjutkan studi pascasarjananya di Departemen Linguistik FIB UI. Selain itu, Fajar juga aktif sebagai periset di PRIK UI dan Komunitas Toponimi Indonesia.
 
Follow Twitter Fajar at @fajarerikha

  • Zaef Gehittoe

    wah baru tau kalo nomine sama nominasi itu maknanya beda hahaha :D. TPA verbal itu menurut gue susah karena ga diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari, sekalinya digunakan, maknanya salah kaya contoh diatas. Elo sendiri mempraktekan ke kehidupan sehari-hari ga sih Pan? apa cuma sebatas ngajarin doang. Nice artikel btw 🙂

    • Fajar Erikha

      @zaef: Hehehe, Trims yah. Yap, betul. Sebagian porsi kata memang sangat jarang dipakai. Tp mumpung msh ada wkt 3,5 bln ini buat latihan, jadi mending skrg latihan dan terus latihan yah, hehehe Mksdnya bagian mana yg gw praktikkan? Kalau mksd elo itu itu selalu buka kamus (cetak & aplikasi) kalau dpt kata susah, ya pasti itu.

  • adrian

    menurut kakak cara yang efektif buat ngehafal atau akuisisi makna dr suatu kata itu gmn? dengan abstraksi dari definisinya, kelas dr kata tersebut (kalo ada imbuhannya) atau ada cara lain? ohiya apakah mengaitkan definisi kata dgn hal lain (kontekstual) itu harom hukumnya? satu lagi, menurut lo cara yg bener buat ekstrapolasi makna dr suatu kata itu gmn? kan di kehidupan nyata nanti kita ga setiap saat megang kbbi, kalo mslnya tiba tiba diwawancara, trs ngmgnya konspirasi hati, kan malu2in hehe maaf kalo pertanyaannya kebanyakan, thanks.

    • Fajar Erikha

      @adrian: wah, elo kebanyakan ntn infotainment ya. Kurang2inlah, enggak baik buat kesehatan mental Heuheuheu.

      • adrian

        Tenang, gue nontonnya ga sambil di hayatin kok heheheheu

      • Ningrum Danastri

        Kak kalau persiapan buat belajar tpa 6bulan cukup gak ya? Itu semuanya gt sama b.indo,b.inggris,mtk??

    • Bahrumsyah Bila Sahil

      ini termasuk soal bukan? banyak kosakata yang baru gue tau hahaha

      • Fajar Erikha

        Bisa juga (termasuk soal) hehehe.

  • Fajar Erikha

    @zaef: Yap, betul. Sebagian porsi kata memang sangat jarang dipakai. Tp mumpung msh ada wkt 3,5 bln ini buat latihan, jadi mending skrg latihan dan terus latihan yah, hehehe Mksdnya bagian mana yg gw praktikkan? Kalau mksd elo itu itu selalu buka kamus (cetak & aplikasi) kalau dpt kata susah, ya pasti itu.

    @adrian: wah, elo kebanyakan ntn infotainment ya. Kurang2inlah, enggak baik buat kesehatan mental Heuheuheu.

  • Bahrumsyah Bila Sahil

    gue jarang sih liat berita dari 3 media itu, tapi apapun website dan artikel yang gue baca trus nemu kosakata baru langsung dibuka dah tab kbbi.web.id

    btw kata addendum gak double d dan indekost gak pake t, pas baca artikel ini gue langsung sediain tab kbbi XD

    • Fajar Erikha

      Elo biasanya buka portal media apa?
      Gw rekomendasikan 3 media itu krn selain kosakatan, tata bahasanya juga bisa dibilang baik.
      Nah, mantap tuh, sdh terbiasa lihat KBBI daring (online) hehehe

      Omong2, trims yah sdh koreksi utk kata adendum dan indekos. Sebenarnya penggunaan indekost juga dimaklumkan krn bentuk varian dari indekos. Tp elo betul krn bentuk bakunya adalah indekos. Gue sdh ralat di tulisannya 😀

      • Bahrumsyah Bila Sahil

        jarang buka portal berita gitu-gitu sih, gue nemu kosakata baru biasanya dari blogwalking atau artikel menarik yang nongol di timeline twitter atau facebook hehehe.
        nanti deh gue usahain dari sekarang main ke portal berita yang lu saranin supaya nambah kosakata lagi.

        ngomong2 indekos gue baru nyari tau asal mulanya, gataunya dari bahasa belanda, kosakatanya unik sih

        • Fajar Erikha

          Nah, begitu dong. hehehe
          Ya, caranya terserah lo saja. Sing penting tujuan sama, memperkaya kosakata.

  • Muhammad Titan Permana

    Wah bener2 jebakan Batman, nice artikel kak Fajar

    • Fajar Erikha

      Trims, Titan :p

  • nabil

    waduh ternyata selama ini aku salah kaparah

    • Fajar Erikha

      Santai, masih ada wkt utk meluruskan. hehehe

  • Mufiz

    Mantap Om

    • Fajar Erikha

      Trims, Fiz.

  • mahfud

    materi yg dipersiapkan untuk jurusan akuransi apa aja ya kak?

  • mahfud

    maaf untuk jurusan akutansi apa aja yg harus dipersiapkan?

  • zacky

    Y gan kalau mau pesen buku sbmptnya gimana ya???

  • Nninu Nurmalita

    Kalo mau beli cd zenius.net mulmedia learning dimana ya? Tapi yang untuk SBMPTN sama UN. Makasih sebelum nya ☺

  • Riefky

    Yosh

  • Maya Islah Umay

    Kalo menrut gw sih di antara soal-soal sinonim, hubungan kata, sama Antonim yang paling susah tuh antonim. Karena untuk ngerjainnya harus tau sinonimnya dulu. Jadi mesti mikir dua Kali??
    Thanks banget kakkan Fajar Erikha, artikelnya bermanfaat banget?

  • aminah

    saya baru aja mau belajar TPA verbal, dan baru mau lulus, jadi saya masih bingung