Tips Persiapan Menghadapi UN SMA Kimia

Halo Guys, terutama buat anak kelas 12, udah pada tahu blom gimana kabarnya UN atau UNAS tahun ini? Kabarnya sih UN atau UNAS tetep ada, tapi namanya agak berubah jadi Evaluasi Nasional atau disingkat ENAS. Ternyata selain berubah namanya, fungsi dari ujian ini juga berubah, yang tadinya adalah sebagai penentu kelulusan sekarang hanya sebagai bahan evaluasi aja. Jadi kelulusan siswa ditentukan oleh pihak sekolah bukan mutlak hanya dari nilai UN aja. Terus, hasil dari ujian ini katanya sih yang dievaluasi bukan hanya siswa aja, tapi juga guru, sekolah, dan juga penyelenggara ujian itu sendiri. (tutor-tutor di bimbel atau di zenius kena evaluasi juga nggak, ya?).

Nah, dengan adanya kabar ini, sebenernya beban kalian jadi gak terlalu berat ketika harus memilih manakah yang perlu diprioritaskan, belajar untuk UN dulu atau langsung fokus ke SBMPTN. Saran saya sebaiknya ketika kalian mempersiapkan menghadapi UN kimia kalian juga sekaligus mempersiapkan belajar untuk SBMPTN atau Ujian Mandiri. Loh, emang bisa ?

UN-SMA-Kimia-2015

Tentu aja bisa, asal kalian ketika belajar untuk UN, kalian juga mengikuti 4 point ini:

  1. Jangan hanya menghafal rumus, tapi yang penting adalah penguasaan konsep yang mantap dan daya analisa.
  1. Bisa mengkoneksikan antara bab yang satu dengan bab lainnya. Ini penting, karena banyak siswa yang berpikiran antarbab itu gak ada hubungannya, padahal selalu ada keterkaitan antar bab yang satu dengan yang lainnya. Contohnya pada perhitungan elektrolisis itu konsep dasarnya adalah stoikiometri. Trus materi larutan buffer, hidrolisis, dan kelarutan itu semua konsep dasarnya adalah kesetimbangan kimia.
  1. Melatih kreativitas dalam menyelesaikan soal. Untuk hal ini ada latihannya, coba deh ketika kalian ngerjain soal trus dah dapet jawabannya, trus coba kalian gali lagi kira kira ada cara lain nggak untuk memecahkan soal tersebut. Kadang- kadang ada soal yang bisa dicari jawaban dengan sudut pandang yang berbeda beda tapi nanti hasilnya akan sama.
  1. Memiliki penguasaan fundamental skills dan basic knowledge yang bagus, terutama dasar-dasar matematika. Nah jika kita memiliki fundamental skills dan basic knowledge yang mantap tentu kita akan lebih mudah memahami materi yang akan kita pelajari nantinya. Contohnya nih kalo saya tanya tentang bagaimana suatu molekul bisa bersifat polar atau non-polar, pasti banyak yang menjawab molekul polar atau non-polar dilihat dari ada tidaknya pasangan elektron bebas dan biasanya itu dihapal doang. Padahal, kepolaran suatu molekul itu bisa mudah kita pahami jika dijelaskan dengan konsep vektor.

Oke, itulah keempat point yang saya kira perlu kalian perhatikan. Yakin deh, kalo kalian nguasain konsep dengan bener, pasti bisa deh ngerjain soal soal UN. Terus, gimana dong kalo ada yang tetep kekeuh untuk fokus ke UN aja dulu? Boleh saja, kan tiap orang beda beda pemikirannya. Nah, buat kalian yang emang dari awal mau lebih memprioritaskan buat belajar SBMPTN, sebelumnya saya juga sudah pernah menulis panduan belajar belajar untuk SBMPTN Kimia di link berikut ini:

>> Belajar Strategis Menghadapi SBMPTN Kimia <<

Oke deh sekarang untuk artikel ini saya akan coba bahas mengenai panduan persiapan belajar untuk menghadapi UN Kimia SMA yah. Beberapa tahun ini, kalau dilihat dari komposisinya materi kelas 12 persentasenya hampir sama dengan kelas 11 yaitu masing masing 40%, sedangkan untuk kelas 10 hanya sekitar 20 % saja. Perlu kamu ketahui juga bahwa setiap tahun pemerintah melalui BNSP selalu ngeluarin kisi-kisi materi UN yang akan diujikan, dan selama ini kisi-kisi ini gak berubah dari tahun ke tahun. Dalam kisi-kisi tesebut istilahnya merupakan standard minimum evaluasi pemahaman kalian untuk bisa dinyatakan sebagai siswa lulusan SMA.

Berikut ini akan kita ulas masing-masing indikator yang terdapat dalam kisi-kisi materi kimia. Langsung aja yaaaa…

1. Menentukan notasi unsur

Okay, materi kisi-kisi yang pertama adalah menentukan notasi unsur dan kaitannya dengan struktur atom, konfigurasi elektron, jenis ikatan, rumus molekul, bentuk molekul dan sifat senyawa. Nah, apa aja nih yang mesti disiapkan dan apa aja yang mungkin ditanya, bisa liat di bawah ini:

I. Konfigurasi elektron suatu atom dan ion, baik yang spdf (mekanika kuantum) atau KLMN (Bohr), dan jangan lupa cara menyingkat konfigurasi elektron dengan menggunakan gas mulia.

II. Menentukan letak suatu unsur dalam sistem periodik

III. Membuat struktur Lewis dari suatu molekul

IV. Menentukan jenis ikatan yang terjadi antara 2 unsur (ionik dan kovalen) dan rumus kimia yang terjadi.

V. Menentukan bentuk molekul dan sifat molekul tesebut (polar dan non polar)

 

2. Mendeskripsikan jenis ikatan atau gaya antar molekul dan sifat-sifat.

Untuk mendiskripsikan jenis ikatan atau gaya antarmolekul, biasanya kamu bisa identifikasikan dari data titik didih, daya hantar listrik, kelarutan dalam air untuk kemudian diminta menentukan jenis ikatan kimianya, contoh soalnya bisa dilihat berikut ini:

Selain itu, kamu juga harus bisa menentukan gaya antarmolekul yang terjadi dan mengurutkan titik didih beberapa senyawa berdasarkan gaya antarmolekul yang terjadi.

 

3. Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan dengan hukum dasar kimia.

I. Pemahaman tentang hukum dasar kimia, yaitu:

Berikut adalah beberapa contoh soal terkait materi di atas:

II. Pemahaman mengenai konsep mol dan penggunaannya dalam persamaan reaksi

Dalam memahami konsep ini, kamu bisa mencoba membuka beberapa materi video zenius tentang Konsep Mol & Penggunaan konsep mol dalam persamaan reaksi. Sedangkan, contoh soal dalam UN yang bisa kamu coba adalah berikut ini:

 

4. Menjelaskan persamaan suatu reaksi kimia

Naah…pada indikator ini kamu perlu menguasai cara membuat persamaan reaksi jika diketahui nama-nama dari reaktan dan produknya. Contohnya Soal UN Kimia SMA 2008 no 6,  Soal UN Kimia SMA 2009 no 7, dan Soal UN Kimia SMA 2014 no 7. Kalo kalian belum paham tentang penamaan senyawa-senyawa anorganik bisa buka materi ini di zenius.net >> Penamaan Senyawa Anorganik

5. Mendeskripsikan daya hantar listrik

Soal untuk indikator ini biasanya diminta untuk mengidentifikasikan suatu larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit. Contoh soal dalam UN Soal UN 2013 no 10  dan Soal UN 2014 no 8

6. Mendeskripsikan konsep pH larutan.

Yang mesti menjadi fokus kalian pada inikator ini adalah:

Jika kalian pingin lebih paham gimana caranya menentukan pH dari larutan asam kuat/lemah, larutan basa kuat/lemah, campuran asam kuat-basa kuat, langsung aja buka teori larutan asam-basa di zenius.net.

 

7. Menjelaskan tritrasi asam-basa.

Titrasi adalah cara penentuan kadar suatu zat atau konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan larutan standart (larutan yang sudah diketahui konsentrasinya). Teori selengkapnya untuk materi Titrasi Asam-Basa ini udah lengkap ada di zenius.net. Sementara untuk soal pada materi ini ini, minimal kamu harus menguasai konsep:

 

8. Mendeskripsikan sifat larutan buffer/penyangga.

Untuk materi ini, di zenius.net udah tersedia lengkap semua video pembahasan materi larutan buffer yang perlu kalian pelajari. Dalam materi ini, yang perlu kalian perhatikan adalah kedua hal ini

I. Mengidentifikasi suatu larutan buffer, contoh soal

II. Menentukan pH suatu larutan buffer, contoh soal

 

9. Mendeskripsikan hidrolisis garam dan Ksp

Untuk lebih memahami tentang hidrolisis garam, kalian bisa buka Bab Hidrolisis. Sedangkan teori mengenai kelarutan dan Ksp juga bisa kalian liat di zenius.net. Berikut adalah beberapa contoh soal yang berhubungan dengan hidrolisis garam dan ksp:

I. Identifikasi suatu garam yang mengalami hidrolisis, contoh soal:

II. pH suatu larutan yang mengalami hidrolisis, contoh soal:

Berikut ini adalah contoh soal yang berhubungan dengan materi Ksp:

  1. Kelarutan garam dalam air dan urutan kelarutan beberapa garam. Contoh Soal UN Kimia SMA 2012 no 9
  2. Kelarutan garam dalam larutan yang sudah ada ion sejenis. Contoh Soal UN Kimia SMA 2008 No 12
  3. Reaksi pengendapan. Contoh

Nah pada soal UN 2014, soal yang muncul itu menggabungkan antara konsep Ksp dengan konsep hidrolisis. Coba kalian lihat di sini >> Soal UN Kimia SMA 2014 no 13

 

10. Mendeskripsikan sistem dan sifat koloid serta penerapannya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kalian perhatikan untuk materi point ini:

 

11. Mendeskripsikan sifat-sifat koligatif larutan.

Apa aja yang harus dipersiapkan pada indikator ini?

  1. Kemampuan membaca grafik/diagram fase. Contoh soal UN Kimia SMA 2009 No 17
  2. Membandingkan titik didih, titik beku, tekanan uap, atau tekanan osmotik beberapa larutan. Contoh Soal UN Kimia SMA 2013 No 16 dan Soal UN Kimia SMA 2008 No 13
  3. Aplikasi dari sifat-sifat kologatif. Contoh Soal UN Kimia SMA 2012 No 8 , Soal UN Kimia SMA 2013 No 17, da Soal UN Kimia SMA 2014 no 14

 

12. Mendeskripsikan senyawa karbon

Mendifinisikan senyawa karbon, termasuk identifikasi, reaksi dan kegunaannya. Biasanya indikator ini yang paling banyak jumlah soalnya. Makanya cukup banyak materi yang mesti dipersiapkan dalam  indikator ini, diantaranya adalah:

  1. Tata nama senyawa turunan alkana. Contoh Soal UN Kimia 2012 No 26. Untuk lebih memahami tata nama, bisa buka Senyawa Turunan alkana.
  2. Isomer struktur. Contoh Soal UN Kimia 2009 No 19, Soal UN Kimia 2012 no 25 dan Soal UN Kimia 2014 no 20. Kalo masih blom paham tentang isomer struktur, bisa buka Bab Isomer
  3. Identifikasi senyawa-senyawa turunan alkana. Contoh Soal UN Kimia 2013 No 22 dan Soal UN Kimia 2014 no 24. Kalo lupa tentang identifikasi senyawa turunan alkana bisa buka di sini.
  4. Reaksi-reaksi senyawa karbon (adisi, eliminasi, substitusi). Contoh soal UN Kimia 2013 No 20 dan Soal UN Kimia 2014 no 21. Mengenai reaksi-reaksi senyawa karbon bisa buka Bab Reaksi Kimia Organik
  5. Kegunaan dari beberapa senyawa karbon. Contoh Soal UN Kimia 2013 No 21 , Soal UN Kimia 2011 No 17, dan Soal UN Kimia 2014 no 23 . Naaah….untuk kegunaan senyawa-senyawa karbon bisa dilihat di buku-buku kimia pegangan kalian ya…(video yang berhubungan sama itu blom ada. Maaf yaaa ˆ.ˆA )
  6. Beberapa tahun yang lalu pernah ditanyakan mengenai kualitas dari beberapa jenis bahan bakar. Contoh Soal UN Kimia 2008 No 16, dan Soal UN Kimia 2009 No 20.
  7. Membandingkan titik didih senyawa hidrokarbon berdasarkan perbedaan rantai karbonnya. Contoh Soal UN Kimia 2014 no 19
  8. Perbedaan sifat antara senyawa organik /karbon dengan senyawa anorganik. Contoh Soal UN Kimia 2014 no 17

 

13. Mendeskripsikan struktur senyawa benzena dan turunannya serta kegunaannya.

Nah…untuk lebih paham tentang indikator ini, sebaiknya kalian buka dulu video materi tentang Konsep Benzena dan Turunannya. Dalam indikator ini, kalian setidaknya harus memahami:

I. Nama-nama senyawa turunan benzena, sifat masing-masing turunan benzene dgn kegunaannya. Contoh soal:

II. Reaksi-reaksi substitusi pertama benzena. Contoh soal:

 

14. Mendeskripsikan makromolekul (karbohidrat, protein, polimer dan kegunaannya).

I. Mengenai biomolekul

  1. Identifikasi protein. Contoh Soal UN 2011 No 24 .
  2. kegunaan dan sifat karbohidrat, protein, lemak/lipid. Contoh: Soal UN 2008 No 24 dan 25 , Soal UN 2013 No 25, dan Soal UN 2014 no 25
  3. Indentifikasi karbohidrat (monosakarida, disakarida, polisakarida) dan gula pereduksi. Contoh:

II. Mengenai senyawa polimer

Materi tentang senyawa polimer bisa kalian buka Konsep Senyawa Polimer. Dalam indikator ini, kamu diharapkan untuk memahami konsep berikut

  1. Identifikasi senyawa polimer berdasarkan reaksi pembentukannya (adisi dan kondensasi)
  2. Menentukan monomer dari suatu senyawa polimer
  3. Kegunaan dari senyawa polimer. Contoh soal:

 

15. Mendeskripsikan reaksi eksoterm dan endoterm.

Pada indikator ini, biasanya kita diminta untuk mengidentifikasi suatu reaksi termasuk eksoterm atau endoterm jika diberikan:

I. Beberapa gambar dari berbagai proses yang mengalami perubahan suhu. Contoh soal:

II. Diagram tingkat energi dari suatu reaksi. Contoh soal:

 

16. Menentukan kalor reaksi

Naah…pada indikator ini mau ga mau hal yang harus kamu pahami adalah:

Definisi dari ∆Hf, ∆Hd, ∆Hc.Contoh: Soal UN 2012 No 28.

  1. Penentuan kalor reaksi (∆H) dari hasil percobaan yang menggunakan k Contoh: Soal UN 2009 No 28 ; Soal UN 2008 No 27
  2. Penentuan harga kalor reaksi (∆H) berdasarkan hukum Hess. Contoh: Soal UN 2011 No 39Soal UN 2013 No 27Soal UN 2014 no 28
  3. Penentuan harga kalor reaksi (∆H) dari data ∆H zat-zat reaktan dan produk. Contoh: Soal UN 2009 No 26.
  4. Penentuan harga kalor reaksi (∆H) dari data energi ikatan. Contoh Soal UN 2011 No 36 dan Soal UN 2008 No 28.

Untuk lebih jelas tentang materi dari indikator 15 dan 16 kalian bisa lihat Konsep Termokimia, Latihan soal Termokimia 1, Latihan Soal Termokimia 2, dan Latihan Soal Termokimia 3.

 

17. Menentukan laju reaksi.

I. Penentuan persamaan laju reaksi dari suatu reaksi jika diberikan data-data variasi konsentrasi-konsentrasi reaktan dan laju reaksinya. Contoh soal:

II. Penentuan laju penguraian atau pembentukan suat zat . Contoh soal:

III. Grafik konsentrasi reaktan/produk terhadap waktu. Contoh soal:

 

18. Mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinetika suatu reaksi dan kesetimbangannya.

I. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Contoh soal:

II. Faktor-faktor pergeseran kesetimbangan. Contoh soal

 

19. Menjelaskan Kc/Kp

I. Menentukan persamaan Kc atau Kp dari suatu persamaan reaksi. Contoh soal:

II. Menentukan nilai Kc atau Kp jika komposisi zat-zat (reaktan dan produk) pada saat setimbang belum diketahui. Contoh soal:

III. Hubungan antara Kc dan Kp. Contoh

IV.. Menentukan nilai Kc/Kp kalo diketahui komposisi zat-zat (reaktan dan produk) pada saat setimbang. Contoh soal:

Persiapan menghadapi indikator 17,18,dan 19 kalian bisa lihat Konsep Laju Reaksi dan Konsep Kesetimbangan Kimia (jangan lupa juga lihat latihan soalnya ya!).

 

20. Mendeskripsikan reaksi reduksi dan oksidasi.

I. Menentukan zat yang bertindak sebagai oksidator atau reduktor dalam suatu persamaan reaksi redoks. Contoh soal:

II. Menyetarakan suatu persamaan reaksi redoks. Contoh soal:

Untuk lebih mantab memahami teori di indikator ini, kalian bisa liat di penyetaraan reaksi redoks video 1-8.

 

21. Mendeskripsikan diagram sel.

Pada indikator ini biasanya kalian bakal dikasih gambar dari suatu sel volta trus diminta menentukan potensial sel (E0 sel), reaksi atau diagram sel yang terjadi. Contoh soal:

Bisa juga kalian diminta menetukan reaksi reaksi yang dapat berlangsung spontan atau tidak spontan. Contoh soal:

Penjelasan tentang sel volta yang lebih detail bisa kalian lihat di Konsep Sel Volta (video 10-12) .

 

22. Mengaplikasikan Hukum Faraday.

I. Menentukan jumlah zat (massa, volume) hasil elektrolisis jika diketahui besarnya sumber listrik yang dialirkan (Hukum Faraday I). Contoh soal:

II. Menentukan jumlah suatu zat hasil elektrolisis jika jumlah zat hasil yang lainnya diketahui (Hukum Faraday II). Contoh soal:

Untuk lebih paham konsep mengenai elektrolisis, kalian bisa lihat Konsep Elektrolisis video 13-19.

 

23. Mendeskripsikan fenomena korosi dan pencegahannya.

Pada indikator ini kalian diharapkan bisa memahami bagaimana suatu logam (besi) bisa mengalami korosi (karat), dan faktor-faktor apa saja yang mempercepat proses korosi. Contoh soal:

Selain itu kalian juga harus tau cara/metode untuk mencegah terjadinya korosi. Contoh soal:

 

24. Mendeskripsikan unsur-unsur penting yang ada di alam termasuk unsur radioaktif.

Materi untuk indikator ini sebenenya luas banget, saya aja paling pusing kalo ngajarin materi kima unsur (karena bahannya banyak banget). Nah, tapi senggaknya di artikel ini saya coba rangkum materi apa aja sih yang perlu kalian siapin untuk menghadapi UN ini, berikut ini ulasannya:

I. Sifat fisik dan kimia unsur-unsur halogen, alkali, alkali tanah, periode 3, dan transisi periode 4. Contoh soal:

Nah, untuk materi mengenai unsur-unsur itu bisa kalian lihat di Konsep Kimia Unsur, tapi jangan kaget ya….videonya banyak banget. Tapi, saya saranin liat video nomer 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 27, 28, 29, 30.

II. Sifat-sifat unsur radioaktif Contoh soal:

Materi tentang unsur radioaktif bisa dilihat di video zenius.net berikut ini >> konsep radioaktif.

 

25. Mendeskripsikan cara memperoleh unsur-unsur penting dan kegunaannya.

Pada indikator ini biasanya ditanyakan mineral-mineral yang mengandung suatu unsur, nama proses pengolahan beberapa unsur dan senyawa, dan kegunaan dari beberapa unsur. Contoh:

Nah, untuk penjelasan materi ini kalian bisa lihat di konsep kimia unsur, video yang wajib ditonton video nomer 1, 11, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 33.

****

Nah, demikianlah seluruh panduan belajar UN SMA Kimia 2015 berdasarkan ke-25 indikatornya. Semoga tulisan saya ini bisa membantu kalian untuk menghadapi UN Kimia yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Jangan lupa untuk melihat Strategi Belajar SBMPTN Kimia juga yah, SEMANGAT……!!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Kak Yoki tentang persiapan UN SMA Kimia, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • novi

    Thank you so much Kak Yoki! 😀 just at the right time

  • M.Ihsan Fauzi

    misal nya focus nya ke sbmptn boleh ga kak 🙂

    • boleh banget kok, kualitas soal di sbmptn itu setau gw relatif lebih sulit dari un. Jadi kalo kamu lgs belajar untuk sbmptn, otomatis untuk un juga siap 🙂

  • Guest

    Oh.. Share index 🙂 hehe..

  • Syamsul Ramadhan

    Ditunggu part 2-nya ya ka...

  • william

    kak, saya mau nanya nih, saya kan mau ikut OSN kimia, kira kira kalau soal OSN dibanding ama soal SBMPTN itu lebih susah mana? soalnya saya pengen beli buku kumpulan soal OSN kimia, tapi kalau ternyata soal SBMPTN lebih susah daripada OSN, mending saya sekalian beli buku tentang SBMPTN. terus di zenius ada nyediain video tentang pembahasan soal OSN kimia engga? mohon dijawab ya kak... terimakasih 🙂

    • Yoki

      kalo soal seleksi olimpiade tingkat kabupaten dan propinsi,tingkat kesulitannya hampir sama,bedanya soal nya adaya yg tipe uraian,dan biasanya butuh analisa yg lebih dalam....tapi kalo soal OSN tingkat nasional,soalnya setingkat dgn soal Kimia Dasar untuk kuliah S1....bahkan ada yg susah lagi

      • Putu Pradnya Andika

        Kak Yoki, Kalo misalnya OSK Kimia bisa diembat dengan belajar Soal SBM di Zenius ga?

        • Yoki

          Bisa bisa aja sih...tapi tetep mesti latian soal soal OSK juga

      • william

        ouu, gitu kak... oh ya, kakak bisa nge-rekomendasiin gak buku yang cocok? atau di zenius ada engga pembahasan soal-soal OSN?

  • Fortinov

    Kalau kita mau nguasai itu semua dalam waktu yang sangat singkat ini bagaimana kak?

    • yg namanya belajar itu proses, jadi ya harus dijalani dgn tekun. Kalo maunya dijalanin dengan instant supaya bisa dikuasai dgn "sangat singkat", ya biasanya gak akan optimal. 😀

      • Fortinov

        Bener sih kak. Tapi mengingat UN dan SBMPTN yang gak lama lagi akan kita hadapi, tentunya untuk ngulang lagi bisa di katakan sudah gak punya waktu lagi, gimana kak?

  • hani

    kak sekolah saya pake UN CBT (computer based test) nihh.. dan katanya soalnya esai semua. kasih saran dong buat ngadepin UN yg kayak gini...

  • Fawcet Makay Ryuzaki

    Thanks banget Kak Yoki, Sangat membantu. 😀
    Tapi biasa UN banyak ditanyain tentang penerapan dari senyawa turunan benzena.
    Itu harus dihapalin yah?

    • Zhafran Ramadhan

      kalau manfaatnya ya sepertinya harus dihafalin gan, lagian dikit aja kok itu.

  • Zhafran Ramadhan

    gua suka kimia dan biologi nih, gua lebih nangkap daripada fisika hahaha

  • Angela Monalisa

    Malam kak, malam ini saya sedang menonton video pembahasan UN 2014 yang ada di https://www.zenius.net/c/4205/un-kimia-2014, tepatnya di nomor 19.

    Pada pembahasan soal tentang titik didih senyawa organik, kak tutor kimia (saya belum tau namanya..) menyebutkan bahwa titik didih alkana lebih tinggi daripada alkena dan alkuna. Hal ini berbeda dengan apa yang disampaikan guru saya di sekolah siang tadi. Kemudian karena penasaran saya cari di google, dan ternyata ada sumber-sumber yang juga menyatakan titik didih alkena dan alkuna lebih tinggi karena mempunyai ikatan rangkap, sedangkan alkana tidak mempunyai ikatan rangkap.

    Pertanyaan saya, jadi yang mana yang benar?

    Terima kasih kak, saya sangat mengapresiasi tanggapan secepatnya. Sukses selalu!