Kompilasi Artikel Blog "How Zenius Changed You"

Berikut adalah kumpulan cerita yang ditulis oleh pemenang lomba blog Zenius dengan tema How Zenius Changed You.

Hey Guys.. Tentunya masih ingat dong tantangan Zenius mengadakan Kompetisi Blog untuk mengisi liburan semester lalu? Kita menerima total 123 blog submission dan akhirnya terpilihlah 5 artikel blog terbaik. Di kesempatan kali ini, gue mau cerita lebih banyak tentang lomba ini, gimana kita memilih pemenang, kenapa mereka pantas menang, dan jangan lewatkan 10 tulisan blog lain yang (walalupun ga menang) ceritanya inspiratif buat lo intip juga.

Lomba ini diadakan dari 19 Desember 2014 sampe 9 Januari 2015 dengan tema How Zenius Changed You. Kita memilih tema ini tentunya bukan buat seru-seruan doang. Melalui tema ini, kita pengen tau seberapa ngaruhnya Zenius di kehidupan lo. Apakah ada transformasi yang lo alami sebelum dan sesudah menggunakan Zenius sebagai teman belajar lo? Kita pengen ngukur seberapa besar dan dalam impact yang udah kita berikan untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia.

Emang sih selama ini kita udah cukup banyak dapat testimoni positif dari teman-teman yang make Zenius. Tapi melalui kompetisi blog itu, kita sebetulnya pengen denger juga cerita seutuhnya dari lo semua, gimana sih perjuangan lo, pengorbanan apa sih yang udah lo buat, dan sejauh mana zenius ikut berperan serta dalam perjuangan lo itu..Okay, kalo mungkin sebelumnya ada di antara lo yang pernah ngebaca kisah perjuanganKinan dan Bahri tentang pengalaman mereka belajar secara langsung sama tutor-tutor zenius di Zenius-X Tebet. Nah, sekarang di bawah ini lo bisa tengok cerita dari para murid online/offline zenius yang mungkin gak secara langsung berinteraksi sama para tutor zenius, tapi kisah seru belajar mereka pake zenius juga ternyata gak kalah seru!

Okay, sebelum tengok ke artikel para pemenang lomba blog, sekedar intermezzo dikit tentang bagaimana cara kita menyeleksi pemenang. Mungkin ada di antara lo yang ngerasa artikelnya udah lumayan bagus tapi bingung kok gak dimenangin, hehe.. Okay, intinya sih juri untuk lomba blog kali ini adalah Glenn Ardi dan gue, Fanny Rofalina sebagai editor blog Zenius. Dari berbagai pertimbangan dalam memilih pemenang, utamanya ada 4 kriteria berikut.

1. Kesesuaian dengan Tema

Kriteria ini tentu ngga terbantahkan, kalo nulis harus sesuai tema lah, ya. Cukup banyak tulisan yang masuk ke kita, sebenarnya lumayan oke, etapi ga sesuai tema. Ada yang jadinya malah bagi tips atau jelasin produk Zenius dengan detil. Ga nyambung, bro! Nah, dalam mencari pemenang, tentunya kita cari tulisan yang berhasil menceritakan pengaruh Zenius dalam kehidupan mereka. Bakal lebih bagus lagi kalo mereka bisa menceritakan bagaimana mereka meresapi value-value yang sering banget kita share selama ini, seperti deliberate practice, sains yang terintegrasi, apresiasi terhadap ilmu, hingga aplikasi ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

2. Muatan Tulisan

Ada mungkin yang blognya kurang nyambung ke tema, tapi secara muatan atau ilmu yang tertuang di tulisan itu cukup oke. Itu kita apresiasi.

3. Gaya Penulisan

Gaya penulisan juga kita pertimbangkan karena ini termasuk bagaimana kalian mem-package cerita agar menarik perhatian pembaca, selalu ngalir, dan ngga bertele-tele. Pokoknya bikin betah untuk terus baca sampe habis.

4. Mengikuti Syarat dan Ketentuan

Nah, kriteria ini juga ngga kalah penting. Kalo mau ikut lomba, harus ngikutin syarat teknisnya dong. Ada tulisan yang bagus bahkan jadi kandidat pemenang, tapi ngga ngikutin syarat dan ketentuan yang udah kita cantumkan karena ngga menyertakan hyperlink ke Zenius. Mau ga mau kita diskualifikasi. Sayang banget kan?!

Nah, pemenang lomba blog Zenius kali ini tentunya yang punya keempat hal itu dan bikin kita wow banget. Tentu kalian penasaran kan sekeren apa cerita pemenang lomba blog Zenius dan kenapa mereka pantas mendapatkan buku keren dari kita? Oke deh, langsung aja gue kenalin 5 pemenang lomba blog Zenius.

*Eh foto-fotonya gue comot dari sosmed kalian ya, jadi sorry kalo gue sengaja ngambil foto lo yang aneh2.* 😛

==============================================

rahmadRahmad Kurniawan

Twitter: @rahmadtech

Tulisan Blog: Belajar Anti Mainstream ala Zenius

Masih ingat postingan Zenius Blog yang berjudul Belajar Untuk Nilai Atau Untuk..? Di situ, Glenn ngenalin kita ke pelajar-pelajar muda dari berbagai belahan dunia peserta Google Science Fair 2013 yang menelurkan berbagai inovasi keren. Mereka ini adalah anak muda yang belajar bukan semata buat nilai, tapi mengaplikasikan ilmu itu untuk memecahkan masalah di kehidupan kita. Nah, itulah yang dilakukan oleh Rahmad. Terinspirasi oleh Zenius, Rahmad sadar betul bahwa Fisika itu bukan semata pelajaran yang penuh itung-itungan doang. Tapi banyak inovasi yang bisa lo lahirkan dari pemahaman Fisika. Bersama temannya, Rahmad berhasil menggarap proyek NGECAS HAPE PAKE SEPEDA! Penasaran kan? Udah atuh, langsung meluncur aja ke blognya.

Matpel favoritnya Fisika, so pasti tutor favoritnya juga Fisika, yaitu Wisnu. Cerita Rahmad yang gokil membuat dia pantas dapat buku Thinking, Fast and Slow yang udah ditandatangani oleh Wisnu.

 

dwi ichsanDwi Ichsan

Twitter: @gehittoe

Tulisan Blog: Prasius (Pras dan Zenius) Changed My Life

Dari pemilihan kata buat judulnya aja (Prasius), gue udah bisa nebak nih anak jago dalam merangkai tulisan atau at least merangkai cerita. Ini terbukti dari tulisannya. Gaya penulisannya santai, mengalir, dan diselingi sense of humor, bikin kita ga bosen baca tulisannya. Ichsan cerita dari A sampe Z tentang keseruan dan perubahan yang dia alami selama belajar di bimbel Zenius-X. Awal masuk bimbel Zenius-X, doi masih punya pola pikir yang menghambat perkembangan diri sendiri. Setelah mendapatkan pengajaran keren dari dewa-dewa Zenius, seperti Sabda dan Pras, kekritisan dan curiousity pun tumbuh di diri Ichsan. Mulai dari cara ngerjain soal, pilihan buku, tontonan, bahan perbincangan dengan teman, sampe Ichsan pun bisa mengkritisi sekolah sebagai institusi pendidikan yang (seharusnya) dihormati di masyarakat. Nah, ngga semua orang bisa nyampe ke level pemikiran seperti ini. Kalo lo mau tau lebih detil tentang perubahan yang Ichsan alami, langsung cek aja deh blognya.

Salah satu motivasi Ichsan masuk bimbel Zenius-X adalah pengen belajar langsung dengan Pras, tutor favoritnya. Makanya, kita hadiahi Dwi dengan buku yang berbau Biologi juga, Sapiens: a Brief History of Humankind. Pastinya langsung ditandatangani oleh Pras.

 

reza rubikMuhammad Reza Pahlevi Yulianto

Twitter: @rezarubik

Tulisan Blog: Hobby with Zenius.Net

Reza cukup pintar memulai tulisannya. Dia memulai ceritanya tentang Rubik, hobinya sejak kelas 9 SMP. Cukup menarik bukan untuk menarik perhatian pembaca? Dari situ, mulai deh cerita tentang Zenius yang membantunya ningkatin kecepatan menyelesaikan puzzle rubik. Sejak mendalami konsep Deliberate Practice yang diajarkan Sabda, Reza bisa menyelesaikan rubik dengan dimensi 3x3x3 dalam waktu di bawah 1 menit. Reza jadi terbiasa berpikir runut dan ngikutin step-by-step. Nah, ini contoh lagi nih, kalo kita belajar dengan metode yang benar, cara itu ngga hanya ampuh menunjang proses belajar kita di sekolah, tapi juga menunjang kita ngembangin hobi kita.

Dengan tulisannya yang keren, Reza berhak mendapatkan buku Common Sense yang udah ditandatangani oleh Sabda, tutor favoritnya.

 

hasbismallHasbi Ashshiddiqi

Twitter: @hasbi_GoBlog

Tulisan Blog: Zenius, My Best Honey

Judulnya agak manis, ya. Tapi, sebenarnya cerita Hasbi agak getir. Hasbi adalah seorang siswa langganan juara di sekolahnya. Tapi semua itu didapatkan dengan cara belajar sejuta umat, yaitu menghafal. Sebelum kenal dengan Zenius, Hasbi juga seorang yang maniak skor. Akan tetapi, Hasbi mendapat tamparan keras dalam hidupnya. Deretan juara yang berhasil diraihnya selama ini tidak berhasil membuatnya masuk PTN. Cara belajar menghafal dan mindset maniak skor andalannya telah menggagalkannya di SNMPTN Undangan, SBMPTN, dan UM. Tapi secercah semangat muncul ketika Hasbi mulai membuka diri dan belajar pake Zenius. Dari maniak skor, kini Hasbi jadi maniak ilmu. Dengan semangat dan mindset baru, Hasbi kembali siap berjuang di SBMPTN 2015 nanti. Mau simak cerita Hasbi yang sempat juga  denial sama konsep yang diusung Zenius, baca langsung deh ya blognya Hasbi.

Kita rasa buku 7 Habits for Highly Effective People, pas banget buat nemanin Hasbi memperbaiki cara belajarnya ke depan. Plus tanda tangan dari Sabda, tutor favoritnya, moga makin semangat belajarnya.

 

bimaBimantara Hanumpraja

Twitter: @Bimantara_H_P

Tulisan Blog: Kemampuan ZENIUS.NET Ngerubah Gue Jadi "Power Ranger"

Bima pertama kali menggunakan Zenius untuk membantunya untuk persiapan lomba Kimia di UI dalam waktu yang singkat. Dari situ Bima merasakan sesuatu yang spesial dengan belajar pake Zenius. Kalo dalam waktu singkat aja Zenius bisa bantu dia persiapan lomba yang diadakan universitas ternama, apalagi untuk membantu dia memahami semua pelajaran yang diadakan di sekolahnya. Mulai deh tuh Bima “pacaran” sama Zenius. Perubahan pun dirasakan. Selain peningkatan nilai, Bima juga cerita cukup rinci pengaruh yang dia rasakan dari banyak artikel-artikel di Zenius Blog. Apa aja? Udah, langsung aja meluncur ke blognya Bima.

Atas tulisannya, Zenius team hadiahi Bima buku The Malay Archipelago dengan tanda tangan Sabda.

****

Gimana...gimana? Gokil-gokil kan cerita mereka. No wonder lah mereka pantas jadi pemenang. Selain 5 pemenang di atas, kalian juga bisa mantengin 10 blog di atas ini yang ceritanya juga gak kalah seru.

  1. Cerita Widi yang sempat di-"sinis"-in temannya karena lebih milih Zenius ketimbang bimbel

  2. Zenius telah mengubah definisi belajar bagi Zaheen

  3. Cerita Andreas dari Kupang yang semakin yakin masuk FK berkat tips milih jurusan dari Zenius 

  4. Zenius telah mengubah mindset dan personality Indah jadi individu yang selalu ingin tumbuh ke arah positif

  5. Sejak belajar dengan Zenius, Salma jadi suka baca dan curious, bahkan berhasil menuangkan penjelasan fenomena floater di mata dalam sebuah tulisan

  6. Berkat bantuan Zenius, Fawcet melejit naik dari ranking 30 ke ranking 1 di kelasnya! 

  7. Azura mulai bisa ngatur waktu, baik buat belajar dan aktivitas sehari-hari sejak belajar pake Zenius

  8. Cerita Marina yang terngiang-ngiang kata-kata Faisal dalam milih jurusan dan nempelin kertas di dinding berisi kata-kata sugesti positif

  9. Zenius telah membuka kaca mata kuda Duma dalam melihat dunia 

  10. Cerita Ado yang berhasil masuk Ilmu Komputer IPB berkat ditemani belajar pake Zenius

 

Menjadi salah satu juri untuk kompetisi blog ini adalah sebuah kehormatan bagi gue. Karena gue jadi bisa baca tulisan-tulisan berkualitas berdasarkan kisah nyata dari kalian hai Zenius fellows. Mulai dari cerita lucu, seru-seruan, cerita pilu, hingga perjuangan kalian belajar bersama Zenius. Huhuhu. Seperti kata Glenn, ngebaca tulisan kalian belajar bersama Zenius adalah seperti kepuasan tersendiri. Kisah-kisah ajaib dari lo ini adalah imbalan yang gak ternilai bagi kita-kita di zenius! We love you, Guys. Semoga kita selalu bisa jadi teman terbaik dalam nemanin kalian belajar yah. Terima kasih banget ya buat partisipasi kalian 😀

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol sama Fanny atau Glenn tentang kompetisi blog ini, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Andre Gore

    Waaaah ada artikel blog ku, hahaha :D. Jadi pingin nulis artikel lagi nih 😀
    Kak mau tanya dong. Kalau kita mau menulis di blog, tentu kita butuh referensi dari buku atau website yang ada hubungannya dengan tulisan kita. Nah, bagaimana kita bisa tau bahwa buku atau website yang kita baca isinya benar dan benar-benar pantas untuk kita jadikan referensi? Atau kakak punya saran buku atau web yang bisa saya baca kalau saya ingin membuat tulisan di blog? Karena takutnya kalau misalnya referensi kita itu ternyata kurang tepat. Terimakasih kak.

    • Wakwau

      artikel lo yg mana frenn ..

      • Andre Gore

        artikel ku yang urutan ke 3 dari 10 artikel selain 5 juara. Hihihihi

    • Fanny Rofalina

      Biasanya kalo situsnya emang punya institusi besar/terkenal atau pemerintah resmi, itu bisa dipercaya. Apalagi situs jurnal ilmiah, mostly reliable.

      Kalo sumbernya dari blog orang di blogspot atau wordpress, emang susah dijadikan acuan ya, kecuali penulisanya menyertakan referensi dari situs resmi juga.

      Susahnya emang kalo cari referensi situs bahasa indonesia sih ya, masih agak kurang informasinya dari institusi resmi dan jurnal ilmiah. Kebanyakan dari blog. Nah untuk memastikan itu, mau ga mau kita harus gali lebih dalam lagi. Misalnya, kita ambil kata-kata kunci dari blog A, trus kita googling lagi. Apakah banyak situs lain yang memuat hal serupa? Kalo iya, berarti mungkin emang konten A udah jadi common knowledge.

      Tapi tentu saja, cara itu tidak setiap saat menjamin kebenaran suatu konten. Suara mayoritas belum berarti menyatakan kebenaran. Bisa aja mayoritas sama-sama mengamini sebuah miskonsepsi. Nah, kalo kasusnya gini, gimana cara menglarifikasi sumber acuannya? Kalo gue sih biasanya bakal cari sumber acuan berbahasa inggris nya. Kalo ada dimuat jurnal internasional atau diamini juga dengan mayoritas internasional, ya berarti sumber itu reliable.

      Semoga membantu 🙂

    • tetep semangat yah andre! kuncinya kita harus klarifikasi sumber acuan, sama seperti yang dikatakan fanny. Prinsipnya sih kalo kita dapet informasi yg kayaknya janggal, jangan langsung percaya gitu aja, tapi harus coba ditelusuri sendiri.

      Buat mengasah naluri lo memilah mana yang bener dan salah, kita harus terbiasa berpikir secara kritis, logis, dan rasional 🙂

  • Hasbi Diqi

    thanks banget buat zenius atas kesempatan yang diberikan dan kiriman bukunya yg luar biasa. Dan juga semoga kelak bisa ketemu langsung sma tutor zenius yang ajaib, hehe..

    • sama-sama. kapan2 main aja ke markas. tapi janjian dulu yaa..

      • Hasbi Diqi

        siip bang Glen... kalau uda pengumuman SBMPTN thn ini bakal kesana saya nanti..

      • Boleh nih bang Glen main ke markas ? Rumah deket nih hehe.
        Oia btw thanks zenius udah ngasih kesempatan dan thanks buat bukunya hhe

  • Dita Aisyiyah Larasati

    gue akui emang keren banget blogblognya kalian, haha.. gue giatin deh seringsering nulis esai. salam sukses!!

    • Naah gitu doong, semangat yah nulisnya!