Belajar Strategis Menghadapi SBMPTN Kimia

Hello Zenius fellows.. Nggak terasa ya SBMPTN tinggal beberapa bulan lagi. Oke, sebagaimana yang bisa kalian tebak dari judul artikelnya, kali ini kita akan membahas tentang segala hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi SBMPTN KIMIA.

Biasanya bagi yang menjalani kelas 12 saat ini, banyak sekolah yang biasanya masih fokus ke materi sekolah yang sedang berjalan, terus di semester genapnya fokus menghadapi UN dulu, dan baru fokus menghadapi SBMPTN setelah UN selesai. Jadi, persiapannya paling lama cuma dua bulan, dan itu juga biasanya cuma fokus latihan soal-soal campuran aja.

"Banyak yang berpikiran bahwa kalo kita udah siap menghadapi UN maka untuk menghadapi SBMPTN kita cuma tinggal nambahin sedikit lagi.. Bener gak sih?"

Sebetulnya jika kalian belajar menghadapi UN-nya gak sekedar ngerjain soal-soal aja, tapi juga belajar konsep dengan bener, maka menghadapi SBMPTN memang tinggal nambahin dikit lagi. Tapi kebanyakan guru-guru di sekolah atau di bimbel, seringnya ngebahas langsung variasi latihan soal-soal UN saja. Jadi materi yang dijarin cuma sebatas "kalo ada soal kaya gini ngerjainnya kaya begini". Jadi pemahaman konsep dasarnya tidak dipahami secara detail dan mendalam. Untuk lebih jelasnya, zenius pernah bahas lebih khusus tentang perbedaan persiapan UN dan SBMPTN di sini.  

Selain itu, ada juga yang bilang dengan belajar dari soal-soal tahun lalu, kita bisa memetakan atau meraba gimana bentuk ujiannya. Selain itu, kalian mungkin juga bisa sekalian menganalisa gimana pola soal-soal tersebut dan mungkin coba-coba memprediksi soal yang bakal keluar di ujian berikutnya. Memang saya mengerti kalo semua orang pasti suka cara cepat/instan. Tapi jangan harap bisa kalian bisa mengandalkan shortcut untuk sukses di SBMPTNUntuk menghadapi soal-soal SBMPTN, kita butuh belajar strategis. Kenapa kok begitu?

Jawaban singkatnya: karena soal-soal SBMPTN itu sulit. Bahkan makin ke sini, tingkat kesulitannya bisa dikatakan relatif semakin tinggi. Dalam arti, soal-soal Kimia yang dikeluarkan membutuhkan pemahaman teori Kimia yang mendalam. Maksudnya gimana sih pemahaman Kimia yang mendalam? Menurut saya setidaknya ada 4 kemampuan yang perlu dimiliki siswa untuk bisa mengerjakan soal-soal Kimia dengan level kesulitan di SBMPTN, berikut di antaranya:

  1. penguasaan konsep Kimia yang baik,
  2. mengkoneksikan antara satu bab dengan bab lain,
  3. daya analisa
  4. kreativitas dalam mengerjakan soal.

Nah, berarti kalo kita hanya bermodalkan hafal rumus/cara ngerjain pasti akan kesulitan mengerjakan soal-soal SBMPTN, khususnya pelajaran Kimia. Terus bagaiman dong cara persiapan yang tepat untuk menghadapi tipe-tipe soal dengan level kesulitan yang tinggi seperti itu? Langsung aja, di sini saya akan beberin cara belajar SBMPTN Kimia yang tepat, ga instan atau sekedar shortcuts, tapi efektif untuk menghadapi soal-soal SBMPTN Kimia

Strategi Belajar Efektif untuk Tipe Soal SBMPTN Kimia

1. Jangan hanya menghafal rumus 

Ngga bosen kan, kalo Zenius sering banget ingetin beginian. Jangan hanya menghafal rumus itu prinsip yang krusial banget dalam menghadapi tes selevel SBMPTN, baik untuk Matematika, Fisika, dan juga Kimia. Kenapa sih menghafalkan rumus itu tidak cukup? Pada dasarnya, karena pada level soal-soal SBMPTN, ada banyak sekali variasi soal yang menjebak. Sehingga jika kita hanya menghafalkan pola soal lalu memasukan ke dalam rumus yang kita hafalkan, seringkali banyak peserta yang salah menjawab soal karena tahap pengerjaan soal SBMPTN mereka pikir sesederhana mengerjakan soal ulangan biasa. Pada prakteknya dalam ujian SBMPTN, seringkali rumus yang kita ingat belom tentu dipakai untuk menyelesaikan soal tersebut. Contoh kasusnya nanti akan saya bahas pada bagian berikutnya.

2. Mampu mengkoneksikan bab yang satu dengan bab lainnya

Banyak siswa yang berpikiran bahwa topik-topik dalam Kimia itu berdiri sendiri, alias tidak berhubungan satu sama lain. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Ilmu Kimia itu sangat terkait satu sama lain, baik antar bab dan topik yang diklasifikasikan pada pelajaran sekolah, dan bahkan bisa jadi berhubungan dengan disiplin ilmu lain, termasuk matematika, fisika, dan juga biologi.

Mungkin supaya lebih mudah dibayangkan, kita bisa melihat contoh pada kasus kepolaran suatu molekul. Biasanya seringnya kita diajarkan bahwa untuk menentukan suatu molekul polar atau non polar itu dilihat dari ada atau tidak pasangan elektron bebas. Tapi kita gak paham kenapa bisa begitu. Nah, konsep kepolaran molekul ini bisa gampang diterima kalo kita menjelaskannya dengan konsep vektor di matematika. Karena polar tidaknya suatu molekul itu akibat resultan vektornya itu nol atau tidak.

Nah, ini ada contoh soal mengenai pentingnya kita jangan menghapal rumus dan perlunya mengkoneksikan antar bab.

kepolaranPada bacaannya disebutkan bahwa alum bersifat asam lemah. Nah, jika kita hanya hafalin rumus untuk asam lemah biasanya kita akan langsung kepikiran rumus

asam lemah

Tapi terus gimana dipake untuk ngejawab soal itu? Pada bingung deh. Sebenernya untuk jawab soal tersebut, gak butuh rumus di atas. Terus gimana dong? Nah, di sini kita harus mengkoneksikan antara konsep asam lemah dengan konsep reaksi kesetimbangan. Banyak yang gak sadar bahwa konsep asam lemah, basa lemah, larutan buffer, hidrolisis, dan kelarutan itu termasuk dalam kesetimbang larutan. Ya udah, kita kerjakan aja dengan konsep reaksi kesetimbangan.

kesetimbangan

Sebenernya masih ada beberapa soal lagi yang menunjukan bahwa soal KIMIA SBMPTN itu membutuhkan pemahaman antar bab, kalo kalian penasaran bisa lihat kumpulan pembahasan soal SBMPTN Kimia 2013 di sini.

3. Melatih kreativitas dalam menyelesaikan soal

Maksudnya apa sih kreativitas itu? Karena dalam proses mengerjakan soal-soal SBMPTN Kimia, seringkali kita bisa mendapatkan jawaban dari beberapa pendekatan yang berbeda. Nanti akan saya berikan contoh soal kimia yang ternyata bisa diselesaikan dengan pendekatan matematika, namun bisa juga diselesaikan dengan pendekatan konsep Kimia. Pada intinya, jika kita memahami maksud soal yang ditanyakan secara luas, kita bisa melihat celah untuk mengerjakan soal tersebut dengan cara yang paling efisien.

4. Penguasaan matematika dasar

Kenapa menguasai matematika dasar itu penting untuk mengerjakan soal-soal kimia? Karena ada banyak soal-soal Kimia di SBMPTN, yang membutuhkan penguasaan matematika yang baik. Seringkali ada banyak siswa yang kesulitan mengerjakan soal-soal Kimia SBMPTN walaupun dia memahami konsep Kimianya, tapi jawabannya tidak bisa ketemu cuma karena dasar matematikanya gak kuat.

Saya coba kasih contoh soal Kimia SBMPTN yang perlu pemahaman matematika. Misalnya setelah mengerjakan soal Kimia, kita dapet tuh suatu larutan dengan pH = 4 - log5. Tapi di pilihan jawaban nggak ada. Sebenernya kita tinggal mencari dari pilihan jawaban yang nilainya sama (ekuivalen) dengan 4 - log5. Tapi, gimana caranya, kan gak boleh pake kalkulator? Kalo dasar matematika kita oke, tentu ini gak akan bermasalah. Tapi kalo kalian menguasai matematika dengan baik, kalian bisa menemukan bentuk lain dari 4-log5 dengan operasi logaritma seperti ini:

ph

Nah, pada soal SBMPTN 2014, ada soal kimia, yang untuk bisa dikerjakan, butuh suatu persamaan yang mungkin gak pernah kalian liat saat belajar kimia SMA. Untuk dapet persamaan tersebut butuh proses integral! Menantang banget kan. Nih, soalnya:

integral kimia

Mau tau pembahasan lengkapnya? Coba tonton video pembahasan SBMPTN Kimia 2014 no 36 ini deh.

 

Pemetaan Materi Penting di Kimia untuk SBMPTN

Untuk beberapa tahun belakangan ini, udah mulai sering muncul soal kimia SBMPTN yang cakupannya bukan lagi pengetahuan SMA tapi materi tingkat kuliah (kalo UM UGM dan SIMAK UI udah lama ngeluarin soal yang kaya gini). Waduh, jadi gimana dong cara kita ngadepinnya? Bisa nggak ya?

Sebenernya kalian jangan terlalu memikirkan gimana kalo ketemu soal-soal yang cakupannya di luar materi SMA. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah mulai nyicil untuk bener bener memahami konsep yang kalian dapet selama SMA dulu. Trus mulai dari mana mulainya, kan banyak materinya ?

Emang sih cukup banyak materinya, tapi kalo bisa diambil inti sarinya, materi-materi penting dalam kimia itu bisa dibagi jadi 6 bab besar, yaitu sebagai berikut.

  1. Struktur Atom & Ikatan Kimia
  2. Stoikiometri
  3. Energetika dan Kinetika Reaksi
  4. Larutan
  5. Redoks & Elektrokimia
  6. Kimia Karbon

Nah, itu bab-bab besar yang mencakup materi-materi penting dalam kimia yang wajib kita pahami dengan bener konsep konsepnya. Sebenernya masih ada berberapa materi yang udah kita dapet pas SMA tapi gak tercakup dalam 6 bab besar itu, seperti materi Kimia Unsur, Koloid, Kimia Lingkungan, dan Radioaktif. Keempat materi itu gak saya masukan ke dalam 6 bab besar karena materi-materi tersebut akan lebih mudah dipelajari dari soal-soal kalo kita udah bener-bener paham 6 bab besar tadi. Misalnya, materi tentang Kimia Unsur, akan lebih mudah dipahami kalo kita udah paham dulu bab Struktur Atom &  Ikatan Kimia.

Bagi kalian yang ingin melihat persebaran soal-soal SBMPTN Kimia dari tahun-tahun lalu, bisa lihat di bawah ini:

Topik / MateriSNMPTN 2011SNMPTN 2012SBMPTN 2013SBMPTN 2014SBMPTN 2015SBMPTN 2016TOTAL
Stoikiometri22313314
Struktur atom, sistem periodik dan Ikatan kimia21222211
Kesetimbangan12231110
Termokimia2121118
Laju reaksi1111116
Larutan dan teori asam basa1201116
Sifat koligatif1111116
Elektrolisis1111105
Larutan Buffer0010113
Reaksi redoks1000113
Sel volta0101013
Senyawa turunan alkana1001103
Reaksi Senyawa Karbon0110013
Biomolekul1100103
Kimia unsur0101002
Hidrolisis garam0010001
Kelarutan dan reaksi pengendapan0001001
Hidrokarbon0000011
Koloid1000001
Benzena dan polimer0000000
Radioaktif0000000
Kimia lingkungan0000000

Oke, berdasarkan persebaran soal-soal tahun lalu, saya akan coba uraikan materi dari 6 bab besar yang sangat saya rekomendasikan untuk kuasai terlebih dahulu.

1. Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Nah, bab ini adalah pintu masuk untuk belajar kimia. Bab ini dibagi jadi  4 subbab, yaitu:

2. Stoikiometri

Bab ini merupakan nyawa dalam perhitungan kimia. Hampir semua materi kimia yang butuh perhitungan pasti melibatkan stoikiometri. Cakupan dari stoikiometri:

3. Energetika dan Kinetika Reaksi

Bab ini membahas energi/kalor yang menyertai suatu reaksi, kenapa ada reaksi yang berjalan cepat dan ada juga yang lambat, serta kenapa ada banyak reaksi yang tidak tuntas (reaksi seakan berhenti padahal reaktannya habis). Cakupan dari bab ini :

4. Larutan

Nah, cakupan dari bab ini cukup banyak:

5. Redoks dan Elektrokimia

Yang akan dibahas pada bab ini :

6. Kimia karbon

Bab ini cakupannya juga lumayan banyak, yaitu :

Nah, coba deh mulai sekarang luangin waktu buat dalemin konsep-konsep yang udah saya uraikan di atas. Dengan kalian kuasai bab-bab tersebut, efeknya akan terasa saat  kalian cobangerjain soal-soal latian nantinya. Kalo masih ada waktu, kalian boleh lanjutin untuk pahamin materi kimia unsur, koloid, radioaktif, dan kimia lingkungan. Untuk belajar lebih lanjut, kalian bisa langsung menelusuri materi-materi yang sudah saya petakan di bawah ini:

****

Oke, sekarang saya harap kalian bisa mengerti kenapa kita sering banget bilang "Jangan hafal rumus!". Saya udah kasih contoh nyata kasus kenapa metode menghafal rumus adalah ide yang buruk buat menghadapi SBMPTN, khususnya SBMPTN Kimia 2016 nanti. Saatnya keluar dari zona nyaman kalian. Mulailah belajar secara konseptual jika kalian tidak ingin soal-soal SBMPTN Kimia nanti jadi kerikil yang menggagalkan kalian masuk PTN idaman. Belajar dengan memanfaatkan waktu liburan yang ada, saya kira bukanlah saran yang terlalu berlebihan, justru strategis. Oke deh. Selamat menyicil yaa..

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Kak Yoki tentang persiapan SBMPTN Kimia, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • yogaswara p putra

    wah pas bgt nih! akhirnya dpt cara buat ngadepin materi kimia yg bejibun huehehe...tapi bagaimana menurut kk,jika saya nempatin kimia utk dipelajari terakhir dr smua matpel ipa?

    • adrian

      bukannya sok bijak, tapi kalo menurut gue pertanyaan lo itu dikembaliin ke diri lo lagi. udah seberapa banyak persiapan lo sendiri. di zenius learning, bagian Time Management, slide-slide akhir, Sabda ngomongin tuh krg lebih tentang nguasain bab yg menurut lo susah dulu baru yg gampang.

    • Yoki

      gak masalah sih kalo kimia terakhir dipelajari..asal nantinya bener bener paham konsepnya

  • Indera F

    kak, saya tadi berusaha ngerjain soal SBMPTN Kimia 2014 no 36 tanpa ngeliat pembahasan dulu dan tanpa kalkulator,alhasil saya bener kak ...dan carannya kurang dari 1 menit tanpa harus mengintegrasi persamaan (agak maksa sihh )hehehehe..kayaknya gue hokiiii...
    cara gua 1.gua nentuin jaraknya kayak di fisika s= v.t ..terus hasilnnya gua buletin jadi 3 x 10^- sekian
    2.kali in deh 3x10^-sekian ama 0,16 3.hasilnnya mendekati 5 jadi saya pilih A

    pertannyaan saya ,1.gimana strategi kita ngejawab soal kayak no 36 diatas..?apa kita harus kosongin aja kalo ketemu soal kayak itu
    2.masalah angka yang sulit dan bisa nnya kita cari cuma pake kalkulator ( Kejam lah pokoknya)?apa kita harus bawa kalkulator pas SBMPTN?

    • Yoki

      hahaha kebetulan aja jawaban bener....saya aja kalo gak pake kalkulator gak bisa dapet nilai tepatnya....cuma bisa ngerjain sampe dapat persamaannya doang....

  • fauzanibnup

    oke sip... thanks bgt artikelnya... tp materi kimia ini cocoknya tu dipelajari setelah matematika + fisika atau gimana? ane alumni baru 2 bulan pake zenius.. mohon kasih saran donk.. haturnuhun

    • yogaswara p putra

      same here bro! :D,itu yg mmg gua mau tanyain..emg lu uda ngabisin mate ama fisikanya?

      • fauzanibnup

        belum bro... ane matematika baru 1/4,fisika baru dikit... sistem belajar lu gimana? mulai drmn ? (*asumsikan zeniuslearning,basic skill,and TPA udah lo sabet)

        • yogaswara p putra

          ane baru matdas,sama maipa baru mulai bro :D,kalo fisika juga baru dikit hehe

    • Ghifari G

      Emm, kalo gue boleh saran sih sebaiknya lo kencenging dulu aja di Mtk,tpa,&b.inggris, setau gue kalo itu semua udah sering lo dp, dan lo udah jadi jago banget buat ngerjainnya, biasanya sih gampang buat ngerjain materi lain, apalagi mtk dasarnya semua ilmu, lagian itu juga bisa jadi lumbung nilai lohh, tapi kalo misalkan lo mau ngejer materi yang lain silahkan aja, gaya orang belajar beda beda sih hehe, btw gue dapet saran itu dari sabda berapa bulan yang lalu

      • fauzanibnup

        oke,oke... makasih bgt sarannya.. haturnuhun

        • Guest

          Yak sami sami, tapi jangan lupa juga buat ngejer materi lainnya loh hehe

      • Yoki

        setuju....tapi tetep juga harus nyediain waktu buat belajar materi lain

    • Kayaknya kalau lu udah punya zenius, aman deh hidup lu mau pelajarin yang mana deluan :p

  • zackking

    Cara menguasai konsep itu gimana ? Sering sih denger kata2 ''Pahami dulu konsepnya bla..bla...'' Tapi ttp belum nemuin arti yang tepat, arti simpel konsep itu apa ? hehe..

    • Indra D. Herdiana

      Gimana ya jelasinnya. Coba deh pelajari dulu "Teori Sistem". Sistem itu seperti apa. Nanti teori sistem itu gunain saat belajar.

      Rumus-rumus itu sebenarnya bentuk praktis dari konsep2x dan teorema2x.

      Misal : Gaya gesek kinetis
      fk = uk N

      Dari mana muncul rumus ini? dari konsep. 🙂

      Menurut hukum Newton 1, benda yang bergerak dalam suatu bidang harusnya tidak akan berhenti kalau tidak ada gaya yang mengganggu. Tapi nyatanya, benda lama-lama akan berhenti. Berarti, ada gaya lain yang bekerja pada benda tersebut. Gaya tersebut adalah gaya gesek.

      Gaya gesek sebanding dengan gaya normal.

      fk sebanding N

      Dari mana uk (koefisien gesek kinetis) muncul? uk muncul dari eksperimen.

      Tiap-tiap benda memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi, perbandingan gaya normal dan gaya gesek setiap benda juga beda-beda. Dilihat deh perbandingan gaya gesek kinetis dengan gaya normalnya pada tiap jenis benda. Akhirnya, ditemukan lah uk sebagai perbandingan - besarnya sesuai dengan karakteristik benda.

      Jadi, muncullah rumus :

      fk = uk N 🙂

      CMIIW, semoga bermanfaat.

  • agung aprianto

    request yang matematika sama fisika dong

    • nanti juga diupdate setiap mata pelajaran secara bertahap, stay tune aja di zeniusBLOG yah! 😉

  • fany

    Kalo umur 20 tahun baru keterima di ptn (semisal itb) menurut bang Yoki gimana? saya galau gegara umur 🙁

    • Indra D. Herdiana

      Saya ngalamin bang jadi orang paling tua di angkatan karena lulusan 2013 dan masuk 2014. Woles aja sih bang. Oke-oke aja. Kadang ada yang nyebut kita kaka padahal seangkatan. 🙂

      • Zerandi

        Iye gue senasib sama lu 🙂 ya ga masalah sih, itu urusan masing2 malu apa enggak

    • issacchar

      kalo menurut pendapat saya sih, it's okay. umur bukan masalah kok buat nuntut ilmu, apalagi kalo misalnya ptn yang dituju one of the dream yang kita punya, malah nambah list life accomplished kita. kayaknya konsep 'seangkatan seumuran' itu nggak terlalu penting. contoh kecil aja, misalnya kerja. di suatu kantor nggak semua orang dengan jabatan yang sama seumuran kan? dan kadang bos bisa aja lebih muda dari bawahannya. jadi nggak ada salahnya kok kalo kita lebih tua satu atau dua tahun atau bahkan tiga tahun dari mahasiswa seangkatan kita 🙂

  • Indra D. Herdiana

    Wowww Unpad kejam juga ngasih soalnya. -,- Fungsi Transenden muncul. -_- Gak kebayang ngitung e^xxx kalau gak pake kalkulator.

  • Fauzy Nur Noviansyah

    Kalo soal yang pake proses integrasi itu cara tau jawabannya gimana tuh? kalo tanpa alat bantu? soalnya kan mereka (peserta SBMPTN) bukannya gaboleh pake alat bantu ya? atau pake perkiraan atau gimana?

    • yahh, kak yoki aja musti pakai alat bantu... Kayaknya musti banyak-banyak tawakal aja deh...Bayangin aja ngitung e^xxxx itu gimana ceritanya...hahaha Fighting!

  • rara

    Jadi sebelum ngerjain soal2 tahun kemarin kita harus review semua materi dulu kak? gimana baiknya?

    • Denada

      itu kan udah dikasih link di artikelnya, dibuka gak?

  • Pembahasan soal yang pakai integral bikin galau *nangis di sudut*

  • Ahmad

    kak, share juga dong pemetaan materi penting yg kayak di atas untuk mapel lain. terutama fisika dan mtk

  • gege

    sorry ya pengen cerita dikit nih
    gue anak 2014 waktu taun kemaren gue pake zenius selama 5 bulan dan hasilnya gilaaaaa menurut gue sukses banget. gue dari yang ga bisa apa apa (lo harus tau TO UN gue bulan januari mtk cuma bisa 8 soal dari 40 parah kan -,-) terus gue belajar pake zenius dr januari sampe juni. Hasilnya gue lulus sbmptn di unpad yg kode jurusannya 361165 (kalo mau tau ini jurusan apa, boleh liat di sbmptn.or.id ). tapi sekarang gue punya masalah baru, gue baru tau kalo jurusan gue tuh kentel bgt sama kimia dan BIOLOGI!!! kalo kimia nya sih ga masalah tapi biologi nya itu loh musuh gue dari SMA karena gue ga suka banget ngafal dan gabisa ngafal. sekarang gue udh 1 semester disini, dan gue ngerasa kalo gue salah jurusan 🙁 gue ngerasa pengen pindah aja.
    sekarang gue mau minta pendapat lo gue harus ngapain, dan gimana peluang gue kalo:
    1.gue berenti kuliah dan fokus sbmptn lagi
    2.gue tetep kuliah sambil belajar buat sbmptn tapi pasti ga maksimal
    waktu gue 5,5 bulan dan jurusan yang gue mau FMIPA ITB.

  • rizal prasetyo

    minta saran dong, gw member baru di zenius, bingung mau mulai belajar dari mana. dan apa dulu yang penting buat dikuasain. tolong dong kasih saran buat gw yang lagi bingung nih. thanks

  • nadiva jihan

    Assalamu`alaikum.. yang fisika dong ka? 🙂

  • Shafira F

    bang kok video sbmptn 2014 nya ga bisa diplay ya?

  • quraish shihab

    ka yoki w mau nnya nih kan MTK,fisika,kimia itu berhubungan 1 sama lain nah w ngerjain mana dulu nih biar lebih mudah ka?

  • kak Yoki, ini materinya disusun? misalnya, yg ke 4. Larutan: pelajarin sifat koligatif dulu atau stokiometri larutan?
    gw kemarin mulai dari nol sih belajarnya..

  • hardian

    kak kalo larutan keluar brpa nomor? kalo bab larutan gue skip bakal paham bab selanjutnya ga?

  • Ta

    Kak emg cukup waktunya cuma kurang dari 6 bulan pelajarin kimia buat sbmptn 2016? Karna gak ngerti sama sekali sama kimia nih. Sbm thn lalu aja kimia dikosongin 🙁

    • Juan mata

      Senasib sama gue lu bro :v jangan mikirin cukup atau enggak nya, lagian waktu itu kan ga bisa di tambah2, manfatin aja waktu yg ada, Coba aja belajar kimia pelan2 --

  • Ta

    Semoga aja dibales.. Komen terakhir tahun lalu :v

  • Ifan Andri Prastya

    kak, mau tanya nih. saya kan anak smk, dan pelajaran kimia tidak terlalu detail. kelas 3 aja gak ada mapel kimia. satu hal yg pengin saya tanyain. ada metode khusus gak untuk bisa paham 117 unsur kimia? soalnya, tiap latihan soal mesti ada unsur kimia. dan sampe detik ini, saya belum ngerti konsep dasarnya. mohon periksanya ya, kak. tks

  • dharma

    kak buatin juga dong untuk matematika, fisika dan biologi

  • Kak,kapan2 bikin artikel ttg tips belajar kimia dong, apalagi materi kelas XI, smpe skrg ak msih suka bingung sm konsep larutan di kimia.

  • M Syahman Samhan

    soal2 yang paling menantang diantara semua itu apa kak?

    kapsel, sbmptn, usm, simak? gw sering males belajar ketika ngerjain soal yang polanya gitu2 mlulu hehe

    • Surya Tresno

      anjiir anjir gaya

  • Ali Husin

    Sy pemula nih - _ -

  • Yogi Prema

    Kak Yoki, itu soal Kim 2013 yang ada Alum kok beda ya jawabannya sama di pembahasan soal yang di video soal soal ? Di video jawabannya 10^-3 M kalau di artikel ini 2.10^-3. Di video 0,1 M langsung dimasukkin ke ion Al(H2O)6 3+ kalau di artikel ini dipecah dulu Al2(SO4)3 jadi dapet 2 Al 3+. Yang bener gimana ya kak, saya bingung. Makasi sebelumnya kak

  • Surya Tresno

    aku suka banget materi ttg larutan ,laju reaksi dan kesetimbangan kimia,tapi agak males belajar materi ttg atom

  • Anisaa

    kepasih gw susah banget menyambungkan (?) hal yang satu dengan yg lain? 🙁

  • Wahyu Mulyadi

    Gimana dengan anak SMK yang belum pernah nyentuh kimia sama sekali, harus belajar mulai dari mana?

  • Fikri Humani

    Bang kayanya ada yg harus di revisi tp penting gapenting sih, bukannya jawabannya 101,3 ? (Kode: 1654, no 6) https://uploads.disquscdn.com/images/1e68c1bd506eff6a05eee4fdd5ef773d9d4df36b220c895cd524ab0d542fd73c.png