Belajar Strategis Menghadapi SBMPTN Kimia

Artikel ini mengupas seluruh panduan persiapan belajar untuk menghadapi SBMPTN Kimia. Dari pembahasan materi sampai latihan soal, semuanya lengkap di sini!

Hello Zenius fellows.. Nggak terasa ya SBMPTN tinggal sebentar lagi. Oke, sebagaimana yang bisa kalian tebak dari judul artikelnya, kali ini kita akan membahas tentang segala hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi SBMPTN KIMIA.

Bagi yang menjalani kelas 12 saat ini, banyak sekolah yang biasanya masih fokus ke materi sekolah yang sedang berjalan. Terus di semester genapnya fokus menghadapi UN dulu, dan baru fokus menghadapi SBMPTN setelah UN selesai. Jadi, persiapannya paling lama cuma dua bulan, dan itu juga biasanya cuma fokus latihan soal-soal campuran aja.

“Banyak yang berpikiran bahwa kalo kita udah siap menghadapi UN maka untuk menghadapi SBMPTN kita cuma tinggal nambahin sedikit lagi.. Bener gak sih?”

Sebetulnya jika kalian belajar menghadapi UN-nya gak sekedar ngerjain soal-soal aja, tapi juga belajar konsep dasar materinya dengan bener, maka menghadapi SBMPTN memang tinggal nambahin dikit lagi. Tapi kebanyakan guru-guru di sekolah atau di bimbel, seringnya ngebahas langsung variasi latihan soal-soal UN saja. Jadi materi yang diajarin cuma sebatas “kalo ada soal kaya gini, ngerjainnya kaya begini”. Jadi pemahaman konsep dasarnya tidak dipahami secara detail dan mendalam. Untuk lebih jelasnya, Zenius pernah bahas lebih khusus tentang perbedaan persiapan UN dan SBMPTN di sini.  

Selain itu, ada juga yang bilang dengan belajar dari soal-soal tahun lalu, kita bisa memetakan atau meraba gimana bentuk ujiannya. Kalian mungkin juga bisa sekalian menganalisis gimana pola soal-soal tersebut dan mungkin coba-coba memprediksi soal yang bakal keluar di ujian berikutnya. Memang saya mengerti kalo semua orang pasti suka cara cepat/instan. Tapi jangan harap bisa kalian bisa mengandalkan shortcut untuk sukses di SBMPTNUntuk menghadapi soal-soal SBMPTN, kita butuh belajar strategis. Kenapa kok begitu?

Jawaban singkatnya: karena soal-soal SBMPTN itu sulit. Bahkan makin ke sini, tingkat kesulitannya bisa dikatakan relatif semakin tinggi. Dalam arti, soal-soal Kimia yang dikeluarkan membutuhkan pemahaman teori Kimia yang mendalam. Maksudnya gimana sih pemahaman Kimia yang mendalam? Menurut saya, setidaknya ada 4 kemampuan yang perlu dimiliki siswa untuk bisa mengerjakan soal-soal Kimia dengan level kesulitan di SBMPTN, berikut di antaranya:

  1. penguasaan konsep Kimia yang baik,
  2. mengkoneksikan antara satu bab dengan bab lain,
  3. daya analisa
  4. kreativitas dalam mengerjakan soal.

Nah, berarti kalo kita hanya bermodalkan hafal rumus/cara ngerjain pasti akan kesulitan mengerjakan soal-soal SBMPTN, khususnya pelajaran Kimia. Terus bagaiman dong cara persiapan yang tepat untuk menghadapi tipe-tipe soal dengan level kesulitan yang tinggi seperti itu? Langsung aja, di sini saya akan beberin cara belajar SBMPTN Kimia yang tepat, ga instan atau sekedar shortcuts, tapi efektif untuk menghadapi soal-soal SBMPTN Kimia.

Strategi Belajar Efektif untuk SBMPTN Kimia

1. Jangan hanya menghafal rumus 

Ngga bosen kan kalo Zenius sering banget ingetin beginian. Jangan hanya menghafal rumus itu prinsip yang krusial banget dalam menghadapi tes selevel SBMPTN, baik untuk Matematika, Fisika, dan juga Kimia. Kenapa sih menghafalkan rumus itu tidak cukup? Pada dasarnya, karena pada level soal-soal SBMPTN, ada banyak sekali variasi soal yang menjebak. Sehingga jika kita hanya menghafalkan pola soal lalu memasukan ke dalam rumus yang kita hafalkan, seringkali banyak peserta yang salah menjawab soal karena tahap pengerjaan soal SBMPTN mereka pikir sesederhana mengerjakan soal ulangan biasa. Pada prakteknya dalam ujian SBMPTN, seringkali rumus yang kita ingat belom tentu dipakai untuk menyelesaikan soal tersebut. Contoh kasusnya nanti akan saya bahas pada bagian berikutnya.

2. Mampu mengkoneksikan bab yang satu dengan bab lainnya

Banyak siswa yang berpikiran bahwa topik-topik dalam Kimia itu berdiri sendiri, alias tidak berhubungan satu sama lain. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Ilmu Kimia itu sangat terkait satu sama lain, baik antar bab dan topik yang diklasifikasikan pada pelajaran sekolah, dan bahkan bisa jadi berhubungan dengan disiplin ilmu lain, termasuk matematika, fisika, dan juga biologi.

Mungkin supaya lebih mudah dibayangkan, kita bisa melihat contoh pada kasus Kepolaran suatu molekul. Biasanya seringnya kita diajarkan bahwa untuk menentukan suatu molekul polar atau non-polar itu dilihat dari ada atau tidak pasangan elektron bebas. Tapi kita gak paham kenapa bisa begitu. Nah, konsep kepolaran molekul ini bisa gampang diterima kalo kita menjelaskannya dengan konsep vektor di matematika. Karena polar tidaknya suatu molekul itu akibat resultan vektornya itu nol atau tidak.

Nah, ini ada contoh soal mengenai pentingnya kita jangan menghapal rumus dan perlunya mengkoneksikan antar bab.

kepolaranPada bacaannya disebutkan bahwa alum bersifat asam lemah. Nah, jika kita hanya hafalin rumus untuk asam lemah biasanya kita akan langsung kepikiran rumus:

asam lemah

Tapi terus gimana dipakenya untuk ngejawab soal itu? Pada bingung deh. Sebenernya untuk jawab soal tersebut, gak butuh rumus di atas. Terus gimana dong? Nah, di sini kita harus mengkoneksikan antara konsep asam lemah dengan konsep reaksi kesetimbangan. Banyak yang gak sadar bahwa konsep asam lemah, basa lemah, larutan buffer, hidrolisis, dan kelarutan itu termasuk dalam kesetimbang larutan. Ya udah, kita kerjakan aja dengan konsep reaksi kesetimbangan.

kesetimbangan

Sebenernya masih ada beberapa soal lagi yang menunjukan bahwa soal KIMIA SBMPTN itu membutuhkan pemahaman antar bab, kalo kalian penasaran bisa lihat kumpulan pembahasan soal SBMPTN Kimia 2013 di sini.

3. Melatih kreativitas dalam menyelesaikan soal

Maksudnya apa sih kreativitas itu? Karena dalam proses mengerjakan soal-soal SBMPTN Kimia, seringkali kita bisa mendapatkan jawaban dari beberapa pendekatan yang berbeda. Nanti akan saya berikan contoh soal kimia yang ternyata bisa diselesaikan dengan pendekatan matematika, namun bisa juga diselesaikan dengan pendekatan konsep Kimia. Pada intinya, jika kita memahami maksud soal yang ditanyakan secara luas, kita bisa melihat celah untuk mengerjakan soal tersebut dengan cara yang paling efisien.

4. Penguasaan Matematika Dasar

Kenapa menguasai Matematika Dasar itu penting untuk mengerjakan soal-soal kimia? Karena ada banyak soal-soal Kimia di SBMPTN, yang membutuhkan penguasaan matematika yang baik. Seringkali ada banyak siswa yang kesulitan mengerjakan soal-soal Kimia SBMPTN walaupun dia memahami konsep Kimianya, tapi jawabannya tidak bisa ketemu cuma karena dasar matematikanya gak kuat.

Saya coba kasih contoh soal Kimia SBMPTN yang perlu pemahaman matematika. Misalnya setelah mengerjakan soal Kimia, kita dapet tuh suatu larutan dengan pH = 4 – log5. Tapi di pilihan jawaban nggak ada. Sebenernya kita tinggal mencari dari pilihan jawaban yang nilainya sama (ekuivalen) dengan 4 – log5. Tapi, gimana caranya, kan gak boleh pake kalkulator? Kalo dasar matematika kita oke, tentu ini gak akan bermasalah. Kalo kalian menguasai matematika dengan baik, kalian bisa menemukan bentuk lain dari 4-log5 dengan operasi logaritma seperti ini:

ph

Nah, pada soal SBMPTN 2014, ada soal kimia, yang untuk bisa dikerjakan, butuh suatu persamaan yang mungkin gak pernah kalian liat saat belajar kimia SMA. Untuk dapet persamaan tersebut butuh proses integral! Menantang banget kan. Nih soalnya:

integral kimia

Mau tau pembahasan lengkapnya? Coba tonton video pembahasan SBMPTN Kimia 2014 no 36 ini deh.

 

Pemetaan Materi Penting di Kimia untuk SBMPTN

Untuk beberapa tahun belakangan ini, udah mulai sering muncul soal kimia SBMPTN yang cakupannya bukan lagi pengetahuan SMA tapi materi tingkat kuliah (kalo UM UGM dan SIMAK UI, udah lama ngeluarin soal yang kaya gini). Waduh, jadi gimana dong cara kita ngadepinnya? Bisa nggak ya?

Sebenernya kalian jangan terlalu memikirkan gimana kalo ketemu soal-soal yang cakupannya di luar materi SMA. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah mulai nyicil untuk bener-bener memahami konsep yang kalian dapet selama SMA dulu.

Trus mulai dari mana mulainya, kan banyak materinya ?

Emang sih cukup banyak materinya, tapi kalo bisa diambil inti sarinya, materi-materi penting dalam kimia itu bisa dibagi jadi 6 bab besar, yaitu sebagai berikut.

  1. Struktur Atom & Ikatan Kimia
  2. Stoikiometri
  3. Energetika dan Kinetika Reaksi
  4. Larutan
  5. Redoks & Elektrokimia
  6. Kimia Karbon

Nah, itu bab-bab besar yang mencakup materi-materi penting dalam kimia yang wajib kita pahami dengan bener konsep-konsepnya. Sebenernya masih ada berberapa materi yang udah kita dapet pas SMA, tapi gak tercakup dalam 6 bab besar itu, seperti materi Kimia Unsur, Koloid, Kimia Lingkungan, dan Radioaktif. Keempat materi itu gak saya masukkan ke dalam 6 bab besar karena materi-materi tersebut akan lebih mudah dipelajari dari latihan soal kalo kita udah bener-bener paham 6 bab besar tadi. Misalnya, materi tentang Kimia Unsur, akan lebih mudah dipahami kalo kita udah paham dulu bab Struktur Atom &  Ikatan Kimia.

Bagi kalian yang ingin melihat persebaran soal-soal SBMPTN Kimia dari tahun-tahun lalu, bisa lihat di bawah ini:

Topik / MateriSNMPTN 2012SBMPTN 2013SBMPTN 2014SBMPTN 2015SBMPTN 2016SBMPTN 2017TOTAL
Stoikiometri23133315
Struktur atom, sistem periodik dan Ikatan kimia12222211
Kesetimbangan22311110
Termokimia1211117
Sifat koligatif1111116
Laju reaksi1111105
Larutan dan teori asam basa2011105
Elektrolisis1111015
Reaksi Senyawa Karbon1100114
Reaksi redoks0001113
Sel volta1010103
Senyawa turunan alkana0011013
Larutan Buffer0101103
Biomolekul1001002
Kimia unsur1010002
Hidrolisis garam0100012
Kelarutan dan reaksi pengendapan0010012
Hidrokarbon0000101
Radioaktif0000011
Koloid0000000
Benzena dan polimer0000000
Kimia lingkungan0000000

Oke, berdasarkan persebaran soal-soal tahun lalu, saya akan coba uraikan materi dari 6 bab besar yang sangat saya rekomendasikan untuk kuasai terlebih dahulu.

1. Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Nah, bab ini adalah pintu masuk untuk belajar kimia. Bab ini dibagi jadi  4 subbab, yaitu:

2. Stoikiometri

Bab ini merupakan nyawa dalam perhitungan kimia. Hampir semua materi kimia yang butuh perhitungan pasti melibatkan stoikiometri. Cakupan dari stoikiometri:

3. Energetika dan Kinetika Reaksi

Bab ini membahas energi/kalor yang menyertai suatu reaksi, kenapa ada reaksi yang berjalan cepat dan ada juga yang lambat, serta kenapa ada banyak reaksi yang tidak tuntas (reaksi seakan berhenti padahal reaktannya habis). Cakupan dari bab ini:

4. Larutan

Nah, cakupan dari bab ini cukup banyak:

5. Redoks dan Elektrokimia

Yang akan dibahas pada bab ini :

6. Kimia karbon

Bab ini cakupannya juga lumayan banyak, yaitu :

Nah, coba deh mulai sekarang luangin waktu buat dalemin konsep-konsep yang udah saya uraikan di atas. Dengan kalian kuasai bab-bab tersebut, efeknya akan terasa saat kalian ngerjain soal-soal latian nantinya. Kalo masih ada waktu, kalian boleh lanjutin untuk pahamin materi kimia unsur, koloid, radioaktif, dan kimia lingkungan. Untuk belajar lebih lanjut, kalian bisa langsung menelusuri materi-materi yang sudah saya petakan di bawah ini:

****

Oke, sekarang saya harap kalian bisa mengerti kenapa kita sering banget bilang “Jangan hafal rumus!“. Saya udah kasih contoh nyata kasus kenapa metode menghafal rumus adalah ide yang buruk buat menghadapi SBMPTN, khususnya SBMPTN Kimia nanti. Saatnya keluar dari zona nyaman kalian. Mulailah belajar secara konseptual jika kalian tidak ingin soal-soal SBMPTN Kimia nanti jadi kerikil yang menggagalkan kalian masuk PTN idaman. Belajar dengan memanfaatkan waktu yang ada, saya kira bukanlah saran yang terlalu berlebihan, justru strategis. Oke deh. Selamat menyicil yaa..

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Kak Yoki tentang persiapan SBMPTN Kimia, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.