Dinamika Catatan Sejarah 30 September 1965

Dinamika Catatan Sejarah 30 September 1965

Tepat malam ini 50 tahun yang lalu, terjadi sebuah skenario pembunuhan yang paling misterius dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Yak, pada malam 30 September 1965 atau lebih tepatnya 1 Oktober subuh dini hari, 6 Perwira Tinggi Militer Indonesia diculik dan kemudian dibunuh secara misterius. Peristiwa ini kemudian menjadi titik tonggak perubahan transisi peralihan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Soekarno menjadi era Orde Baru dengan diangkatnya HM. Soeharto menjadi presiden kedua Republik Indonesia.

Bagi lo yang nggak sempat merasakan era Orde Baru (1966--1998) mungkin hanya menganggap ini adalah "peristiwa sejarah biasa" yang sering disebut dalam buku teks pelajaran Sejarah dengan nama G30S/PKI. Yah, intinya cuma peristiwa masa lalu tentang pembunuhan 6 Jendral yang didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia), yang kemudian berujung pada pelarangan ideologi komunis di Indonesia. Mungkin hal paling lo pusingin itu cuma sebatas gimana caranya menghafal nama 6 jenderal yang dibunuh beserta pangkatnya karena nanti kemungkinan bakal keluar di Ulangan/Ujian Sekolah. Intinya, nggak ada yang spesial, nggak ada yang menarik dari peristiwa ini, cuma sepotong cerita sejarah doang.

monumen-kesaktian-pancasila

Salah besar guys... Peristiwa ini bisa dibilang sebagai catatan sejarah Indonesia yang paling kelam, paling misterius, paling kontroversial, dan paling sensitif untuk dibahas terutama pada masa pemerintahaan Orde Baru. Peristiwa ini begitu mempengaruhi nasib jutaan masyarakat Indonesia, dari mulai peralihan transisi kekuasaan, posisi kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik besar dunia pada saat itu, serta penangkapan dan pembunuhan masal selama puluhan tahun.

Peristiwa ini begitu kontroversial dan misterius sehingga memunculkan berbagai macam versi tentang konflik kepentingan yang menjadi dalang sebenarnya dari peristiwa ini. Mulai dari versi (1) Orde Baru tentang upaya pemberontakan PKI untuk menjadi Indonesia Negara dengan ideologi Komunis, kemudian (2) versi tentang adanya konflik internal dalam TNI yang ingin mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno, (3) sampai keterlibatan CIA dan Blok Barat (Amerika, Inggris, dkk) dalam peristiwa ini untuk mencegah Indonesia mengubah ideologinya menjadi komunis dengan menjadikan PKI sebagai kambing hitam.

Lho, terus versi mana yang bener dong? Nah, sebelum dibahas lebih detail, ada satu hal penting yang perlu kita sepakati dulu bersama adalah : Dalam memahami Sejarah, bisa jadi kita tidak akan tau secara persis kenyataan sesungguhnya yang terjadi di masa lalu. Kita yang sekarang hidup di tahun 2015 tidak mungkin bisa mengembalikan waktu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1965, TAPI... dalam memahami sejarah, kita bisa menelusurinya seperti seorang detektif.

Pada saat seorang Sherlock Holmes/ Detektif Conan/ Kindaichi mencoba untuk mengungkap sebuah peristiwa pembunuhan yang sudah berlalu berhari-hari. Tentunya, mereka juga tidak akan pernah bisa mengembalikan waktu dan melihat secara langsung siapa pelaku pembunuhan sesungguhnya. Tapi, seorang detektif bisa menginvestigasi dan menganalisa siapa pelaku pembunuhan dengan melihat sidik jari, DNA pada bercak darah yang tertinggal, motif dari calon tersangka, dokumentasi foto, dsb. Begitu juga dengan memahami sejarah, kita bisa menganalisa dokumen, foto, kesaksian, dan juga menelusuri berbagai motif dan konflik kepentingan yang terjadi pada masa itu.

Nah, pada kesempatan kali ini, zenius akan mencoba mengupas beberapa catatan sejarah dari berbagai macam versi, dari mulai versi Orde Baru, versi beberapa peneliti Independen, sampai versi yang dipercaya oleh pandangan dunia internasional hingga saat ini. Pastinya, apa yang kita coba kupas dalam artikel ini nggak akan bisa merepresentasikan kejadian sesungguhnya yang begitu kompleks, begitu rumit, dan ruwet. Tapi, moga-moga apa yang kita kupas di artikel ini, baik berupa kumpulan data, catatan, maupun analisa pribadi dari kita ini bisa menjadi titik awal buat lo untuk mulai memahami sebuah peristiwa sejarah paling misterius yang pernah dialami oleh Bangsa Indonesia.

 

HIPOTESA 1: VERSI PEMERINTAHAN ORDE BARU - G30S/PKI (1966 - 1998)

Ini adalah cerita versi official (resmi) pemerintahan Orde Baru yang dipercaya oleh sebagian besar masyakarat Indonesia selama ± 32 tahun. Bagi yang sempat mengalami masa pemerintahan Orde Baru pasti masih ingat kalo setiap tanggal 30 September selama 13 tahun (1984 - 1997) semua stasiun TV tanah air wajib menayangkan sebuah film yang berjudul "PENGKHIANATAN G 30 S/PKI". Film itu menggambarkan peristiwa penculikan dan pembunuhan para Jendral dengan sangat tragis. Pada film itu, diceritakan bahwa PKI tidak hanya menculik kemudian membunuh tapi juga menyiksa keenam Jendral dengan cara yang kejam seperti pemotongan alat vital, matanya dicungkil, tubuhnya dipotong-potong, sampai kemudian dibuang ke sebuah sumur yang kemudian dinamakan Lubang Buaya.

"Wah gila, berarti PKI juahat banget dong yah? Emang kenapa sih kok PKI bisa sampai ada di Indonesia?"

Jadi gini, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia cenderung terbuka dengan berbagai macam ideologi, baik ideologi nasionalis, agama, termasuk juga ideologi komunis. Presiden Soekarno berpendapat bahwa ketiga ideologi itu bisa berjalan beriringan secara seimbang baik secara politik maupun secara praktis dalam masyarakat - gagasan ini kemudian biasa disebut dengan NASAKOM (Nasionalis-Agama-Komunis).

Nah, dengan dinamika politik yang begitu beragam pada saat itu, masing-masing ideologi berusaha untuk saling memperluas pengaruhnya baik kepada masyarakat maupun pada kaum yang berkuasa pada pemerintahan Soekarno. Pada suatu kesempatan PKI mengarang cerita (menurut versi ORBA) bahwa ada kelompok jendral-jendral Angkatan Darat yang membentuk kelompok yang dinamakan Dewan Jendral, yang berencana melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno pada saat perayaan hari TNI, 5 Oktober 1965.

Dalam hal ini,salah satu petinggi PKI Sjam Kamaruzzaman bekerjasama dengan komandan Resimen Cakrabirawa (pasukan pengaman presiden), Letkol Untung Syamsuri untuk ngegagalin rencana kudeta tersebut dengan cara nyulik perwira tinggi yang diduga tergabung dalam Dewan Jendral. Para jenderal tersebut kemudian diculik, disiksa dan dipaksa nandatanganin surat pernyataan (sebelum akhirnya dibunuh) yang intinya bilang kalo mereka itu adalah anggota Dewan Jenderal oleh anggota-anggota PKI dan organisasi-organisasi bawahannya seperti Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dan Lekra (Lembaga Kebudajaan Rakjat).

Keesokan harinya setelah aksi pembunuhan tersebut, Letkol Untung dengan di bawah pengawalan pasukan tidak dikenal ngumumin lewat Radio RRI bahwa dini hari itu dia melakukan "pengamanan" terhadap Presiden dari para jendral yang bakal ngelakuin kudeta. Kejadian penculikan ini kemudian diketahui Mayjend Soeharto, yang waktu itu ngejabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Besoknya, Soeharto langsung menggerakan pasukannya buat melakukan proses pencarian para Jendral yang hilang dan mengusir pasukan-pasukan tidak dikenal tersebut. Sampai pada tanggal 1 Oktober siang hari, Soeharto berhasil ngambil alih RRI dari tangan pasukan yang menurutnya disusupi PKI, dan mengumumkan bahwa terjadi penculikan jenderal-jenderal yang diduga digagas oleh PKI.

g30s/pki-versi-orde-baru

Beberapa hari setelah itu, nongol berita-berita di media cetak asuhan TNI seperti Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha yang intinya bilang bahwa yang melakukan penculikan terhadap Jendral-jendral itu adalah PKI, termasuk juga berita bahwa jendral-jendral itu mengalami penyiksaan dulu sampai akhirnya dibunuh.

Nah, singkat kata singkat cerita, dari cerita versi pemerintahan Orde Baru di atas, akhirnya terjadilah serangkaian skenario "pembersihan" PKI dan simpatisannya di setiap pelosok penjuru Indonesia. Sampai pada akhirnya Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. Sehari kemudian, 12 Maret 1966, Menpangad Letjen Soeharto membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia.

 

HIPOTESA 2: KONFLIK INTERNAL ANGKATAN DARAT

Hipotesis yang kedua ini sebenernya udah lama diketahuin sama peneliti-peneliti dan media luar negeri. Tapi, upaya buat menyuarakan sangat disulitkan, terutama pada masa pemerintahan ORDE BARU. Pertama kali muncul, hipotesis ini dijabarkan secara panjang lebar sama peneliti politik Indonesia asal Universitas Cornell, AS, Benedict Anderson. Sebenernya sih ada dua versi kecil juga sih ini dalam teori ini, yaitu yang berpendapat bahwa:

  1. Mayjen Soeharto adalah dalang dari peristiwa penculikan dan pembunuhan keenam Jendral.
  2. Soeharto tidak terlibat namun hanya diuntungkan dari situasi dari konflik internal TNI.

Nah,  sebetulnya memangnya ada konflik internal apa sih di TNI pada masa itu? Kubu apa aja sih dalam internal TNI yang berantem? Kenapa konflik internal ini berhubungan erat dengan peristiwa penculikan dan pembunuhan keenam jendral. Oke, kita bahas satu-satu yah. Kalo boleh kita simplifikasi, pada masa itu TNI terpecah menjadi 2 kubu yang secara sederhana kita sebut saja dengan 1. Kubu Soekarnois dengan 2. Kubu "Kanan".

1. Kubu Soekarnois

Kubu ini sangat setia dengan Presiden Soekarno, walaupun mereka sebetulnya kurang sepakat dengan ideologi Nasakom yang digagas oleh Soekarno. Salah satu figur utama dalam kubu ini adalah Letnan Jendral Ahmad Yani (Kepala Staf Angkatan Darat/KSAD). A.Yani dikenal sebagai pendamai ulung dalam setiap gerakan separatis yang mengancam kesatuan RI. Jadi, kalo mau mendamaikan konflik apa-apa, Soekarno gak usah pusing, langsung aja turunin A.Yani ke lapangan. Pemberontakan selesai, minim korban dan konflik! Selain A.Yani, kebanyakan kubu Sokarnois dipenuhi oleh para perwira muda.

2. Kubu "Kanan"

Kubu ini sangat khawatir terhadap sikap politik Soekarno yang seringkali menganggap TNI sebelah mata, sehingga sering juga deh tuh Jendral-jendral dari kubu ini protes ke Soekarno. Perwira tertinggi dari kubu ini yang terkenal adalah Jendral Sudirman, Jendral Tahi Bonar Simatupang, dan Jendral Abdul Harris Nasution.

Yani-Sudirman

Pada masa itu (1962 - 1966), TNI cukup sibuk dengan adanya 2 konflik militer yaitu upaya untuk merebut Irian Barat (1963) dan juga Konfrontasi dengan Malaysia (1962-1966). Di tengah-tengah 2 operasi militer tersebut, TNI merasa terganggu dengan gagasan dari PKI untuk membentuk Gerakan yang bernama Angkatan Kelima. Angkatan Kelima ini intinya adalah gerakan untuk mempersenjatai sipil terutama kaum buruh dan petani, agar bisa membantu Indonesia dalam konfrontasi militer dengan Malaysia, dengan alasan bahwa jumlah petani dan buruh sangat banyak. Dengan adanya usulan ini, pihak militer menanam kecurigaan bahwa gerakan Angkatan Kelima ini adalah upaya PKI untuk memobilisasi buruh dan petani (yang merupakan simpatisan PKI) untuk melakukan kudeta dan merebut kekuasaan.

Nah, memanasnya hubungan PKI – TNI ini lah yang jadi sumber konflik baru dalam internal TNI sendiri. Kubu Soekarnois menganggap bahwa apapun yang menjadi keputusan Soekarno, sebagai Panglima Tertinggi TNI dan Pemimpin Besar Revolusi waktu itu, harus dipatuhi. Jadi, walaupun sebetulnya mereka khawatir sama perkembangan pesat yang diraih PKI, tetap harus dukung rencana Soekarno terkait ajaran Nasakom. Di sisi lain, kubu Kanan menganggap bahwa PKI adalah ancaman buat TNI dan rakyat Indonesia sehingga harus diredam perkembangannya.

Nah, inilah yang jadi awal perpecahan yang berujung ke peristiwa G30S, yang menurut para pendukung hipotesis ini, peristiwa penculikan dan pembunuhan keenam Jendral merupakan gerakan murni yang dilakukan oleh TNI. Ada tiga bukti yang selalu dijadikan alasan kuat oleh para pendukung hipotesis ini. Pertama adalah hasil penelitian Benedict Anderson yang dikenal dengan Cornell Paper. Kedua adalah pembelaan diri dari Kolonel Latief (salah satu terdakwa G30S/PKI), dan ketiga adalah hasil otopsi terhadap para jendral yang jadi korban G30S.

Bukti Penguat 1 : Cornell Paper

benedict anderson

Hasil penelitian ini dengan jelas menyebutkan bahwa Gerakan 30S adalah inisiatif beberapa perwira menengah TNI yang mengetahui adanya upaya untuk menggulingkan kekuasaan Soekarno. Hal ini diperjelas sama pidato Letkol Untung Syamsuri, yang waktu itu adalah kepala penjaga presiden, pas ngambil alih stasiun RRI pagi harinya, bahwa penculikan yang dia lakuin adalah untuk mencegah terjadinya kudeta terhadap Soekarno. Usaha para perwira menengah yang usianya masih cenderung muda ini kebanyakan kecewa sama para petinggi TNI karena kurang memperhatikan kesejahteraan para perwira menengah ke bawah.

Bukti Penguat 2: Pledoi Latief

Kol. Latief merupakan Komandan Brigadir Infantri Kodam Jaya pada tahun 1965 dan merupakan kawan dekat dari Mayjen Soeharto dan Letkol Untung, ketika berada di Kodam Diponegoro.

Pada saat Latief dituduh terlibat G30S, Latief melakukan pernyataan pembelaan diri (pledoi) dengan mengatakan bahwa Soeharto sebenarnya mengetahui tentang rencana penculikan jendral-jendral, tapi tidak mengambil sikap apa-apa. Dalam pembelaannya, Latief mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelum penculikan berlangsung, Latief datang ngelapor ke Mayjen Suharto di RSPAD (waktu itu Soeharto sedang menjenguk anaknya yang sedang sakit) bahwa ada tentara yang akan menculik A.Yani (kubu Soekarnois) dkk serta membawa mereka ke Presiden Soekarno.

Karena menganggap bahwa Soeharto sudah mengetahui serta mendukung rencana ini, dia pun lalu pergi ninggalin RSPAD Gatot Subroto. Setelah peristiwa tersebut terjadi, baru Latief kebingungan karena para Jendral yang rencananya hanya diculik untuk kemudian dibawa ke Presiden Soekarno ternyata ditemukan tewas.

Bukti Penguat 3: Hasil otopsi para korban

Berbeda dengan klaim yang dibuat oleh media asuhan TNI seperti Beritayudha dan Angkatan Bersendjata bahwa terjadi penyiksaan terhadap para jendral sebelum akhirnya dibunuh. Ternyata, hasil otopsi yang dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari

  1. dr. Brigjen Roebiono Kertopati (perwira tinggi yang diperbantukan di RSP Angkatan Darat),
  2. dr. Kol. Frans Pattiasina (perwira kesehatan RSP Angkatan Darat),
  3. Prof. dr. Sutomo Tjokronegoro (ahli Ilmu Urai Sakit Dalam dan ahli Kedokteran Kehakiman, profesor di FK UI),
  4. dr. Liauw Yan Siang (dosen dalam Ilmu Kedokteran Kehakiman FK UI)
  5. dr. Liem Joe Thay (alias dr. Arief Budianto, dosen Ilmu Kedokteran Kehakiman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI)

Menyatakan bahwa pada tubuh para jendral tidak ditemukan adanya bekas penyiksaan. Korban diyakini tewas karena beberapa luka tembusan peluru, ditambah dengan luka benturan (diduga terjadi setelah tewas karena dijatuhkan ke dalam sumur). Tidak ditemukan tanda-tanda bekas cungkilan mata, pemotongan alat kelamin, dsb, seperti klaim dari berita-berita media TNI.

Kalo kita melihat dari ketiga bukti di atas, ternyata hipotesis 2 ini juga punya bukti yang harus dipertimbangkan. Pada kaum cendekiawan yang mendukung hipotesa ini percaya bahwa momentum konflik internal dalam kubu TNI dimanfaatkan sebagai moment peralihan kekuasaan sekaligus juga dengan menjadikan PKI sebagai kambing hitam yang merupakan musuh ideologis TNI pada masa itu.

 

HIPOTESA 3 : KETERLIBATAN BLOK BARAT DI TENGAH KONFLIK PERANG DINGIN

Nah, setelah kita menelusuri 2 versi hipotesa yang dirangkum berdasarkan catatan dan perspektif internal kita sebagai warga negara Indonesia. Sekarang gimana dengan pandangan dunia internasional? Tentunya, dunia internasional memiliki catatan sejarahnya sendiri terkait dengan peristiwa 30 September 1965 yang terjadi di Indonesia, serta pengaruhnya peristiwa tersebut yang menjadi titik penentu konflik perang dingin.

"Lha, kok bisa pembunuhan enam Jendral di Negara Indonesia berpengaruh terhadap perang dingin antara dua kubu super power dunia?"

Jadi gini ceritanya, setelah masa perang dunia II, terjadi ketegangan antara kedua kubu besar yang mengambil andil besar dalam mengalahkan Jerman dan Jepang, yaitu kubu Blok Timur (Uni Soviet, Cina, Warsaw Pact) yang mayoritas beridiologi komunis dengan Blok Barat (Amerika dan NATO) yang sebagian besar beridiologi kapitalis. Ketegangan antara 2 kubu ini memang gak banyak melibatkan kontak senjata (makanya disebutnya perang dingin), akan tetapi justru "konflik" yang terjadi adalah adu siasat untuk menguasai sebanyak mungkin wilayah-wilayah strategis, jalur perdagangan, sumber daya alam, hubungan bilateral wilayah dunia ketiga, dsb.

Dalam perspektif ini, Indonesia dipandang oleh kedua kubu sebagai wilayah yang sangat strategis. Dari mulai upaya untuk menjalin hubungan bilateral, penghubung jalur perdagangan, potensi pasar yang konsumtif, dan juga sumber daya alam. Tentu saja kedua kubu ini ingin sekali mengambil hati negara Indonesia untuk bisa bergabung dengan aliansi mereka masing-masing.

Allen_Pope

Sementara itu, Soekarno menetapkan Indonesia sebagai penganut Non-Aligned Movement (Gerakan Non-Blok), yang berarti Indonesia mengambil sikap untuk tidak memihak antara kedua kubu Barat maupun Kubu Timur. Posisi seperti ini dianggap sangat mengkhawatirkan oleh Blok Barat yang betul-betul mengharapkan Indonesia tidak sampai jauh pada ideologi komunis. Sampai pada tahun 1957-1958 Indonesia menghadapi 2 ancaman pemberontakan dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat tahun 1958 dan pemberontakan Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta disingkat Permesta di Makasar dan kawasan Indonesia Timur. Dalam upaya meredam pemberontakan ini, Indonesia menyadari bahwa adanya intervensi dari Blok Barat, CIA, dan Amerika yang mendukung kaum pemberontakan. Salah satunya adalah dengan tertangkapnya Allen Lawrence Pope seorang tentara bayaran yang ditugasi CIA untuk membantu pemberontakan PRRI dan Permesta.

Sejak saat itu, pandangan politik Presiden Soekarno berubah drastis terhadap Blok Barat dan cenderung lebih menjalin hubungan baik dengan Blok Timur. Puncaknya pada tahun 1964, Soekarno memulai kampanye anti-Amerika dengan melarang peredaran film, buku, dan musik dari Amerika, penolakan segala macam bantuan dari Amerika, sampai pemenjaraan dari group band Koes Plus karena bandel tetap memainkan musik dengan gaya rock and roll ala Amerika. Kondisi tersebut diperparah ketika Indonesia memutuskan keluar dari PBB pada 7 January 1965 dan membentuk kebijakan politik luar negeri menjadi poros Jakarta–Beijing–Moscow–Pyongyang–Hanoi.

nikita-kruschev-rev3

Tentu saja serangkaian gerakan politik Indonesia pada tahun 1964--1965 itu sangat amat mengkhawatirkan bagi pihak Blok Barat. Amerika terancam tidak bisa membangun hubungan bilateral yang baik, jalur perdagangan terputus, kerjasama dalam bidang ekonomi dan sumber daya alam gak lagi bisa dilakukan, dsb. Sampai ketakutan dari Amerika yang paling utama adalah jika Indonesia secara resmi tergabung dengan Blok Timur dan ikut menganut ideologi komunis.

Nah lho, terus gimana dong tindakan strategis Amerika untuk bisa merebut kembali hati negara Indonesia? Para peneliti sejarah yang menganalisa keterlibatan CIA ini kemudian mengambil kesimpulan bahwa ada kemungkinan CIA terlibat dalam gerakan penculikan dan pembunuhan tujuh perwira tinggi militer dengan memanfaatkan konflik internal dari TNI untuk kemudian membantu terjadinya peralihan kekuasaan (menumbangkan Soekarno) sambil menjadikan PKI (yang beridiologi komunis) sebagai kambing hitam.

Dengan adanya peristiwa 30 September 1965 ini serta perubahan pandangan politik Indonesia yang sangat memusuhi komunis, tentu saja sangat menguntungkan pihak Blok Barat terutama Amerika. Pertama, rezim pemerintahan Soekarno mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat maupun kalangan elit politik sampai akhirnya Soekarno lengser dan digantikan oleh Soeharto sebagai presiden kedua Republik Indonesia. Kedua, sejak saat itu Indonesia jadi berpandangan bahwa ideologi komunis (yang dianut sebagian besar Blok Timur) adalah ideologi yang berbahaya, sesat, serta membahayakan bagi NKRI. Dengan begitu, peristiwa 30 September menjadi titik tonggak peralihan pandangan politik Indonesia yang tadinya berporos pada Jakarta–Beijing–Moscow–Pyongyang–Hanoi, menjadi negara yang membuka investasi sebesar-besarnya terhadap perdagangan dunia, terutama dengan pihak Amerika dan Blok Barat.

nixonsuh

Nah, penganut hipotesa ini seakan mendapatkan titik terang ketika pada tahun 1990, Kathy Kadane mantan agen CIA membeberkan keterlibatan CIA terhadap proses peralihan kekuasaan pada tahun 1965 serta upaya penghapusan ideologi komunis di Indonesia. Selain itu, pada tahun 1999, CIA melakukan deklasifikasi (declassified) atau pembukaan dokumen rahasia (merupakan kebijakan Amerika untuk membuka dokumen rahasia setelah sekian puluh tahun berselang) tentang keterlibatan mereka terhadap konflik internal negara Indonesia dari mulai bukti telegram dari kedutaan besar Amerika di Indonesia tentang pendanaan yang diberikan oleh Amerika untuk agar Indonesia tidak jatuh menganut paham ideologi Komunisme. Sampai pada akhirnya Wikileaks juga membuka dokumen-dokumen rahasia Amerika lainnya tentang keterlibatan AS dalam mendukung gerakan peralihan kekuasaan di Indonesia pada tahun 1965.

 

DAMPAK GERAKAN 30 SEPTEMBER / 1 OKTOBER BAGI INDONESIA

Nah, sekarang lo sudah mendapatkan garis besar dari 3 versi tentang sebuah peristiwa Sejarah yang paling gelap, paling misterius, dan mungkin paling memilukan bagi Bangsa Indonesia. Jadi siapakah dalang sebetulnya yang paling bertanggung-jawab terhadap peristiwa gerakan 30 September ini? Apakah PKI? atau oknum internal TNI? atau Amerika, CIA, dan sekutunya?

Siapa pun itu, dampak dari peristiwa ini jauh lebih menyedihkan bagi Bangsa Indonesia. Sejak (atau bahkan sebelum) Soeharto membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia pada tahun 1966, kebencian masyarakat Indonesia terhadap PKI meluas ke seluruh penjuru Indonesia. Akibatnya, diperkirakan:

  • 600.000 orang yang dianggap terkait dengan PKI menjadi tahanan politik, ditangkap tanpa surat penangkapan serta ditahan tanpa proses persidangan.
  • Setidaknya diperkirakan 500.000 - 2,000,000 atau 3,000,000 orang dihilangkan secara paksa dan dibunuh di seluruh pelosok Indonesia dari tahun 1965 - (kemungkinan) 1971. (Angka 2 juta diakui oleh Laks TNI Sudomo sedangkan 3 juta diakui oleh Jendral Sarwo Edhie)
  • Ratusan orang tawanan politik Indonesia kabur ke luar negeri dan tidak bisa kembali ke Indonesia selama 30 tahun hingga masa Orde Baru jauh pada tahun 1998.

Aftermath atau dampak berkelanjutan setelah gerakan 30 September 1965 dianggap sebagai salah satu tragedi kemanusiaan (genocide) terbesar pada abad 20 yang jarang diketahui oleh publik Indonesia maupun dunia hingga saat ini.

VIDEO DOKUMENTER TERKAIT PERISTIWA 30 SEPTEMBER 1965

Nah, sekalian gua juga mau nunjukin beberapa video dokumenter yang mengupas peristiwa 30 September 1965. Mulai dari dokumenter versi resmi dari pemerintah orde baru yang dulu diputer setiap tahun (terakhir tahun 1997), video dokumenter yang membahas perang dingin dan keterlibatan CIA, sampai video dokumenter dari media internasional Al Jazeera.

 

Sebagai penutup, kita sadar bahwa sebuah artikel seperti ini tidak akan mungkin bisa mengupas sebuah dinamika peristiwa Sejarah yang begitu kompleks, begitu rumit, dan begitu misterius. Harus diakui bahwa artikel ini adalah bentuk penyederhanaan dan simplifikasi dari serangkaian peristiwa lain, banyaknya kepentingan lain yang tidak sempat dikupas, serta banyak kisah menarik yang terlewatkan. Namun kita berharap bahwa lo sekarang bisa melihat sejarah sebagai sebuah rangkaian peristiwa yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain, bahwa sejarah adalah suatu pembelajaran yang komprehensif terhadap dinamika kepentingan, perilaku manusia, serta menjadi sarana pembelajaran kita semua untuk membangun sejarah Indonesia yang lebih baik.

 

"Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita." - Soe Hok Gie, Aktivis Mahasiswa Indonesia (1942 -- 1969)

 

PS. Pada September 2015, zenius mengadakan survei terkait persepsi siswa Indonesia terhadap peristiwa G30S. Hasil rekap ulasan survei tersebut dapat di baca di bawah ini

Analisis Pengaruh Guru dan Film pada persepsi Siswa Indonesia terhadap peristiwa G30S

 

Keterangan Sumber :

https://wikileaks.org/plusd/cables/1973JAKART14176_b.html
http://www.namebase.org/scott.html
http://en.wikipedia.org/wiki/CIA_activities_in_Indonesia
http://www.namebase.org/kadane.html
http://www2.gwu.edu/~nsarchiv/NSAEBB/NSAEBB52/doc189.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_killings_of_1965%E2%80%9366#Foreign_involvement_and_reaction
http://en.wikipedia.org/wiki/30_September_Movement
http://markcurtis.wordpress.com/2007/02/12/the-slaughters-in-indonesia-1965/
http://newint.org/features/web-exclusive/2010/12/15/suhartos-bloodiest-secrets/
http://www.namebase.org/kadane.html
http://www.namebase.org/scott.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_Revolusioner_Republik_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdjuangan_Semesta
http://id.wikipedia.org/wiki/Allen_Lawrence_Pope
http://www.jstor.org/discover/10.1525/as.2002.42.4.550?uid=3738224&uid=2&uid=4&sid=21104714018517
 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi dengan Glenn atau Faisal terkait dengan peristiwa Sejarah Gerakan 30 September 1965, nggak usah malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini. Admin mengingatkan jika ada komentar atau pernyataan yang menggunakan kata-kata yang tidak pantas atau mengandung ad hominem/penghinaan akan segera dihapus oleh editor. Jadi kita berharap diskusi yang berjalan untuk topik yang cukup serius ini berjalan dengan sehat, serta saling menghargai pendapat satu sama lain.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Faisal Aslim dan Glenn Ardi berkolaborasi untuk menulis artikel ini. Faisal adalah kontributor Zenius Blog yang mengambil gelar pasca-sarjana Psikologi Klinis di Universitas Indonesia. Sedangkan Glenn adalah inbound marketer & editor zeniusBLOG. Glenn mengambil gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung.

Follow Twitter Faisal at @ularnegeri

Follow Twitter Glenn at @GlennArdi

  • Ridwan

    Gokil abis nih artikel zenius kali ini! Dibahas scr lenkap dari berbagai sumber yang jelas. Jd kta juga bisa nelusurin sndiri, Smoga semakin banyak generasi muda yang tercerahkan! Amin

    • Thanks Ridwan, kalo kata Carl Sagan "Extraordinary claims require extraordinary evidence". Makanya di setiap artikel kita, diusahakan banget untuk selalu mencantumkan sumber yang jelas dan bisa terus dievaluasi 🙂

  • firman

    gue selama ini selalu percaya hipotesa 2 hha, tapi di hipotesa 3 bru tau lewat tulisan ini, nice posting!!

    • thanks, semoga bisa memberikan insight baru buat kamu

  • Ayuuk

    Wahh, kyknya zenius barusan nnton metro tv nih.. tentang PKI, hehe

    • Oalaah.. gua aja baru tau kalo Metro hari ini menayangkan cerita ttg PKI, emang tadi dibahasnya gimana?

    • Heru Andia Lubis

      Setuju yuk,pro blok kidal tu

    • Heru Andia Lubis

      Metro tipu

  • Donny

    Gw bener2 kebuka matanya sekarang, ternyata sejarah itu emang jauh lebih seru daripada cuman apa yang diceritain di buku teks sekolah, dan apa yg dibilangin sama guru sejarah gua selama ini itu ternyata ngaco semuanya, hahahahhhaa... thx zenius!

    • Wah, emang guru sejarah lo ceritain-nya gimana? 😛

      • Faisal Aslim

        Nah ane demen nih klo obrolannya beginian.. Hihihi

  • handy atmojo

    sebenarnya ada banyak ditulis secara tersirat soal hipotesa ke 3 oleh Marshal Green dalam buku/literaturnya, saya lupa judulnya, dulu saya baca di perpustakaan sekolah saya.

    usaha kudeta oleh PKI 1965 omong kosong, PKI adalah partai "rising star" saat itu, dan kekuasaan sbg ruling party sudah ada di depan mata, untuk apa kudeta? tidak logis. PKI era 1960an adalah kekuatan komunis terbesar ketiga di dunia, setelah Communist Party of Soviet Union dan Communist Party of China. Adalah Soeharto, sang oportunis sekaligus kacung Demokrasi Amerika yang mengambil alih kekuatan politik di Indonesia, dan mengambil alih pemerintahan dari tangan Soekarno.

    Di mata Amerika, Indonesia adalah pasar besar bagi Ford, General Electric, Cadillac, Chevrolet (General Motors), Good Year, Caterpillar, Boeing, Jeep, Goldman Sachs, hingga Levi's dan Revlon. Begitu pula Indonesia adalah sumber kekayaan bagi Freeport-McMoran, Newmont, Chevron dll. (Oh iya, lupa.. plus diimpornya aliran-aliran Kristen Pentacostal Amerika yang bangsatnya ampun-ampun)

    Dapatkah anda membayangkan bila PKI berhasil menguasai roda pemerintahan Indonesia? Semua produk amerika tsb tidak akan laku, karena bangsa ini pasti telah mampu membuat semuanya sendiri sejak dahulu... namun hingga kini tidak :v

    • deka

      uraian lo sebetulnya asik buat dibahas lebih detail bro, cmn itu lho bahasanya dijaga dikit dong.. kan sayang aje komentar lo udah keren tp harus dibumbui pake kata2 kasar & judgmental. 😛

    • Qaysh Isaaq As situdani

      pki di indonesia ? gimana ya jadinya
      pemeluk agama akan dibabat habis...
      indonesia akan memasuki masa terpuruk kedua setelah penjajahan bangsa imperial, karena keberadaan agama sendiri adalah konsep utama pancasila itu secara pokok

      • Apa hubungan keberadaan PKI dengan pembabatan pemeluk agama?

        • Qaysh Isaaq As situdani

          cultural revolution oleh chinese communist party, google it

          • Awas slippery slope fallacy dan false dichotomy fallacy.

            Revolusi ga selalu butuh pertumpahan darah.
            Bahkan revolusi di Indonesia hampir gak mungkin terjadi untuk sekarang ini dan sangat lama kedepan.

            Dan yg terpenting, kalaupun terjadi revolusi yg butuh pertumpahan darah, yg dibabat bukan pemeluk agama, tapi yg tidak se-ideologi.

            Kurasa anda masih terjebak dalam propaganda klasik ala Soeharto, eh? 😉

          • Qaysh Isaaq As situdani

            lol, sejak kapan ada revolusi ala merah yang tidak bertumpah darah? 😀 mulai dari zaman mao sampai polpot.

            udah lah, gak perlu nuduh orang. first impression orang sedunia mengenai komunis pasti lari ke china. ndak usah banyak contoh bagaimana china menghancurkan culture nya sendiri secara effisien dan sporadis. nampaknya mereka sekarang mengemis kultur ke taiwan lol

          • "lol, sejak kapan ada revolusi ala merah yang tidak bertumpah darah? 😀 mulai dari zaman mao sampai polpot."
            ---> http://lmgtfy.com/?q=revolution+without+bloodshed

            and I completely don't understand of what you're trying to say in your second paragraph.

          • Qaysh Isaaq As situdani

            huh, liat aja sekarang ini negara paling komunis itu siapa? china kan. lihat juga bagaimana keadaan tuh negara..lu mau indonesia speerti china kebudayaan banyak yang dihancurkan. Mikir dah, komunis itu tidak semanis yang di teorikan

          • "mas/mbak, jawab pertanyaan ane secara langsung aja. pernahkah ada revolusi ala komunis yang berakhir tanpa darah??"

            -- buka link yg saya berikan di atas dan mulailah membaca.

            "sekarang ini negara paling komunis itu siapa? china kan. "

            -- what? hahaha. you don't even understand what is communism and china's political system.

            p.s.: gue libertarian dan gue ga setuju sama komunisme. but well di sini gue sebenernya cuma mau mencoba membantu menghilangkan stigma komunis yg buruk bgt di Indo korban Soeharto.
            tapi setelah gue pikir-pikir ini semua cuma buang waktu, apa lagi dgn orang model begini hahaha. korban dogma dan propaganda kronis.

            see you.

          • Qaysh Isaaq As situdani

            coba sebelum mengatain orang, ada baiknya kamu berikan argumen dulu. jangan fallacy.

          • "coba sebelum mengatain orang, ada baiknya kamu berikan argumen dulu. jangan fallacy."

            ^ you've just comitted fallacy fallacy.

            tapi oke akan saya elaborasi, in case anda malas browsing dan malas membaca.

            China bukan negara komunis. China adalah negara dengan ekonomi kapitalistik dengan tendensi sosialis yang dipimpin oleh sistem satu partai elit yang proteksionis dan tidak mau berbagi monopoli kekuatan politiknya.
            Simpelnya, partai komunis di cina memang yang berkuasa, tapi pada prakteknya cina juga menerapkan sistem ekonomi kapitalis.
            https://www.quora.com/Is-China-a-communist-country

            dari komen2 anda, yang ada di otak anda itu kan komunis = ateis haus darah?
            ya jelas, anda korban orde baru. open your eyes.

          • Qaysh Isaaq As situdani

            oalah gan/sis, lah nama partai "tunggalnya"

            Communist party of china...

            namun anda langsung serobot bilang china bukan negara komunis...
            padahal dari jumlah partainya aja orang awam sudah tahu kalo china adalah negara komunis

            okelah dia boleh 'beda' di sistem ekonomi, dan plis sekali lagi jangan tergesa ngatain orang sebagai lawan ideologi mu

            anda mungkin belum tahu apa ane sedang bermain devil advocate ato tidak

          • terima kasih banyak karena telah membuat saya tertawa.

          • Qaysh Isaaq As situdani

            what a quality argument that you have...

          • Qaysh Isaaq As situdani

            i seek the truth, and yet you tried to answer my argument by attacking my credential rather than answering it directly.

            i'm tired, this is not discussion at all. at least i get more answer from an anarchist socialist than from communist fans like you. they at least admit communist sins and mistake, Unlike you!

          • Qaysh Isaaq As situdani

            dan ane bilang komunis = ateis dan haus darah ada dasar historis fakta!

            Jadi jangan coba anda tutupi, layaknya G30 SPKI

            jika anda pingin menjustifikasi revolusi budaya, revolusi oktober merah, ataupun Pol pot sekalipun monggo silahkan

            tapi jangan sekali2 mengkubur fakta dan dosa2 komunis sebelumnya

          • Rayhan Maheswara

            Komunis = Ateis

            Wow, we have an idiot here.
            Sorry saya ga bermaksud adhom, tapi saya terpaksa.

            Pelajari dulu tentang apa itu komunisme, penggagasnya, dan konsepnya.
            Jangan cuma denger dari kata guru atau baca di buku pelajaran sekolah.

          • Qaysh Isaaq As situdani

            lagi, pakai ad hominem juga

            well well

            kenyataannya negara2 komunis sellalu memaksakan ide atheisnya ke warga negaranya. Ingat komunis ingat mao, stalin, dan pol pot. get the idea? yeah, its called state atheis

            memakai bukti historis itu enak, gak perlu terbuai sama propaganda yang memblurkan hakikat pada kenyataan yang sudah terjadi. Guru lu, karl marx kan juga bilang idealis itu racun kalo tidak melihat realis yang terjadi.

            jangan mempertanyakan credential orang sebelum ente bisa menjawab argumen ane secara langsung, kita kaum intelektual bung!

          • Qaysh Isaaq As situdani
          • Qaysh Isaaq As situdani

            mas/mbak, jawab pertanyaan ane secara langsung aja. pernahkah ada revolusi ala komunis yang berakhir tanpa darah??

          • goblok banget

            kadang jadi cringey untuk orang yang pengen tahu kebenaran tapi maunya suap-suapan. sumber sudah di templokin gitu.

            itu adu ketahanan ego yang mengeras. gak gentle banget deh.

          • LesPrivat EasyPalembang

            sy setuju dgn rayhan. baiknya pelajari dulu sejarah adanya komunis di indonesia. dan itu bisa kita lihat sejak jaman kolonial belanda. Indonesia saat itu belum merdeka. sbenarnya gerakan berhaluan kiri itu hadir pd jaman kolonial (terutama awal abad 20) dibawa oleh kaum intelektual muda indonesia yg bersekolah di eropa terutama dampak dr pengaruh kaum rasionalis. dan pada fase selanjutnya digunakan sebagai bentuk perlawanan yg lbh terbuka terhadap penjajah yg kapitalistik dan feodalistik dimana rakyat indonesia saat itu kondisi sosial ekonominya sangat memprihatinkan.

            "jadi baiknya kita ketika beradu argumen,haruslah mempunyai pemikiran yg terbuka, termasuk pada ide dan pemikiran yg kontra. dan juga harus mempelajari betul2 ide atau pemikiran yg berseberangan sebagai bentuk mempelajari pengetahuan itu sendiri maka kita akan mampu melihat dlm keluasan berpikir dan memaknainya"

          • Qaysh Isaaq As situdani

            saya tahu, maksud saya mas/mbak; apakah ada yang mau menjamin gerakan revolusi/apalah pki itu bisa berjalan tanpa darah? ingat, tahun 60 itu puncak2 nya benturan ideologi. apalagi seiring juga dengan sepak terjang komunisme dunia yang cenderung berdarah (pol pot, great leap forward, red october, great purge, dll). Aneh, padahal gak perlu komunis untuk membuat indonesia mempunyai semangat kebersamaan (collectivist). Bukankah pancasila sudah mengajarkan semangat gotong royong

          • Qaysh Isaaq As situdani

            gini ini jadi males, ketika ada argumen pembanding dan devil advocate malah diserang secara adhom dan inform fallacy. ckck, ane masih lebih dapat ilmu di reddit atau crash course; setidaknya mereka politic neutral and unbiased.

        • Dwi Kurniawan

          Ane pernah nemu begini di Zenius
          "It's hard to win an argument with a smart person, but it's damn near impossible to win an argument with a stupid person."

          • goblok banget

            There is only one good, knowledge, and one evil, ignorance. - Socrates.

    • Jhoe Aritra

      Jgan menghina agama lain bray...silahkan diskusi dngan bebas,tpi sopan santun di jaga..peace...

  • Ahmad Dimas

    Menarik. Kalo di buku SMA yang dibahas baru yg hipotesa 1 sama hipotesa 2. tapi sama guru sejarah gua, pernah sedikit disinggung tentang keterlibatan Blok barat dan Timur pada konflik-konflik yang ada di Indonesia, termasuk G30S.

    • Faisal Aslim

      Keren brarti guru lo men..!

    • Danang

      wadoh.. gue yang jurusan ipa di sma dulu belajar sejarahnya ga sedalam ini brayy... wakakak

  • Hendra Bani

    bedeh! makasih banget yah 😀 gara2 tulisan ini akhirnya gue nemuin jawaban dari pertanyaan renungan gue yakni: "kenapa yah kok bisa2 y org2 Indonesia yg menurut gue hebat masih bisa mencintai Indonesia?" yah dari sejarah Indonesia yg begitu menarik, begitu menggempar akhirnya gue ngerti kenapa org2 seperti mereka bisa begitu mencintai Indonesia ini 😀 dan makasih banget udah ajarrin gue untuk mengerti sejarah tuh bukan sepenggal pertanyaan seperti "tanggal/bulan/tahun berapakah peristiwa itu terjadi?" atau mungkin seperti "siapa sajakah Jendral yg terbunuh oleh pemberontakan G30/S PKI?" belajar ngapallin tanggal/ ngapallin nama2 untuk jawab pertanyaan2 di sekolah bikin sejarah itu cuma sepenggal peristiwa yg sepintas! sekarang? dengan penguraian seperti ini bikin gue bisa mengerti mempelajari sejarah yg bener tuh kayak apa.. menguraikan gambaran y seperti apa? cerita utuh y kayak gimana? udah kayak baca komik aja gileeee!!!!! makasih yah 😀 sering2 lah :p keren banget lah zenius 😀 oh iya sejarah Indonesia yg menarik apalagi menurut kk Gleen dan Faisal? kasih tau dong >__<

    • Faisal Aslim

      Seru yeh! Hihihi.. Banyak kok HB, sejarah Indo yg menarik2.. Terutama pas jaman Perjuangan Kemerdekaan (1945-1949), Demokrasi Liberal (1950-1959), apalagi pas Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Soalnya sejarah Indo ga bisa kelepas sama gejolak sosio-politik dunia, yg emang lagi seru2nya pasca PDII

  • Nita

    Artikelnya keren! emang yang namanya belajar sejarah tuh bukan cuma hafal nama hafal tanggal, tapi lebih ke arah gimana kejadian sebenernya n apa dampaknya buat sekarang. Dari dulu sampai sekarang saya masih gagal paham kalo liat sejarah kita, Bahkan kadang2 saya mikir kalo kejadian '65 (Soekarno lengser) sama kejadian '98 (Soeharto lengser) punya alasan n proses yang hampir sama dan mungkin berhubungan. Buat jatuhin sipil culik militer, buat jatuhin militer culik sipil. Cuma pikiran iseng sih. CMIIW 😀

  • Deni Afandi

    kompleks masalahnya sih tapi ideologi komunis itu TIDAK AKAN pernah mendapatkan tempat yang baik di tatanan masyarakat Indonesia. NU, Muhammadiyah, dan Syarikat Islam itu yang mengakar di tatanan masyarakat Indonesia, jadi ini clash of cultures antara Islam dan Komunis. Kita tau sendiri komunis itu pada waktu masih ada Uni Soviet, pasti ujung2nya HARUS kudeta. Di China sendiri 1926 juga Partai komunis China memberontak tapi gagal dan akhirnya 1949 berhasil. Indonesia juga ada peristiwa Madiun 1948. Dan ajaran komunis dan Islam itu bagaikan minyak dan air yang ga mungkin bisa digabungkan. Jadi wrong organization in the wrong place. Terus juga PKI menambah konflik dengan Angkatan Darat. Kira2 apakah sudah dihadapkan dengan 2 kekuatan ini, PKI akan tetap eksis di Indonesia? Ini hanya masalah waktu saja. Mengenai siapa dalangnya? Ane tetep percaya Soehartolah dalangnya dengan sedikit dibantu oleh CIA dan kenaifan PKI yang menganggap mereka mendapat angin dari Soekarno. Tapi pembunuhan berjuta2 org itulah yang menjadikan Indonesia mempunyai sejarah kelam dan kadang ikut sedih jika dengar cerita2 masa lampau. Dan kedepannya, jangan sampai hal ini terulang kembali dan biarlah Pancasila saja yang bisa menjadi landasan negara kita karena itu gabungan brilian azas2 yang berlaku untuk tatanan masyarakat kita.

  • Danang

    mengupas sejarah ala detektif kayaknya enak banget....

  • Farid Marzuq

    Satu lagi gan, akibatnya Soekarno ditelantarin, diusir dari istana negara ke rumahnya di Bogor. Udah gitu meskipun tinggal di rumah sendiri masih aja sering diinterogasi sama TNI. Gegara kebelet kekuasaan, malah ngorbanin bapak bangsa sendiri.

  • Fawcet Jenusdy

    Ternyata begitu toh ceritanya.
    Disekolah mah, nggak pernah dijelasin seperti ini.
    Guru disekolah cuma nyuruh baca textbook aja. :3
    Postingannya berguna banget. (y)

  • Reza Pratama Nugraha

    3 Versi sejarah yang menarik, kemarin saya nonton The Look of Silence dan pada sesi diskusinya menjelaskan tentang 3 versi sejarah ini dan baru masuk ke penjelasan sekaligus saksi2 kelam genocide yang dilakukan.

    Menurut saya memang versi 3 sejarah ini harus diketahui banyak bangsa indonesia, karena sejarah merupakan pelajaran agar peristiwa kelam yang dilakukan generasi sebelum kita untuk tidak terulang lagi kedepannya 🙁

  • arya bandoro

    Mantap, maju terus zenius

  • arya bandoro

    Mantap lah zenius

  • Warsono Hadisubroto

    Ada juga yang paling baru dokumenter mengungkap mengenai sisi gelap Indonesia, dan dampaknya hari ini, bagaimana rezim yang dibangun di atas kuburan massal, propaganda, dan teror itu belum berakhir sampai hari ini. Dokumenter itu adalah dwilogi Jagal (The Act of Killing) dan Senyap (The Look of Silence). Yang Jagal sudah bisa ditonton di Youtube di: https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y sementara Senyap bisa didapatkan dengan mengadakan nobar dan minta DVDnya lewat formulir http://www.filmsenyap.com/pemutaran

    By the way, sebuah tulisan yang mencerdaskan di tengah gersangnya tulisan obyektif/fair dalam buku teks sejarah nasional.

    Kalau perlu sumber-sumber bahan bacaan lain terkait dengan pembantaian massal yang disembunyikan pasca G30S, bisa juga lihat https://www.facebook.com/notes/jagal-the-act-of-killing/bacaan-pendukung/293511797438652 sebagiannya bisa diunduh gratis.

    Buku John Roosa, Dalih Pembunuhan Massal, saya kira penting sekali dibaca, karena saya rasa saat ini buku tersebut adalah karya yang paling baik dalam menjelaskan apa yang paling mungkin terjadi seputar G30S dalam kekaburan sejarah ini.

    • Warsono Hadisubroto

      Yang Senyap juga sekarang sudah bisa ditonton di Youtube:

  • janti

    dampak yang diberikan sampai saat ini apa karena peristiwa itu?

    • Warsono Hadisubroto

      Impunitas. Penjahat kemanusiaan, pelanggar HAM berat tidak pernah diadili, dan dihukum. Lebih parah lagi, para pelanggar HAM malah mau diangkat jadi pahlawan nasional. Pembantaian massal entah tidak disebutkan dalam buku teks pelajaran sejarah, entah disebut sebagai balas dendam yang wajar, atau malah aksi heroik bela negara.

      Oligark yang membangun rezim (Orde Baru) di atas kuburan massal dan kroninya menangguk keuntungan, dan terus menangguk keuntungan. Mematikan demokrasi di Indonesia, mengeruk kekayaan alam, menumpuknya untuk kelompoknya sendiri, mematikan daya kritis masyarakat, menciptakan dan menebarkan ketakutan, serta meneror para pencari kebenaran dan keadilan.

      Munir dibunuh dan otak pembunuhannya tidak dihukum sampai sekarang. Pelanggaran HAM di Papua, di Timor Leste, Tanjung Priok, Talangsari, penculikan aktivis, dan barisan panjang pelanggaran HAM ini sama semua, pelakunya menikmati impunitas, hidup bebas bahkan masih berkuasa.

      Bisa dikatakan, akibat pelajaran sejarah yang salah ini, masyarakat pun jadi tidak peka terhadap pelanggaran hak azasi yang terjadi di sekitarnya. Entah karena mereka menganggap itu biasa; entah karena mereka terlalu takut untuk bersuara. "Awas, nanti dibunuhi, dibuang ke sungai mayatnya, seperti PKI."

  • Kayiz Ismail

    dan gue kenal hipotesa 2 dan 3 dari kakek dan bokap gue '3'

    kakek salah satu veteran perang yg terabaikan. pesan yg gue inget

    "jgn nelan mentah mentah apa yg ada di buku sejarah dan pemerintah, karena itu ditulis dan diatur oleh orang yg berkuasa "

    well terbukti dan artikel ini membuat gue semakin yakin atas pesan itu :3

  • dtayp

    Artikelnya mantap bangettt. Waktu kelas 11 sempet bahas ini, tapi sayang banget cuma sebatas versi versi siapa dalang dibalik tragedi ini tanpa diskusi lebuh lanjut. Kebetulan waktu itu, guru sejarah make guru ppl, dan begitu naik kelas 12, ada materi orba, guru senior udah ga mau bahas ini lagi. Yang paling nyebelin itu setiap minta film2 yg berkaitan dg g 30 s, pasti ga dikasih, eh kok malah corcol. Oh iya, coba deh baca buku "sebuah catatan tragedi 1965: dari pulau buru sampai ke mekah" ini buku nyambung banget sama hipotesa 2 dan 3. Buku karangan H. Suparman ini bikin kita bisa sedikit mendapat pencerah untuk menyimpulkan apa yg terjadi pada saat itu, bisa dibilang dia adalah salah seorang saksi sejarah pada saat itu, meskipun dia tidak terlibat langsung dalam "siasat g 30 s". Dan, kalo lebih dikait-kaitkan lagi, hipotesa 2 dan 3 akan saling berhubungan dengan fakta fakta di lapangan saat ini, keterlibatan para elite politik yg mungkin sampai sekarang masih bungkam menutupi kebenaran yang terjadi. Bukan apa apa, ribuan atau mungkin lebih jiwa yang mendapat hukuman sia sia, pembantaian yg dilakukan kepada siapapun yg dicap "PKI" tanpa persidangan, mengakibatkan trauma seumur hidup bagi keluarga2nya. Pernah waktu itu, nenek saya cerita, kebetulan kakek saya seorang tentara, ada yg kerumah survei untuk menyita barang2 yg berbau soekarno(setelah soekarno lengser), dan kalau tidak salah kakek saya memiliki poster besar soekarno(yg akhirnya disembunyikan entah di mana. Saya bingung, apa setelah soekarno llengser dari jabatannya, apakah banyak yg tidak menyukainya? Jadi skenario penggulingan soekarno benar benar ada dan dikemas sedemikian rapinya? Wow, dunia politik itu kejam._. Pengen bisa liat kejadiannya langsung. G 30 s dan tragedi 98 bener bener bikin penasaran

  • irvan sandria

    lengkap banget :v

  • Mutia Oktavianti Herdiansyah

    Penjelasannya mudah di mengrrti sekali . meskipun topik bahasannya berat bgt tpi secara garis besar sekali baca kita udah ngerti . aku memang tertarik sekali sama bacaan kaya gini . terima kasih artikelnya baguss bgt

  • Safira Anggani

    kayanya gue lebih condong ke hipotesa no 3.
    oh ternyata kurang lebih begitu ya ceritanya, agak ngenes kalo PKI dijadikan kambing hitam gitu

  • Safira Anggani

    kayanya gue lebih condong ke hipotesa yang no 3
    oh jadi kurang lebih begitu ya ceritanya, tapi agak ngenes PKI dijadikan kambing hitam begitu

  • tiwi

    beberapa keluarga saya jg jd korban diantara ribuan nyawa 'pembersihan pki' ala orba.,alhamdulillah kuasa Allah ga jadi 'dieksekusi'..awalnya pemahaman sy cuma dihipotesa 2,..pd waktu tragedi 98yg berujung lengsernya suharto itulah bru mereka bnyak cerita kjdian wktu itu,mrk cukup aktif dlm kegiatan 'sosbud' pki dan cerita ttg kjamnya 'orba' ngeri pembunuhan dmn2,.isu dewan jendral itu jg 'disengaja'..mnrt sy cukup rasional dan sy lbh yakin hipotesa 2 dan benar jg ad keterlibatan 'asing'.

  • Julian

    misteri ini memang sangat berat dan kompleks menyangkut dalam dan luar negeri, saksi mata gerakan ini banyak, tapi jawaban saksi dari semua elemen terkait hanya bisa berkata "SUDAH LAH dan BIAR LAH semua sudah berlalu cukup tahu saja sebagai pelajaran, dan hasil dari tragedi gerakan ini sudah kita nikmati juga, saksi yang bisa berani ngomong kebenarannya cuma ALMARHUM pak S******,". huft:(.. penasaran ampe kapan?

  • mr c j

    suatu kebenaran yg terkuak... selama 30 th kakek buyut bersembunyi.. temen2nya hilng tak ad kabar. n semua cucu2 n keturunan di ultimatummm utk tidak pernah menjadi pegawai pemerintahan.. serta diskriminasi di stiap aspek terhadap keluarga... memang kekejaman n penindasan terhadap 3jt jiwa yg hilang karna pembantaian para pendukung PKI itu nyata.

  • M Syahman Samhan

    wah, gw selama ini baru tau hipotesis 1 haha. tapi kalau dari baca artikel ini, mungkin gw lebih condong ke hipotesis 3 🙂
    btw keep posting, kakak kakak zenius! 😀

  • cici ftr

    Pernah berbincang2 sama korban penangkapan yg dibuang ke pulau buru. Kasian sekali :')

  • Alya Nurul R

    Thanks zen kebuka banget mata gue tentang peristiwa ini. Btw, di buku sejarah gue kok ada 7 jendral yang dibunuh secara misterius ya?

    • yang benar itu ada 7 perwira tinggi yang menjadi target upaya pembunuhan, 6 orang terbunuh, 1 orang selamat. Berikut adalah keenam korban:

      1. Letjen Ahmad Yani
      2. Mayjen Raden Suprapto
      3. Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono
      4. Mayjen Siswondo Parman
      5. Brigjen Donald Isaac Panjaitan
      6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo

      Sementara 1 orang yang berhasil selamat adalah Jenderal A.H Nasution.

    • Warsono Hadisubroto

      Di Jakarta, korban yang berpangkat Jenderal cuma ada 6. Korban ketujuh bukan Jenderal, tapi Letnan Satu, namanya Pierre Tendean, ajudan Jenderal A. H. Nasution yang berhasil lolos dari penculikan.

      Pierre Tendean kemudian diangkat pangkatnya secara anumerta menjadi Kapten.

      Baca lebih lengkap di: https://id.wikipedia.org/wiki/Pierre_Tendean

  • chairil anwar

    Menurut saya setelah membaca artikel diatas dalang dr peristiwa tersebut adalah mereka2 yg lalin banyak mendapat keuntungan dan paling takut peristiwa tersebut terbongkar. Sampai hari ini isu PKI selalu digunakan utk menjatuhkan lawan politik, sebagaimana yg dilakukan SOEHARTO.

  • Rayhan Maheswara

    Saya selama ini setuju sama hipotesa kedua.

    Momentumnya terlalu tepat untuk disebut "kebetulan".
    Ditambah lagi pembantaian ratusan ribu orang yang ndak jelas buat apa.

    Propaganda yang bener - bener digarap secara serius, salah satunya dengan pembuatan film yang makan biaya guede banget itu.

  • Alfan

    yang jadi pertanyaan penting, seberapa hebatkah soeharto dibandingkan nasution? kenapa soeharto begitu beruntung?

  • feni aprilliani

    sumpah, gue puas banget baca artikel ini.gue dari SD sampe sekarang gapernah tau yang namanya G30S, karna gue
    dulu benci ips (gak mau tau ttg sejarah) dan guru guru gue gapernah noel
    sedikitpun tentang G30S. yang gue tau (sebelum baca artikel ini) jaman soeharto itu jaman kejam, dimana orang orang yang gak suka sama pemerintahan orde baru diculik terus dibunuh secara misterius. dan gue pun berfikir suharto itu jahat. sekarang gue buka fikiran, ternyata banyak faktor (versi) yang bikin pembunuhan itu terjadi. sekarang pertanyaan nya adalah; jadi kan gini, kalo misalnya dalangnya adalah si blok barat kan udah jelas tujuannya biar indonesia nganut kapital , kalo dalangnya pak harto yaaa mungkin tujuannya, biar dia jadi presiden. kalo misalkan dalangnya pak karno, tujuannya biar apa? emang sih yang nyulik jendral jendral dari pihak pki, tapikan itu biar gak ngudetain pak karno?

  • Mahda Aulia

    Jadi yang jahat itu partai komunisnya kan? Bukan penganut ideologi komunis?

  • kurniawansyah SH

    Bukan masalah pemahaman komunis atau bukan yg perlu diluruskan adalah kebenaran sejarah...komunisme selalu disudutkan dgn masalah agama padahal komunisme bukanlah etheisme ..Indonesia selalu dihantui dgn anti komunisme selama 32 thn oleh orde baru dan saya lebih cenderung analisa ke 3 yakni kekhawatiran blok barat dlm hal ini amerika serikat dan sekutunya takut indonesia cenderung ke blok timur (komunisme) dan terbukti soeharto adl anteknya blok barat / amerika freeport dilegalkan oleh produk orde baru dan kita dibodohin soeharto dkk bhw tembaga pura itu hanya tambang tembaga namun ternyata itu adl tambang emas....liberal dan kapitalis adl lintah yg menyedot SDA rakyat indonesia

  • Vincent Leonhart Setiawan

    Kalo menurut gw sih ya kayanya Pak Soeharto lah dalangnya soalnya dari semua jendral dia doank yang selamet dan malah dapet untung. Apalgi propagandanya beuh. Jadi semakin curiga sih kalo gw

  • icaa ss

    terus kenapa PKI sangat dibenci dan 'ditakuti' orang orang zaman dulu ya bahkan sampai sekarang masih ada yg benci bgt? apa seampuh itu propaganda di zaman orde baru? dan satu lagi, apa hubungannya PKI dan etnis tionghoa. dan kenapa dulu etnis tionghoa berusaha dilenyapkan dari indonesia?