Neil Armstrong Mendarat di Bulan, Masa sih?

Banyak yang ragu bahwa Neil Armstrong mendarat di Bulan. Artikel ini mengupas berbagai bukti secara ilmiah untuk memberi jawaban yang rasional.

Hey, Guys.. Ada yang tau nggak, sepanjang sejarah peradaban manusia nih, apa sih pencapaian terbesar yang pernah diraih umat manusia?

Apakah itu pas manusia pertama berhasil mendaki puncak Everest? Pengembangan vaksin pertama kali? Penemuan teori radiasi elektromagnetik oleh James Maxwell? Deklarasi Hak Asasi Manusia pertama kali di AS? Penemuan benua Amerika oleh Columbus?

Banyak ahli sejarah dan akademisi yang sepakat kalo pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh umat manusia adalah pendaratan manusia pertama kali di bulan oleh NASA.

Nah, pas banget nih. Tanggal 20 Juli kemarin, kita memperingati 49th anniversary dari momen bersejarah itu. Pada masa itu, masih banyak orang yang memimpikan untuk mencapai puncak gunung Everest. Tiba-tiba saja, pada 20 Juli 1969 , seluruh dunia dikejutkan dengan pemberitaan bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhasil mendaratkan manusia ke bulan melalui misi Apollo 11. Manusia itu adalah Neil Armstrong, astronot Amerika Serikat, bersama rekannya, Buzz Aldrin. Sebenarnya ada 1 astronot lagi sih yang ikut ke bulan, yaitu Michael Collins. Tapi doi stay di dalam pesawat karena punya peran tersendiri. 

“Ah.. Pendaratan Neil Armstrong di bulan itu kan hoax/bohongan!!”

Eitss.. Boleh aja sih skeptis tentang satu hal. Cuma skeptisisme itu juga harus didukung dengan research. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang masih ragu akan keberhasilan NASA mendaratkan manusia di bulan. Dan bukan ga mungkin, lo, keluarga lo, guru-guru lo adalah salah satu dari orang-orang yang meragukan hal tersebut. Ya bisa dimaklumi juga sih. Bulan adalah tanah “asing” ratusan ribu kilometer dari Bumi yang tidak bisa dijangkau, hanya bisa kita lihat, menjadi bahan angan-angan. Nggak kebayang aja mungkin, kok bisa manusia bisa sampe berjalan di bulan?!

Nah sekarang nih, gw mau berbagi insight dari hasil riset gw untuk mengulik bener nggak sih Neil Armstrong itu pernah mendarat di bulan. Banyak banget blog, artikel, dan website yang mengklaim bahwa pendaratan manusia di bulan adalah bohong. Tapi apakah klaim tersebut pantas meruntuhkan kalo Neil Armstrong tidak pernah mendarat di bulan? Seperti kata Carl Sagan, extraordinary claims require extraordinary evidence.  Yuk, kita kupas satu per satu.

1. Bendera yang Berkibar

Pernah lihat nggak, foto seperti di bawah ini? Ini adalah foto ketika Buzz Aldrin menancapkan bendera Amerika di permukaan Bulan.

KATANYA: bendera pada foto ini terlihat berkibar-kibar. Ini bikin orang ragu sama pendaratan di Bulan karena nggak mungkin bendera bisa berkibar di Bulan. Kan Bulan nggak punya atmosfer, nggak ada udara, nggak ada angin!

  • Kiri: Buzz Aldrin memberi hormat bendera setelah memancangkannya di bulan (tonjolan kecil di atas helmnya adalah jarinya)
  • Kanan: Potret 6 detik setelah potret di atas. Aldrin telah menurunkan tangannya. Posisi bendara ga berubah.

195px-AldrinFlag-animation

Animasi dari kedua 2 foto sebelumnya. Posisi bendera ga berubah.

FAKTANYA: bendera itu bukan berkibar. Bendera itu kelihatan agak bergerak atau mengkerut karena dalam perjalanan ke bulan, benderan disimpan dilipat. Jadi pas dibuka, emang udah nggak rapi. Kalo lo lihat video di bawah, si astronot ada beberapa kali nancepin tiang benderanya. Nggak lurus-lurus, akhirnya terakhir baru berdiri tegak. Inersia membuat bendera masih agak bergerak.

Terus, perhatikan, deh. Sisi atas bendera itu kaku. Itu karena tiang pancangnya berbentuk Г-shaped . Sengaja dipake tiang pancang bentuk begitu supaya ya benderanya bisa tegak. Kalo nggak pake tiang pancang berbentuk seperti itu, nggak bakal keliatan jelas motif benderanya. Namanya juga kain, buka papan reklame. Sulit lho, merentangkan kain di ruang hampa udara dan bergravitasi rendah, seperti bulan.

2. Kok Bisa Ada Jejak Kaki di Bulan?

Berikutnya, ada klaim lain yang bilang kalo jejak kaki astronot di Bulan itu palsu.

KATANYA: permukaan bulan itu kering. Tapi jejak kaki yang kecetak di bulan terlalu clear (jelas). Kayaknya cuma bisa bikin jejak kaki begitu di pasir basah deh.

moon-hoax-footprints_10054_600x450

FAKTANYA: Bulan bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi. Debu Bulan, atau yang disebut regolith, adalah seperti bubuk yang digiling halus. Mirip debu vulkanik. Lo bisa coba sendiri kok. Gampang, pake aja bubuk bedak bayi atau tepung terigu. Kalo lo melangkah di atasnya, lo bisa dengan mudah meninggalkan jejak kaki yang jelas. Plus, bulan nggak punya atmosfer kan. Hampa udara. Jadi nggak ada angin deh yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat.

3. Nggak Ada Fotografer

KATANYA: Cuma ada 2 astronot yang mendarat di bulan. Tapi, gimana ceritanya kedua astronot bisa visible (keliatan) di foto ini? satu yang difoto dan satu lagi yang tercermin di kaca helm astronot. Lha terus siapa yang moto?

moon-hoax-reflections_10060_600x450

FAKTANYA: kamera sudah ditanam di bagian dada baju para astronot. Di foto ini, lo bisa lihat kalo tangannya si Neil berada dekat dada. Jadi, dia nggak perlu jepret kamera mendekati matanya. Selain itu, ada beberapa foto lain yang diambil oleh modul pendaratan di bulan (Eagle) dan kamera melayang yang dikendalikan jarak jauh dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup canggih, Bro!

13-flag-714

4. Kok Nggak Ada Bintang?

KATANYA: ruang angkasa penuh dengan bintang. Tapi kok pada foto-foto dari bulan nggak kelihatan bintang sama sekali? Ah, ini pasti foto studio nih!

FAKTANYA: Lo pernah denger ada yang namanya polusi cahaya, nggak? Kalo di kota besar, kita kan susah nih ngelihat bintang-bintang di langit. Beda ceritanya dengan di desa atau di tengah laut. Kenapa bisa gitu? Intinya, karena gemerlap lampu perkotaan menyulitkan kita untuk melihat cahaya bintang. Inilah mengapa teleskop umumnya diletakkan di puncak gunung buat menghindari polusi cahaya dari bumi.

Dalam kasus ini, permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari itu menjadi polusi cahaya sehingga menutupi cahaya dari bintang yang jauh.

Kalo lo belajar fotografi, para astronot motret petualangan mereka di bulan dengan settingan kamera eksposur cepat yang membuat cahaya yang masuk kecil. Mereka mengambil gambar pada eksposur 1/150 atau 1/250 detik. Kalo lo ga ngerti, coba tanya deh temen lo yang hobi fotografi.

Justru aneh kalo di foto kelihatan bintang. Coba aja deh, lo moto temen lo pas malam hari dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya nggak bakal kelihatan! Kecuali lo pake kamera dan teknik khusus buat capture bintang di background-nya.

5. Kok Nggak Ada Kawah Bekas Pendaratan Modul?

Dari pesawat luar angkasanya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke bulan menggunakan modul pendaratan, bernama Eagle.

KATANYA: mesin modul yang kuat seharusnya membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut. Tapi, seperti keliatan di foto ini, permukaan bulan di bawah modul masih terlihat smooth. Seakan-akan mesin itu udah ditaruh sebagai properti studio, bukan seperti modul yang mendarat.

moon-hoax-no-crater_10057_600x450

FAKTANYA: mesin modul sudah diturunkan power dan kecepatannya tepat sebelum mendarat. Modulnya juga ga melayang (hover) cukup lama untuk membuat kawah atau menerbangkan banyak debu.

Lapisan bulan itu tipis. Tapi, di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi, walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah.

6. Banyak Sumber Cahaya, Seperti di Studio TV!

KATANYA: beberapa bayangan pada foto ini tidak tampak paralel satu sama lain. Beberapa objek dalam bayangan malah terlihat jelas. Seolah-olah cahaya datang dari berbagai sumber, seperti lighting studio kamera.

moon-hoax-light-weird_10056_600x450

FAKTANYA: emang banyak sumber cahaya. Ada matahari, ada Bumi yang memantulkan cahaya, ada cahaya dari pantulan modul, baju astronot, dan permukaan bulan.

Selain itu, para astronot sengaja mengambil potret mereka di daerah perbukitan supaya mendapatkan penerangan baik. Lo bisa coba sendiri kok. Berdiri di atas bukit di bawah sinar bulan purnama. Kontur permukaan yang naik turun menghasilkan banyak bayangan dengan panjang yang bervariasi.

7. Batuan Bulan Lebih Mirip Batuan Antartika

KATANYA: batuan yang dibawa balik dari Bulan identik dengan batu yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah ke Antartika.

FAKTANYA: beberapa batuan Bulan memang ditemukan di Bumi. Tapi rata-rata udah hangus dan teroksidasi ketika melewati atmosfer bumi sebagai asteroid. Selama 45 tahun terakhir sejak hari bersejarah itu, banyak studi dan analisis lebih lanjut dari ahli geologi yang telah mengkonfirmasi dengan pasti bahwa batuan Apollo pastilah batu yang dibawa manusia dari Bulan.

“Trus Kok Kenapa Banyak Banget yang Bilang Bohong?”

Nah, mungkin sampe di sini lo bakal mikir, dengan begitu banyaknya evidence dan rasionalitas di depan mata, kenapa masih banyak sih yang meragukan kalo Neil Armstrong mendarat di Bulan? Untuk menjawab keheranan ini, mau nggak mau, kita harus meriksa sejarah.

Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan antariksa pada era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Pada masa Perang Dingin, ketegangan konflik kepentingan udah nggak dimanifestasikan dalam bentuk perang dan agresi militer. Pada masa Perang Dingin, khususnya kedua negara ini, mereka lebih adu pride.

Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 15 April 1961. Amerika Serikat mana?

Itu juga mengapa, pada masa Perang Dingin inilah banyak banget roket atau pesawat luar angkasa yang diluncurkan dari Bumi. Teknologi penjelajahan antariksa gencar banget dimulai pada masa ini.

Kalo NASA mengklaim mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan, siapa yang pertama kali akan mengkritik? Ya, tentu saja Uni Soviet. Uni Soviet bisa bilang, “Ah itu kebohongan besar!” Uni Soviet bukan sembarang negara lho. Mereka punya teknologi setara NASA dan kepanjangan politik yang kuat.

Sekarang Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang mungkin memiliki kepentingan ideologi sama dengan Uni Soviet dulu dan punya kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya bisa jadi baik, menunjukkan orang awam gimana proses ilmiah itu terjadi. Seperti biasa, media dengan cepat segera menyebarkannya. Tersebarlah berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA.

Oiya, efek lain dari runtuhnya Uni Soviet adalah penjelajahan luar angkasa udah ga seheboh dulu karena udah nggak ada pride race lagi. NASA masih aktif melakukan eksplorasi, tapi lebih dominan didorong curiosity.

****

Skeptis dan mengkritisi sebuah pencapaian sains merupakan hal yang lumrah. Malah merupakan sebuah kewajiban bagi ilmuwan dan kalangan intelektual. Namun, apapun kritik yang dilontarkan harus disertai dengan bukti dan argumentasi yang kuat. Biar nggak kemakan teori konspirasi yang asal seru aja yang ujung-ujungnya malah menumpulkan pikiran kritis kita. Okeh?!

Stay critical, stay awesome!

lfLGX-900x1171

 

Referensi
Faktailmiah.com: Neil Armstrong Pernah Mendarat di Bulan?
http://news.nationalgeographic.com/news/2009/07/photogalleries/apollo-moon-landing-hoax-pictures/
http://www.telegraph.co.uk/science/space/5833633/Apollo-11-Moon-landing-conspiracy-theories-debunked.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Moon_landing_conspiracy_theories
http://life.time.com/history/yuri-gagarin-celebration-in-red-square-april-1961/#1
Sumber gambar bendera: Wikipedia
Sumber gambar jejak kaki: http://news.nationalgeographic.com/news/2009/07/photogalleries/apollo-moon-landing-hoax-pictures/
Sumber gambar kedua astronot: https://ngm.nationalgeographic.com/1969/12/moon-landing/moon-photography#/13-flag-714.jpg
Sumber gambar quote terakhir: https://thefabweb.com/wp-content/uploads/2012/09/lfLGX-900×1171.jpg

—————————CATATAN EDITOR—————————

Sebenarnya masih banyak poin lain yang membantah fakta pendaratan Neil Armstrong di bulan. Tapi mungkin ga bisa dibahas satu per satu di sini. Jadi kalo ada yang mau ngobrol lebih lanjut, bisa tinggalin comment di bawah.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.