Are You Ready to Understand The World?

Are You Ready to Understand The World?

Halo Zenius fellows! Ketemu lagi sama gue, Johan Wibowo. Gue adalah alumni zenius yang sedang kuliah di ITB jurusan Teknik Tenaga Listrik sejak 2012. Sebelumnya gue juga pernah nulis nih di sini, udah baca belom? Buat yang belum baca, ini nih tulisan gue sebelumnya: “Jadi Ilmuwan? Ah, ngapain?”. Nah, kali ini gue bakal ngebahas tentang understanding the world and the price you will pay. Yes, everything has its price!

Understanding the world means to unlock the secret behind it. Sebetulnya tanpa kita sadarin, kita terlempar ke dunia yang penuh dengan segala misteri. Ada begitu banyak hal yang kita gak ngerti tentang bagaimana dunia ini bekerja. Kemudian, terlintaslah pertanyaan-pertanyaan yang terkadang terkesan iseng, contohnya mungkin dari mulai pertanyaan kecil seperti:

"Ini sulap hebat banget sih, gimana cara pesulap itu melakukannya yah?"

"Ini buku bahas tentang konsep yang keren banget, tapi emangnya beneran yah kenyataannya seperti ini?"

"Menurut rumor, orang itu sakti banget bisa melakukan hal diluar batas kemampuan manusia biasa. Emang betul yah ada orang bisa begitu??"

 

Pernah nggak tuh lo kepikiran pertanyaan-pertanyaan iseng semacam itu? Tebakan gue sih pernah, tapi mungkin lo anggep angin lalu aja dan nggak coba serius diulik. Padahal sebetulnya dari menjawab pertanyaan iseng semacam ini, kita bisa mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, yaitu rasa ingin tau kita akan kebenaran! Tsaaaah~ Nah di tulisan gua kali ini, gua mau cerita tentang 3 pengalaman gua menulusuri 3 pertanyaan iseng yang bikin gua penasaran. Kemudian dari proses gua menjawab 3 pertanyaan iseng ini, justru membawa gua pada cara pandang berpikir yang baru. Oke langsung aja gua mulai ceritanya:

 

PENGALAMAN 1 : AMBITIOUS CARD

Dulu waktu kelas 2 SMP (sekitar tahun 2007-2008), di TV-TV lagi rame acara sulap-sulapan dan hipnotis-hipnotisan. Sebagai remaja bergairah belajar tinggi (tsaaaahhh~), gue penasaran dan pengen banget belajar gimana sih cara pesulap-pesulap itu nunjukkin triknya. Apa bener itu sihir dan keajaiban atau cuman tipuan doang?

Mulai saat itu gue beli banyaaaak banget DVD tutorial trik-trik sulap kartu dan koin (yang mostly sekarang udah bisa lo tonton di youtube). Salah satu trik yang simple tapi gw suka banget adalah trik yang disebut ambitious card.

Ambitious card adalah trik sulap kartu di mana lo kasih liat kartu paling atas ke penonton, lo masukin kartunya ke tengah, terus kartunya bakal nongol lagi di tempat asal (di atas tumpukan kartu). Di mana pun lo taroh kartunya, dia bakal nongol lagi di atas. Itulah asal nama “ambitious” pada trik ini. Nah, trik ini ada banyak banget variasinya. Ini videonya:   Waktu pertama kali liat trik ini, gue amazed banget. Gimana bisa kartu itu menembus tumpukan kartu lain? Seolah-olah ga mungkin kalo itu bukan miracle. Tapi toh faktanya itu bisa terjadi. Nah, setelah gw pelajari triknya, ternyata edan ini tuh simple banget. Kunci dari trik ini adalah trik lain bernama double lift. Ini videonya:

Jadi, dengan double lift, sebenernya lo ngebalikin dua kartu paling atas (penonton taunya itu cuman satu kartu), trus lo tutup lagi, lalu kartu paling atas lo masukin ke tengah. Voila! Kartu yang tersisa di atas tumpukan adalah kartu yang awalnya lo tampilin. Jadi, sebenernya kartu yang ditunjukkin itu ga pernah lu masukin ke tengah. Dia emang udah ada di atas! Keren kan ilusinya? 😉

Nah, setelah gue pelajari triknya, seketika hidup gue jadi hambar. Awalnya gue terkesima banget setiap liat orang ngelakuin ambitious card. Setelah gue bongkar misteri di balik itu, perasaan takjub itu ga pernah datang lagi setiap gue liat trik itu. Respon lo terhadap sesuatu sangat bergantung dengan pengetahuan lo terhadap fenomena itu. Sebelum tahu double lift, gue takjub banget sama ambitious card. Begitu tau, ya udah deh. Biasa aja.

Ini lah harga yang harus dibayar demi memahami how the world works. Lo harus mau menggadaikan perasaan takjub itu demi pemahaman. Sebagai gantinya, lo dapet perasaan puas karena berhasil memenuhi keingintahuan lo. Kabar baiknya, kepuasan ini tuh precious dan ecstatic alias nyandu banget! Sekali lo memahami misteri besar di dunia ini, lo akan pengen ngelakuin ini terus menerus.

 

PENGALAMAN 2 : MONTY HALL PROBLEM

Monty Hall Berikutnya, gue mau cerita soal Monty Hall Problem. Lo mungkin masih inget sama acara TV yang ada 3 pintu berhadiah itu. Di balik pintu bisa ada mobil, perabotan, dan zonk alias kambing dan sampah-sampah lainnya. Nah, misalkan gue sebagai pembawa acara dan lu sebagai peserta. Ada 3 pintu dengan 1 mobil dan 2 kambing. Silahkan pilih salah satu pintu.

Misalnya nih lo milih pintu nomor 1. Setelah lo milih, gua sebagai pembawa acara gak akan langsung buka pintu nomor 1, tapi justru gue akan buka salah satu dari 2 pintu tersisa yang udah pasti isinya kambing (misalnya gua buka pintu nomor 3 terus isinya kambing)..

Nah berarti tinggal tersisa 2 pintu lagi (yaitu pintu 1 yang awal lo pilih dan pintu 3 yang kita belum tau isinya apa). Abis itu gue akan tawarin lu untuk ganti tukeran pintu (swap). Kalo lo swap, artinya lo ganti dari milih pintu 1 jadi milih pintu 3. kalo lo stay, lo tetep milih pintu 1.

Masalahnya di sini lu lebih mungkin dapet mobil kalo keputusan lo tetep di pintu yang pertama atau ganti pintu? Dengan lo ganti pintu atau tetep stay, peluangnya sama aja atau berbeda? Coba deh lo pikirin dan jawab pertanyaan ini. Buat lebih kebayang mungkin lo bisa coba nonton video ini

Gimana? Jawaban lo apa? Kebanyakan orang akan jawab peluang menang nggak berubah walaupun ganti pintu atau stay tetep di pintu awal. Karena pintu berisi kambing udah dibuka satu, berarti sisa 1 mobil dan 1 kambing entah di pintu yang mana. Berarti, peluangnya 50-50, ya gak?

Sayangnya itu analisa yang KELIRU! Jawaban dari soal ini adalah: LO SEBAIKNYA SELALU GANTI PINTU. Karena dengan ganti pintu, peluang menang lo jadi 66%! Loh kok bisa? Yuk kita telusuri kemungkinan-kemungkinannya satu per satu.

NGGAK GANTI PINTU

Kalo lo nggak ganti pintu, lo akan menang kalo sejak awal lo milih mobil. Jadi...

peluang menang = peluang milih mobil di awal

Berapa peluangya? Ya 1/3 alias 33%. Kalo awalnya lo pilih kambing, karena lo gak ganti pintu, berarti lo kalah. Berapa peluang lo kalah (peluang milih kambing dari awal)? Ya 2/3 = 66%

GANTI PINTU

Dalam kasus elo ganti pintu, lo akan menang kalo awalnya lo milih kambing. Karena begitu satu kambing lain dieliminasi, berarti ketika lo ganti pintu, otomatis lo dapet mobil. Jadi,

peluang menang = peluang milih kambing di awal

Berapa peluang milih kambing di awal? Yup, 2/3 alias 66%.  Sebaliknya, lo kalah kalo sejak awal lo milih mobil karena ketika ganti pintu, artinya lo milih pintu berisi kambing. Berapa peluang ini terjadi? Hanya 33%.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

See? Kalo lo ganti pintu, peluang lo menang dua kali lipat (66%) dibandingkan kalo lo nggak ganti pintu (cuma 33%). My point is, perhatikan bahwa dengan perhitungan yang lebih cermat, terbukti bahwa jawaban “peluangnya sama” yang dikeluarkan oleh intuisi lo itu ternyata salah. Intuisi SERING KALI membawa kita ke kesimpulan atau judgement yang salah.

Di sini lah pentingnya lo punya permodelan matematis yang tepat atas suatu kasus karena model yang tepat ini lah yang akan ngasih elo jawaban yang objektif. Dari Monty Hall Problem ini lah gue semakin tertarik main-main dengan probability alias peluang. Di internet gue nemu buku The Improbability Principle: Why Coincidences, Miracles, and Rare Events Happen Every Day karangan David J. Hand, seorang ahli statistik. Di buku ini ada satu kasus yang menarik dan counter-intuitive kayak Monty Hall Problem. Ini adalah kejadian nyata di Bulgaria.

 

PENGALAMAN 3 : BULGARIAN LOTTERY

Lotere adalah suatu permainan untung-untungan yang populer di negara-negara Barat. Di Indonesia mungkin biasa disebut dengan dengan judi togel. Pemain lotere biasanya memilih X buah angka dengan range dari 1 sampai Y. Misalnya, Bulgarian Lottery, menggunakan sistem X=6 dan Y=49. Artinya, pemain memilih 6 buah angka masing-masing memiliki rentang nilai dari 1 sampai 49.

Penyedia jasa lotere ini mengumumkan 2 pemenang lotere dalam satu minggu. Tanggal 6 September 2009, Bulgarian Lottery mengacak kombinasi angka yang keluar sebagai pemenang untuk periode tersebut. Hasilnya adalah 4-15-23-24-35-42. Artinya, siapapun yang memilih kombinasi 6 angka tersebut keluar sebagai pemenang. Berselang 4 hari, tanggal 10 September 2009, Bulgarian Lottery kembali mengeluarkan the winning numbers.

Menariknya, angka yang keluar persis sama seperti angka periode sebelumnya: 4-15-23-24-35-42. Pertama kali dalam sejarah lotere Bulgaria. Semua orang heboh. Gimana mungkin kombinasi 6 angka muncul secara berurutan? Padahal peluangnya sangat sangat kecil: 1/13.983.816. Menteri Olahraga Bulgaria, Svilen Neikov memerintahkan polisi untuk menyelidiki kasus ini.

David Hand (ahli statistik yang sempet gua sebut di atas) menunjukkan bahwa fenomena ini sebenarnya gak aneh. Kemungkinan sebuah kombinasi 6 angka muncul 2x berurutan memang sangat kecil. Tapi mengingat lotere sudah dimainkan setiap 3-4 hari selama puluhan tahun, fenomena dengan peluang yang kecil tersebut justru menjadi hampir pasti terjadi karena jumlah percobaannya juga banyak.

Bayangin lo punya dadu 100 muka dengan angka dari 1 sampe 100. Peluang keluarnya angka 49 adalah 1/100. Sangat kecil. Tapi kalo lo lempar dadunya sampe 1000x, kemungkinan jumlah keluarnya angka 49 adalah 1000* 1/100 = 10. Loh malah banyak! Dengan menggunakan "law of truly large numbers" seperti di atas dan "law of combinations", David secara cermat menunjukkan bahwa hanya dalam 43 tahun, peluang keluarnya sebuah kombinasi 6 angka 2x berurutan mencapai lebih dari 50%.

That is, justru lebih mungkin kalo peristiwa ini terjadi daripada ga terjadi. Jadi, gak aneh kan kalo kombinasi 6 angka muncul 2x berurutan?

*****

So, let me reelaborate my point: judgement, kesimpulan, dan kesan lo terhadap satu fenomena, sangat tergantung dengan pengetahuan yang lo punya terhadap fenomena tersebut. Dengan pemahaman yang tepat, kita tahu bahwa fenomena ini sangat wajar terjadi. Oke, so far gue udah ngasih ilustrasi-ilustrasi matematis tentang gimana pentingnya kita punya pemahaman yang tepat tentang how the world works. Tapi apa gunanya? It’s not what we see everyday, rite?

Sebenernya, prinsip yang sama juga berlaku di kehidupan sehari-hari men. Di kehidupan nyata, sikap kita terhadap berbagai hal ditentukan oleh impresi kita terhadap hal itu. Contohnya, apa pendapat lo terhadap pencuri atau pemerkosa? Sikap lo akan tergantung dengan permodelan dan pemahaman yang lo punya terhadap sistem sosial kita. Sikap lo akan ditentukan oleh jawaban lo atas pertanyaan ini: "Apakah manusia itu pada dasarnya terlahir baik atau engga?"

Kalo jawaban lo adalah “ya, manusia itu pada dasarnya baik!”, maka lo gak akan terlalu nyalahin pencuri dan pemerkosa itu karena lo tau sebenernya dia baik. Lingkungannya lah yang ngebentuk dia jadi jahat begitu. So, menurut lo lingkungannya lah yang harus dibenahi. Tapi kalo lo jawab “engga kok, manusia memang pada dasarnya ada yang baik dan yang jahat”, lo mungkin akan menganggap “emang dasar orangnya aja brengsek!”.

Nah, dalam hidup seringkali kita perlu mengambil keputusan, baik buat diri sendiri maupun menyangkut kepentingan orang lain. Dengan cara pandang yang lo punya selama ini, keputusan yang lo ambil akan tergantung banget sama pertanyaan-pertanyaan mendasar kayak gini. So apa yang menjadi dasar pemikiran lo, akan selalu mempengaruhi pertimbangan dan keputusan lo. Semakin lo sering mempertanyakan banyak hal dan mengkaji hal tersebut secara mendalam, semakin pertimbangan dan keputusan lo matang. Terlebih kalo lo adalah seorang yang memutuskan sesuatu dan berpengaruh bagi orang lain, entah lo sebagai ketua kelas, ketua organisasi, direktur, gubernur, atau presiden sekalipun.

Kalo gue boleh mendefinisikan kebijaksanaan, gue akan bilang bahwa orang yang bijak adalah orang yang paham gimana sistem-sistem di dunia ini bekerja, terutama sistem sosial. Karena dengan pemahaman yang tepat itu, dia bisa memberikan judgement, opini, dan pada akhirnya tindakan yang tepat terhadap fenomena-fenomena yang ada di dunia.

Mau jadi orang bijak? Banyakin pengetahuan dan pemahaman lo tentang how the world works. Tingkatin pemahaman lo tentang hal-hal mendasar yang berkaitan dengan manusia dan masyarakat. Jadilah orang yang skeptis dan mempertanyakan segala hal di dunia ini dan cari jawabannya sampe ketemu! Ini gak cuman berlaku untuk seorang pemimpin, because after all, we do make judgements and actions everyday, don’t we? So, are you ready to understand the world?

"The evil that is in the world almost always comes of ignorance, and good intentions may do as much harm as malevolence if they lack understanding."

- Albert Camus

 

[CATATAN EDITOR : Buat lo yang mau sungkem, ngeceng, atau modus kakak angkatan senior lo yang satu ini, bisa tinggalin comment di bawah artikel ini. Inget sekarang udah H-4 SBMPTN, yang paling penting bukan lagi persiapan belajar tapi justru jaga kesehatan dan pola tidur yang tepat. Saran gue, abisin sisa waktu lo dengan bersantai dan istirahat yang cukup, Good Luck Everyone!]

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Johan adalah guest blogger zenius dan merupakan alumni zenius angkatan 2011-2012. Johan mengambil gelar S1 di jurusan Teknik Tenaga Listrik ITB.

Follow Twitter Johan at @johanwi_bowo

  • Fadhil Azman

    Gue juga pengen jadi guest blogger, zenius lirik gw dong alumni juga nih haha 😀

    • Glenn Ardi

      boleh aja kalo lo ada ide dan pengalaman nulis. Ada blog pribadi? post aja di sini, nanti gua lihat2 deh..

  • Bayu Satria Darmawan

    entahlah, saya belum bisa mengerti kebatilan dari konsep peluang, seberapapun besar peluang pada suatu hal, 99% misalnya, masih akan ada 1% yang masih sah dan berpeluang untuk dihinggapi oleh kemungkinan itu sendiri. jadi, mmm, apa ya.. aaa tidaaak, aku belum siap memahami dunia ><

    • Glenn Ardi

      tenangkan dirimu bro, minum teh dulu...

    • Hahahahah gw juga termasuk orang yang mikir kayak gini >,>

  • Alvin Willio

    kayaknya seru nih kalo yang seru-seru gini dibahas terus.. kira-kira ada gak buku yang isinya ngebahas hal-hal menarik kayak gini?? Soalnya abis SBMPTN gw bingung nih mo ngapain lagii.. hehehe..

  • Miftah Farid

    satu2nya yang aneh di zenius matematika sma, dia ga bahas geometri transformasi :/ pngen tau konsepnya juga dong

  • Yoris Garfield

    Untuk kasus Monty Hall, gue sempat bingung abis nonton film yg judulnya "21" (diperankan ama Jim Sturgess ). di film itu ada event yg ngasi liat ttg Monty Hall Problem. awalnya si Jim ini milih pintu no.1 kemudian si host buka pintu no.3 dan hasilnya goat. trus si host nawarin ke jim buat pindah ke pintu no.2 atau tetap dgn pintu no.1. trus si jim milih untuk pindah ke pintu no.2 dan dapat tambahan 33.3% dari pintu no.3 sehingga peluang buat dapat mobil jadi 66.6%. asumsi gue waktu itu, dengan tetap pada pilihan pintu no.1, dia tetap bakal dapat tambahan 33.3% dari pintu no.3 walaupun ga pindah ke pintu no.2. tapi setelah dijelasin di atas gue jadi ngerti kenapa peluang buat pindah pintu lebih baik dibanding gak ganti pintu. 😀
    matematika dasar jadi menarik gitu. haha, dan gue paling suka dengan kutipan si Profesornya "If you don't know which door to open, always account for variable change"

    good blog, 🙂

    • Btw, kalau dari pengalaman gue ngejelasin Monty Hall Problem, biasanya orang mulai lebih ngeh kalau diarahin sama kasus yang mirip:

      Sama kayak Monty Hall, tapi kali ini ada 100 pintu. Dari 100 pintu itu, ada 99 mobil, dan 1 kambing.

      Sekarang lo pilih 1 kambing. Terus host-nya buka 98 pintu lainnya. Apakah lo akan pindah pintu? 🙂

      Kalau nggak pindah pintu, probabilitas lo dapet mobil adalah 1%, sementara kalau pindah, jadi 99%.

  • Byan

    nice share

  • Lana Khaniieva

    Baru baca post yang ini, keren 😀 Dan baru sadar juga kalau itu semua bisa dijelasin dengan konsep peluang!

  • rl

    tapi itu hanya berlaku jika monthy tau, kalo monthy ga tau, hasilnya 50:50, sy coba malah ga switch peluangnya lebih banyak sedikit http://math.ucsd.edu/~crypto/cgi-bin/MontyDoesNotKnow/ ga ngerti pertanyaannya, kirain yg monty ga tau doang